- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.3K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#1293
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
Spoiler for SHIT HAPPENS : HIGHWAY STAR II:
Quote:
Gwa duduk sendirian disebuah teras yang teduh, ditemani segelas teh hangat dan sebatang rokok yang mengepul dijemari tangan kiri gwa. Suasana sore ini semakin terasa sejuk dengan tanaman2 hias dan pepohonan besar yang memenuhi halaman dari sebuah rumah yang besar dan mewah ini. Gwa cuma bisa tersenyum sinis menghadapi keadaaan disekeliling rumah ini yang serba luas dan wah, sementara disatu pihak salah satu penghuni rumah ini begitu ngotot minta ganti rugi atas penyok yang nga seberapa itu. Dih, masa' iya mereka nga nge-ansuransiin mobilnya sih? 
Mana tadi pas baru nyampe dirumah itu gwa disambut oleh seorang laki2 dengan wajah gahar dan garang, seolah-olah gwa mau ditelan hidup2 sama dia. Setelah dia ngomel2 dan ngamuk2 nga jelas, dia dengan PD-nya dia nawarin crisscross untuk penyelesaian ganti rugi ini. Gwa ganti rugi kerusakan mobilnya, sementara pihaknya ganti rugi motor gwa. Ahahahaha, kayaknya dia nyepelein gwa banget karena gwa 'cuma' bawa motor. Apa dia belom ngeliat kondisi motor gwa? Biar kata motor gwa udah butut, tapi onderdil2nya banyakan indent dari Th**l*nd, yang otomatis harganya pun sedikit lebih mahal. Jelas2 aja tawarannya gwa terima tanpa ragu lagi.
Tapi setelah laki2 itu, yang gwa prediksi adalah abangnya, ditarik menjauh dari gwa sama cewek itu dan melakukan transaksi rahasia (
), akhirnya tanpa rasa malu sedikitpun laki2 itu menarik mentah2 tawarannya tadi. Jadi kembali pada rencana semula, nungguin suami cewek itu balik dari kantornya. Ahahahahaha, geblek dah, TTM (Tajir Tajir Moron
) banget tuh laki! 
Langit sore sudah mulai memerah, ketika pintu gerbang terbuka dengan otomatis. Dari luar masuk sebuah Benz keluaran terbaru dan berhenti di jajaran mobil2 yang terparkir digarasi yang terbuka itu. Dari pintu belakang keluar seorang laki2 yang nga seberapa tinggi dengan bentuk badan yang mulai melebar dalam balutan setelan jas berwarna gelap. Demi sopan santun, gwa spontan berdiri sambil tersenyum sewajar mungkin walaupun rasanya gwa mulai grogi. Sementara laki2 yang gwa taksir usianya hampir menyentuh kepala empat cuma menatap gwa dingin lalu menghilang masuk kedalam rumah. Hmmm, bau2nya nga enak nih kayaknya.
Entahlah, gwa ngeliat kayaknya timpang banget kalo ngebandingin phisik maupun usia antara laki2 yang baru masuk tadi sama cewek yang mobilnya gwa tabrak. Kayaknya itu om2 hoki bener bisa dapetin daun muda kayak gitu.
Atau ini cuma perasaan gwa aja kali ya?
Sementara dari teras ini, gwa bisa mendengar dengan jelas perdebatan2 dengan suara keras dari dalam. Sayang aja mereka make bahasa daerahnya, jadi gwa nga bisa tahu dengan apa yang mereka ributin. 
Nga lama, laki2 itu keluar ditemani oleh cewek tadi. Yang laki2 duduk didepan gwa sementara yang cewek duduk agak menjauh. Wokeh, waktunya untuk tarik urat suara lagi nih kayaknya.
"Nama kamu siapa?" tanyanya dengan nada suara yang datar tapi penuh wibawa,sambil menggulung lengan kemejanya.
"Saya Lucky om, eh, pak. Hehehehehe..." jawab gwa mulai grogi.
"Oke. Kamu kuliah apa kerja?" tanyanya lagi, masih dengan nada yang datar.
"Kuliah mas, eh, pak. Hehehehehe..." makin grogi.
"Kamu ini! Ngakunya mahasiswa, tapi daritadi cengengesan aja ngomongnya! Yang tegas sedikit dong!" bentaknya, bikin gwa mati kutu.
"Siap pak, saya Lucky dan status saya mahasiswa!" tuh khan, pasti pengacara nih orang kerjaannya. Gayanya tegas banget, tapi nga mirip seperti aparat atau tentara.
"Oke, coba tolong ceritain sama saya gimana sampai kamu nabrak mobil dia?!" katanya sambil menunjuk kearah cewek itu. 'Dia'? Kenapa bukan 'istri saya'? Hmmm, semakin bau amis nih.
"Jadi begini pak, bla...bla...bla..." gwa ceritain kronologis kejadiannya, berdasarkan versi gwa tentunya, tapi tanpa gwa bumbu2in sama sekali, asli apa adanya aja. Sementara laki2 itu mendengarkan penjelasan gwa tanpa pernah melepaskan tatapannya kemata gwa.
Kadang cewek itu ingin menyelak gwa, ketika dirasa cerita gwa nga sesuai dengan ekspetasinya. Tapi laki2 itu cuma mengangkat tangannya, menyuruh cewek itu untuk diam, tapi tetap tanpa melepas tatapannya dari mata gwa. Sumpah, horor banget tuh orang. 
"Hmmm, jadi begitu ya kejadiannya? Ini nga kamu lebih2in khan ceritanya?" tanyanya untuk memastikan kejujuran gwa, tapi matanya bergantian menatap gwa dan ke cewek itu yang tampak nga suka dengan sikap 'suaminya' itu.
"Nga saya lebih2in kok pak, sesuai yang saya inget dan alamin aja tadi" jawab gwa dengan pasti.
"Boleh saya lihat SIM sama STNKnya? Saya cuma mau memastikan apakah kamu memang layak bawa kendaraan di jalanan umum" lelaki itu mengulurkan tangannya.
"Ini pak" dengan sigap gwa keluarin surat2 dari dompet gwa.
"Hmmm, jadi sekarang maunya kamu gimana?" tanyanya masih sambil membaca SIM dan STNK gwa.
"Jujur, saya nga tau pak. Saya cuma disuruh ikut buat nemuin bapak disini sama dia." sahut gwa, yang emang sebenernya juga nga ngerti musti ngapain disini.
"Which mean...?" tanyanya lagi, sengaja gantung gitu. Ahahahaha, yakin deh gwa, pasti pengacara nih orang. Kayaknya dia tahu, kalo cewek itu yang salah, tapi dia nga mau ngakuin itu.
"Gini aja deh pak, saya juga nga mau perpanjang masalah ini. Motor saya rusak, tapi saya nga mau minta tanggung jawab sama siapa2 atas kerusakannya. Toh, saya masih mampu benerin sendiri kok" jawab gwa sok diplomatis.
"Oke, jadi artinya kita nga perpanjang masalah ini dan kita anggap masalahnya selesai? Dan masing2 menanggung atas pembiayaan kerusakannya? Begitu?" tanyanya dengan nada tegas.
"Betul pak!" jawab gwa singkat dan padat.
"Tapiii..." cewek itu nyelak, tapi keburu dibungkam dengan tatapan matanya yang mematikan itu.
"Ya udah, kamu tunggu apa lagi? Silahkan kamu pulang. Masalah sudah selesai"
"Oke, kalo begitu saya pamit. Permisi" jawab gwa tanpa ragu2 lagi. Gwa segera angkat kaki dari situ, tentunya setelah menjabat tangan laki2 itu dan tatapan penuh amarah dari cewek itu setelah dia nga mau nerima uluran tangan gwa.
Gwa bergegas melangkahkan kaki gwa meninggalkan teras itu yang telah dipenuhi oleh perdebatan dengan suara keras antara cewek itu dengan laki2 yang diakuinya sebagai suaminya itu. Masih dengan bahasa daerahnya. Cuma saja gwa sempet denger cewek itu nyebut2 'tulang' pada laki2 itu. Ahahahaha, mampus lah, gwa udah dikadalin sama cewek manis yang galak ini.
"Woi, enak lo ya bisa bebas tanpa harus ngeganti mobil gwa yang penyok! Bukannya terima kasih lo, malah maen ngeloyor keluar aja" maki cewek itu yang ternyata menyejajari langkah gwa.
"Ohya, jadi gwa musti bilang terima kasih gitu sama lo?" tanya gwa sambil menghentikan langkah gwa didepan pintu pagarnya yang masih terbuka lebar.
"Ya iyalah, tau sopan santun dikit kek!" katanya dengan tatapan mata yang menantang.
"Oke, kalo gitu makasih buat waktunya atas omong kosong tadi. Lo pikir gwa nga tau kalo itu tadi paman lo, hah? Lo pikir gwa nga tahu kalo lo nga punya SIM, hah? Eh, paman lo tuh pengacara, jadi sedikit banyak pasti ngerti duduk masalah kejadian tadi. Oke!?" gwa tumpahin rasa muak gwa terhadap cewek itu. Gwa tetep berdiri sambil menunggu reaksinya yang cuma terdiam tanpa bisa berkata2 lagi. Sampai akhirnya gwa tinggalkan cewek itu yang masih berdiri terpaku dengan sedikit kata2 mutiara dari gwa, "makasih udah buang2 waktu gwa!"
********************************
Gwa menatap deretan angka2 yang tertera dikertas bon ditangan gwa. Tiba2 aja kepala gwa berasa gatel dan minta digaruk.
"Buset, ini totalnya hampir sejutaan Ko?" tanya gwa pada laki2 kurus yang duduk dibalik etalase.
"Ya kurang lebihnya segitu Ky. Itu mah baru ancer2 aja sih, kalo barangnya udah dateng siapa tau bisa kurang lagi harganya, atau mungkin lo musti nambahin lagi, ahahahahaha" laki2 itu ketawa lepas, membuat kedua mata sipitnya jadi merem2 gitu.
"Anjrit, motor busuk kayak gini, tapi harga onderdilnya nga kira2 yak?" keluh gwa sambil menyalakan sebatang rokok.
"Pan, gwa udah bilang dari dulu juga, mending lo ganti motor lo tuh sama yang gampangan onderdilnye. Kagak percayaan sih elonya. Sekarang udah kejadian, baru berasa deh dompet lo " kata pemilik bengkel langganan gwa ini sambil nyomot rokok gwa yang ada diatas meja etalase.
"Iya sih, tapi sayang juga Ko, biar kata busuk motor gwa khan jarang2 ada yang punya. Lagian gwa udah jatuh cinta banget sama siganteng Ko" gwa ketawa getir.
"Iyalah, jarang ada yang punya itu motor kayak elo itu, yang laen pan udah pada dimasukin musium semua. Ahahahahaha" cela laki2 kurus itu, lagi2 sambil ketawa lepas.
"Ah, sialan lo. Ya udah, kapan gwa bisa ambil tuh motor?" gwa melipat kertas bon itu dan memasukkan kedalam dompet.
"Ya, perkiraan gwa sih seminggu-an lah. Paling lambat 2 minggua-an" jawabnya sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Bujug, lama amat sih? Kagak bisa dicepetin apa? Lha, gwa kerja make apaan dong?"
"Ya terserah elo sih. Kalo mau gwa kanibalin sama barang yang mirip2, empat harian juga udah siap tuh" jawabnya santai.
"Eh, ya jangan dikanibalin dong. Biar kata busuk, khan gwa pengennya motor gwa tetep keliatan orisinil Ko" tolak gwa.
"Nah, kalo emang pengennya tetep orisinil ya lo nurut aja deh apa kata gwa. Udah ah, gwa mau beresin motor orang dulu" laki2 kurus itu menyudahi obrolan ini.
"Oke deh, kasih2 kabar ke gwa kalo udah beres yak?" kata gwa sambil meninggalkan bengkel kecil itu.
"Sip!" jawabnya sambil mengacungkan jempolnya kearah gwa.
Buset deh, berasa bener dompet gwa buat ngeberesin motor kesayangan gwa ini. Untung aja tabungan gwa masih ada sisa buat nebus motor gwa nantinya. Untungnya lagi kemarenan gwa udah sempet ngebeliin pernak-pernik drumset punya adek gwa, yang sempet gwa gadai2in waktu masih junkies dulu.
Coba kalo gwa kemarenan batal ngebangun drumset itu jadi balik keren dan mumpuni lagi, bisa2 tadi gwa tergoda untuk lebih memperganteng penampilan motor busuk gwa itu.
Huft, kayaknya sampe kost-an nanti, gwa musti ketemu Ridho dan ngerayu dia biar mau minjemin motor busuknya juga, buat alat transportasi gwa dihari2 kedepannya. Yakali gwa musti ngeteng sambil ngurusin kerjaan dari wilayah ke wilayah yang jaraknya pada jauh2an, yang ada waktu gwa bisa abis dijalanan doang. Abis itu, nga lupa gwa harus mandi kembang tujuh rupa, biar gwa nga kena apes lagi.

Mana tadi pas baru nyampe dirumah itu gwa disambut oleh seorang laki2 dengan wajah gahar dan garang, seolah-olah gwa mau ditelan hidup2 sama dia. Setelah dia ngomel2 dan ngamuk2 nga jelas, dia dengan PD-nya dia nawarin crisscross untuk penyelesaian ganti rugi ini. Gwa ganti rugi kerusakan mobilnya, sementara pihaknya ganti rugi motor gwa. Ahahahaha, kayaknya dia nyepelein gwa banget karena gwa 'cuma' bawa motor. Apa dia belom ngeliat kondisi motor gwa? Biar kata motor gwa udah butut, tapi onderdil2nya banyakan indent dari Th**l*nd, yang otomatis harganya pun sedikit lebih mahal. Jelas2 aja tawarannya gwa terima tanpa ragu lagi.

Tapi setelah laki2 itu, yang gwa prediksi adalah abangnya, ditarik menjauh dari gwa sama cewek itu dan melakukan transaksi rahasia (
), akhirnya tanpa rasa malu sedikitpun laki2 itu menarik mentah2 tawarannya tadi. Jadi kembali pada rencana semula, nungguin suami cewek itu balik dari kantornya. Ahahahahaha, geblek dah, TTM (Tajir Tajir Moron
) banget tuh laki! 
Langit sore sudah mulai memerah, ketika pintu gerbang terbuka dengan otomatis. Dari luar masuk sebuah Benz keluaran terbaru dan berhenti di jajaran mobil2 yang terparkir digarasi yang terbuka itu. Dari pintu belakang keluar seorang laki2 yang nga seberapa tinggi dengan bentuk badan yang mulai melebar dalam balutan setelan jas berwarna gelap. Demi sopan santun, gwa spontan berdiri sambil tersenyum sewajar mungkin walaupun rasanya gwa mulai grogi. Sementara laki2 yang gwa taksir usianya hampir menyentuh kepala empat cuma menatap gwa dingin lalu menghilang masuk kedalam rumah. Hmmm, bau2nya nga enak nih kayaknya.

Entahlah, gwa ngeliat kayaknya timpang banget kalo ngebandingin phisik maupun usia antara laki2 yang baru masuk tadi sama cewek yang mobilnya gwa tabrak. Kayaknya itu om2 hoki bener bisa dapetin daun muda kayak gitu.
Atau ini cuma perasaan gwa aja kali ya?
Sementara dari teras ini, gwa bisa mendengar dengan jelas perdebatan2 dengan suara keras dari dalam. Sayang aja mereka make bahasa daerahnya, jadi gwa nga bisa tahu dengan apa yang mereka ributin. 
Nga lama, laki2 itu keluar ditemani oleh cewek tadi. Yang laki2 duduk didepan gwa sementara yang cewek duduk agak menjauh. Wokeh, waktunya untuk tarik urat suara lagi nih kayaknya.

"Nama kamu siapa?" tanyanya dengan nada suara yang datar tapi penuh wibawa,sambil menggulung lengan kemejanya.

"Saya Lucky om, eh, pak. Hehehehehe..." jawab gwa mulai grogi.
"Oke. Kamu kuliah apa kerja?" tanyanya lagi, masih dengan nada yang datar.
"Kuliah mas, eh, pak. Hehehehehe..." makin grogi.

"Kamu ini! Ngakunya mahasiswa, tapi daritadi cengengesan aja ngomongnya! Yang tegas sedikit dong!" bentaknya, bikin gwa mati kutu.
"Siap pak, saya Lucky dan status saya mahasiswa!" tuh khan, pasti pengacara nih orang kerjaannya. Gayanya tegas banget, tapi nga mirip seperti aparat atau tentara.
"Oke, coba tolong ceritain sama saya gimana sampai kamu nabrak mobil dia?!" katanya sambil menunjuk kearah cewek itu. 'Dia'? Kenapa bukan 'istri saya'? Hmmm, semakin bau amis nih.

"Jadi begini pak, bla...bla...bla..." gwa ceritain kronologis kejadiannya, berdasarkan versi gwa tentunya, tapi tanpa gwa bumbu2in sama sekali, asli apa adanya aja. Sementara laki2 itu mendengarkan penjelasan gwa tanpa pernah melepaskan tatapannya kemata gwa.
Kadang cewek itu ingin menyelak gwa, ketika dirasa cerita gwa nga sesuai dengan ekspetasinya. Tapi laki2 itu cuma mengangkat tangannya, menyuruh cewek itu untuk diam, tapi tetap tanpa melepas tatapannya dari mata gwa. Sumpah, horor banget tuh orang. 
"Hmmm, jadi begitu ya kejadiannya? Ini nga kamu lebih2in khan ceritanya?" tanyanya untuk memastikan kejujuran gwa, tapi matanya bergantian menatap gwa dan ke cewek itu yang tampak nga suka dengan sikap 'suaminya' itu.
"Nga saya lebih2in kok pak, sesuai yang saya inget dan alamin aja tadi" jawab gwa dengan pasti.
"Boleh saya lihat SIM sama STNKnya? Saya cuma mau memastikan apakah kamu memang layak bawa kendaraan di jalanan umum" lelaki itu mengulurkan tangannya.
"Ini pak" dengan sigap gwa keluarin surat2 dari dompet gwa.
"Hmmm, jadi sekarang maunya kamu gimana?" tanyanya masih sambil membaca SIM dan STNK gwa.
"Jujur, saya nga tau pak. Saya cuma disuruh ikut buat nemuin bapak disini sama dia." sahut gwa, yang emang sebenernya juga nga ngerti musti ngapain disini.
"Which mean...?" tanyanya lagi, sengaja gantung gitu. Ahahahaha, yakin deh gwa, pasti pengacara nih orang. Kayaknya dia tahu, kalo cewek itu yang salah, tapi dia nga mau ngakuin itu.
"Gini aja deh pak, saya juga nga mau perpanjang masalah ini. Motor saya rusak, tapi saya nga mau minta tanggung jawab sama siapa2 atas kerusakannya. Toh, saya masih mampu benerin sendiri kok" jawab gwa sok diplomatis.
"Oke, jadi artinya kita nga perpanjang masalah ini dan kita anggap masalahnya selesai? Dan masing2 menanggung atas pembiayaan kerusakannya? Begitu?" tanyanya dengan nada tegas.
"Betul pak!" jawab gwa singkat dan padat.
"Tapiii..." cewek itu nyelak, tapi keburu dibungkam dengan tatapan matanya yang mematikan itu.

"Ya udah, kamu tunggu apa lagi? Silahkan kamu pulang. Masalah sudah selesai"
"Oke, kalo begitu saya pamit. Permisi" jawab gwa tanpa ragu2 lagi. Gwa segera angkat kaki dari situ, tentunya setelah menjabat tangan laki2 itu dan tatapan penuh amarah dari cewek itu setelah dia nga mau nerima uluran tangan gwa.
Gwa bergegas melangkahkan kaki gwa meninggalkan teras itu yang telah dipenuhi oleh perdebatan dengan suara keras antara cewek itu dengan laki2 yang diakuinya sebagai suaminya itu. Masih dengan bahasa daerahnya. Cuma saja gwa sempet denger cewek itu nyebut2 'tulang' pada laki2 itu. Ahahahaha, mampus lah, gwa udah dikadalin sama cewek manis yang galak ini.

"Woi, enak lo ya bisa bebas tanpa harus ngeganti mobil gwa yang penyok! Bukannya terima kasih lo, malah maen ngeloyor keluar aja" maki cewek itu yang ternyata menyejajari langkah gwa.
"Ohya, jadi gwa musti bilang terima kasih gitu sama lo?" tanya gwa sambil menghentikan langkah gwa didepan pintu pagarnya yang masih terbuka lebar.
"Ya iyalah, tau sopan santun dikit kek!" katanya dengan tatapan mata yang menantang.
"Oke, kalo gitu makasih buat waktunya atas omong kosong tadi. Lo pikir gwa nga tau kalo itu tadi paman lo, hah? Lo pikir gwa nga tahu kalo lo nga punya SIM, hah? Eh, paman lo tuh pengacara, jadi sedikit banyak pasti ngerti duduk masalah kejadian tadi. Oke!?" gwa tumpahin rasa muak gwa terhadap cewek itu. Gwa tetep berdiri sambil menunggu reaksinya yang cuma terdiam tanpa bisa berkata2 lagi. Sampai akhirnya gwa tinggalkan cewek itu yang masih berdiri terpaku dengan sedikit kata2 mutiara dari gwa, "makasih udah buang2 waktu gwa!"
********************************
Gwa menatap deretan angka2 yang tertera dikertas bon ditangan gwa. Tiba2 aja kepala gwa berasa gatel dan minta digaruk.
"Buset, ini totalnya hampir sejutaan Ko?" tanya gwa pada laki2 kurus yang duduk dibalik etalase.
"Ya kurang lebihnya segitu Ky. Itu mah baru ancer2 aja sih, kalo barangnya udah dateng siapa tau bisa kurang lagi harganya, atau mungkin lo musti nambahin lagi, ahahahahaha" laki2 itu ketawa lepas, membuat kedua mata sipitnya jadi merem2 gitu.

"Anjrit, motor busuk kayak gini, tapi harga onderdilnya nga kira2 yak?" keluh gwa sambil menyalakan sebatang rokok.
"Pan, gwa udah bilang dari dulu juga, mending lo ganti motor lo tuh sama yang gampangan onderdilnye. Kagak percayaan sih elonya. Sekarang udah kejadian, baru berasa deh dompet lo " kata pemilik bengkel langganan gwa ini sambil nyomot rokok gwa yang ada diatas meja etalase.
"Iya sih, tapi sayang juga Ko, biar kata busuk motor gwa khan jarang2 ada yang punya. Lagian gwa udah jatuh cinta banget sama siganteng Ko" gwa ketawa getir.
"Iyalah, jarang ada yang punya itu motor kayak elo itu, yang laen pan udah pada dimasukin musium semua. Ahahahahaha" cela laki2 kurus itu, lagi2 sambil ketawa lepas.
"Ah, sialan lo. Ya udah, kapan gwa bisa ambil tuh motor?" gwa melipat kertas bon itu dan memasukkan kedalam dompet.
"Ya, perkiraan gwa sih seminggu-an lah. Paling lambat 2 minggua-an" jawabnya sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Bujug, lama amat sih? Kagak bisa dicepetin apa? Lha, gwa kerja make apaan dong?"
"Ya terserah elo sih. Kalo mau gwa kanibalin sama barang yang mirip2, empat harian juga udah siap tuh" jawabnya santai.
"Eh, ya jangan dikanibalin dong. Biar kata busuk, khan gwa pengennya motor gwa tetep keliatan orisinil Ko" tolak gwa.
"Nah, kalo emang pengennya tetep orisinil ya lo nurut aja deh apa kata gwa. Udah ah, gwa mau beresin motor orang dulu" laki2 kurus itu menyudahi obrolan ini.
"Oke deh, kasih2 kabar ke gwa kalo udah beres yak?" kata gwa sambil meninggalkan bengkel kecil itu.
"Sip!" jawabnya sambil mengacungkan jempolnya kearah gwa.
Buset deh, berasa bener dompet gwa buat ngeberesin motor kesayangan gwa ini. Untung aja tabungan gwa masih ada sisa buat nebus motor gwa nantinya. Untungnya lagi kemarenan gwa udah sempet ngebeliin pernak-pernik drumset punya adek gwa, yang sempet gwa gadai2in waktu masih junkies dulu.
Coba kalo gwa kemarenan batal ngebangun drumset itu jadi balik keren dan mumpuni lagi, bisa2 tadi gwa tergoda untuk lebih memperganteng penampilan motor busuk gwa itu.Huft, kayaknya sampe kost-an nanti, gwa musti ketemu Ridho dan ngerayu dia biar mau minjemin motor busuknya juga, buat alat transportasi gwa dihari2 kedepannya. Yakali gwa musti ngeteng sambil ngurusin kerjaan dari wilayah ke wilayah yang jaraknya pada jauh2an, yang ada waktu gwa bisa abis dijalanan doang. Abis itu, nga lupa gwa harus mandi kembang tujuh rupa, biar gwa nga kena apes lagi.

sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas