- Beranda
- Sejarah & Xenology
Legiun Mangkunegaran - Pasukan Modern Pertama di Jawa
...
TS
pisangkaramel
Legiun Mangkunegaran - Pasukan Modern Pertama di Jawa

Legiun Mangkunegara
Quote:
Membahas Legiun Mangkunegaran nggak bisa lepas dari sejarah berdirinya Kadipaten Mangkunegaran oleh Raden Mas Said. Untuk info lanjut tentang Raden Mas Said aka Pangeran Sambernyawa bisa mampir di thread sebelah.
Legiun ini adalah legiun pribumi pertama yang diorganisasi secara modern ala Eropa. Nggak cuma pertama di nusantara tapi juga Asia! Bahkan restorasi Meiji dan modernisasi Siam belum mulai.
Modern dalam pengertian secara senjata, taktik, perekrutan, seragam dll hampir 100% ala Eropa utamanya Perancis-Belanda. Mereka tentara profesional yang dilatih secara rutin, berbeda dengan prajurit keraton Surakarta yang direkrut mirip wajib militer yaitu merekrut rakyat saat dibutuhkan saja. Di Jawa, Legiun Mangkunegaran hanya bisa disaingi oleh prajurit Pakualaman, bedanya prajurit Pakualaman kurang aktif di operasi militer bahkan akhirnya digembosi. Saking profesionalnya Legiun Mangkunegaran dilatih Prancis, Inggris dan juga Belanda di sekolah kemiliteran Soldat Sekul. Bahkan Napoleon memuji kemampuan Legiun Mangkunegaran.
Oh iya keraton-keraton jawa sangat dekat lho dengan Napoleon Bonaparte, sampai dibuat dalam 8 karya sastra, di antaranya Serat Napoliyun Bonaparte, Prabu Bonaparte, Cariyos Napoleon, Babad Napoleyon, Serat Napoleon


Soldat Sekul
"Bapaknya" Legiun Mangkunegara : Mangkunegara II
Embrio legiun sudah ada sejak masa Mangkunegara I yaitu pasukan pemberontak melawan Surakarta, Yogyakarta, dan Belanda. Tapi pembentukan legiun secara modern diawali oleh Mangkunegara IItahun 1808, yang terdiri dari 185 perwira dan 1105 personel dengan rincian 2 perwira senior dengan pangkat mayor, 4 perwira letnan ajudan, 9 perwira kapitein, 8 perwira letnan tua, 8 perwira letnan muda, 32 sersan bintara, 62 tamtama kopral, 900 flankier, 200 dragonder (pasukan berkuda), dan 50 steffel. Pada tahun 1825-1830, kekuatannya didukung 1500 personil sampai pada masa PD I pasukannya bertambah jadi 2000. Namun pasca PD I, pasukannya dikurangi hanya tinggal 900an prjurit saja. Walaupun kelihatan sedikit tapi karena dilatih secara profesional mereka lebih tangguh daripada pasukan keraton lainnya.



Apel di alun-alun

Seperti prajurit modern mereka mempunyai korps musik, dokter militer, dan administrasi.

Korps Musik dengan ciri celana hitam

Korps Musik dengan ciri celana hitam
Uniknya aba-aba militer diambil dari bahasa Belanda yang mengalami jawanisasi seperti purwares mares(voorwarts mars) yang berarti maju jalan, gewonepas (gewone pas), yakni jalan biasa, dan geswindepas (gezwinde pas) yang berarti jalan dipercepat.

Ketangguhan Legiun Mangkunegaran dimanfaatkan pasukan Belanda dengan merekrut mereka dalam beberapa operasi militer seperti Perang Aceh dan Perang Diponegoro. Bahkan katanya sampai direkrut untuk PD II.
Spoiler for Operasi Militer Melawan Inggris:
Karena mereka adalah prajurit profesional maka mereka digaji. Pemberian gaji bulanan kepada para prajurit sesuai dengan pangkat dan masa tugas. Selain gaji, prajurit legiun yang berpangkat di bawah perwira juga mendapat jatah ransum sebanyak 6 ons beras dan 25 gram garam tiap harinya. Uang pensiun diberikan kepada anggota legiun yang telah mengabdi selama minimal 20 tahun dan 15 tahun untuk dokter militer.

Panji Legiun Masa MN V

Bekas Gedung Kaveleri dan Artileri
Oh iya legiun ini juga memiliki anggota wanita karena embrionya pada jaman Raden Mas Said (Mangkunegara I) sudah ada 60 prajurit pemanah wanita. Kemudian dikurangi menjadi 44 personil. Prajurit wanita atau prajurit estri ini bertugas dalam hospitality, tapi tetap dibekali kemampuan tempur.
Akhir dari Legiun Mangkunegaran terjadi saat PD II ,Belanda kalah dan Jepang masuk Jawa. Jepang melucuti senjatanya. Beberapa anggota legiun masuk ke PETA atau kembali ke kraton dengan status abdi dalem biasa. Oh iya katanya ex-legiun ini juga berperan dalam terbentuknya Akademi Militer kita.
Silahkan dilanjutkan diskusinya.
Quote:
Spoiler for Thread TS yang lain:
Diubah oleh pisangkaramel 15-12-2014 21:20
0
101.4K
415
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
mamorukun
#37
Tambahan gan dari:
http://dennyspradita.blogspot.com/20...an-hindia.html
Sejarah Berdirinya Prajirit Mangkunagaran
Legiun mangkunegaran merupakan prajujrit profesional pertama di Nusantara. Prajurit mangkunegaran disebut prajurit profesional karena prajurit Mangkunegaran mendapat pendidikan Eropa dan hanya bekerja sebagai prajurit saja dan ketika pensiun kuga mendapatkan dan pensiun. Walaupun prajurit Mangkunegaran juga digunakan VOC ketika VOC berperang.
Legiun Mangkunegaran tidak diketahui kapan dibentuk dan diresmikan, tetapi cikal bakal Legiun Mangkunegaran berasal dari penyusunan pasukan dilakukan di Laroh, Kawasan Wonogiri, dimana pasukan tersebut menjadi suatu angkatan perang yang lebih tersusun. Pada awal berdirinya namanya bukan Legiun dan pada berdirinya Praja Mangkungaran pada17 Maret 1757 di pertemuan Salatiga yaitu dengan ditetapkanya “de positie, rang en inkomsten van dozen berugten, onder nomende en dappere prins, die java tot onderate boven had gegooid on dewelke achoon kleyn van postuur, het vuur en de vivaciteit uyt de oogen straalt- geregeld”, yang artinya “diatur kedudukan, pangkat serta penghasilan dari pangeran yang tenar, berani dan wira yang menjempalikkan tanah jawa, walaupun kecil badannya, namun matanya menyorotkan api dan kehidupan.” pasukan-pasukanya tetap dipelihara, pada hakekatnya lanjutan dari apa yang telah diadakan untuk bertempur dengan musuh. Dan setelah Praja Mangkunagaran berdiri dengan pemegang tampuk pimpinan Mangkunegara I barang tentu pasukan-pasukan itu juga menambah gengsi sebagaimana pada kerajaan lainya.
Awal terbentuknya Prajurit Mangkunagaran yaitu bertepatan dengan didirikan pada Raden Mas Said dijadikan pangeran Miji, langsung dibawah Sunan, dengan menerima hak-hak keistimewaan mengenai tata upacara dengan diberi tanah lungguh sebesar 4000 karya, terletak di kawasan Laroh, daerah pangkal mulanya perjuangan ; matesih; pegunungan selatan. Raden Mas Said juga diberi gelar “Pangeran Adipati Aria Mangkunagara”
Keadaan Awal Keprajuritan Mangkunagara
Setelah Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) diangkat menjadai Mangkunagara I, maka keadaan keprajuritan Mangkunagaran sebagai berikut:
Pasukan yang terbentuk dalam perjuangan ditambah lagi dengan :
1. Trunakroda 44 darat, keris, pedang
2. Trunayukada 44 darat, keris, perdang
3. Minakan 44 darat, keris, pedang
4. Tambakbana 44 darat, keris, pedang
5. Tambakbrata 44 darat, keris, pedang
6. Dasawani 44 darat, keris, cengking (memiliki Kerbau 40 ekor)
7. Dasarambat 44 darat, keris, Cengking (memiliki Kerbau 40 ekor)
8. Prangtandang 44 darat, panah,lawung, keris
9. Tirtasana 44 darat, panah, lawung
10. Gunasemita 44 darat, tumbak, sulam, keris
11. Gunatalikrama 44 darat, tumbak, sulam, keris
· Gunan (memelihara 60 kerbau)
1. Ciptamiguna 44 darat, panah, keris
2. Sabdamiguna 44 darat, panah, keris
· Dasarata (memelihara Kerbau 40 ekor)
1. Dasamuka 44 darat, tombak separo, senapan separo
2. Nirbita 44 darat, tombak separo, senapan separo
3. Trunaduta 44 darat, tombak, gambuh
4. Handakalawung 44 darat, senapan
5. Trunaduta 44 darat, tombak, gambuh
6. Trunasura 44 darat, tombak, gambuh
7. Handakalawung 44 darat, senapan
8. Handakawatang 44 darat, senapan
9. Kauman 44 darat, bandil
10. Danuwirata 44 darat, bandil
11. Danuwirapaksa 44 darat, bandil
· Madyan
1. Madyautama 44 darat, panah, keris carabali
2. Madyaprabata 44 darat
3. Madyapratala 44 darat
4. Madyaprajangga 44 darat
· Nagungan
1. Katawinangun 44 darat, panah, pentung
2. Purwawinangun 44 darat, panah, pentung
1. Singakurda 88 darat, lawung sulam
2. Brajawani 44 darat, lawung
3. Maradada 44 darat, lawung
4. Prawirarana 44 darat, lawung
5. Prawirasakti 44 darat, lawung
6. Sanaputra 88 berkuda, karbin, keris, anggaran
Prajurit ini memelihara 100 ekor kerbau
Pada waktu Mangkunegara I memegang kekuasaan Praja Mangkunegaran terdapat pasukan prajurit dibagi dalam bagian yang semua jumlah banyaknya prajurit:
1. Wanita yang berkuda 44 priya 2076 = 2124
2. Wnita yang membawa karbin 44 priya 440 = 484
3. Wanita yang membawa senapan 44 priya 396 = 440
4. Yang membawa Panah priya 83 = 83
Tombak 528 = 528
Pentung 396 = 396
Gembel dan Bendil 220 = 220
Pada keadaan aman kerbau- kerbau ini digunakan untuk mengolah sawah, Tetapi pada keadaan perang kerbau-kerbau ini dipakai sebagai hewan muatan: perkakas-perkakas perang yang dibutuhkan dalam palagan atau peluru
Pada awal pembentukan prajurit dalam jumlah tersebut termasuk dalam jumlah besar. Seragam yang digunakan dari praja mangkunagara tidak menentu, menurut kehendak Mangkunagara I dan tergantung apa yang dimiliki berupa bahan pakaian. Yang terbanyak dengan pinggiran renda.
Sejarah Terbentuknya Pasukan Mangkunegaran
Legioen Mangkunegaran menempati barak tentara di lapangan sebelah barat jalan masuk Pura Mangkunegaran. Untuk persenjataannya ditempatkan di gedung sebelah timur. Segala bentuk biaya termasuk persenjataan dibiayai oleh pemerintah Hindia Belanda.Pura Mangkunegaran adalah sebuah kadipaten yang pada waktu kejayaannya juga mempunyai korps militer elit dan maju. Kekuatan militer yang dibentuk itu bernama Legioen Mangkunegaran yang pada masanya sangat disegani. Pada tanggal 29 Juli 1808, Gubernur Jenderal Daendels mengangkat Pangeran Ario Prabu Prang Wedono menjadi kolonel untuk memimpin Legioen Mangkunegaran. Awal jumlah tentara Legioen Mangkunegaran saat itu adalah 800 prajurit infantrie fusilier, 100 prajurit jagers, 200 prajurit kavallerie, dan 50 prajurit rijdende artillerie.Legioen Mangkunegaran merupakan tentara cadangan pemerintah Hindia Belanda yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika pemerintah Hindia Belanda membutuhkannya.
Legioen Mangkunegaran juga dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mempertahankan diri. Banyak juga buku pegangan yang diberikan kepada tentara Legioen Mangkunegaran, seperti Aanwijzingen voor de schiet-opleiding met de tankbuks m 38, yaitu petunjuk menembak dengan senapan tank 38. Selain itu juga ada buku Schiet-voorscrift voor de infantrie, Dee 1: Geweeren karabijn, yaitu buku petunjuk bagi infantri jilid 1: senapan dan karabin.
Kebangkrutan VOC sebagai kongsi dagang Belanda berakhir dengan dibubarkannya kongsi tersebut pada tanggal 1 Januari 1800 oleh Pemerintahan Kerajaan Belanda.Tanggung jawab VOC di Nusantara ini juga lantas diambil alih oleh kerajaan. Pada waktu pembubaran terjadi, di Jawa kerajaan yang terbagi sudah menjalani suksesi untuk yang pertama kalinya sejak Giyanti (1755) dan Salatiga (1757).Kasunanan diperintah oleh Pakubuwana IV, Kasultanan diperintah oleh Hamengkubuwana II dan Mangkunegaran di perintah oleh Mangkunegara II. Ketiga penguasa di jawa itu dalam menghadapi perubahan jaman mengambil sikap yang berbeda. Semacam menganut suatu ideologi yang mendorong untuk bekerja demi kepentingan negara dan kerajaannya.
Mangkunegara II mengambil inisiatif yang cepat dengan datangnya Daendels ke Jawa.Legiun yang berkekuatan 1150 ribu personil dibentuk tahun 1808 sebagai wadah untuk menampung dan membangun kembali kekuatan militer peninggalan pendahulunya. Legiun ini terdiri dari pasukan infantri, kavaleri atau pasukan berkuda dan artileri. Sri Mangkunegara II adalah Kolonel pertama dalam pasukan Legiun Mangkunegaran dengan kata lain dalam sejarah Legiun ini Adipati ke dua di Mangkunegaran adalah pemegang jabatan komandan yang pertama kali.
Sri Mangkunegara II meski memiliki alasan kuat untuk membenci Belanda tetapi demi pembangunan militer yang kuat untuk sementara waktu mendahulukan kepentingan kerajaan dengan jalan mengundang perwira perwira militer Belanda yang profesional untuk melatih dan menggembleng Korps Mangkunegaran ini.
Prajurit Wanita Mengkunegaran
Tugas prajurit perempuan istana adalah menyambut tamu kehormatan. Mereka mengenakan pakaian laki-laki bersulam emas, menyambut tamu dengan menembakkan senjata tiga kali ke udara, setelah itu mereka naik kuda dan di belakangnya diikuti oleh Mangkunegara dan tamu-tamunya. Sesampai di tempat penerimaan tamu, prajurit perempuan itu masuk ke Dalem (sebuah ruang khusus) untuk berganti pakaian putih polos, dan kemudian tampil kembali di hadapan tamu-tamu, menunjukkan kemahirannya memanah. Pada saat yang lain, prajurit perempuan ini menari, memeragakan tubuhnya yang gagah-gemulai dalam tari-tari keprajuritan. Menurut penulis buku harian ini, yang merupakan bagian dari pasukan tersebut, para tamu berdecak kagum melihat kemahiran mereka, dan konon pertunjukan semacam ini belum pernah dilihat pegawai Kumpeni di Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Semarang.
Institusi keprajuritan perempuan ini dibangun setelah Mangkunegara I, anak Pangeran Arya Mangkunegara, adik Pakubuwana II, yang waktu mudanya bernama Suryakusuma dengan gelar Pangeran Prang Wadana, dan lebih populer disebut Mas Said, menghentikan peperangannya.
Belum jelas apakah prajurit perempuan juga pernah berperang di medan laga. Ann Kumar kesulitan menjawab hal ini karena ketaktersediaan sumber sejarah tentang itu.
Struktur Militer
Pada awalnya memiliki 2 perwira senior dengan pangkat mayor, 4 perwira letnan ajudan, 9 perwira kapitein, 8 perwira letnan tua, 8 perwira letnan muda, 32 sersan bintara, 62 tamtama kopral, 900 flankier, 200 dragonder (dragoon), dan 50 steffel. Seragam yang dipergunakan adalah; topi syako dan jas hitam pendek untuk bintara dan prajurit. Topi syako untuk perwira, kemudian jas hitam, dan celana putih.
Pembangunan kekuatan militer kerajaan secara periodik mencapai pasang surut sesuai dengan jamannya;
ü Tahun 1808 Legiun Mangkunegaran memiliki; 1.150 prajurit yang terdiri dari 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri(KOMPAS, 4 Oktober 2010)
ü Tahun 1816 jumlah personilnya ada 739 serdadu kemudian sebanyak 800 orang.
ü Tahun 1825-1830 jumlah personil militernya ada 1500 serdadu.
ü Tahun 1831 Jumlahnya berkurang menjadi 1000 serdadu.
ü Tahun 1888 Pasukan Artileri berkekuatan 50 tentara ditiadakan dengan alasan krisis keuangan.
Untuk membentuk dan membangun militer yang moderen dan tangguh pada jamannya dijalankan bentuk bentuk pencapaian sebagai berikut:
ü Reorganisasi kemiliteran
ü Disusun buku panduan Sekolah Prajurit 1855
ü Mendatangkan pelatif profesional ketentaraan dari Eropa; 1 kapten infanteri, 4 bintara infanteri, 1 letnan dan 1 bintara kavaleri. 4. Tahun 1935 Legiun Mangkunegaran dibagi dalam staf yang memiliki;ajudan atau intendan, dokter militer, dan korps musik, dan batalyon dibagi dengan 6 kompi serta unit mitraliur
Misi Yang Dilakukan Pasukan Mangkunegaran
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh Pasukan Mangkunegaran, antara lain :
ü Misi di Jogja
Pemberangkatan pasukan Mangkunegaran tiba di Yogyakarta pada tahun 1812 dan langsung dipimpin oleh sang komandan Pangeran Adipati Prangwadana. Misi di Yogyakarta selain mencegah konflik yang berlarut di kalangan keluarga sultan Yogyakarta juga untuk menghadiri wisuda Pangeran Natakusuma sebagai Adipati Paku Alam I. Pasukan Mangkunegaran di Yogyakarta dihadang oleh oleh pasukan Yogyakarta yang dipimpin oleh Raden Sindureja.
ü Misi di Aceh
Dalam misi penyerbuan ke Aceh Legiun Mangkunegaran dengan Paku Alam berangkat dari pelabuhan Semarang.KPH. Gandasisworo dari Mangkunegaran dan KPH. Pakukuning dari Paku Alaman keduanya adalah sebagai komandan misi dari masing masing kerajaan.
ü Pertempuran Tuntang
Pertempuran di tuntang tempat Gubernur Yanssens menyerah adalah pertempuran mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris tetapi gagal.Dalam babad Paku Alaman dikatakan bahwa Pangeran Prangwadana keplajar atau melarikan diri dari arena pertempuran tetapi babad Paku Alaman tidak pernah mengemukakan satuan pasukan dari Kasultanan dan Kasunanan yang memiliki kewajiban membantu pasukan Yanssens menghadapi Inggris. Satu satunya bantuan yang dinantikan oleh Yanssen ternyata hanya datang dari Mangkunegaran.
ü Perang Dunia II
Legiun Mangkunegaran terlibat dalam perang dunia II ketika Jepang menyerbu Jawa.
Pembubaran Pasukan
Runtuhnya pemerintahan Hindia Belanda yang diikuti masuknya tentara Jepang ke Hindia Belanda, juga berdampak kepada Legioen Mangkunegaran. Akhirnya tahun 1942 Legioen Mangkunegaran dibubarkan pemerintah pendudukan Jepang.
Kesimpulan
Juli 1808, Gubernur Jenderal Daendels mengangkat Pangeran Ario Prabu Prang Wedono menjadi kolonel untuk memimpin Legioen Mangkunegaran. Awal jumlah tentara Legioen Mangkunegaran saat itu adalah 800 prajurit infantrie fusilier, 100 prajurit jagers, 200 prajurit kavallerie, dan 50 prajurit rijdende artillerie. Segala bentuk biaya termasuk persenjataan dibiayai oleh pemerintah Hindia Belanda Legioen Mangkunegaran merupakan tentara cadangan pemerintah Hindia Belanda yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika pemerintah Hindia Belanda membutuhkannya. Legioen Mangkunegaran juga dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mempertahankan diri. Banyak juga buku pegangan yang diberikan kepada tentara Legioen Mangkunegaran. Di Pura mankunegaran terdapat pula Prajurit wanita. Tugas prajurit perempuan istana adalah menyambut tamu kehormatan. Mereka mengenakan pakaian laki-laki bersulam emas, menyambut tamu dengan menembakkan senjata tiga kali ke udara, setelah itu mereka naik kuda dan di belakangnya diikuti oleh Mangkunegara dan tamu-tamunya. Sesampai di tempat penerimaan tamu, prajurit perempuan itu masuk ke Dalem (sebuah ruang khusus) untuk berganti pakaian putih polos, dan kemudian tampil kembali di hadapan tamu-tamu, menunjukkan kemahirannya memanah. Pada saat yang lain, prajurit perempuan ini menari, memeragakan tubuhnya yang gagah-gemulai dalam tari-tari keprajuritan.
Buat para generasi muda jangan melupakan jasa- jasa pahlawan, karena kita tidak bisa merdeka apabila tiadak ada pahlawan yang mau berjuang untuk Bangsa Indonesia
http://dennyspradita.blogspot.com/20...an-hindia.html
Sejarah Berdirinya Prajirit Mangkunagaran
Legiun mangkunegaran merupakan prajujrit profesional pertama di Nusantara. Prajurit mangkunegaran disebut prajurit profesional karena prajurit Mangkunegaran mendapat pendidikan Eropa dan hanya bekerja sebagai prajurit saja dan ketika pensiun kuga mendapatkan dan pensiun. Walaupun prajurit Mangkunegaran juga digunakan VOC ketika VOC berperang.
Legiun Mangkunegaran tidak diketahui kapan dibentuk dan diresmikan, tetapi cikal bakal Legiun Mangkunegaran berasal dari penyusunan pasukan dilakukan di Laroh, Kawasan Wonogiri, dimana pasukan tersebut menjadi suatu angkatan perang yang lebih tersusun. Pada awal berdirinya namanya bukan Legiun dan pada berdirinya Praja Mangkungaran pada17 Maret 1757 di pertemuan Salatiga yaitu dengan ditetapkanya “de positie, rang en inkomsten van dozen berugten, onder nomende en dappere prins, die java tot onderate boven had gegooid on dewelke achoon kleyn van postuur, het vuur en de vivaciteit uyt de oogen straalt- geregeld”, yang artinya “diatur kedudukan, pangkat serta penghasilan dari pangeran yang tenar, berani dan wira yang menjempalikkan tanah jawa, walaupun kecil badannya, namun matanya menyorotkan api dan kehidupan.” pasukan-pasukanya tetap dipelihara, pada hakekatnya lanjutan dari apa yang telah diadakan untuk bertempur dengan musuh. Dan setelah Praja Mangkunagaran berdiri dengan pemegang tampuk pimpinan Mangkunegara I barang tentu pasukan-pasukan itu juga menambah gengsi sebagaimana pada kerajaan lainya.
Awal terbentuknya Prajurit Mangkunagaran yaitu bertepatan dengan didirikan pada Raden Mas Said dijadikan pangeran Miji, langsung dibawah Sunan, dengan menerima hak-hak keistimewaan mengenai tata upacara dengan diberi tanah lungguh sebesar 4000 karya, terletak di kawasan Laroh, daerah pangkal mulanya perjuangan ; matesih; pegunungan selatan. Raden Mas Said juga diberi gelar “Pangeran Adipati Aria Mangkunagara”
Keadaan Awal Keprajuritan Mangkunagara
Setelah Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) diangkat menjadai Mangkunagara I, maka keadaan keprajuritan Mangkunagaran sebagai berikut:
Pasukan yang terbentuk dalam perjuangan ditambah lagi dengan :
1. Trunakroda 44 darat, keris, pedang
2. Trunayukada 44 darat, keris, perdang
3. Minakan 44 darat, keris, pedang
4. Tambakbana 44 darat, keris, pedang
5. Tambakbrata 44 darat, keris, pedang
6. Dasawani 44 darat, keris, cengking (memiliki Kerbau 40 ekor)
7. Dasarambat 44 darat, keris, Cengking (memiliki Kerbau 40 ekor)
8. Prangtandang 44 darat, panah,lawung, keris
9. Tirtasana 44 darat, panah, lawung
10. Gunasemita 44 darat, tumbak, sulam, keris
11. Gunatalikrama 44 darat, tumbak, sulam, keris
· Gunan (memelihara 60 kerbau)
1. Ciptamiguna 44 darat, panah, keris
2. Sabdamiguna 44 darat, panah, keris
· Dasarata (memelihara Kerbau 40 ekor)
1. Dasamuka 44 darat, tombak separo, senapan separo
2. Nirbita 44 darat, tombak separo, senapan separo
3. Trunaduta 44 darat, tombak, gambuh
4. Handakalawung 44 darat, senapan
5. Trunaduta 44 darat, tombak, gambuh
6. Trunasura 44 darat, tombak, gambuh
7. Handakalawung 44 darat, senapan
8. Handakawatang 44 darat, senapan
9. Kauman 44 darat, bandil
10. Danuwirata 44 darat, bandil
11. Danuwirapaksa 44 darat, bandil
· Madyan
1. Madyautama 44 darat, panah, keris carabali
2. Madyaprabata 44 darat
3. Madyapratala 44 darat
4. Madyaprajangga 44 darat
· Nagungan
1. Katawinangun 44 darat, panah, pentung
2. Purwawinangun 44 darat, panah, pentung
1. Singakurda 88 darat, lawung sulam
2. Brajawani 44 darat, lawung
3. Maradada 44 darat, lawung
4. Prawirarana 44 darat, lawung
5. Prawirasakti 44 darat, lawung
6. Sanaputra 88 berkuda, karbin, keris, anggaran
Prajurit ini memelihara 100 ekor kerbau
Pada waktu Mangkunegara I memegang kekuasaan Praja Mangkunegaran terdapat pasukan prajurit dibagi dalam bagian yang semua jumlah banyaknya prajurit:
1. Wanita yang berkuda 44 priya 2076 = 2124
2. Wnita yang membawa karbin 44 priya 440 = 484
3. Wanita yang membawa senapan 44 priya 396 = 440
4. Yang membawa Panah priya 83 = 83
Tombak 528 = 528
Pentung 396 = 396
Gembel dan Bendil 220 = 220
Pada keadaan aman kerbau- kerbau ini digunakan untuk mengolah sawah, Tetapi pada keadaan perang kerbau-kerbau ini dipakai sebagai hewan muatan: perkakas-perkakas perang yang dibutuhkan dalam palagan atau peluru
Pada awal pembentukan prajurit dalam jumlah tersebut termasuk dalam jumlah besar. Seragam yang digunakan dari praja mangkunagara tidak menentu, menurut kehendak Mangkunagara I dan tergantung apa yang dimiliki berupa bahan pakaian. Yang terbanyak dengan pinggiran renda.
Sejarah Terbentuknya Pasukan Mangkunegaran
Legioen Mangkunegaran menempati barak tentara di lapangan sebelah barat jalan masuk Pura Mangkunegaran. Untuk persenjataannya ditempatkan di gedung sebelah timur. Segala bentuk biaya termasuk persenjataan dibiayai oleh pemerintah Hindia Belanda.Pura Mangkunegaran adalah sebuah kadipaten yang pada waktu kejayaannya juga mempunyai korps militer elit dan maju. Kekuatan militer yang dibentuk itu bernama Legioen Mangkunegaran yang pada masanya sangat disegani. Pada tanggal 29 Juli 1808, Gubernur Jenderal Daendels mengangkat Pangeran Ario Prabu Prang Wedono menjadi kolonel untuk memimpin Legioen Mangkunegaran. Awal jumlah tentara Legioen Mangkunegaran saat itu adalah 800 prajurit infantrie fusilier, 100 prajurit jagers, 200 prajurit kavallerie, dan 50 prajurit rijdende artillerie.Legioen Mangkunegaran merupakan tentara cadangan pemerintah Hindia Belanda yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika pemerintah Hindia Belanda membutuhkannya.
Legioen Mangkunegaran juga dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mempertahankan diri. Banyak juga buku pegangan yang diberikan kepada tentara Legioen Mangkunegaran, seperti Aanwijzingen voor de schiet-opleiding met de tankbuks m 38, yaitu petunjuk menembak dengan senapan tank 38. Selain itu juga ada buku Schiet-voorscrift voor de infantrie, Dee 1: Geweeren karabijn, yaitu buku petunjuk bagi infantri jilid 1: senapan dan karabin.
Kebangkrutan VOC sebagai kongsi dagang Belanda berakhir dengan dibubarkannya kongsi tersebut pada tanggal 1 Januari 1800 oleh Pemerintahan Kerajaan Belanda.Tanggung jawab VOC di Nusantara ini juga lantas diambil alih oleh kerajaan. Pada waktu pembubaran terjadi, di Jawa kerajaan yang terbagi sudah menjalani suksesi untuk yang pertama kalinya sejak Giyanti (1755) dan Salatiga (1757).Kasunanan diperintah oleh Pakubuwana IV, Kasultanan diperintah oleh Hamengkubuwana II dan Mangkunegaran di perintah oleh Mangkunegara II. Ketiga penguasa di jawa itu dalam menghadapi perubahan jaman mengambil sikap yang berbeda. Semacam menganut suatu ideologi yang mendorong untuk bekerja demi kepentingan negara dan kerajaannya.
Mangkunegara II mengambil inisiatif yang cepat dengan datangnya Daendels ke Jawa.Legiun yang berkekuatan 1150 ribu personil dibentuk tahun 1808 sebagai wadah untuk menampung dan membangun kembali kekuatan militer peninggalan pendahulunya. Legiun ini terdiri dari pasukan infantri, kavaleri atau pasukan berkuda dan artileri. Sri Mangkunegara II adalah Kolonel pertama dalam pasukan Legiun Mangkunegaran dengan kata lain dalam sejarah Legiun ini Adipati ke dua di Mangkunegaran adalah pemegang jabatan komandan yang pertama kali.
Sri Mangkunegara II meski memiliki alasan kuat untuk membenci Belanda tetapi demi pembangunan militer yang kuat untuk sementara waktu mendahulukan kepentingan kerajaan dengan jalan mengundang perwira perwira militer Belanda yang profesional untuk melatih dan menggembleng Korps Mangkunegaran ini.
Prajurit Wanita Mengkunegaran
Tugas prajurit perempuan istana adalah menyambut tamu kehormatan. Mereka mengenakan pakaian laki-laki bersulam emas, menyambut tamu dengan menembakkan senjata tiga kali ke udara, setelah itu mereka naik kuda dan di belakangnya diikuti oleh Mangkunegara dan tamu-tamunya. Sesampai di tempat penerimaan tamu, prajurit perempuan itu masuk ke Dalem (sebuah ruang khusus) untuk berganti pakaian putih polos, dan kemudian tampil kembali di hadapan tamu-tamu, menunjukkan kemahirannya memanah. Pada saat yang lain, prajurit perempuan ini menari, memeragakan tubuhnya yang gagah-gemulai dalam tari-tari keprajuritan. Menurut penulis buku harian ini, yang merupakan bagian dari pasukan tersebut, para tamu berdecak kagum melihat kemahiran mereka, dan konon pertunjukan semacam ini belum pernah dilihat pegawai Kumpeni di Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Semarang.
Institusi keprajuritan perempuan ini dibangun setelah Mangkunegara I, anak Pangeran Arya Mangkunegara, adik Pakubuwana II, yang waktu mudanya bernama Suryakusuma dengan gelar Pangeran Prang Wadana, dan lebih populer disebut Mas Said, menghentikan peperangannya.
Belum jelas apakah prajurit perempuan juga pernah berperang di medan laga. Ann Kumar kesulitan menjawab hal ini karena ketaktersediaan sumber sejarah tentang itu.
Struktur Militer
Pada awalnya memiliki 2 perwira senior dengan pangkat mayor, 4 perwira letnan ajudan, 9 perwira kapitein, 8 perwira letnan tua, 8 perwira letnan muda, 32 sersan bintara, 62 tamtama kopral, 900 flankier, 200 dragonder (dragoon), dan 50 steffel. Seragam yang dipergunakan adalah; topi syako dan jas hitam pendek untuk bintara dan prajurit. Topi syako untuk perwira, kemudian jas hitam, dan celana putih.
Pembangunan kekuatan militer kerajaan secara periodik mencapai pasang surut sesuai dengan jamannya;
ü Tahun 1808 Legiun Mangkunegaran memiliki; 1.150 prajurit yang terdiri dari 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri(KOMPAS, 4 Oktober 2010)
ü Tahun 1816 jumlah personilnya ada 739 serdadu kemudian sebanyak 800 orang.
ü Tahun 1825-1830 jumlah personil militernya ada 1500 serdadu.
ü Tahun 1831 Jumlahnya berkurang menjadi 1000 serdadu.
ü Tahun 1888 Pasukan Artileri berkekuatan 50 tentara ditiadakan dengan alasan krisis keuangan.
Untuk membentuk dan membangun militer yang moderen dan tangguh pada jamannya dijalankan bentuk bentuk pencapaian sebagai berikut:
ü Reorganisasi kemiliteran
ü Disusun buku panduan Sekolah Prajurit 1855
ü Mendatangkan pelatif profesional ketentaraan dari Eropa; 1 kapten infanteri, 4 bintara infanteri, 1 letnan dan 1 bintara kavaleri. 4. Tahun 1935 Legiun Mangkunegaran dibagi dalam staf yang memiliki;ajudan atau intendan, dokter militer, dan korps musik, dan batalyon dibagi dengan 6 kompi serta unit mitraliur
Misi Yang Dilakukan Pasukan Mangkunegaran
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh Pasukan Mangkunegaran, antara lain :
ü Misi di Jogja
Pemberangkatan pasukan Mangkunegaran tiba di Yogyakarta pada tahun 1812 dan langsung dipimpin oleh sang komandan Pangeran Adipati Prangwadana. Misi di Yogyakarta selain mencegah konflik yang berlarut di kalangan keluarga sultan Yogyakarta juga untuk menghadiri wisuda Pangeran Natakusuma sebagai Adipati Paku Alam I. Pasukan Mangkunegaran di Yogyakarta dihadang oleh oleh pasukan Yogyakarta yang dipimpin oleh Raden Sindureja.
ü Misi di Aceh
Dalam misi penyerbuan ke Aceh Legiun Mangkunegaran dengan Paku Alam berangkat dari pelabuhan Semarang.KPH. Gandasisworo dari Mangkunegaran dan KPH. Pakukuning dari Paku Alaman keduanya adalah sebagai komandan misi dari masing masing kerajaan.
ü Pertempuran Tuntang
Pertempuran di tuntang tempat Gubernur Yanssens menyerah adalah pertempuran mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris tetapi gagal.Dalam babad Paku Alaman dikatakan bahwa Pangeran Prangwadana keplajar atau melarikan diri dari arena pertempuran tetapi babad Paku Alaman tidak pernah mengemukakan satuan pasukan dari Kasultanan dan Kasunanan yang memiliki kewajiban membantu pasukan Yanssens menghadapi Inggris. Satu satunya bantuan yang dinantikan oleh Yanssen ternyata hanya datang dari Mangkunegaran.
ü Perang Dunia II
Legiun Mangkunegaran terlibat dalam perang dunia II ketika Jepang menyerbu Jawa.
Pembubaran Pasukan
Runtuhnya pemerintahan Hindia Belanda yang diikuti masuknya tentara Jepang ke Hindia Belanda, juga berdampak kepada Legioen Mangkunegaran. Akhirnya tahun 1942 Legioen Mangkunegaran dibubarkan pemerintah pendudukan Jepang.
Kesimpulan
Juli 1808, Gubernur Jenderal Daendels mengangkat Pangeran Ario Prabu Prang Wedono menjadi kolonel untuk memimpin Legioen Mangkunegaran. Awal jumlah tentara Legioen Mangkunegaran saat itu adalah 800 prajurit infantrie fusilier, 100 prajurit jagers, 200 prajurit kavallerie, dan 50 prajurit rijdende artillerie. Segala bentuk biaya termasuk persenjataan dibiayai oleh pemerintah Hindia Belanda Legioen Mangkunegaran merupakan tentara cadangan pemerintah Hindia Belanda yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika pemerintah Hindia Belanda membutuhkannya. Legioen Mangkunegaran juga dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mempertahankan diri. Banyak juga buku pegangan yang diberikan kepada tentara Legioen Mangkunegaran. Di Pura mankunegaran terdapat pula Prajurit wanita. Tugas prajurit perempuan istana adalah menyambut tamu kehormatan. Mereka mengenakan pakaian laki-laki bersulam emas, menyambut tamu dengan menembakkan senjata tiga kali ke udara, setelah itu mereka naik kuda dan di belakangnya diikuti oleh Mangkunegara dan tamu-tamunya. Sesampai di tempat penerimaan tamu, prajurit perempuan itu masuk ke Dalem (sebuah ruang khusus) untuk berganti pakaian putih polos, dan kemudian tampil kembali di hadapan tamu-tamu, menunjukkan kemahirannya memanah. Pada saat yang lain, prajurit perempuan ini menari, memeragakan tubuhnya yang gagah-gemulai dalam tari-tari keprajuritan.
Buat para generasi muda jangan melupakan jasa- jasa pahlawan, karena kita tidak bisa merdeka apabila tiadak ada pahlawan yang mau berjuang untuk Bangsa Indonesia
0


.

