- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#621
BAB16-2
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB16-2:
R.I.P
BACKSOUD:
*******
Bekasi 11:35 Selasa 27 Mei 2014
Aku masih menyesali kenapa Fio gak menginap sehari lagi, padahal sudah sengaja izin gak kerja.
Yah aku kan bisa nikmatin hari ini jalan-jalan bersama badboyku nyari ipad buat Aya.
Huh! Gak ah, aku kan masih marah, kan tadi aku yang bilang gak mau ngomong? Masa ngomong duluan?
Menahan sakit, menggotong semua plastik ke dalam.
melihat motor ayahnya Rudi terparkir.
Berarti sudah ngumpul semua disini, entah kenapa orang tuanya Rudi semalam pindah kerumah satu lagi? Mungkin karena ada Fio dan membiarkan kami bebas, padahal biasanya selalu ngumpul di rumah ini.
Menaruh plastik belanjaan dekat kulkas, Aya yang teriak-teriak memeriksa plastik.
"belanja apa?" tanya Ayu.
"tau nih si Fio yang beliin" sahutku malu.
Ayu menggeleng geli, memeriksa plastik.
"ya ampun si Fio? Ada-ada aje! Apa sih ini?
Ya ampun susu? Kalo ini, susu? Ini, susu lagi?
Ada rokok surya kedemenan Rudi, dua bal nih? Suruh Rudi isep ampe ngejenkang tuh anak.
Apa lagi? Makanan kecil buat Aya ama Alfa??" ucap Ayu kagum.
Aku membereskan belanjaan dengan terus digrecoki Aya, masuk kamar perlahan, kok kenapa jadi takut ya?
Melihat badboyku dilantai menyeder kasur, memegang pala, semangatnya tampak menghilang.
Melihatnya, aku lebih terluka.
"Imel?" sapanya.
"ya" sahutku cepat, bahagia.
Malu aku kalo ia bisa melihat ekspresi kebahagiaanku sekarang?
"Kalo kamu gak mau ngomong karena tulisanku? Aku lebih milih kamu Mel!" ucapnya sepatah demi sepatah.
Ya ampun badboyku? Menutup pintu, aku memeluknya erat berharap semangatnya kembali lagi.
"aku kan takut, ada orang nyari gara-gara ama kamu" manjaku, emosi mengalir dari mata.
"aku tau Mel, aku tau yang kamu khawatirin"
"kamu tau? Kamu tau kalo aku protes karena orang-orang itu? Aku pikir kamu sama ama Fio, ngirain aku protes karena HIV?" tanyaku, mendekap lebih erat.
"Fio itu kan cuma kk kamu, aku biar gak karuan begini, suami kamu Mel.
Masa aku gak bisa baca kamu? Masa gara-gara HIV kamu protes? Itu mah bukan kamu banget" jelasnya mencium keningku.
"yaudah sekarang kamu lanjutin lagi ya tulisanya!" pintaku, memegang kepalanya.
Melihat ia mengedip lucu, sudah kembali badboyku yang ngeselin.
"mah uka mah ukaa" tangis Aya menggedor pintu.
Membuka pintu, Aya yang nangis, tertawa berlarian memegang coklat.
Aku menceritakan soal belanjaan dan amplop pemberian Fio, kukira ia bakal marah? Malah biasa saja, seolah belanjaan, amplop sudah ia perhitungkan sebelumya.
Aku membuka amplop ngeri, takut isinya berlebihan.
"gak mungkin berani Fio ngasih lebih sayang, kalo die bilang buat beli ipad? Ya seharga ipad itu" ucapnya, menggoda Aya.
Membuka amplop menghitung isinya, rp3.000.000
kami berdebat lucu, membelikan Aya apa?
"udah ipod lima aje, second dapet dua juta setengah, masih sisa kan?" ucapnya geli.
"ngapain second? Kalo duitnya pas-pasan second bolehlah! Ini kan ada duitnya? Cukup buat beli baru! Udah android advant gak sampe sejuta setengah, baru lagi!" sahutku tak terima.
"kamu mah lucu sayang, kamu tau ipad kaya Fio dua juta sembilanratus, malah gak jadi beli? Nyari yang lain?" balasnya, kegelian.
"kan biar ada sisanya jeleek! Kamu gak mikirin dikit lagi ramadhan, kita gak punya pegangan sama sekali?" sahutku, mengacak-ngacak rambutnya.
-------
Cempakamas 02:00 Selasa 27 Mei 2014
Matahari menyengat membakar keceriaanku, kami menuju parkiran habis membelikan hp Aya.
Sebetulnya mal deket rumah juga banyak yang jual hp, tapi karena badboyku ngajak ke kuburan Kemirih yang tak mungkin aku tolak.
Bisa sama begitu keinginanya sama Fio ya? Mungkin ada koneksi batin antara mereka? Ngarang ah!
Kami nyangkutnya beli di Cempakamas, badboyku dari tadi cemberut lucu, ia kesal aku lebih memilih android daripada apple.
"sayang, kamu tuh kaya sales apple gak laku sih?" godaku.
"hmm, maaf ya bu saya gak kenal ama situ" omelnya, geli.
"udah ah! Mau langsung ke Kemirih?"
"mampir ke rumah bang Rizal dulu, masih panas! Sorean aje kemirihnye"
-------
Klender 03:00 Selasa 27 Mei 2014
"Risma, Riisma, main yuuk" candaku mengetuk pintu.
Padat ramai penduduk, kegiatan yang tanpa henti, dan ini terjadi di gang sempit pertengahan kota? Aku menggeleng geli mengececk motor yang sudah kurapatkan depan rumah Risma.
"ya ampun de? Kaget gue, sehat lo de? Rud sehat lo?" sapanya ramah, mempersilahkan masuk.
Dalam ruangan sepetak, kasur lipat usang, TV 14INC dua lemari, kompor, semua menyatu dalam satu ruangan, dan yang paling hebat setiap kesini? Ekspresi badboyku yang tampak bahagia lepas.
Tak ada tempat duduk disini, jadi lebih santai duduk di lantai.
Tapi aku kaget melihat tangan Aisah (4tahun) sebelahnya Aura (6tahun) sedang mengusap kepala Aisah.
"ya allah k? Aisah kenapa?" tanyaku, sedih.
"kenapa Aisah?" Tanya Rudi, mengernyit.
"ditanganya ada bekas infusan" sahutku, membelai Aisah.
"aduh ampun deh de, baru sembuh Aisah, dirawat lima hari.
Gejala tipes kena demam berdarah juga! Aduh pusing deh pokoknye, gue nangis doang kerjaanya setiap hari mikirin Aisah" sahut Risma, membikin kopi.
Badboyku menjengit mendengar kata demam, aku memegang tanganya menenangkan.
"itu mah udah baikan Aisah de! Cuma lemes habis sakit kali? Tobat gue de, ngurusin bpjs?" ucapnya memberikan dua gelas kopi.
"gratis semua k? Pake bpjs?" tanya Rudi.
"gratis Rud, tapi ngurusnya ampun-ampunan, maklum kali ye, namanya juga gratis" sahut Risma, disebelahku mencium anaknya.
"blender baru tuh k? Cie, cie, baru nih ye" godaku, menyesap kopi.
"itu gara-gara dendam nyi pelet, gue beli tuh blender, baru sehari umurnya tuh blender!
Si Aisah kan disuruh dokter minum jus jambu, ke pasar beli jambu!
Gue minta diblenderin ama tukang jus tetangga depan rumah.
Gue dateng jam delapan, disuruh balik lagi nanti aja jam sebelas!
Lah kan malu gue digituin? Sakit hati gue, bukan sakit hati ama tuh orang? Gue sakit hati ngape gue miskin amat ampe blender buat bikin jus, kagak punya!" jelasnya, sedih.
Aku melihat wajah badboyku yang suram? Entah apa yang ia pikirkan.
"tapi sekarang kebeli kan tuh blender" ucapku.
"yoi dong! Berasa orang kaya gue, punya blender" jawabnya lucu, penuh kebanggaan.
Kami mengobrol asik sekali,badboyku menanyakan suami k Risma! Sayangnya bang Rizal pulang kerja ngecat sekitar 18:30
badboyku terpingkal-pingkal, sampai mengeluarkan air mata, saat k Risma menceritakan kemarin diajak temenya daftar bbm.
"cukup, cukup k, gak usah dilanjutin soal bbm, sakit perut gue" protes Rudi, kegelian.
Karena sudah sore, badboyku juga mau ke Kemirih.
Kami bersiap berangkat, melihat Aisah lemes membuatku sedih.
"Aisah cepet sembuh ya, mam yang banyak, Aisah kalo sembuh mau dibeliin apa?" bujuku, mengusap rambutnya.
"dari pulang rumah sakit minta iped apa android sih gue kagak ngarti! Yang biasa dimainin anak-anak.
Lah bapaknya cuma tukang cat lemari? Darimane duit buat beli barang-barang mahal kaya gitu?
Gue aje beli blender harus ampe pinggang sakit! Kebanyakan nyuci, baru kebeli tuh blender" sahut Risma, frustasi.
Aku terbengong melihat badboyku? Ia seperti melihat keajaiban dihadapanya.
"mel! Kamu inget kan yang pernah aku bilang? Sholat sama aja kita bertemu allah, tapi allah juga sering nemuin kita langsung!
Waktu itu kamu bilang, kapan allah nemuin langsung? Nanti saat kita dibangkitkan dari kematian?
Kalo itu mah gak usah dibahas, kamu mau tau kan, kapan allah nemuin kita?
Ini sekarang dihadapan kita ada allah, mau kamu hindarin? Apa mau ketemu?" jelas Rudi, masih dalam keadaan melihat keajaiban dihadapanya.
Aku tak perlu makan waktu lama untuk mencerna perkataanya.
"tapi Aya?" jawabku ragu.
"gak usah dipikirin, barang siapa ngasih satu, allah bales kontan sepuluh kali lipat!" sahut Rudi, antusias.
Kalo tak ada orang disini? Ingin rasanya aku mencium badboyku.
"lo pada ngomongin apa sih? Bawa-bawa allah segala?" tanya Risma bingung.
"jangan sekarang Mel! Pas pulang aje, langsung lempar" ucap Rudi, mengedip geli.
"eh! Ngomong apa sih lo berdua?" tanya Risma penasaran.
"kagak ngomong apa-apa k! Gua balik dulu ah" tukasku, menahan geli.
Aku pikir kalo di lempar bisa rusak nanti? Biar ruangan serba di satu tempat, setidaknya k Risma punya kamar mandi didalam, bukan numpang kamar mandi umum.
Basa-basi numpang buang air, dikamar mandi mengeluarkan plastik dari tas, kucantolkan di paku.
Menyalakan motor, badboyku naik dibelakang sambil senyum-senyum.
Aku juga merasakan hal yang sama, aneh padahal kami ke daerah sini untuk beliin hp Aya? Sekarang lenyap kenapa kami merasa bahagia dari sebelumnya?
"balik ya gue k?"
"iye, hati-hati dijalan, nanti gue salamin ama bang Rizal, Rud!" ucapnya, menggendong Aisah yang masih lemes.
"k! Gue ada bingkisan buat Aisah! Gue cantolin dikamar mandi! Aisah cepet sembuh ya sayang"
Risma bingung dengan perkataanku, ia bertanya tapi aku segera meninggalkanya.
-------
bekasi 00:36 Rabu 28 Mei 2014
Aya tertidur pulas seperti biasa dipojokan tempat kesukaanya, aku tiduran bersiap mendapatkan keinginanku dalam seharian ini.
Memandangi badboyku tanpa sehelai benang begitu juga aku, processor menunjuk langit, membuat darahku memanas.
Oh sayang, kau membuatku gila!kami berciuman kilat, aku berdoa ia langsung melakukanya, tanpa pemanasan, aku takut tak kuat untuk menahan.
Ketakutanku terbukti tangan kananya bermain di air-bag kiriku.
Aku menggigit bibir, menahan sakit berusaha tak menjerit, menahan nafas berusaha tak memberi tanda mencurigakan pada nafasku.
Tanganya masih bermain disana, air mataku mengalir tanpa kusadari.
Aku terkaget! Ia bangun begitu tiba-tiba, ia duduk dipinggiran kasur.
Rada kecewa melihat processor menunjuk bumi, tapi rasa kagetku lebih besar.
Ketakutanku bertambah menyaksikan tatapan penuh amarah.
Apa aktingku ketahuan ya? Perasaan gak ada kesalahan akting, tadi?
"sayang, ka.." ucapanku terpotong, karena ia mengangkat tangan menyuruhku berhenti.
"kamu kenapa mel? Kamu sakit?" tanyanya sedingin es.
"enggak! Gak ada yang sakit" sahutku cepat, sepolos mungkin.
Ia memiringkan kepala, mengernyit.
"apa gunanya pernikahan tanpa kejujuran?" ucapnya, menghela nafas dalam.
"aku takut.. Aku takut.." sahutku berusaha tegar, tapi air bendungan dimata pecah tak terkendali.
Ia mendekat, memeluk, menaruh kepalaku didadanya."air-bag kiri kamu kenapa? Aku perhatiin kkamu slalu ngindarin tempat yang sama?
Kalo dihitung.. Sekitar bulan Maret kayanye " ucapnya perlahan.
Kaget? Tak percaya? Bangga? Perasaan campur aduk melandaku, sebegitu telitinya badboyku, aku sendiri tak ingat kapan sakitnya?
Tapi aku catat kapan terasa sakit pertama kali? Kalo gak salah memang bulan Maret!
Tangisku menjadi-jadi.
"udah, gak usah takut, kita periksa ke dokter ya nanti?"
"gak.. Aku gak mau ke dokter!"
"jangan begitu sayang, kamu harus diperiksa ya?"
"
"gak! Aku gak mau, coba kamu pikir kita buat sehari-hari aja susah! Apalagi buat ceck up penyakit dalam? Pasti mahal" tangisku, tambah takut.
"kita masih punya sisa duit Fio kan? Udah kamu periksa ya"
"dibilang itu buat pegangan ramadhan nanti"
"aduh Mel? Pentingan periksa kamu dulu daripada pegangan buat ramadhan!"
aku putus asa, apa ia tak mengerti ketakutanku? Kedua tanganku memegang kepalanya.
"kamu denger aku ya! Aku gak mau ke dokter! Aku takut, kamu ngerti ya"
"oke, oke, gak usah ke dokter! Sekarang kamu jelasin, air-bag kiri kamu kenapa?" sahutnya, putus asa.
"kamu inget benjolan pas aku abis nyusuin aya?"
"inget! Kata mamah, itu air susu beku? Apa bukan?" balasnya, penuh kehawatiran.
"aku juga gak tahu? Tapi yang jelas benjolanya makin gede! Aku kasih liat ketemen"
"kamu kasih liat ketemen? Cewek kan?" tanyanya, menganga.
"ampun deh, masa cowok sih? A.. Aku takut kata temen aku, bi.. Bisa jadi kanker air-bag!"
sepanjang kebersamaanku denganya? Berbagai ekspresi telah kulihat.
Baru kali ini melihat pandanganya yang kosong, kabut dimatanya? Aku merasa keberadaanya menghilang.
*******
pangkalan2 11:10 Selasa 27 Mei 2014
"Ria..." ucapnya, serius.
"ya.. Kenapa k?" jawabku, waspada melihat keseriusanya.
Aku bersyukur dari kemarin Fio tak menyebut nama Ria dihadapan badboyku.
Aku tahu betapa sedinya ia kalo mengingat Ria.
Aku juga bisa ikut sedih, kadang sedihku lebih ke perasaan minder? Malu? Melihat semua mantan-mantan badboyku?
Sampai sekarang aku tak percaya ia lebih memilih bunga buruk rupa seperti aku? Ketimbang bunga yang indah disekitarnya?
Ama Fio saja, aku merasa perbandingan sedan sama delman?
Aku hanya seperti delman? Kuno, jelek, dan patut masuk museum.
"seandainya Ria ada disini? Seandainya kita berempat ngumpul bersama? Gua yakin otak sherlocknya bisa mecahin masalah tulisan Ruday" ucapnya lirih, bahu berguncang.
"udah k! Bisa abis air mata kita kalo ngomongin Ria" sahutku, menenangkanya dalam pelukan.
"kenapa sih Ria harus pergi? Kenapa sih dia ninggalin kita?" balasnya, emosi bergetar.
"udahlah, bisa panjang jadinya, nanti kalo gua main lagi kita bahas! Lo kalo mau ke kemirih? Kasih tau gua ya, kita barengan"
"ya kk ku yang cantik"
"Imel, Imel, kalo gua cantik kenapa Ruday milih lo ya? Mungkin lo bunga paling langka diantara mantanya? Gua bingung Ruday kok manggil lo Imel sih? Ada artinya tuh panggilan" ucapnya, mengerjap lucu.
"bunga langka? Binatang langka baru bener! Ah gak ada artinya Imel k! Panggilan lebay dia doang, sama kaya judul tulisanya yang lebay!" sahutku, menahan geli.
*******
bersambung
BAB16-2:
R.I.P
BACKSOUD:
*******
Bekasi 11:35 Selasa 27 Mei 2014
Aku masih menyesali kenapa Fio gak menginap sehari lagi, padahal sudah sengaja izin gak kerja.
Yah aku kan bisa nikmatin hari ini jalan-jalan bersama badboyku nyari ipad buat Aya.
Huh! Gak ah, aku kan masih marah, kan tadi aku yang bilang gak mau ngomong? Masa ngomong duluan?
Menahan sakit, menggotong semua plastik ke dalam.
melihat motor ayahnya Rudi terparkir.
Berarti sudah ngumpul semua disini, entah kenapa orang tuanya Rudi semalam pindah kerumah satu lagi? Mungkin karena ada Fio dan membiarkan kami bebas, padahal biasanya selalu ngumpul di rumah ini.
Menaruh plastik belanjaan dekat kulkas, Aya yang teriak-teriak memeriksa plastik.
"belanja apa?" tanya Ayu.
"tau nih si Fio yang beliin" sahutku malu.
Ayu menggeleng geli, memeriksa plastik.
"ya ampun si Fio? Ada-ada aje! Apa sih ini?
Ya ampun susu? Kalo ini, susu? Ini, susu lagi?
Ada rokok surya kedemenan Rudi, dua bal nih? Suruh Rudi isep ampe ngejenkang tuh anak.
Apa lagi? Makanan kecil buat Aya ama Alfa??" ucap Ayu kagum.
Aku membereskan belanjaan dengan terus digrecoki Aya, masuk kamar perlahan, kok kenapa jadi takut ya?
Melihat badboyku dilantai menyeder kasur, memegang pala, semangatnya tampak menghilang.
Melihatnya, aku lebih terluka.
"Imel?" sapanya.
"ya" sahutku cepat, bahagia.
Malu aku kalo ia bisa melihat ekspresi kebahagiaanku sekarang?
"Kalo kamu gak mau ngomong karena tulisanku? Aku lebih milih kamu Mel!" ucapnya sepatah demi sepatah.
Ya ampun badboyku? Menutup pintu, aku memeluknya erat berharap semangatnya kembali lagi.
"aku kan takut, ada orang nyari gara-gara ama kamu" manjaku, emosi mengalir dari mata.
"aku tau Mel, aku tau yang kamu khawatirin"
"kamu tau? Kamu tau kalo aku protes karena orang-orang itu? Aku pikir kamu sama ama Fio, ngirain aku protes karena HIV?" tanyaku, mendekap lebih erat.
"Fio itu kan cuma kk kamu, aku biar gak karuan begini, suami kamu Mel.
Masa aku gak bisa baca kamu? Masa gara-gara HIV kamu protes? Itu mah bukan kamu banget" jelasnya mencium keningku.
"yaudah sekarang kamu lanjutin lagi ya tulisanya!" pintaku, memegang kepalanya.
Melihat ia mengedip lucu, sudah kembali badboyku yang ngeselin.
"mah uka mah ukaa" tangis Aya menggedor pintu.
Membuka pintu, Aya yang nangis, tertawa berlarian memegang coklat.
Aku menceritakan soal belanjaan dan amplop pemberian Fio, kukira ia bakal marah? Malah biasa saja, seolah belanjaan, amplop sudah ia perhitungkan sebelumya.
Aku membuka amplop ngeri, takut isinya berlebihan.
"gak mungkin berani Fio ngasih lebih sayang, kalo die bilang buat beli ipad? Ya seharga ipad itu" ucapnya, menggoda Aya.
Membuka amplop menghitung isinya, rp3.000.000
kami berdebat lucu, membelikan Aya apa?
"udah ipod lima aje, second dapet dua juta setengah, masih sisa kan?" ucapnya geli.
"ngapain second? Kalo duitnya pas-pasan second bolehlah! Ini kan ada duitnya? Cukup buat beli baru! Udah android advant gak sampe sejuta setengah, baru lagi!" sahutku tak terima.
"kamu mah lucu sayang, kamu tau ipad kaya Fio dua juta sembilanratus, malah gak jadi beli? Nyari yang lain?" balasnya, kegelian.
"kan biar ada sisanya jeleek! Kamu gak mikirin dikit lagi ramadhan, kita gak punya pegangan sama sekali?" sahutku, mengacak-ngacak rambutnya.
-------
Cempakamas 02:00 Selasa 27 Mei 2014
Matahari menyengat membakar keceriaanku, kami menuju parkiran habis membelikan hp Aya.
Sebetulnya mal deket rumah juga banyak yang jual hp, tapi karena badboyku ngajak ke kuburan Kemirih yang tak mungkin aku tolak.
Bisa sama begitu keinginanya sama Fio ya? Mungkin ada koneksi batin antara mereka? Ngarang ah!
Kami nyangkutnya beli di Cempakamas, badboyku dari tadi cemberut lucu, ia kesal aku lebih memilih android daripada apple.
"sayang, kamu tuh kaya sales apple gak laku sih?" godaku.
"hmm, maaf ya bu saya gak kenal ama situ" omelnya, geli.
"udah ah! Mau langsung ke Kemirih?"
"mampir ke rumah bang Rizal dulu, masih panas! Sorean aje kemirihnye"
-------
Klender 03:00 Selasa 27 Mei 2014
"Risma, Riisma, main yuuk" candaku mengetuk pintu.
Padat ramai penduduk, kegiatan yang tanpa henti, dan ini terjadi di gang sempit pertengahan kota? Aku menggeleng geli mengececk motor yang sudah kurapatkan depan rumah Risma.
"ya ampun de? Kaget gue, sehat lo de? Rud sehat lo?" sapanya ramah, mempersilahkan masuk.
Dalam ruangan sepetak, kasur lipat usang, TV 14INC dua lemari, kompor, semua menyatu dalam satu ruangan, dan yang paling hebat setiap kesini? Ekspresi badboyku yang tampak bahagia lepas.
Tak ada tempat duduk disini, jadi lebih santai duduk di lantai.
Tapi aku kaget melihat tangan Aisah (4tahun) sebelahnya Aura (6tahun) sedang mengusap kepala Aisah.
"ya allah k? Aisah kenapa?" tanyaku, sedih.
"kenapa Aisah?" Tanya Rudi, mengernyit.
"ditanganya ada bekas infusan" sahutku, membelai Aisah.
"aduh ampun deh de, baru sembuh Aisah, dirawat lima hari.
Gejala tipes kena demam berdarah juga! Aduh pusing deh pokoknye, gue nangis doang kerjaanya setiap hari mikirin Aisah" sahut Risma, membikin kopi.
Badboyku menjengit mendengar kata demam, aku memegang tanganya menenangkan.
"itu mah udah baikan Aisah de! Cuma lemes habis sakit kali? Tobat gue de, ngurusin bpjs?" ucapnya memberikan dua gelas kopi.
"gratis semua k? Pake bpjs?" tanya Rudi.
"gratis Rud, tapi ngurusnya ampun-ampunan, maklum kali ye, namanya juga gratis" sahut Risma, disebelahku mencium anaknya.
"blender baru tuh k? Cie, cie, baru nih ye" godaku, menyesap kopi.
"itu gara-gara dendam nyi pelet, gue beli tuh blender, baru sehari umurnya tuh blender!
Si Aisah kan disuruh dokter minum jus jambu, ke pasar beli jambu!
Gue minta diblenderin ama tukang jus tetangga depan rumah.
Gue dateng jam delapan, disuruh balik lagi nanti aja jam sebelas!
Lah kan malu gue digituin? Sakit hati gue, bukan sakit hati ama tuh orang? Gue sakit hati ngape gue miskin amat ampe blender buat bikin jus, kagak punya!" jelasnya, sedih.
Aku melihat wajah badboyku yang suram? Entah apa yang ia pikirkan.
"tapi sekarang kebeli kan tuh blender" ucapku.
"yoi dong! Berasa orang kaya gue, punya blender" jawabnya lucu, penuh kebanggaan.
Kami mengobrol asik sekali,badboyku menanyakan suami k Risma! Sayangnya bang Rizal pulang kerja ngecat sekitar 18:30
badboyku terpingkal-pingkal, sampai mengeluarkan air mata, saat k Risma menceritakan kemarin diajak temenya daftar bbm.
"cukup, cukup k, gak usah dilanjutin soal bbm, sakit perut gue" protes Rudi, kegelian.
Karena sudah sore, badboyku juga mau ke Kemirih.
Kami bersiap berangkat, melihat Aisah lemes membuatku sedih.
"Aisah cepet sembuh ya, mam yang banyak, Aisah kalo sembuh mau dibeliin apa?" bujuku, mengusap rambutnya.
"dari pulang rumah sakit minta iped apa android sih gue kagak ngarti! Yang biasa dimainin anak-anak.
Lah bapaknya cuma tukang cat lemari? Darimane duit buat beli barang-barang mahal kaya gitu?
Gue aje beli blender harus ampe pinggang sakit! Kebanyakan nyuci, baru kebeli tuh blender" sahut Risma, frustasi.
Aku terbengong melihat badboyku? Ia seperti melihat keajaiban dihadapanya.
"mel! Kamu inget kan yang pernah aku bilang? Sholat sama aja kita bertemu allah, tapi allah juga sering nemuin kita langsung!
Waktu itu kamu bilang, kapan allah nemuin langsung? Nanti saat kita dibangkitkan dari kematian?
Kalo itu mah gak usah dibahas, kamu mau tau kan, kapan allah nemuin kita?
Ini sekarang dihadapan kita ada allah, mau kamu hindarin? Apa mau ketemu?" jelas Rudi, masih dalam keadaan melihat keajaiban dihadapanya.
Aku tak perlu makan waktu lama untuk mencerna perkataanya.
"tapi Aya?" jawabku ragu.
"gak usah dipikirin, barang siapa ngasih satu, allah bales kontan sepuluh kali lipat!" sahut Rudi, antusias.
Kalo tak ada orang disini? Ingin rasanya aku mencium badboyku.
"lo pada ngomongin apa sih? Bawa-bawa allah segala?" tanya Risma bingung.
"jangan sekarang Mel! Pas pulang aje, langsung lempar" ucap Rudi, mengedip geli.
"eh! Ngomong apa sih lo berdua?" tanya Risma penasaran.
"kagak ngomong apa-apa k! Gua balik dulu ah" tukasku, menahan geli.
Aku pikir kalo di lempar bisa rusak nanti? Biar ruangan serba di satu tempat, setidaknya k Risma punya kamar mandi didalam, bukan numpang kamar mandi umum.
Basa-basi numpang buang air, dikamar mandi mengeluarkan plastik dari tas, kucantolkan di paku.
Menyalakan motor, badboyku naik dibelakang sambil senyum-senyum.
Aku juga merasakan hal yang sama, aneh padahal kami ke daerah sini untuk beliin hp Aya? Sekarang lenyap kenapa kami merasa bahagia dari sebelumnya?
"balik ya gue k?"
"iye, hati-hati dijalan, nanti gue salamin ama bang Rizal, Rud!" ucapnya, menggendong Aisah yang masih lemes.
"k! Gue ada bingkisan buat Aisah! Gue cantolin dikamar mandi! Aisah cepet sembuh ya sayang"
Risma bingung dengan perkataanku, ia bertanya tapi aku segera meninggalkanya.
-------
bekasi 00:36 Rabu 28 Mei 2014
Aya tertidur pulas seperti biasa dipojokan tempat kesukaanya, aku tiduran bersiap mendapatkan keinginanku dalam seharian ini.
Memandangi badboyku tanpa sehelai benang begitu juga aku, processor menunjuk langit, membuat darahku memanas.
Oh sayang, kau membuatku gila!kami berciuman kilat, aku berdoa ia langsung melakukanya, tanpa pemanasan, aku takut tak kuat untuk menahan.
Ketakutanku terbukti tangan kananya bermain di air-bag kiriku.
Aku menggigit bibir, menahan sakit berusaha tak menjerit, menahan nafas berusaha tak memberi tanda mencurigakan pada nafasku.
Tanganya masih bermain disana, air mataku mengalir tanpa kusadari.
Aku terkaget! Ia bangun begitu tiba-tiba, ia duduk dipinggiran kasur.
Rada kecewa melihat processor menunjuk bumi, tapi rasa kagetku lebih besar.
Ketakutanku bertambah menyaksikan tatapan penuh amarah.
Apa aktingku ketahuan ya? Perasaan gak ada kesalahan akting, tadi?
"sayang, ka.." ucapanku terpotong, karena ia mengangkat tangan menyuruhku berhenti.
"kamu kenapa mel? Kamu sakit?" tanyanya sedingin es.
"enggak! Gak ada yang sakit" sahutku cepat, sepolos mungkin.
Ia memiringkan kepala, mengernyit.
"apa gunanya pernikahan tanpa kejujuran?" ucapnya, menghela nafas dalam.
"aku takut.. Aku takut.." sahutku berusaha tegar, tapi air bendungan dimata pecah tak terkendali.
Ia mendekat, memeluk, menaruh kepalaku didadanya."air-bag kiri kamu kenapa? Aku perhatiin kkamu slalu ngindarin tempat yang sama?
Kalo dihitung.. Sekitar bulan Maret kayanye " ucapnya perlahan.
Kaget? Tak percaya? Bangga? Perasaan campur aduk melandaku, sebegitu telitinya badboyku, aku sendiri tak ingat kapan sakitnya?
Tapi aku catat kapan terasa sakit pertama kali? Kalo gak salah memang bulan Maret!
Tangisku menjadi-jadi.
"udah, gak usah takut, kita periksa ke dokter ya nanti?"
"gak.. Aku gak mau ke dokter!"
"jangan begitu sayang, kamu harus diperiksa ya?"
"
"gak! Aku gak mau, coba kamu pikir kita buat sehari-hari aja susah! Apalagi buat ceck up penyakit dalam? Pasti mahal" tangisku, tambah takut.
"kita masih punya sisa duit Fio kan? Udah kamu periksa ya"
"dibilang itu buat pegangan ramadhan nanti"
"aduh Mel? Pentingan periksa kamu dulu daripada pegangan buat ramadhan!"
aku putus asa, apa ia tak mengerti ketakutanku? Kedua tanganku memegang kepalanya.
"kamu denger aku ya! Aku gak mau ke dokter! Aku takut, kamu ngerti ya"
"oke, oke, gak usah ke dokter! Sekarang kamu jelasin, air-bag kiri kamu kenapa?" sahutnya, putus asa.
"kamu inget benjolan pas aku abis nyusuin aya?"
"inget! Kata mamah, itu air susu beku? Apa bukan?" balasnya, penuh kehawatiran.
"aku juga gak tahu? Tapi yang jelas benjolanya makin gede! Aku kasih liat ketemen"
"kamu kasih liat ketemen? Cewek kan?" tanyanya, menganga.
"ampun deh, masa cowok sih? A.. Aku takut kata temen aku, bi.. Bisa jadi kanker air-bag!"
sepanjang kebersamaanku denganya? Berbagai ekspresi telah kulihat.
Baru kali ini melihat pandanganya yang kosong, kabut dimatanya? Aku merasa keberadaanya menghilang.
*******
pangkalan2 11:10 Selasa 27 Mei 2014
"Ria..." ucapnya, serius.
"ya.. Kenapa k?" jawabku, waspada melihat keseriusanya.
Aku bersyukur dari kemarin Fio tak menyebut nama Ria dihadapan badboyku.
Aku tahu betapa sedinya ia kalo mengingat Ria.
Aku juga bisa ikut sedih, kadang sedihku lebih ke perasaan minder? Malu? Melihat semua mantan-mantan badboyku?
Sampai sekarang aku tak percaya ia lebih memilih bunga buruk rupa seperti aku? Ketimbang bunga yang indah disekitarnya?
Ama Fio saja, aku merasa perbandingan sedan sama delman?
Aku hanya seperti delman? Kuno, jelek, dan patut masuk museum.
"seandainya Ria ada disini? Seandainya kita berempat ngumpul bersama? Gua yakin otak sherlocknya bisa mecahin masalah tulisan Ruday" ucapnya lirih, bahu berguncang.
"udah k! Bisa abis air mata kita kalo ngomongin Ria" sahutku, menenangkanya dalam pelukan.
"kenapa sih Ria harus pergi? Kenapa sih dia ninggalin kita?" balasnya, emosi bergetar.
"udahlah, bisa panjang jadinya, nanti kalo gua main lagi kita bahas! Lo kalo mau ke kemirih? Kasih tau gua ya, kita barengan"
"ya kk ku yang cantik"
"Imel, Imel, kalo gua cantik kenapa Ruday milih lo ya? Mungkin lo bunga paling langka diantara mantanya? Gua bingung Ruday kok manggil lo Imel sih? Ada artinya tuh panggilan" ucapnya, mengerjap lucu.
"bunga langka? Binatang langka baru bener! Ah gak ada artinya Imel k! Panggilan lebay dia doang, sama kaya judul tulisanya yang lebay!" sahutku, menahan geli.
*******
bersambung
0