Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#620
BAB16-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB16-1:
R.I.P
BACKSOUD:
[Youtube]Z_d2a1QDuM4&rl[/youtube]

*******
Membawakanmu kembang tujuh rupa apa kau bisa merasakanya?
Membawakanmu air melati, apa kau bisa merasakanya?
Hal biasa yang dibawa setiap orang kemari.
Kalo kau bisa merasakanya?
Apa kau mau aku membawakan makanan favoritmu?
Minuman favoritmu?
Atau kau mau aku membacakan majalah favoritmu?

Kau adalah sahabat.
Kau adalah kekasih.
Kau adalah keluarga.
Darahmu ada di darahku?
Darahku ada di darahmu?
Akulah penyebab kepergianmu, akulah yang invite dirimu.
Mengapa? Mengapa kau yang pergi?
Aku lebih pantas untuk menggantikanmu!
Kita pasangan maut.

dulu kita memang hebat,selalu bersama setiap saat..
Namun sekarang waktu berlalu amat cepat.
Tak terasa kau meninggalkanku, membuatku sekarat.
Ragamu boleh pergi, jiwamu akan slalu tetap hidup di hati.

semoga hal yang berat segera terlewat, karena buah kesabaran adalah NIKMAT, semoga persahabatan ini selalu bermanfaat.
dan selalu memberi nasihat. SHOLLU 'ALA MUHAMMAD.
-------
East side Kemirih 17:30 Selasa 27 Mei 2014
tiga anak kecil mencabuti rumput, dua ibu-ibu menyapu, mereka bersemangat saat orang berduka?
Hal yang biasa di tempat pemakaman, masalahnya aku tak cukup punya uang untuk memberi upah mereka?
Sementara bala bantuanya terus bertambah!
"maaf bu, kita cuma sebentar kok" ucapku ramah,mengusir halus.
Mereka tak mendengarkan tetap sibuk membersihkan dengan semangat riang.
"maaf bu,saya cuma ada segini, tolong gak perlu dibersihin lagi" ucapku malu,memberikan rp20:000
ia mengambil uang dengan muka asem,tanpa kata-kata pasukan pembersih itu menghilang.
Menghela nafas memegang dadaku, pasti mereka marah,tak terima dengan upahnya?
Melihat badbboyku yang tampak hikmat tak menghiraukan keadaan sekeliling.
Entah apa yang ia pikirkan? Sambil jongkok tanganya mencabuti rumput sekenanya, sesekali ia menepuk tanah itu seperti bayi.
Aku jongkok disebelah badboyku, merasakan kesedihan yang sama.
Tak kuat melihat tetesan dimatanya, membacakan doa dihati.
Merajut benang kenangan yang kusut, serasa baru berkumpul kemarin, tapi sekarang? disini kita dipisahkan alam yang berbeda.
"a.. Aku tuh bisanya ngeracunin doang, aku cuma sampah! Coba kamu liat sekarang? Aku yang ngeracunin masih bisa idup! Sementara die tiduran dibawah tanah!" ucapnya emosi,mencabut rumput hingga keluar urat-urat tangan.
"kamu gak boleh ngomong gitu,sayang" sahutku mengusap rambutnya.
"kemane aku saat die masuk ke tanah? Kenape bukan aku yang gotong die? Kenape bukan aku yang gali tanah sialan ini!"
"jangan ngomong gitu ah! Ingat kamu pernah bilang persahabatan selalu bermanfaat.
dan selalu memberi nasihat" sahutku bergetar,mengusap mata.
"SHOLLU 'ALA MUHAMMAD, astagfirullah, bener kata kamu! Makasih sayang udah ngingetin aku"
*******

Memarkir motor dekat warung bubur kacang ijo, aku memandang sangsi,ruko yang terlihat seperti kantor pemasaran itu?
Walau penuh kaca tapi tak terlihat kegiatan apapun didalamnya, cukup aneh untuk sebuah kantor pemasaran tapi parkiran penuh kendaraan.
Barisan pedagang berderet diluar ruko, ketoprak, es cendol, gorengan,dan beberapa tempat yang masih lowong untuk dagangan lain.
Mungkin karena masih siang pedagangnya belum ngumpul semua?
Sial! Ngapain aku mikirin pedagang? Dua pria seperti tukang parkir mencuri-curi pandangan padaku, memperhatikan pakaianku, seragam sekolah yang ditutupi sweater Adidas merah.
Mengernyit melihat alamat di hp n-gage klasik kesayangan.
’ruko perumahan Halm block o3 no:30’
bener alamatnya? Tapi? Masa sih? Ini tempat bandar gede.
Sialan! Pasti aku kena dikerjain nih! Suruh kesini nyari orang yang namanya Dono?
Ratusan keputusan berlintas dikepala, masuk? Kagak? Masuk? Kagak?
Gak usahlah, pasti dikerjain nih!
Fuck.. Awas ya! Nanti kubalas berkali-lipat.
Menghilangkan kesal masuk ke warung bbubur kacang ijo.
"bang telor tiga perempat,tiga ya! Ama soda susu bang" pintaku menyalakan rokok.
Menghadap luar,terus memperhatikan ruko, di warung aku cuma bersama orang sepantaran ayahku lebih tua mungkin? Karena rambutnya lebih banyak uban menghias kepalanya.
Jaket buluk khas tukang ojek, yang sudah pecah dimana-mana,ia asik membaca koran, ditemani gelas kopi? Apa itu teh ya? Warnanya kaya teh?
Gak penting, cuma bapak-bapak biasa.
Pesanan tiba, menikmati telor sambil memikirkan jalan untuk masuk ke dalam? Masa aku masuk bilang.
Halo namaku Rudi, mau cari Dono, mau beli kokain!
Tak lucu sepertinya, geli sendiri.
Nyari siapa kamu dek?" ucap pria tua,membaca koran.
Aku memperhatikanya lebih detail, yah tipikal orang tua ramah,punya warung, pergi naik haji, punya anak cucu,hidup bahagia secukupnya.
"iye bang, saya mau nyari orang di ruko itu" jawabku ragu mengernyit.
"hoo, udah pernah masuk kedalam?" sahutnya ramah,tetap membaca koran.
"belum pernah bang, kalo abang pernah?" balasku malu.
"jangan! Didalam banyak setanya! Once logged in! No way out!" sahutnya seram,dengan muka lucu.
Kupikir tadi ia ramah dan serius, tapi ekspresi mukanya yang lucu membuatku rileks.
"bisa aje bang, berarti udah pernah ke dalam ya? Kenal ama yang namanye Dono?" tanyaku geli.
"Dono?! Darimana? Siapa yang nuruh nyari Dono?" sahutnya ramah,menaruh koranya.
Ia tetap terlihat santai,hanya tangan kiri yang tertutup koran kini jemarinya mengetuk meja, seprti mengetik.
Merasakan kharisma dimatanya, baru menyadari kalo dijarinya ada cincin ukiran V bertahta batu berlian.
Aku mau menjawab tapi melihat tukang bubur yang asik mengisi tts, ia tau apa yang kupikirkan? Sepatah kata darinya, tukang bubur menghilang secepat angin.
Tanpa ragu kuceritakan kronologi kedatanganku mencari Dono dari petunjuk seseorang.
"hoo? Gitu ya, kamu siapanya?" sahutnya lebih santai mendengar penjelasanku.
"dia om saya bang, jadi abang kenal ame Dono?" jawabku penuh harap.
"ada-ada aja tuh orang, pasti ada alasan kuat! Ngasih alamat ruko ini" gumamnya lirih berbicara sendiri.
"nama kamu siapa?" tanyanya merogoh jaket.
"saya Rudi bang" sahutku singkat,meminum soda susu.
"well, Rudi! I think, I like your personality.
Orang yang kamu cari ada di hadapanmu!" sahutnya tenang, memegang botol gepeng dari kaleng untuk isi ulang bertuliskan Chivas Regal.
Ia menuang ke gelas? Aneh apa itu benar whisky? Kenapa tak tercium baunya?
*******
Warung rokok pinggir jalan, Rudi memperlihatkan kartu timezoom di tangan, kartu menghilang? Muncul kembali? Lalu menghilang?
Ia melakukan itu berkali-kali.
"sekali lagi Sempak!" pinta Jidad,tak percaya.
"iya! Coba sekali lagi Pak!" timpal Bego.
Rudi mengganti pandangan posisi tanganya.
Kalo tadi cuma terlihat telapak tangan, kini punggung dan telapak terlihat bersamaan.
Kartu timezoom terjepit diantara jarinya,kalo yang terlihat telapak tangan,kartu timezoom yang terjepit disela-sela jari,tak terlihat kartu itu dipunggung tanganya.
"pesulap kaya gitu juga kali ya Pak?" tanya Acong.
"mane gue tau? Gue belajar sendiri di kaca! Pas kurang kerjaan ngube sendokir"
""lah? Ngapain lo nyabu sendokir? Kaya gak punya temen?" sahut Ara sensi.
"gue mau ngube sendokir! Gue mau jungkir balik! Ada urusan apa ama lo Ra? Gue ngube pake dolang lo?" jawab Rudi datar, melempar kartu timezoom kejalan.
Ara membisu, mukanya serba salah.
"terus gimana cara lo ngilangin bungkus cimeng?" tanya Cengir, membakar rokok.
Rudi mengambil softdrink, menghabiskan sekaligus.
"gue sengaja digiring paling depan, sepanjang jalan gue mikir cara buangnye!
Kalo gue buang pas digiring pasti ketauan" jelas Rudi membakar rokok.
"bener pak, kita dijaga satu orang satu!" sahut Bego,masih ngeri.
"gue bingung? Plan A gagal total! Pake plan B, berharap kalo di ruangan itu ada tempat buat gue buang barbuk!
Pas awal gue masuk ke ruang setan, gue punya keyakinan orang yang didalem, pasti meratiin" jelas Rudi,melihat beberapa panggilan tak terjawab dari ibunya.
"terus pak? Malah dokem lo!" gerutu Jidad,penasaran.
"pas mata orang-orang ke lo berlima masuk ruangan.
Gue kepojok ada tempat sampah, ya gue buang kesitu! Simple man!"
mereka berlima tak percaya bisa semudah itu, kalo tak punya keahlian tangan kilat? Kalo tak punya keyakinan? Kalo tak punya pemikiran tenang tak kalut dalam situasi apapun.
Kalo tak punya semua itu? Biar berjejer tong sampah dalam ruangan,pasti ketahuan.
"udah, gue mau pulang man, dicariin nyokap gue!"
"tunggu pak! Seandainya gak ada tong sampah gimana?" tanya Acong,ngeri ngebayangin gak ada tong sampah.
"plan C! Kalo ini gue yakin berhasil, kalo tadi modalnye tong sampah, plan C modalnye meja man!
Kalo tempat sampah belum tentu ada kan? Kalo meja gue yakin disetiap ruangan setan kaya gitu pasti ada.
Gue tinggal cari gara-gara ama sape aje boleh! Yang penting gue jatuh sebisa mungkin deket meja.
Pas gue jatuh tinggal gue buang, simple man! Udah! Gue cabut man" jelas Rudi datar, meninggalkan lima setan ternganga.
-------
melihat mereka berlima seperti layangan putus.
Karyo menggeledah tanganya memegang benda di kantongku.
Ia mengeluarkan hp, menggeledah dengan sangat teliti.
Setiap tanganya mengeluarkan sesuatu dari pakaianku, wajah kelima setan bertambah pucat setiap Karyo membentak apa ini!
Selsai penggeledahan dengan bentakan menggelegar, aku siap berpose megang mansion.
Para security itu tercengang melihat aku yang senyum-senyum sinting saat difoto!
Ekspresi lima setan tak kalah lucunya.
-------

Rasanya seperti merasakan keberuntungan, apa iya? Bisa melewati kejadian tadi? Tak ada namanya keberuntungan kalo kata ibuku!
Yah, memang si untung cuma ada di paman Gober.
Uangku masih cukup untuk beli sepaket heroin, untuk saat ini aku hanya butuh tidur.
Memasuki gerbang New Gardenia perlahan, menyapa satpam yang sudah kuanggap seperti teman.
"woi tong! Mana aja lo? Gak pernah main ke pos?" tegur Nanto menepuk bahuku,mencegat motor.
"ah lo to! Gue lagi banyak urusan gak jelas, gak pernah sempet mampir nih" jawabku mengeluarkan rokok.
"yaelah tong! Urusan cewek ya" sahutnya lucu dengan logat khas Tanggerang,mengambil rokok.
"kagak to! Sotoy lo, otak lo isinya motherboard doang" balasku geli,membakar rokok.
"lah iya ya! Eh? Sialan lo! Muka motherboard dong gua?" gerutunya memukul bahuku.
"udah, mumpung lo disini, bentar nih nyamar jadi Arjuna!" ucapnya terkekeh,memberikan HT.
Aku sudah malas, mendengar idenya, semangat usilku kembali.
Berteman dengan mereka, aku jadi mengerti sedikit-sedikit sandi bahasa satpam, Arjuna sebutan untuk komandan regu.
Kalo nongkrong di pos, kebiasaanku menyamar jadi Arjuna.
Memegang HT, berbatuk melegakan tenggorokan.
-------
“delapan-empat,ganti!” ucapku berat,suara dibuat-buat.
“lima-lima,silahkan tarunanya pak,ganti!”
“Arjuna disini! Tolong untuk semua jajaran! Perhatikan anak kijang di blok G” balasku garang,menahan geli.
“siap pak! Laksanakan,delapan-enam ganti!”
“ngawur! Siapa yang main-main itu!” tegur berat Jumal sang komandan.
“eh, saya om, iseng aje” sahuku, tak bersalah.
“Rudi? Kamu ini ada-ada aja, wong Arjunanya lagi bikinin saya kopi! Kamu malah nyamar jadi Arjuna?”
“biasa om, iseng-iseng ngeramein jajaran” sahuku terkekeh.
“hus! Sembarangan kamu! Udah pulang sana, dirumah kamu ramai tamu Rud”
“siap om!”
-------
mendorong motor, meninggalkan pos secepatnya.
Orang tuaku biasanya sering mengadakan bakar-bakaran ikan, mengundang satpam.
Tentu saja Jumal selalu hadir, karena serasa dekat aku memanggilnya om!
Dikit lagi sampai belokan rumah, membuat suara garing bulat.
Begitu belok motor kumatikan, masih terus berjalan hingga pas berhenti dirumah.
Menyenderkan motor di pagar, mengaso di sofa yang paling kubenci! Karena menggantikan sofa butut.
"baang Rudii!"teriak girang Vivi dan Sonya berlarian.
"aduuh, gile lo ye Vi! Berat tau" omelku tak siap dengan pelukanya dipangkuan.
"aku kan nungguin bang Rudi,dari tadi!" sahut Vivi manja.
"kelas berapa lo Vi?"
"aku SMP kelas satu dong, udah gede kan aku?" sahutnya lucu,bangga.
"nah, udah gede jangan kaya anak kecill" gerutuku, mendorongnya ke samping.
"tau ih, k Vivi kan udah gede!" ledek Sonya, memeluk.
"kalo Sonya kelas berapa?" tanyaku lucu, mengusap rambutnya.
"dua SD dong, aku udah bisa baca komik bang Rudi" sahutnya, meledek Vivi.
Aku memang suka dengan anak kecil, mereka kuanggap sebagai adik kandung, paling sebulan sekali aku menengok ke keluarga Bonansa di Pramuka.
Cuma untuk menghilangkan rasa kangen terhadap adik-adiku yang mulai besar.
"acil Elen, mana Vi?" tanyaku, mengusap rambutnya, merasa bersalah melihatnya cemberut.
"mamah gak ikut bang, kan mamah masih istirahat, aku punya adik lagi bang!
Kalo sekarang aku ama Yayan!" sahut Vivi, kembali ceria.
Aku membelalak, menghitung anak acil Elen."buset Vi! Macam mana pula bapak kau itu! Katanye gak boleh berhenti sebelum punye anak laki? Lah itu Yayan yang ke sembilan kan?
Berarti tambah adik baru lu, jadi sepuluh? Bah, macam mana pula bapak kau Vi" sahutku kagum, setengah geli.
Mereka berdua tertawa geli, mencubiti hidungku.
"idih? Medan dari mana tuh? Bisanya cuma macam mana pula? Macam mana pula?" sahut Vivi, meniru.
"kk lo Dini gak ikut?" tanyaku, menjewer kupingnya.
"k Dini, lagi kerja malem mlulu, tau kerja apa? Tapi kayanya kerja enak, abis kalo pulang bawa oleh-oleh terus" sahutnya, kagum.
"Dini kan sepantaran gue? Ngapain kerja? Bukanya sekolah tuh anak!" balasku mengernyit, memikirkan pekerjaan Dini.
"kata k Dini, gak enak minta bayaran sekolah ama acil Sri, padahal semuanya udah dibayarin sekolahnya ama acil Sri"
"gak enak kasih kucing! Awas tuh Dini kalo ketemu gue! Bakal gue gantung di pohon beringin Genjo"

Melihat Darwin keluar, menghampiri kami.
"Yojimbo, whatsapp man" sapaku semangat, kewalahan mau memberi salam tinju sambil diapit adik-adik yang nyebelin ini.
"whatsapp man" sahut Jimbo, membalas salam tinju.
"sono-sono anak tuyul main ama tuyul di dalem sono" perintah Jimbo, mengusir.
"yee, bang Darwin, aku kan baru ketemu bang Rudi" jawab Vivi, mencibir.
"gue punya boneka ama tiket timezoom banyak! Buat lo berdua ambil tuh" ucapku, menunjuk plastik dimotor.
Mereka gembira, berlarian ke dalam saling ngotot siapa yang dapat lebih banyak.
Aku menggeleng geli melihat mereka pergi.
"gue gak tau kalo lo bakal kesini Jim? Kalo tau gue dirumah aje tadi"
"gak penting man! Yang penting lo sekarang woles man" jawabnya membakar ganja.
"ngape emang, Jim?"
"dah, sedot dulu yang banyak man" tukasnya memberi ganja.
Penasaran? Tapi aku mengikuti saranya, mengambil lima hisapan panjang sampai terbatuk-batuk.
"bagus man, sekarang gue kasih tau! Lo dalam masalah, om Tamar, om Hendrik, ame nyokap gue, pada jajal minuman di bupet! Nah lo bisa tebak kelanjutanye" ucapnya serius.
Mataku melebar, melihat rumah dan Jimbo bergantian, hanya beberapa detik bingung? Kembali tenang dengan senyuman gila.
"ngape lo senyum-senyum? Abis obat lu?" tanyanya, memutar mata.
"lo ada disitu pas lagi pada minum?" sahutku datar, mengoper ganja.
"nyokap gue kan latah bin rame, ribut-ribut nyari gelas buat minum, jelas aje gue ikut!
Itu enaknya kalo umur lo dua puluh satu man, bebas minum"
"tua malah bangga lo Jim? Terus gimane, lo beresin masalah tadi?" tanyaku geli, jongkok di sofa.menggesek-gesekan sendal di sofa, asli masih sewot gila ama nih sofa sialan!
"eh, kotor dongo! Mabok lo man?" omelnya, mendorong kakiku.
"panjang ceritanye man, yang jelas gue benci mampus ame nih sofa, bagusan sofa butut gue yang dulu!" jawabku datar, meminta ganja.
Ia bergeleng tak mengerti, mengoper ganja.
"gimane? Lo beresin masalah minuman tadi" tanyaku tak sabar, tetap mengotori sofa dengan sendal.
"sotoy lo man" balasnya, mengedip lucu.
"Jim! Gue hampir kegep plokis tadi, fucking bad day man, jadi lo bisa skip basa-basinya buat kapan-kapan aje" jelasku, menghela nafas berat.
Ia tampak kaget dan bersyukur bersamaan, lalu terbahak-bahak.
"pantesan mirip abis keluar dari gurun lo man! Oke, oke, woles dong gak usah tegang man!
Gue kan ikut minum, pas tau itu air tawar? Gue langsung tau ulah lu man. Gue kedipin sambil nyolek nyokap gue, om Tamar, Om Hendrik, mereka kan kelasnya jauh diatas kita man, gue kasih kode langsung paham" jelasnya, membakar ganja.
"terus abis minum pada ngemeng ape? Nyokap gue pasti nungguin respon rasanya kan?" sahutku agak tenang, membuang lintingan ke lubang pembuangan air.
"wuih Sri enak minumanya! Asli Sri ini minuman terbaik! Iyalah minuman koleksi Sri kan, minuman mahal!" ucapnya menirukan Tamar, Hendrik, Tantri.
Kami terbahak menggila, ditambah pengaruh ganja.
"jangan seneng dulu lo man, lo harus sumpel mulut nyokap gue, om Hendrik, om Tamar, pake minuman yang sama! Apalagi kalo lo sumpel pake ubas!" jelasnya, masih tak lepas dari geli.
Dari sudut mataku, melihat kehadiran om Hendrik.
Memberi kode pada Jimbo, ia mengoper ganja padaku.
Om hendrik ayah tiri Jimbo, tak seperti Ardy, Ron yang memanggil ayah tirinya dengan panggilan papi.
Ketiga anak acil Tantri memanggil ayah tirinya dengan panggilan om.
"Darwin! Dicari mak lo tuh, suruh beli rokok kali" ucapnya tegas bersahabat.
"siap om!" sahut Jimbo, masuk kedalam.
Aku cengengesan membetulkan posisi duduk, menghisap ganja perlahan.
"sialan lo Rud! Ponakan setan, masa om ame acilnya disuruh ngerasain Chivas rasa air keran?" omelnya lucu, melotot.
"mane saya tau om, kalo tau om mau minum pasti saya sediain minuman yang enak deh" sahutku, muka bersalah.
"ah banyakan gaya lo Rud! Gimane kabar Dono? Terakhir lo bilang bisa ketemu ama tuh orang? Petunjuk om gak bakal salah kan!" tanyanya bangga, membakar rokok.
"saya ketemu bang Dono, bisa dihitung pake jari om! Emang om kenal dimane? Itu ruko asli gokil banget om" sahutku antusias.
"om kenal lama, tapi cuman temen main billiard, om terakhir ketemu dua bulan sebelum ngasih alamat ke lo.
Om cerita ama Dono lagi nyari bd ubas di tempat billiard tapi gak ketemu, Dono nyuruh om nunggu, gak lama doi balik ngasih paketan ama alamat.
Dono bilang gak banyak yang tau tempat itu, om boleh dateng kesono kapan aje, atau boleh juga nyuruh orang kepercayaan om" jelasnya selonjoran.
"terus om bayar bang Dono?" tanyaku penasaran.
"udeh om siapin duitnye, eh die kaya orang marah? Yaudah om pulang. Lo tau kan, om nyabu buat dorongan gawe, kalo acil lo beda lagi, kalo udah nyabu beberes mlulu kerjaanye.
Ngepel sampe mengkilap tuh ubin, malah perasaan sangking kebanyakan di pel luntur warna ubinye!
Om pikir kan cuma paketan kecil, sampe rumah taunya satu ji lebih tuh barang" jelasnya menggeleng, masih tak percaya kejadian itu.
"kenceng dong om" sahutku, kegelian.
"bukan kenceng lagi! Acil lu jadi inem pelayan seksi seminggu nonstop bebenah mlulu" grutunya geli.
Aku terbahak-bahak memegang perut, ngebayangin acil Tantri.
*******
ke bagian2




0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.