[REBORN] Pasukan Abadi, Tentara Elite Kekaisaran Persia
TS
Krayak
[REBORN] Pasukan Abadi, Tentara Elite Kekaisaran Persia
Quote:
Pasukan Abadi adalah pasukan elit di Kekaisaran Persia Akhemeniyah. Mereka adalah tentara tetap, berbeda dari kebanyakan tentara Persia yang biasanya adalah orang biasa yang diharuskan ikut berperang pada saat ada perang. Pasukan Abadi menjalani pealtihan yang lebih baik dan memakai perlengkapan yang lebih baik di banding prajurit biasa. Mereka juga amat setia pada raja.
Quote:
Kenapa disebut pasukan Abadi
Sejarawan Yunani kuno, Herodotos dan Xenophon menulis bahwa pasukan ini disebut Athanatoi (pasukan abadi) karena jumlahnya selalu tetap, yakni 10.000 prajurit. Mereka punya tradisi dan aturan bahwa jika ada tentara Abadi yang terbunuh, maka akan langsung digantikan oleh tentara baru.
Kemungkinan lain adalah bahwa nama pasukan ini dalam bahasa Persia adalah Anusiya ("rekan") tapi Herodotos telah keliru membedakannya dengan Anausa ("pasukan Abadi")
Quote:
Sejarah singkat
Menurut Xenophon, Pasukan Abadi dibentuk oleh Koresh Agung (Cyrus II). Pada masa kekuasaan Koresh, Kekaisaran Persia Akhemeniyah berhasil menaklukan banyak suku bangsa, mulai dari bangsa Assyria, Bablionia, Mede, Lydia, Parthia, dan Ionia. Kekuasaannya terbentang mulai dari sungai Indus di India sampai Hellespontos di Yunani. Karena kekaisarannya bertambah luas, Koresh merasa bahwa keamanan dirinya perlu ditingkatkan.
Quote:
Dia memikirkan kepada siapa dia dapat mempercayakan keamanan istananya........ Dia memilih di antara mereka sepuluh ribu prajurit, yang berkemah di sekitar istana, menjaganya siang dan malam, dan ikut menemaninya jika dia pergi, mengiringi di dekatnya. ”
—Xenophon, Kyrou Paideia.
Dalam pertempuran, Pasukan Abadi bertanggung jawab untuk melindungi tenda kerajaan yang ditempati oleh raja. Pasukan Abadi ikut berperang dalam penaklukan Koresh Agung di Kekaisaran Babilonia Baru pada 547 SM, kampanye Kambises melawan Mesir pada 525 SM dan invasi Darius Agung ke Punjab Barat dan Sindh di India serta ke Skithia pada 520 SM dan 513 SM. Dalam Pertempuran Gaugamela pada 331 SM, Pasukan Abadi melindungi gerak mundur kaisar Darius III. Kemungkinan Pasukan Abadi juga ikut serta dalam Pertempuran Gerbang Persia pada 330 SM.
Aleksander Agung berhasil mengalahkan Pasukan Abadi dalam Pertempuran Issos pada 333 SM. Setelah Kekaisaran Persia Akhemeniyah runtuh, Pasukan Abadi pun kemugkinan dibubarkan.
Spoiler for Pasukan Abadi:
Quote:
Keterlibatan Terkenal (Perang Yunani-Persia)
Dalam Perang Yunani-Persia, Pasukan Abadi berpartisipasi dalam Pengepungan Eretria dan Pertempuran Marathon pada 490 SM dalam invasi yang pertama, serta Pertempuran Thermopylae pada 480 SM dan Pertempuran Plataia pada 79 SM dalam invasi yang kedua. Di Thermopylae, Pasukan Yunani yang dipimpin Leonidas menghalangi jalan sempit di pesisir dan mencegah pasukan Persia memasuki kota-kota Yunani.
Quote:
Pertempuran Terkenal: Thermopylae
Pada hari pertama pertempuran, Xerxes mengirim pasukan Mede untuk menyerang pasukan Yunani tapi pasukan Mede dibantai oleh pasukan Yunani. Karena serangan pertamanya gagal, Xerxes pun mengirimkan Pasukan Abadi namun lagi-lagi gagal. Pertahanan pasukan Yunani tetap tidak dapat ditembus.
Pada hari kedua, Xerxes kembali mengirimkan Pasukan Abadi untuk menyerang pasukan Yunani, namun seperti halnya pada hari pertama, serangan ini tidak banyak membuahkan hasil.
Pada hari ketiga, berkat informasi dari seorang Yunani bernama Ephialtes, pasukan Persia berhasil mengepung pasukan Yunani. Sebelum sepenuhnya terkepung, Leonidas memerintahkan sebagian tentara Yunani untuk mundur dan menyelamatkan diri, sedangkan sebagian lainya, dengan dipimpin oleh Leonidas, tetap bertahan. Ketika pasukan Persia berdatangan, pasukan Yunani mencoba bertahan dan membunuh sebanyak mungkin serdadu Persia. Ketika Pasukan Abadi ikut maju, pasukan Yunani semakin terdesak. Sebagian prajurit Thebes menyerah dan dijadikan tawanan, sedangkan para prajurit Yunani lainnya terus melawan dan dibantai. Dalam bentrokan itu, korban juga berjatuhan di pihak Pasukan Abadi; dua orang adik Xerxes, yang menjadi prajurit Pasukan Abadi, gugur.
Pasukan Abadi juga terlibat pada tahun kedua perang, pada 479 SM. Ketika itu pasukan Persia mengalami kekalahan di Salamis, sehingga Xerxes memutuskan untuk pergi dari Yunani dan menugaskan Mardonios untuk meneruskan kampanye militer. Mardonios memilih untuk membawa seluruh Pasukan Abadi kecuali pemimpin mereka, Hydarnes, karena Hydarnes lebih suka mengikuti Xerxes untuk pulang. Maka Pasukan Abadi pun menjadi bagian dari pasukan pendudukan Persia di Yunani di bawah pimpinan Mardonios. Namun Pasukan Abadi tidak pernah disebutkan kaitannya dengan operasi pada tahun 479 SM sehingga ada kemungkinan bahwa mereka sebenarnya kembali ke Asia bersama Xerxes dan Hydarnes.
Spoiler for Pasukan Abadi:
Quote:
Pelatihan
Hanya anak laki-laki keturunan Persia, Mede, dan Elam yang bisa masuk ke dalam pelatihan Pasukan Abadi. Di kemudian hari persyaratannya bertambah, yaitu seseorang harus setia pada ajaran Zoroaster jika ingin menjadi tentara Pasukan Abadi. Menurut Strabo, para calon tentara Pasukan Abadi harus menjalani pelatihan sejak masa anak-anak. Pelatihan mereka sangat berat dan keras baik secara fisik maupun psikologis. Mereka barangkali sudah dilatih sejak usia 5 atau 7 tahun.
Mereka harus belajar bertahan hidup dalam kondisi yang sulit, misalnya bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar semacam pistachio (kenari hijau), acorn (buah pohon ek), delima, dan pir liar. Mereka juga harus punya kemampuan untuk menjinakkan kuda liar. Anak-anak itu dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 50 orang dan mereka dilatih menunggang kuda, bertarung, menggunakan senjata, memanah, berenang, melempar tombak, berlari, dan berbaris. Mereka juga dilatih untuk dapat bertahan dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Herodotos menyebutkan bahwa usia para prajurit yang termasuk Pasukan Abadi berkisar antara 15 tahun sampai 50 tahun. Ketika sudah berusia sekitar 50 tahun, seorang tentara Abadi boleh pensiun dan diberi semacam tunjangan pensiun.
Sebelum menjadi raja, Darius pernah bertugas sebagai prajurit Pasukan Abadi pada masa pemerintahan raja Kambises II, dan Darius pernah mengatakan bahwa berkat pelatihan yang diperolehnya, dia dapat menjadi seorang petarung yang sangat tangguh. Darius berkata dengan bangga
Quote:
Aku terlatih menggunakan tangan dan kaki. Sebagai penunggang kuda, aku adalah penunggang kuda yang hebat. Sebagai pemanah, aku adalah pemanah yang hebat, baik sambil berdiri maupun sambil menunggang kuda. Sebagai penombak, aku adalah penombak yang hebat, baik sambil berdiri maupun sambil menunggang kuda.
Spoiler for Pasukan Abadi:
Quote:
Organisasi
Pasukan Abadi terbagi ke dalam beberapa resimen berdasarkan kemampuan dan status sosial. Pangkat tertinggi adalah "resimen ungu" dan bertugas paling dekat dengan raja Mereka memakai warna ungu yang dikenal sebagai "ungu Tyre". Warna tersebut didapat dari siput laut dan amat sangat mahal. Resimen ini berjumlah 1.000 prajurit dan penyeimbang tombak mereka terbuat dari emas. Resimen lainnya adalah resimen kuning, biru, dan merah. Resimen Pasukan Abadi diiringi oleh karavan berupa kereta tertutup, unta, dan bagal yang membawa suplai, makanan, budak wanita, pelayan, dan juru masak untuk melayani pasukan. Kereta suplai tersebut membawa makanan khusus yang disediakan hanya untuk para tentara Abadi. Beberapa perwira pangkat tinggi biasanya membunuh singa, cheetah atau macan tutul untuk menunjukkan kemampuan dan keberanian mereka. Mereka kemudian akan mengenakan bulu dari hewan yang telah mereka bunuh. Komandan Pasukan Abadi disebut "hazarapat". Jabatan komandan Pasukan Abadi merupakan suatu jabatan yang cukup tinggi di Kekaisaran Persia Akhemeniyah, dan orang yang memegang jabatan ini selain mengatur Pasukan Abadi juga memperoleh kekuasaan politik yang cukup besar. Pada invasi kedua Persia ke Yunani, yang menjadi komandan Pasukan Abadi adalah Hydarnes. Orang lainnya yang pernah menjadi komandan Pasukan Abadi adalah seorang wanita bernama Pantea Arteshbod
Quote:
Mengenai kemewahan yang diperoleh Pasukan Abadi, Herodotos menulis:
Dari semua pasukan dalam angkatan perang Persia, Pasukan Abadi bukan hanya yang terbaik tapi juga yang paling dilengkapi secara mewah; pakaian dan baju zirah mereka sudah aku sebutkan, tapi aku harus menambahkan bahwa setiap serdadu berkilau dengan emas yang di bawanya dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka juga ditemani oleh kereta tertutup berisi pelayan dan budak wanita mereka, semuanya dihias secara rumit. Makanan spesial, dipisahkan dari pasukan lainnya, dibawakan untuk mereka dengan unta dan bagal.
Spoiler for Pasukan Abadi:
0
21.8K
Kutip
67
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
tapi kalau gak salah kabarnya pas konflik Persia - Yunani, Immortals ketemu lawan yang tangguh - keknya pasukan itu jadi avanya om TS - sehingga sempat babak belur di pertempuran Marathon dan yang ke 2 di Thermopylae.
cmiiw.
Pertempuran Marathon
Pada tahun 500 SM, Kerajaan Persia telah menggantika Kerajaan Babilonia dan Assyria yang telah ada di wilayah yang sekarang merupakan Iran dan Irak. Orang Persia adalah para prajurit terbaik pada masanya dengan pasukan berkuda yang gigih dan telah berkali-kali menaklukkan musuh-musuh mereka. Pada tahun 490 SM, Raja Persia Darius I (556-486 SM)mengirimkan 20.000 pasukan berlayar menuju menuju semenanjung kecil Yunani. Orang Yunani tinggal di sejumlah negara-kota yang kecil dan berstatus merdeka. Eksperimen demokrasi yang pertama di dunia dilakukan di negara-kota Athena. Bagi orang Persia, serangan mereka atas Yunani semata-mata ditujukan untuk memperkuat kekuasaan Persia di wilayah lain, sementara bagi orang Yunani, perjuangan mengusir musuh dianggap penting bagi demokrasi.
Pasukan Darius I mendarat di sebuah pantai kecil 32 kilometer di sebelah utara Athena. Mereka menunggu kemungkinan sebuah serangan orang Athena dan Plataea (11.000 orang) yang sudah menunggu di atas bukit sambil mengawasi pantai. Pada saat yang kritis ini, para pengamat yang paling netral pun akan mendukung Persia, yang hampir 100 tahun telah bertempur dan melakukan berbagai penaklukan. Pada hari itu, pihak Yunani yang melakukan gerakan pertama. Dipimpin oleh Miltiades (?-488 SM) dan Callimachus, orang Yunani berlari menuruni bukit dan menyerang pasukan Persia. Sambil menghadapi hujan anak panah yang dilepaskan pasukan panah Persia, pasukan Yunani berusaha terlibat pertarungan satu lawan satu. Pasukan tengah Persia bisa bertahan, tetapi sayap kiri dan kanan telah dikalahkan oleh serangan Yunani. Dalam waktu satu jam, pasukan Persia sepenuhnya ditaklukkan dengan 6.400 orang tewas, sementara sisanya berlari kembali ke kapal mereka dan kembali ke Asia Kecil (Turki). Pihak Yunani kehilangan 192 prajurit. Ketika para sejarawan modern berusaha menggambarkan kemenangan gemilang Yunani, mereka menekankan fakta bahwa Yunani berperang dengan formasi langsung, sementara Persia terbiasa dengan pertarungan dengan menggunakan fomasi sayap.
Marathon adalah salah satu pertempuran yang benar-benar sengit sepanjang sejarah. Kemenangan Yunani di pantai ini memungkinkan mereka dan orang Athena untuk mempertahankan kemerdekaan mereka dari Persia dan melanjutkan kerangka demokrasi yang akan diteruskan ke Eropa dan akhirnya ke Dunia Baru. Selain itu, konsep dan tradisi lari 42 kilometer yang dikenal sebagai “Marathon” lahir dari pelari Yunani, Phiedippedes, yang berlari ke Athena untuk mengabarkan kemenangan Yunani dan akhirnya ia meninggal karena kelelahan.
Hoplite adalah heavy infantry Yunani, bersenjatakan tombak sepanjang 2-3m (Doru) dan sebilah pedang pendek (xiphos) dilengkapi perisai bulat besar (aspis), helm, baju zirah dan pelindung kaki, semua terbuat dari perunggu. Total berat perlengkapan sekitar 50-60 kg, Hoplite sendiri berasal dari kata hoplon yg berarti pelindung atau persenjataan lengkap.
Saat itu Yunani berbentuk negara-negara kota (abad 5 SM) sehingga tidak sanggup membiayai pasukan profesional. Hoplite dibentuk dari warga kota yg pada saat damai memiliki profesi lain, petani, pedagang, guru, nelayan dll. Setiap perlengkapan tersebut dibeli sendiri oleh masing2 warga. Selain sebagai simbol kejantanan juga berfungsi sebagai status sosial. Karena harganya mahal, hoplite hanya terdiri dari warga menengah ke atas. Beberapa ada yg menjadi pasukan berkuda, tapi jumlahnya tidak banyak.
Warga kelas bawah jg ikut bertempur menjadi infantri ringan, berfungsi sebagai pendukung. Mereka bersenjatakan panah, lembing atau bahkan ketapel, tidak dilengkapi dengan peralatan pelindung berat, umumnya hanya menggunakan baju zirah dari kulit hewan keras.
Taktik
Karena umumnya berasal dari warga yg tidak terlatih khusus terutama dalam pertempuran satu lawan satu (kecuali Sparta) maka taktik yg digunakan haruslah cukup sederhana. Bentuk pertempuran mirip seperti olahraga rugby dan berlangsung singkat tdk sampai 1 jam.
Kedua pihak akan membentuk formasi berbaris (disebut phalanx) saling berhadapan. Barisan hoplite sangat rapat tertutup perisai sehingga sulit ditembus. Pada tahap awal serangan dimulai dengan pasukan infantri ringan melemparkan lembing, panah dan batu ke arah lawan.
Dilanjutkan dengan pasukan hoplite berjalan maju secara perlahan (jarang berlari) untuk menjaga agar barisan tetap rapat. Ketika bertemu kedua pihak akan saling mendorong dan menghujamkan tombak mereka berusaha membentuk celah. Barisan kedua berfungsi untuk menahan barisan pertama agar tetap ditempatnya dan menggantikan apabila orang didepannya tewas.
Ketika terbentuk celah maka pasukan akan masuk ke barisan lawan disinilah pedang berperan penting untuk mengobrak-abrik barisan lawan. Jika keutuhan barisan sudah tidak bisa dijaga lagi biasanya pihak yg kalah akan kabur dan dikejar oleh pasukan berkuda.
Kelemahan
Sebenarnya taktik hoplite tidaklah istimewa dan banyak kekurangannya. Karena merupakan heavy infantry jadi harus bergerak lambat agar barisan tetap rapat, hoplite jg sulit untuk bermanuver dan cenderung bergerak hanya ke satu arah. Sisi paling kanan merupakan sisi terlemah karena tidak dilindungi perisai, untuk melindunginya pada sisi kanan ini ditempatkan orang2 terbaik.
Meskipun begitu sistem ini jika digunakan secara tepat terbukti berhasil. Contoh pada Perang Yunani-Persia pertama (499-450 SM). Pada awalnya Yunani yg terlalu mengandalkan heavy infantry sering dijadikan bulan-bulanan pasukan Persia yg mayoritas infantry ringan dan kavaleri. Pasukan Persia kiriman raja Darius I bisa bergerak lebih bebas dan cepat. Hingga akhirnya terjadi titik balik pada pertempuran Marathon (490SM).
Pada pertempuran Marathon antara Athena (10.000 orang) dan Persia (100.000 orang). Athena membagi pasukan hoplite menjadi 3 bagian. Bagian tengah bertugas sebagai umpan dan bertahan, bagian kanan dan kiri bergerak mengapit Persia, sementara Persia membelakangi laut Dengan posisi terjepit ruang gerak Persia menjadi terbatas, sehingga kelincahan Persia pun menjadi sia-sia. Dalam posisi ini infantry ringan Persia bukan tandingan infantry berat Athena dan Persia pun langsung dilibas.