- Beranda
- Stories from the Heart
Beauty in the dark
...
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. 

Catatan Kecil Seorang pramuria
Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..
Quote:
PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:
PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:
PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:
PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:
PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:
Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:
NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.
Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )
Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.9K
956
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mindtalk
#700
Siapa aku.?
Tak ada yang bicara malam ini.. Seakan semua kebisuan menjadi yang utama dari semuanya.. Hening malam semakin mencekam bagi diriku.. Kujatuhkan gunting yang sudah berlumuran darah dari tanganku.. Bahkan suara jatuhnya seperti suara petir ditengah keheningan yang ada.. Semua terasa hening dan mencekam setelah apa yang aku lakukan.. Walau yang aku lakukan tak berarti dari yang sebenarnya aku inginkan.. Eza dan Andra hanya diam memandang sekitar, tak ada suara..
Aku berjalan lemah ke kasurku.. Sakit yang aku rasakan dikemaluanku seakan menghilang.. Bahkan tubuh seakan kembali bugar karena aku dengan senang hati melakukan penyiksaan terhadap ninda.. Ya.. Aku menyiksanya dengan kegilaanku.. Bukankah aku sedikit gila malam itu.. Memukulinya dengan brutal dan tanpa ampun.. Memotong semua rambut indahnya hingga tak berbentuk.. Dan aku melukainya hingga dia akan menyesal dan mengingatnya selama dia hidup..
Gunting itu masih ternggok dengan untaian darah yang melekat padanya.. Tak ada yang mengambilnya atau mengindahkannya.. Semua seakan hening dengan yang aku perbuat walau sebenarnya tak terlalu hening.. Aku duduk disebelah andra kusenderkan kepalaku dibahunya.. Dia memelukku dengan hangat dan tersenyum kepadaku.. Sementara eza.. Dia masih disana, didekat ninda yang tersungkur dilantai kamar.. Seperti tak bernyawa.. atau entah apa aku meyebut kondisinya..
Aku masih melihat ke ninda yang masih sedikit menangis dan ketakutan dilantai itu.. Dia memegang wajahnya yang sudah aku rusak.. Dan tentu saja semakin lama penanganan untuk luka yang aku berikan maka akan semakin berbekas lah luka itu.. Entah apa yang dia lakukan dengan kondisinya aku tak akan memperdulikannya..
Dengan sigap eza mengambil hape dari tas ninda dan menekan nomor yang mungkin eza tau..
Eza langsung mematikan tlp tanpa basa basi.. Dan melemparkan hape ke ninda..
Entahlah, malam ini aku seperti orang yang menyukai kekerasan.. Aku seakan menikmati apa yang hendak aku lakukan dengan mereka.. Tak butuh waktu lama untuk hp ninda berdering.. Eza sudah menyuruh lita masuk untuk membawa ninda.. Dan lita sudah masuk ke dalam rumah yang kemudian diarahkan eza untuk ke kamar.. Dia yang melihat kondisi ninda sudah shock dan takut.. Dia hanya diam menghampiri ninda yang masih menangis.. Bahkan dia tak berani berbicara lantang kepadaku atau sekedar bertanya apa yang terjadi..
Lita sudah meringkuk ketakutan dan sesekali berkata " za.. jangan za.." " maafin gue sha.. " ge mohon.. " dan berbagai hal lainnya saat eza mulai memperlakukannya dengan kasar.. Aku menikmatinya.. Aku menikmati penyiksaan yang eza lakukan terhadapnya.. Dan eza melakukannya seperti mereka melakukannya kepadaku tanpa ampun.. Ya.. aku menyukai saat lita menangis dan dipukuli olehnya.. Dia seperti mengalami mimpi buruk.. Bahkan eza melakukannya dengan kasar.. hanya untuk memberikan lita perasaan bagaimana jika aku ada diposisi seperti itu..
Dan aku benar menyukainya.. Aku lihat lita sudah kacau.. Dia melihat gunting yang aku gunakan untuk menyiksa ninda.. Dia mencoba bunuh diri namun eza menghalanginya dan memberikannya tamparan yang teramat sangat..
Lita hanya menangis tertahan dengan kondisi kacaunya.. Dan aku menikmati semuanya..
Aku melihat sedikit goretan darah dari lita.. Karena eza melakukannya dengan kasar, dia berjalan dengan kesusahan sambil memegang area kemaluannya dan memapah ninda.. Mereka merasakan apa yang aku rasakan dikegelapan malam.. Hanya mereka berdua dan aku sendiri.. Setidaknya aku mengajarkan mereka bagaimana hidup yang terenggut secara paksa itu..
Aku.. seakan tak mengerti apa yang terjadi dan seakan menganggap semuanya hanya sekedar hari yang mebuatku menunjukan sosok dari sisi gelapku.. Dan aku dengan santainya berkata bahwa aku ingin sendiri disini.. Aku ingin sendiri dikamar ini dan meminta mereka berdua meninggalkanku..
Aku berjalan lemah ke kasurku.. Sakit yang aku rasakan dikemaluanku seakan menghilang.. Bahkan tubuh seakan kembali bugar karena aku dengan senang hati melakukan penyiksaan terhadap ninda.. Ya.. Aku menyiksanya dengan kegilaanku.. Bukankah aku sedikit gila malam itu.. Memukulinya dengan brutal dan tanpa ampun.. Memotong semua rambut indahnya hingga tak berbentuk.. Dan aku melukainya hingga dia akan menyesal dan mengingatnya selama dia hidup..
Gunting itu masih ternggok dengan untaian darah yang melekat padanya.. Tak ada yang mengambilnya atau mengindahkannya.. Semua seakan hening dengan yang aku perbuat walau sebenarnya tak terlalu hening.. Aku duduk disebelah andra kusenderkan kepalaku dibahunya.. Dia memelukku dengan hangat dan tersenyum kepadaku.. Sementara eza.. Dia masih disana, didekat ninda yang tersungkur dilantai kamar.. Seperti tak bernyawa.. atau entah apa aku meyebut kondisinya..
Quote:
Aku masih melihat ke ninda yang masih sedikit menangis dan ketakutan dilantai itu.. Dia memegang wajahnya yang sudah aku rusak.. Dan tentu saja semakin lama penanganan untuk luka yang aku berikan maka akan semakin berbekas lah luka itu.. Entah apa yang dia lakukan dengan kondisinya aku tak akan memperdulikannya..
Quote:
Dengan sigap eza mengambil hape dari tas ninda dan menekan nomor yang mungkin eza tau..
Quote:
Eza langsung mematikan tlp tanpa basa basi.. Dan melemparkan hape ke ninda..
Quote:
Entahlah, malam ini aku seperti orang yang menyukai kekerasan.. Aku seakan menikmati apa yang hendak aku lakukan dengan mereka.. Tak butuh waktu lama untuk hp ninda berdering.. Eza sudah menyuruh lita masuk untuk membawa ninda.. Dan lita sudah masuk ke dalam rumah yang kemudian diarahkan eza untuk ke kamar.. Dia yang melihat kondisi ninda sudah shock dan takut.. Dia hanya diam menghampiri ninda yang masih menangis.. Bahkan dia tak berani berbicara lantang kepadaku atau sekedar bertanya apa yang terjadi..
Quote:
Lita sudah meringkuk ketakutan dan sesekali berkata " za.. jangan za.." " maafin gue sha.. " ge mohon.. " dan berbagai hal lainnya saat eza mulai memperlakukannya dengan kasar.. Aku menikmatinya.. Aku menikmati penyiksaan yang eza lakukan terhadapnya.. Dan eza melakukannya seperti mereka melakukannya kepadaku tanpa ampun.. Ya.. aku menyukai saat lita menangis dan dipukuli olehnya.. Dia seperti mengalami mimpi buruk.. Bahkan eza melakukannya dengan kasar.. hanya untuk memberikan lita perasaan bagaimana jika aku ada diposisi seperti itu..
Dan aku benar menyukainya.. Aku lihat lita sudah kacau.. Dia melihat gunting yang aku gunakan untuk menyiksa ninda.. Dia mencoba bunuh diri namun eza menghalanginya dan memberikannya tamparan yang teramat sangat..
Quote:
Lita hanya menangis tertahan dengan kondisi kacaunya.. Dan aku menikmati semuanya..
Quote:
Aku melihat sedikit goretan darah dari lita.. Karena eza melakukannya dengan kasar, dia berjalan dengan kesusahan sambil memegang area kemaluannya dan memapah ninda.. Mereka merasakan apa yang aku rasakan dikegelapan malam.. Hanya mereka berdua dan aku sendiri.. Setidaknya aku mengajarkan mereka bagaimana hidup yang terenggut secara paksa itu..
Aku.. seakan tak mengerti apa yang terjadi dan seakan menganggap semuanya hanya sekedar hari yang mebuatku menunjukan sosok dari sisi gelapku.. Dan aku dengan santainya berkata bahwa aku ingin sendiri disini.. Aku ingin sendiri dikamar ini dan meminta mereka berdua meninggalkanku..
Quote:
Diubah oleh mindtalk 11-09-2014 10:05
0
