- Beranda
- Supranatural
Dentuman Slamet Pertanda Munculnya Satrio Wirang, Musuh Satrio Piningit!!!
...
TS
permana2
Dentuman Slamet Pertanda Munculnya Satrio Wirang, Musuh Satrio Piningit!!!
Misteri Gunung Slamet masih menyisakan banyak kisah mitologis. Kali ini soal Satrio Wirang. Dalam ramalan Jayabaya dikatakan setiap Gunung Slamet bergemuruh, Satrio Wirang bakal muncul.
Ramala Jayabaya seperti dikutip dalam sejumlah buku dan forum Internet menyebutkan jika Kyai Slamet menunjukkan tanda-tanda akan meletus, maka di saat itu akan hadir Satrio Wirang. Tokoh ini bukan nama, tapi julukan bagi seseorang dengan sifat-sifat tertentu.
Primbon.com sempat mengulas tentang sosok ini. Dikutip Solopos.com, Sabtu (13/9/2014), dikatakan Satrio Wirang berkaitan erat dengan Satrio Piningit. Dikatakan, pada saatnya, Satrio Wirang akan muncul setelah Satrio Piningit memenangkan pertempuran dengannya.
Satrio Wirang akan kehilangan banyak pasukan karena pada akhirnya dia kalah. Satrio Wirang berarti atau bermakna seorang pemimpin yang telah bertarung dalam medan peperangan kemudian kalah. Selain kalah, Satrio Wirang ini nanti tetap tidak terima dengan kekalahannya. Kemudian mengajak ke pengikutnya untuk menjegal pemimpin sang pemenang dalam peperangan tadi.
Ada banyak versi dari Satrio Wirang ini. Dari sudut pandang tertentu Satrio Wirang adalah korban sedangkan pada sudut pandang lain, Satrio Wirang bagaikan sosok jahat yang kalah bertarung.
Versi pertama menyebut Satrio Wirang memang tidak sepopuler tokoh Satrio Piningit. Karena dalam kehidupannya selalu difitnah. Namun, dia tetap bekerja keras mengabaikan fitnah yang menimpa dirinya. Hati dan kehidupannya sudah terbiasa dengan fitnah dan cemooh.
Dalam sudut pandang lain, Satrio Wirang dikatakan setelah kalah justru merecoki yang menang. Kemudian satu persatu para prajuritnya yang ikut dalam peperangan akan meninggalkan Satrio Wirang.
Satu hal yang disepakati dua versi tersebut adalah wataknya yang keras dan mudah tersinggung tapi cepat melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain pada dirinya.
Rangkuman Hastamitra¸ Kamis (23/5/2014) tentang suluk dalam Kitab Jayabaya mengatakan Satrio Wirang muncul dalam lakon pewayangan Parikesit. Munculnya Satrio Wirang dan sosok pemimpin layaknya Brawijaya ini disusul kemunculan empat pemimpin yang mendampingi Brawijaya dalam memimpin dan membangun negeri ini.
Dua versi ini juga punya tandingan. Ada yang meyakini Satrio Wirang adalah Satrio Piningit. Dia seorang satria yang dipermalukan karena fitnah. Dia tersimpan dalam sejarah nusantara dan akan muncul kembali bila waktunya sudah tiba.
Dia merupakan Satrio Pinilih atau sosok terpilih yang dikehendaki rakyat dan direstui oleh para leluhur nusantara.
Terlepas dari kebenaran ceritanya, legenda letusan Gunung Slamet selalu menyimpan misteri. Sulit diterjemahkan tapi menarik dituturkan.
Sumber :http://www.solopos.com/2014/09/13/misteri-gunung-slamet-dentuman-slamet-pertanda-munculnya-satrio-wirang-musuh-satrio-piningit-535799
0
73K
311
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
15.9KThread•14.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
permana2
#10
Quote:
Quote:
Jangkajayabaya; Sabda Gaib
Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta
Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.
(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.
Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.
(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)
Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.
(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.
Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.
Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan
ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam
gegerboyo
Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.
(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.
Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.
Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.
Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,
kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.
(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.
Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,
**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.
Saat ini sudah terjadi.
Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, engast kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.
(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.
0

