Kaskus

Story

sayulovmeAvatar border
TS
sayulovme
Whats wrong with me? Im addicted to you! [True Story]
Perkenalkan...

gue sekarang 23 tahun, just call me say (sounds weird eh?) emoticon-Bingung (S)
di sini gue mau ceritain tentang cerita yang mungkin ada yang pernah ngalamin hal begini juga. Cerita berawal di saat gue kerja di salah satu redaksi majalah.

Gue sangat berterima kasih untuk yang sudi mampir ke sini dan apalagi bermurah tangan untuk nge-rate ataupun kasih cendol. Kritik dan saran sangat gue butuhkan mengingat gue bukan penulis. Gue cuma mencoba share cerita ini karna selama ini gue SR di sfth dan komen2 sedikit di cerita yang gue pantengin pakai id prime gue. Gue sudah perkirakan nanti bakal ada yang bilang kalo cerita gue stensilan, okay gue akuin ada beberapa part nanti yang bakal rada "hot" tapi menurut gue masih normal kok. Akhir kata..selamat membaca emoticon-Kiss (S)


Sebaiknya yang belom punya KTP jangan terlalu serius baca ini emoticon-Malu (S)

Index : Special thanks untuk Bang Lucky emoticon-Kiss (S)
1. I wanna see your abra cadabra bra bra bra
2. Secret 'Meeting'
3. Si Bodoh
4. Makan Siangnya Pake Gossip
5. The Power Of Engagement Ring
6. After Party
6. After Party (Confession)
7. Berdua Denganmu (Minus Setan Penggoda)
8. Berdua Denganmu (Plus Sodaranya Sadako)
9. Stay Away From Me
10. The Devil Wears Jersey
11. Takdir Memang Kejam
12. Free Food And Shit
13. Awkward Moment With Mak Lampir
14. Kelewat Batas
15. KAMEHAMEHA
16. He About To Lose Me
Diubah oleh sayulovme 29-09-2014 22:56
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
4
32.2K
217
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
sayulovmeAvatar border
TS
sayulovme
#62
9. Stay Away From Me
Keesokan harinya….

Ternyata keracunan makanan nggak mengurangi kemampuan bibir lancip anak2 Fab. They loooveee gossip very much! Dan, berita tentang Tara kejebak di lift bareng Jo sudah tersebar luas ke orang2 itu. Maksud Tara dari orang2 itu adalah Bian dan Nisa.

Tara lagi menyelesaikan artikelnya saat tiba2 muncul dua sosok makhluk yang hobinya menggosip.

“Jadi, kalian terjebak di lift bo?”
Nisa, atau yg biasa dipanggil Icha punya gaya yg sangat individual. Bahkan, bisa dibilang sangat bukan anak majalah fashion banget. Dia suka banget make sweater kedodoran yg dipasangkan dengan jeans belel. Dan kalau itu aja nggak cukup jadi alasan fashion police buat menilang Icha, dia make..wait for it..sepasang anting2 bentuk tulang ikan. (Kak Icha maaaappp, Kak Tara yg maksa nih) emoticon-Peace

“Berdua sama Jo, setengah jam lebih?”

“He eh, berdua”

“Kayak di film2 gitu” mata Bian menerawang. Dijamin pikirannya ngelantur kemana mana deh.

“Something happened dong ya…”

“Nggak kayak dipikiran jorok lo beybi” Tara berbohong

“Yaaah penonton kecewa deh” cewek itu mendengus.
“Eh biyonse, mau makan lontong sayur di depan nggak?”

“Mauuuu!” seru Bian sambil tepuk2 tangan.
“Dibayarin nggak?”

“No way. Kalo lo sampe nggak bawa duit, gue tawarin lo ke si bapak buat jadiin cemcemannya sebagai ganti lontong sayur yg lo makan”

“Anjir! Gue emang suka lekong, bo, tapi gini2 masih milih juga loh ya” poni depan yg tak seberapa itu dikibaskan dengan ekspresif.

“Lagian kenapa nggak lo aja? Kan lo jomblo desperate tuh”

“Monyet!”

Keduanya berjalan sambil pegangan tangan, menjauhi kubikel Tara. Tapi baru beberapa langkah, tiba2 Bian berhenti.
“Ra, mau ikut kita nggak?”

“Euh, gue dah sarapan di rumah. Kalian aja deh”

“Say, pak lontong ganteng lohhh” tambah Icha yang bikin Tara bertanya2. Nih orang kenapa daritadi nyodorin pak lontong mulu ckckck.

“Kalo ganteng kenapa nggak buat lo?” tanya Tara dengan muka masam. Tangannya sendiri masih terus mengetik.

“Kan katanya harus ngeduluin yang tua”

Tara melotot “Siapa yg tua?!”

"Ya elo, lah..siapa suruh lahir setahun lebih dulu daripada gue..eeeh ada Joshua”

Melihat ekspresi wajah Icha berubah, Tara pun geleng2 kepala. Selain anak akunting, Icha juga cewek bego yg bisa2nya naksir Musuh.

“Boo gue dengar cerita lo sama Tara kejebak lift”
Ucapan Icha membuat Jo menoleh ke arah Tara. Menatap langsung ke matanya dengan ekspresi yg nggak bisa dia terjemahkan. Tapi, begitu saja sudah cukup bikin Tara berhenti dari aktivitas mengetiknya.

“Sial banget lo yak, malem2 pulang bukannya langsung istirahat, malah pake acara kejebak dulu pula”

“Hehe, emang sial banget gue semalem” Jo tersenyum, memamerkan sederet gigi yg putih dan rapi.
“Lo berdua mau ke mana?”

“Ngelontong” jawab Bian, lalu menarik tangan Icha pergi
“See you dadah byebye”

Tinggallah Jo dan Tara berdua di ruangan itu. Lihat2an selama beberapa lama, lalu…awkward moment. Tara bisa aja mengalihkan pandangan dari tubuh tegap itu dan pura2 berkonsentrasi pada artikel yg dia kerjakan..tapi sialnya…sudah selesai ternyata. Tara menyumpah nyumpah dalam hati.

“Pagi”

“Pagi” sial, suara berat milik cowok itu ternyata ngefek juga ke Tara. Dia deg2an karenanya.

“Nyenyak semalam?”

“Nggak terlalu” suaranya dibuat seceria dan sewajar mungkin.

“Lo sendiri gimana?”

“Pules banget. Kayak mati gitu”

“Oh”

“……..”

“Ra?”

“Hmm?”

“Bengong aja..entar kesurupan loh”

“Haha. Very funny” Tara memutar bola matanya.
Cowok itu lalu bilang , dia nunggu Mita buat ngarahin model yang bakal datang jam sembilan nanti. Foto2 bersama para model itu akan menjadi pendamping artikel yg dikerjakan Mita sepanjang bulan ini.
Karena Mita belum datang, dan karena Tara sebatang kara di ruangan ini, cowok itu memutuskan duduk2 di sofa yg memang biasa dipakai buat menunggu. Kalau Tara niat sedikit buat ngintip2, dia masih bisa kok, ngeliat cowok itu dari sela antara dinding sebelah kanan kubikelnya dan dinding kubikel tetangga sebelah. Which is itu yg dia lakukan sekarang. Memalukan.

Baru sekitar dua menitan, Jo ngeh sedang diawasi Tara. Cowok itu pun mengangkat kepalanya dan menemukan Tara sedang mengintip2 kayak pose Sherina di poster film Petualangan Sherina, tapi yg ini versi kurang cute-nya. Malah, bsia dibilang ini versi stalker-nya.

“Lo ngeliatin gue terus bukan naksir kan?”

“Najis. Siapa juga yg ngeliatin lo?!”

“Oh ya, tapi arah muka dan mata lo bilang sebaliknya”

“Geer” Tara kembali duduk tegak di kursi berodanya

“Kalo ada yg pengen lo omongin, bilang aja. Gue pendengar yg baik dan lo tau itu”

“Nggak butuh”

Terjadi keheningan beberapa saat sesudahnya.

“Kok diem? Nggak usah nervous”

“Gue nggak nervous. Gue beneran kerja nih” Tara menjawab ketus

“Masa?”
Jo bangkit dari sofa dan memperlihatkan diri di hadapan Tara. Benar2 berdiri tepat di depannya dan bikin Tara nggak bisa nggak peduli dengan kehadiran orang itu. Sialan. Mana cowok itu pakai acara menutup laptopnya segala lagi...

Tara nggak tahan lagi. Dia pun bangkit dari kursi dan menghadapi cowok itu. Sekali ini Tara nggak akan terintimidasi. Nggak peduli setajam apa tatapannya saat ini, memandang lurus2 ke...

“Eyes up here, buddy!” Tara menjentikkan jarinya, memaksa pandangan Jo beralih ke, let say dari tulisan BITE ME, EDWARD yg tercetak besar2 di bagian depan kaos Tara, that means dadanya. Cewek itu memutuskan untuk tetap bersikap tenang dan menganggap lalu kejadian tadi.
“Ehem. Gue cuman mau ngomong soal semalem”

“Ada apa emangnya semalem?”

Tara balas menatapnya dengan tajam
“Puhleezee..Don’t be a jerk” ejeknya sambil mendengus kesal

“Oh, you mean ..the kiss?”

“Of course it’s about the kiss! Lo kira apa?!"
Tara melipat kedua tangannya di dada. Cowok itu menoleh lagi ke BITE ME, EDWARD, lalu menghela napas panjang. Apa coba itu maksudnya? Dia membatin.

Tak lama kemudian Jo senyam senyum nggak penting. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai menyebalkan yg sukses bikin Tara naik darah lagi.

“Apa senyum2?” Tara bertanya dengan tampang jelas2 nggak suka. Cowok itu nggak terpancing sama sekali. Hanya mengangkat bahu dengan gaya santai. Dia mencondongkan tubuh, bikin Tara sedikit kaget dan khawatir, karena jarak mereka kini terlalu dekat untuk ukuran dua orang yg sedang berkonfrontasi.

“Kalo mau komplain, harusnya lo lakukan dari menit2 lalu kan. Tapi sebaliknya...”

“Gue masih terlalu terguncang soal lift sampe nggak kepikiran protes soal lo nyari kesempatan dalam kesempitan..wait wait. Apa maksud omongan lo barusan?”

Tara bermaksud berjalan dari arah berlawanan dari Jo, tapi cowok itu buru2 menutup jalannya. Dia mencengkeram bagian atas kubikel dengan kedua tangannya, memerangkap Tara di antara tubuhnya dan kubikel. Tara bener2 nggak suka permainan ini.

“Jauhin tangan lo dari gue!” perintah cewek itu dengan suara tegas
Cowok itu menganggap lalu ucapannya. Dia malah lebih mendekatkan tubuhnya ke Tara, membuat cewek itu bisa menghirup udara bercampur Paco Rabanne XS dari arahnya.

“Gue tau lo baru marahnya sekarang lebih karna common decency”

Terlalu dekat. Joshua Dolken berdiri terlalu dekat dengannya. Dan, sialnya tumben2an nggak ada seekor makhluk pun yg muncul di depan pintu kantor Fab. Emang lagi ada apa sih di kalender hari ini? Perayaan hari telat sedunia?? Tara ngomel2 dalam hati.

“Gengsi, mungkin?” lanjut Jo, yg langsung disambut Tara dengan dengusan jijik.
“Lo takut ciuman itu bikin lo naksir sama gue?”

“I DID NOT!” sangkal Tara habis2an.
“Pala lo kebentur apa sih, sampe mikirnya ngaco kayak gitu”

“Oh ya, buktikan kalo gitu”

“Whoa whoa..apa2an..” ucapan Tara berhenti karena takut. Officially takut kemungkinan apa yg bakal Jo lakuin. Sebelum menutup mata, dia sempat melihat seringai mesum yg membuat Tara makin khawatir. Dia menyesal sekarang. Seharusnya, nggak perlulah dia konfrontasi sama Jo segala. Si musuh kan sakit jiwa! Otak mesum dan kelakuan absurd adalah kombinasi yg hanya membawa Tara ke situasi membahayakan. Kayak sekarang. Shit shit shit!

“Here I am” nggak diragukan lagi, wajah Jo pasti berada tepat di hadapannya. Dia bisa merasakan hembusan napas cowok itu, terasa panas di permukaan kulit wajah Tara. Rasa takut menjalari seluruh tubuh. Dia yakin bakal pingsan di tempat seandainya kedua tangannya nggak bertumpu ke dinding kubikel di belakangnya.

“Right in front of your face. Ready to...”

Napasnya tertahan. Apa sih yg bakal dilakukan cowok gila ini?

“Bwahahahaha harusnya gue moto tampang lo barusan”

Butuh sekian detik bagi Tara untuk mengumpulkan keberanian membuka matanya lagi. Cowok itu menjauhkan diri darinya. Tertawa2 kayak orang gila..koreksi, tertawa2 gila kayak Jo biasanya. Cewek itu menghela napas lega, karena saat2 menegangkan itu berlalu juga. Dan tak lama dia punya nyali untuk mencubit lengan cowok itu saking kesalnya.

“Gue nggak suka becandaan lo. Kampungan tau nggak!” bentak cewek itu, merasa menang karena melihat Jo meringis kesakitan akibat cubitannya.

“Siapa bilang gue becanda?” matanya berkilat2 nakal. Mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi tertahan karena ada bunyi notif bbm.

“Oke, sampai sini dulu, Mita udah langsung ke studio”

Begitulah. Seolah nggak terjadi apa2, Jo buru2 balik badan dan meninggalkan Tara dengan tatapan kebingungan.

Diubah oleh sayulovme 18-09-2014 09:53
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.