Beratnya rindumu tak seberat muatanku
Sebuah bait sajak puisi cinta romantis nan pilu
Perjalanan karir yang mengharuskan berpisah dengan sang istri yang setia menunggu
Menunggu tak pasti karena sang suami kadang kembali sambil bawa cewek baru
Putus cinta soal biasa putus rem mati kita
Sebuah kedalaman sebuah bait syair puisi klasik yang penuh romansa
Mengandung secercah arti untuk selalu waspada
Agar sebelum berangkat sang sopir harus mengecek kondisi kendaraannya
Mau pulang malu nggak pulang rindu
Sebuah filosofi tinggi akan sebuah syarat keberhasilan di tempat yang dituju
Meski medannya berat dan jarak yang sangat jauh, truk harus terus melaju
Agar bisa kembali ke pangkuan sang istri tepat waktu
Itulah beberapa kata-kata bijak dari para senior-senior yang lama di jalanan
Meski kami banyak yang tak berpendidikan
Tapi bukan berarti kami tak punya pegangan
Tentunya diluar setir yang selalu setia nempel di tangan
Walau tak bisa berbagi uang dan tabungan
Tapi para sopir selalu sempat berbagi wejangan
Sebuah filosofi hidup yang dalam tertuang dalam sebuah kebijaksanaan
Meski waktu lama habis di jalan, tetapi hidup tetap butuh pedoman
Ada yang bilang kami buronan mertua
Itulah akibatnya kalau suka mengincar janda
Bukan hanya bapaknya yang ngejer-ngejer, tapi anak dan mantu ikutan juga
Tapi bagaimanapun juga pria adalah pria
Jangankan janda ato masih gadis, nenek-nenek aja masih ada yang minta
Aku seorang sopir truk
Muatan pasir, barang, perabotan, sapi, kerbau, sampai kerupuk
Biaya bisa di nego, secara aku juga bukan sopir yang maruk
Lagian ini transportasi juga milik boss si pengusaha kapuk
Sistem bagi hasil per angkut membuat aku selalu bisa isi periuk
Meski hasil ga begitu besar yang penting halal dan ga bikin mabuk
Biar penghasilan pas-pasan tapi istriku sehat dan juga gemuk
Apa ini saatnya aku cari perempuan lain yang lebih seksi dan mudaan, nduk?