TS
miu007
[ORIFICT] Sudah Kubilang!
Spoiler for cover:
Quote:
Judul : Sudah Kubilang!
Author : Ahmad Baydhowi
Genre : Action, Comedy, Drama, Romance, Slice Of Life, School Life, Mystery, Thriller
POV : One
Terbit : April 2014
Sipnopsis : Rui Galang Seorang remaja yang tak peduli dengan keadaan disekitarnya, tersiksa dengan kehidupannya. Mengetahui apa yang tidak ingin dia ketahui, dan tidak mengetahui apa yang ingin dia ketahui. Karena itulah dia memilih untuk tidak peduli dengan keadaan disekitarnya, dengan begitu dia mengetahui apapun. Namun, dia akan mendapatkan kesempatan untuk menghilangkan kutukan itu. Bagaimana cara menghilangkannya?
Author : Ahmad Baydhowi
Genre : Action, Comedy, Drama, Romance, Slice Of Life, School Life, Mystery, Thriller
POV : One
Terbit : April 2014
Sipnopsis : Rui Galang Seorang remaja yang tak peduli dengan keadaan disekitarnya, tersiksa dengan kehidupannya. Mengetahui apa yang tidak ingin dia ketahui, dan tidak mengetahui apa yang ingin dia ketahui. Karena itulah dia memilih untuk tidak peduli dengan keadaan disekitarnya, dengan begitu dia mengetahui apapun. Namun, dia akan mendapatkan kesempatan untuk menghilangkan kutukan itu. Bagaimana cara menghilangkannya?
Quote:
READ
BAB 1
BAB 1
Quote:
Diubah oleh miu007 09-09-2014 21:14
0
1.3K
Kutip
7
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•348Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#1
BAB 1 – Sudah kubilang, Aku mengetahui apa yang tidak ingin kuketahui!
Spoiler for bab1:
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Aku bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Atas di kota ku. Aku tidak pernah menunggu hari ini. Hari yang sangat tidak ku tunggu.
Karena Sebelum hari pertama sekolah ini, ada kegiatan Masa Orientasi. Itu adalah hari yang sangat menyebalkan! Serius dah! Kegiatan yang sama sekali tidak jelas.
Disuruh bawa barang yang banyak dan mahal, udah gitu bikin pusing! Misal, Minuman ngantuk lah! Tempe gosong lah! Susu Tidur lah! Coklat kereta lah! Persetan lah!
Itulah mengapa Hari pertama ini sangat tidak kutunggu. Tapi aku harus tetap berangkat, jika tidak ibuku akan berkumandang yang membuat seluruh tubuhku merinding.
Aku berjalan keluar rumah, berjalan menuju gang untuk keluar dari perumahan tempatku tinggal. Kutunggu Angkutan Umum atau biasa disebut Angkot yang lewat. Hanya dengan melambaikan tangan Angkot akan berhenti seketika. Aku menaiki angkot dan duduk paling ujung. Kulihat ada dua orang perempuan yang berpakaian sama denganku.
Yah, aku mengenakan seragam putih abu abu dengan almamater warna hitam. Kulihat perempuan itu juga tahu kalau aku satu sekolah dengannya.
Aku tidak tahu dari mana aku mengetahuinya. Aku tidak menganalisisnya, ataupun memprediksinya. Aku hanya.. tahu!
Yah, inilah kekuatan aneh yang kudapat saat di Masa Orientasi Siswa. Aku bisa membaca pikiran kakak kelas, yang saat itu sangat senang kami di Tatar.
Maksudku, aku bukan membaca pikirannya. Aku hanya.. tahu! Aku tahu ini sangat sulit dijelaskan, ini sangat aneh, aku mengetahui sesuatu yang tidak ingin kuketahui.
Tak sadar aku sudah sampai di pasar induk dikotaku. Ini adalah tempatku turun, aku perlu menaiki satu Angkutan Umum lagi, yang biasa disebut Helf.
Kulihat perempuan itu ingin menaiki mobil elf yang ingin ku naiki. Aku juga tahu kalau perempuan itu berpikir kalau aku keren menggunakan baju ini.
Yah, memang aku canggung pada seseorang yang baru ku temui, jadi aku tak ingin mengetahui hal itu. Tapi, aku malah mengetahuinya.
Aku menaiki mobil helf dan turun sekitar 2 menit setelah menaiki helf tadi.
Saat ku turun dari elf, aku sudah sampai di depan sekolahku.
Aku masuk dengan berjalan kaki. Ini termasuk hal yang sangat ku benci. Karena sekolah ini sangat luas. Butuh tenaga ekstra untuk menuju kelasku. Aku melihat banyak siswa membawa motor, itu sedikit membuatku iri, dan meminta tumpangan hingga kelas, tapi aku tidak ingin berbicara.
Aku menaiki angkutan umum karena aku tidak mempunyai motor. Tapi, terserahlah, aku hanya ingin menerapkan GO GREEN.
Tidak mungkin.
Tidak sebenarnya aku ingin, tetapi bagaimana ya? Sulit dijelaskan.
Aku masuk di kelas A. Aku memasuki kelas itu, dan kulihat sudah banyak orang yang duduk. Kulihat meja kosong ada ditengah tengah. Aku menuju kesana dan duduk disitu.
Aku tahu, kalau semua siswa disini senang. Seperti "Aku akan mendapatkan pacar di sekolah ini" "Aku harus pendiam agar terlihat keren" "Aku akan menjadi yang terbaik dikelas"
Aku sangat muak dengan mereka, Sangat naif! Walaupun itu adalah sifat asli manusia. Selalu ingin di perhatikan, di perhitungkan, dan diandalkan.
Dan aku mengetahui tujuan utama mereka. Mendapatkan status sosial tertinggi di Kelas ini. Aku baru mengetahui sifat manusia seperti ini. Sungguh! Sangat miris!
Saat aku sedang berperang di pikiranku, seseorang memecahkannya.
"Oi.." dia memanggilku.
Dia laki laki memiliki badan yang besar, mungkin tingginya 190. Dengan rambut lurus hitam, dan banyak goresan dimukanya.
Sepertinya dia sering berkelahi.
"Ada apa?"
"Disini kosong kan?"
"Ya.."
"Aku duduk disini!"
"Silahkan"
Ini aneh, aku tidak tahu apapun tentangnya. Sepertinya dia lelaki yang jujur. Atau ber otak dangkal?
"Sion Widi, Lord Kingdom, job Knight" katanya sambil menjulurkan tangannya tanda berkenalan.
Nama apa itu!? Dan sapaan apa itu?! Apa dia dari luar negeri? Dan apa dia sedang mabuk?
Aku menepuknya.
"Y-ya, Rui Galang, Pelajar, job Tukang sapu"
Aku jadi menjawab aneh begini!
"Heh? Apa itu?"
"Kau sendiri, memperkenalkan dirimu dengan aneh!"
"Yah.. begitulah" dia mengatakan itu dengan bangga.
Aku rasa orang ini sakit. Aku menyebutnya aneh, tetapi dia malah bangga.
WTF!
Saat Aku sedang mengobrol dengan orang tak jelas ini, Seorang perempuan menghampiriku.
"Hmm.. kau?"
"Hah?"
Aku mengetahui tentang perempuan ini, ia percaya ia yang tercantik dikelas ini. Jadi, dia yakin aku akan terpana dengannya. Karena dia tidak peduli dengan semua murid disini. Jadi, dia ingin mempermainkanku.
Orang ini sangat naif! Benar benar naif! Maaf, nona! Kau salah memilih korban mu! Aku yang akan mempermainkanmu.
"Perkenalkan, aku Fira Yunian" Sambil menjulurkan tangan tanda bersalaman.
Hah? Kau percaya diri sekali memperkenalkan dirimu duluan nona cantik! Tapi, sayang sekali! Kau hanya terlihat menjijikan dihadapanku! Kau ingin orang lain melihatmu berbeda dari yang lain kan? Memperkenalkan diri seolah keren! Cewek yang Agresif?!
Kau berbeda dengan lelaki yang satu ini. Dia benar benar jujur.
Padahal Wajahku hanya relatif, relatif jelek, relatif tampan. Ya... sebenarnya semua orang memang begitu. Aku yakin aku tidak jelek dan tidak tampan, tapi aku memiliki badan yang tinggi.
Jadi, aku menjadi salah satu kandidat orang keren dikelas ini. Dan itu adalah keinginan semua wanita. Mendapatkan pacar yang memiliki badan tinggi namun berbadan ideal. Tapi badanku tak seideal itu.
"...." Aku mengeluarkan novel favoritku dan mengabaikannya.
"Hei"
"Oh, ada apa?"
Akan ku permainkan kau!!
Aku tahu seluruh murid disini ingin tertawa, namun mereka ingin menjaga Image dirinya ke Nona cantik ini.
"Perkenalkan, aku Fira Yunian" Ia mengeluarkan senyum yang dipaksakan.
"Oh? Terus" Aku menjawab sambil mengalihkan perhatian ke Novel yang baru kukeluarkan.
"S-si-siapa namamu?"
"Memangnya kenapa kau ingin mengetahui tentang itu? Kau sebenarnya tidak peduli bukan? Nona?!" Aku menjawabnya tanpa mengalihkan pandanganku ke novel favorit ku.
Aku hanya perlu menjawab sesuai yang kau inginkan bukan?
"A-apa maksudmu?"
Aku tahu kau sudah tidak bisa menahan emosimu! Ayo! Keluarkan!
"Selamat pagi" Seorang guru perempuan masuk.
Sepertinya dia wali kelas kami.
Kau beruntung nona! Mungkin lain kali saja!
Aku tahu, semua murid disini berpikir guru itu cantik.
Kau hanya mengejar yang percuma! Aku tahu guru cantik itu sudah mempunyai orang yang dicintainya. Dan aku juga tahu, kalau Guru itu percaya kalau dia cantik.
Kurang lebih mirip dengan perempuan tadi.
Tapi aku tahu dia itu sangat rendah hati, yah.. memang jarang guru yang rendah hati. Tapi, itulah yang kuketahui. Guru yang percaya dirinya cantik namun rendah hati. Kombinasi yang aneh.
Setelah itu, kami memilih struktur kelas. Aku yakin perempuan tadi akan ikut serta dengan tujuan ingin diperhatikan, diperhitungkan, diandalkan, dipuji dan hanya menginkan hal yang menjijikan.
Setelah beberapa lama menentukan struktur organisasi kelas.
Yang terpilih adalah Seorang Lelaki berisik menjadi Ketua kelas, dia mungkin bodoh, tapi dia memiliki niat dan ambisi untuk menjadi pemimpin, jadi dia cocok.
Seorang perempuan cantik dengan rambut panjang yang rendah diri, namun sedikit bisa Diandalkan, Cukup pintar, dan Pemalu menjadi wakil ketua kelas.
Lelaki gila disampingku yang aku tidak ketahui tentangnya, semakin ingin kutahu, semakin ku tak tahu pula. Sepertinya dia terlalu positif dalam kata naif, Terlalu jujur, Memiliki kehidupan yang keras menjadi ketua keamanan kelas.
Seorang perempuan berambut pendek, yang kuketahui suka menulis, tidak suka hal berisik, tidak menginginkan kehidupan berwarna, memiliki pemikiran yang sederhana, hanya ingin belajar, menjadi sekertaris.
Sepertinya dia lebih mirip kutu buku yang kurang pergaulan. Tapi, aku tak bisa mengatakan kalau itu buruk. Jika kau bisa nyaman dengan kesenanganmu, kenapa tidak?
Dan terakhir perempuan munafik yang selalu memakai topeng tebal dimukanya menjadi bendahara.
Aku menjadi 'Silent Student' disini. Aku lebih suka membaca novel ku dari pada menghadapi masalah rumit kelas.
Setelah pemilihan struktur kelas yang cukup lama, bel pun berbunyi. Kukira hari pertama akan pulang cepat, ternyata tidak!
Aku membawa bekal di tasku. Aku tahu murid disini ada yang membawa bekal di tasnya, tapi mereka masih menjaga image.
Namun tidak untuk lelaki disampingku. Dia sudah mengeluarkan bekalnya yang sangat bervariasi dan aromanya enak.
Ia membawa Ayam Bakar, tempe, tahu bacem, kacang goreng, mentimun, ikan, dengan Nasi kuning.
Ia memakannya dengan lahap.
"Ayo! Eh... Rui. Makan! Kau mau kan?"
"Eh..? Aku membawa bekal sendiri" jawabku sambil mengeluarkan bekal dari tasku.
Aku membawa nasi putih, dengan Sarden dan Telor Ceplok.
"Wow! Makananmu kelihatan enak sekali! Ini! Tambahkan ini akan semakin enak" katanya sambil menaburkan kacang goreng dan potongan mentimun.
Apa ini!? Ini kombinasi yang tidak singkron!
Tapi, aku harus menghargainya. Aku memakannya dengan sedikit paksaan.
Yah.. tidak terlalu buruk. Atau mungkin enak?
Setelah makan selesai, aku mengeluarkan novel ku dari sakuku.
"Kau sangat menyukai hal yang membosankan yah?"
"Oh? Ini membosankan? Menurutku ini sangat menarik. Memangnya, apa yang kau sukai sampai sampai bilang kalau novel ku membosankan?"
"Berkelahi"
Sudah kuduga! Saat pertama kali bertemu aku juga sudah bisa mengetahuinya.
"Kenapa kau suka berkelahi? Tak ada gunanya, hanya membuatmu lelah, sakit, dan takut"
"Itu adalah sensasi terindah bagiku!!"
"Hah? Kau ini benar benar bodoh ya?!"
"Benarkah?!"
Ada apa dengannya? Kurasa dia benar benar bodoh! Bodo amat lah! Aku harus menghindari pembicaraan dengannya!
Aku berusaha mengalihkan perhatianku ke novel yang sedang kubaca.
Tiba tiba aku mengetahui akan ada yang datang, dan menyampaikan kegiatan Ekstra kulikuler.
Aku tidak akan terjebak lagi! Kau mengadakan ekskul hanya untuk alasan kami di Tatar.
Persetan lah kau!!
Sekitar 10 menit aku membaca novel. Seorang murid kelasku membawa pendaftaran eskul.
Dia menyampaikan untuk mengisinya.
Tidak terimakasih! Aku tak membutuhkan eskul. Aku hanya harus sekolah dengan benar. Kau hanya mendapatkan lelah dari kegiatan ekstrakulikuler.
Saat ku sedang berperang di dalam pikiranku lagi lagi ada yang memecahkannya.
"Hoi!"
"Ada apa?"
Dia adalah ketua kelas yang berisik tadi.
"Ini!" Katanya sambil memberi selembar kertas.
"Hah? Tidak! Terima kasih"
Itu adalah kertas pendaftaran eskul. Ada apa dengannya? Yang aku ketahui dia hanya mengatakan yang ada dipikirannya.
"Kau harus ikut eskul!"
Apa itu?! Keputusan sepihak!?
"Tidak!!!"
"Ini!!!"
Kukira aku semakin lelah menghadapinya, sepertinya aku terima saja dulu.
"Ya ya!"
"Isi sekarang!"
Hah? Sekarang?! Tidak akan! Kau hanya membuang waktumu!
"Tidak"
"Isi!"
Aku merobeknya.
"Ahh.. robek.."
"Kenapa kau ini? Ini!" Katanya sambil memberikan kertas yang baru.
"Kubilang tidak bukan!?"
"Harus! Atau aku yang akan mengisinya dengan namamu?!"
Ada apa dengan orang ini? Aku ingin tau lebih banyak tentang dirinya. Tapi, aku salah.
Aku mengetahui apa yang tidak ingin kuketahui. Dan tidak mengetahui apa yang aku ingin ketahui. Ini cukup membebaniku, aku harus selalu mengabaikan sesuatu. Dengan begitu, aku bisa mengetahui itu.
Aku mulai kesal dan pergi berjalan keluar kelas.
"Hoii!!" Dia teriak memanggiku.
Kau sangat keras kepala!
Aku pergi kekantin. Kulihat banyak kakak kelas disana. Pantas saja tidak ada anak kelas satu yang disana.
Aku tahu, kakak kelas disana ingin seperti jagoan, meminta pajak ke murid baru. Jika sudah lama, para murid akan terbiasa disana.
Kakak kelas yang hanya bisa mengintimidasi yah? Aku tidak keberatan satu lawan satu denganmu! Jika kau ingin aku melawan kalian semua, seharusnya mimpi saja.
Aku membawa uang 10rb, ongkos 8rb, Uang jajanku 2rb. Memang uang jajanku sedikit sekali. Lagi pula aku tidak pernah jajan atau pun bermain keluar.
Semua yang aku inginkan ada dirumah. Cemilan, Handphone, Game, Personal Computer, Koneksi internet, Buku, Novel-novel favorit ku di belikan oleh orang tuaku.
Jadi, aku tidak terlalu menuntut untuk jajan. Dan juga aku sudah membawa bekal. Sudahlah..
Aku rasa roti bakar itu 2rb.
Aku bertanya, ternyata memang 2rb, tentu saja aku membelinya.
Lumayan... aku memakannya di bangku kantin, aku mengeluarkan HandPhone ku yang tidak berpulsa.
Ternyata ada Wi-fi, aku coba..
Aku mencoba mendownload lagu disini, kecepatannya lumayan.
Aku menunggu sekitar 5 menit.
97, 98, 99, Gagal download
Apa?! Kenapa ini?! Aku melihat wi-fi masih menyala.
Sial! Pasti ada yang iseng!
Aku menghela nafas.
Yasudahlah...
Aku berjalan menuju kelas. Sekilas, aku mengetahui orang yang memutuskan koneksiku, Yaitu kakak kelas.
Tidak! Aku akan membalasmu! Sudah kubilang aku mengetahui apa yang tidak ingin kuketahui!
Aku membuka aplikasi Netcut. Kulihat ada yang koneksinya tidak stabil yaitu lebih cepat dari yang lain.
Aku rasa dialah! Aku memutuskannya kembali. Dan menggunakan netcut defender. Lalu merestart download-tadi, ternyata lebih cepat. Sekitar 1 menit download selesai.
Aku pergi dari sana dan menuju kelas.
Aku tahu, didalam kelas ada ketua kelas berisik tadi. Jadi, aku menunggu bel berbunyi.
Tak lama sekitar 2 menit menunggu sambil memainkan handphone yang tidak memiliki pulsa ini, bel berbunyi.
Aku masuk dan duduk dibangku ku. Sepertinya semuanya masih canggung. Aku tahu ini akan hilang dalam dua minggu.
Ketua berisik itu menghampiriku lagi.
Kampret!
"Kau harus mengikuti eskul! Jika tidak, kau tidak naik kelas!"
Hah?!!! Aku mengetahui kalau dia berkata jujur. Tetapi, mana mungkin!!! Kan?
"Hahahaha.. kau bodoh? Siapa yang memberitahumu? dan lagi pula, aturan dari mana itu?" Kataku sambil tertawa kecil.
"Kepala kesiswaan, aturan dari Pemerintah!"
Kepala kesiswaan berbicara itu?! Apakah hidupku akan tersiksa seperti ini?
Kenapa kekuatan ini tidak aktif saat sedang diperlukan?!!?!!?
Kurasa aku baru menyadari satu hal
Iini bukan lah kekuatan.
Tetapi,
.
.
.
.
.
Kutukan?!
Karena Sebelum hari pertama sekolah ini, ada kegiatan Masa Orientasi. Itu adalah hari yang sangat menyebalkan! Serius dah! Kegiatan yang sama sekali tidak jelas.
Disuruh bawa barang yang banyak dan mahal, udah gitu bikin pusing! Misal, Minuman ngantuk lah! Tempe gosong lah! Susu Tidur lah! Coklat kereta lah! Persetan lah!
Itulah mengapa Hari pertama ini sangat tidak kutunggu. Tapi aku harus tetap berangkat, jika tidak ibuku akan berkumandang yang membuat seluruh tubuhku merinding.
Aku berjalan keluar rumah, berjalan menuju gang untuk keluar dari perumahan tempatku tinggal. Kutunggu Angkutan Umum atau biasa disebut Angkot yang lewat. Hanya dengan melambaikan tangan Angkot akan berhenti seketika. Aku menaiki angkot dan duduk paling ujung. Kulihat ada dua orang perempuan yang berpakaian sama denganku.
Yah, aku mengenakan seragam putih abu abu dengan almamater warna hitam. Kulihat perempuan itu juga tahu kalau aku satu sekolah dengannya.
Aku tidak tahu dari mana aku mengetahuinya. Aku tidak menganalisisnya, ataupun memprediksinya. Aku hanya.. tahu!
Yah, inilah kekuatan aneh yang kudapat saat di Masa Orientasi Siswa. Aku bisa membaca pikiran kakak kelas, yang saat itu sangat senang kami di Tatar.
Maksudku, aku bukan membaca pikirannya. Aku hanya.. tahu! Aku tahu ini sangat sulit dijelaskan, ini sangat aneh, aku mengetahui sesuatu yang tidak ingin kuketahui.
Tak sadar aku sudah sampai di pasar induk dikotaku. Ini adalah tempatku turun, aku perlu menaiki satu Angkutan Umum lagi, yang biasa disebut Helf.
Kulihat perempuan itu ingin menaiki mobil elf yang ingin ku naiki. Aku juga tahu kalau perempuan itu berpikir kalau aku keren menggunakan baju ini.
Yah, memang aku canggung pada seseorang yang baru ku temui, jadi aku tak ingin mengetahui hal itu. Tapi, aku malah mengetahuinya.
Aku menaiki mobil helf dan turun sekitar 2 menit setelah menaiki helf tadi.
Saat ku turun dari elf, aku sudah sampai di depan sekolahku.
Aku masuk dengan berjalan kaki. Ini termasuk hal yang sangat ku benci. Karena sekolah ini sangat luas. Butuh tenaga ekstra untuk menuju kelasku. Aku melihat banyak siswa membawa motor, itu sedikit membuatku iri, dan meminta tumpangan hingga kelas, tapi aku tidak ingin berbicara.
Aku menaiki angkutan umum karena aku tidak mempunyai motor. Tapi, terserahlah, aku hanya ingin menerapkan GO GREEN.
Tidak mungkin.
Tidak sebenarnya aku ingin, tetapi bagaimana ya? Sulit dijelaskan.
Aku masuk di kelas A. Aku memasuki kelas itu, dan kulihat sudah banyak orang yang duduk. Kulihat meja kosong ada ditengah tengah. Aku menuju kesana dan duduk disitu.
Aku tahu, kalau semua siswa disini senang. Seperti "Aku akan mendapatkan pacar di sekolah ini" "Aku harus pendiam agar terlihat keren" "Aku akan menjadi yang terbaik dikelas"
Aku sangat muak dengan mereka, Sangat naif! Walaupun itu adalah sifat asli manusia. Selalu ingin di perhatikan, di perhitungkan, dan diandalkan.
Dan aku mengetahui tujuan utama mereka. Mendapatkan status sosial tertinggi di Kelas ini. Aku baru mengetahui sifat manusia seperti ini. Sungguh! Sangat miris!
Saat aku sedang berperang di pikiranku, seseorang memecahkannya.
"Oi.." dia memanggilku.
Dia laki laki memiliki badan yang besar, mungkin tingginya 190. Dengan rambut lurus hitam, dan banyak goresan dimukanya.
Sepertinya dia sering berkelahi.
"Ada apa?"
"Disini kosong kan?"
"Ya.."
"Aku duduk disini!"
"Silahkan"
Ini aneh, aku tidak tahu apapun tentangnya. Sepertinya dia lelaki yang jujur. Atau ber otak dangkal?
"Sion Widi, Lord Kingdom, job Knight" katanya sambil menjulurkan tangannya tanda berkenalan.
Nama apa itu!? Dan sapaan apa itu?! Apa dia dari luar negeri? Dan apa dia sedang mabuk?
Aku menepuknya.
"Y-ya, Rui Galang, Pelajar, job Tukang sapu"
Aku jadi menjawab aneh begini!
"Heh? Apa itu?"
"Kau sendiri, memperkenalkan dirimu dengan aneh!"
"Yah.. begitulah" dia mengatakan itu dengan bangga.
Aku rasa orang ini sakit. Aku menyebutnya aneh, tetapi dia malah bangga.
WTF!
Saat Aku sedang mengobrol dengan orang tak jelas ini, Seorang perempuan menghampiriku.
"Hmm.. kau?"
"Hah?"
Aku mengetahui tentang perempuan ini, ia percaya ia yang tercantik dikelas ini. Jadi, dia yakin aku akan terpana dengannya. Karena dia tidak peduli dengan semua murid disini. Jadi, dia ingin mempermainkanku.
Orang ini sangat naif! Benar benar naif! Maaf, nona! Kau salah memilih korban mu! Aku yang akan mempermainkanmu.
"Perkenalkan, aku Fira Yunian" Sambil menjulurkan tangan tanda bersalaman.
Hah? Kau percaya diri sekali memperkenalkan dirimu duluan nona cantik! Tapi, sayang sekali! Kau hanya terlihat menjijikan dihadapanku! Kau ingin orang lain melihatmu berbeda dari yang lain kan? Memperkenalkan diri seolah keren! Cewek yang Agresif?!
Kau berbeda dengan lelaki yang satu ini. Dia benar benar jujur.
Padahal Wajahku hanya relatif, relatif jelek, relatif tampan. Ya... sebenarnya semua orang memang begitu. Aku yakin aku tidak jelek dan tidak tampan, tapi aku memiliki badan yang tinggi.
Jadi, aku menjadi salah satu kandidat orang keren dikelas ini. Dan itu adalah keinginan semua wanita. Mendapatkan pacar yang memiliki badan tinggi namun berbadan ideal. Tapi badanku tak seideal itu.
"...." Aku mengeluarkan novel favoritku dan mengabaikannya.
"Hei"
"Oh, ada apa?"
Akan ku permainkan kau!!
Aku tahu seluruh murid disini ingin tertawa, namun mereka ingin menjaga Image dirinya ke Nona cantik ini.
"Perkenalkan, aku Fira Yunian" Ia mengeluarkan senyum yang dipaksakan.
"Oh? Terus" Aku menjawab sambil mengalihkan perhatian ke Novel yang baru kukeluarkan.
"S-si-siapa namamu?"
"Memangnya kenapa kau ingin mengetahui tentang itu? Kau sebenarnya tidak peduli bukan? Nona?!" Aku menjawabnya tanpa mengalihkan pandanganku ke novel favorit ku.
Aku hanya perlu menjawab sesuai yang kau inginkan bukan?
"A-apa maksudmu?"
Aku tahu kau sudah tidak bisa menahan emosimu! Ayo! Keluarkan!
"Selamat pagi" Seorang guru perempuan masuk.
Sepertinya dia wali kelas kami.
Kau beruntung nona! Mungkin lain kali saja!
Aku tahu, semua murid disini berpikir guru itu cantik.
Kau hanya mengejar yang percuma! Aku tahu guru cantik itu sudah mempunyai orang yang dicintainya. Dan aku juga tahu, kalau Guru itu percaya kalau dia cantik.
Kurang lebih mirip dengan perempuan tadi.
Tapi aku tahu dia itu sangat rendah hati, yah.. memang jarang guru yang rendah hati. Tapi, itulah yang kuketahui. Guru yang percaya dirinya cantik namun rendah hati. Kombinasi yang aneh.
Setelah itu, kami memilih struktur kelas. Aku yakin perempuan tadi akan ikut serta dengan tujuan ingin diperhatikan, diperhitungkan, diandalkan, dipuji dan hanya menginkan hal yang menjijikan.
Setelah beberapa lama menentukan struktur organisasi kelas.
Yang terpilih adalah Seorang Lelaki berisik menjadi Ketua kelas, dia mungkin bodoh, tapi dia memiliki niat dan ambisi untuk menjadi pemimpin, jadi dia cocok.
Seorang perempuan cantik dengan rambut panjang yang rendah diri, namun sedikit bisa Diandalkan, Cukup pintar, dan Pemalu menjadi wakil ketua kelas.
Lelaki gila disampingku yang aku tidak ketahui tentangnya, semakin ingin kutahu, semakin ku tak tahu pula. Sepertinya dia terlalu positif dalam kata naif, Terlalu jujur, Memiliki kehidupan yang keras menjadi ketua keamanan kelas.
Seorang perempuan berambut pendek, yang kuketahui suka menulis, tidak suka hal berisik, tidak menginginkan kehidupan berwarna, memiliki pemikiran yang sederhana, hanya ingin belajar, menjadi sekertaris.
Sepertinya dia lebih mirip kutu buku yang kurang pergaulan. Tapi, aku tak bisa mengatakan kalau itu buruk. Jika kau bisa nyaman dengan kesenanganmu, kenapa tidak?
Dan terakhir perempuan munafik yang selalu memakai topeng tebal dimukanya menjadi bendahara.
Aku menjadi 'Silent Student' disini. Aku lebih suka membaca novel ku dari pada menghadapi masalah rumit kelas.
Setelah pemilihan struktur kelas yang cukup lama, bel pun berbunyi. Kukira hari pertama akan pulang cepat, ternyata tidak!
Aku membawa bekal di tasku. Aku tahu murid disini ada yang membawa bekal di tasnya, tapi mereka masih menjaga image.
Namun tidak untuk lelaki disampingku. Dia sudah mengeluarkan bekalnya yang sangat bervariasi dan aromanya enak.
Ia membawa Ayam Bakar, tempe, tahu bacem, kacang goreng, mentimun, ikan, dengan Nasi kuning.
Ia memakannya dengan lahap.
"Ayo! Eh... Rui. Makan! Kau mau kan?"
"Eh..? Aku membawa bekal sendiri" jawabku sambil mengeluarkan bekal dari tasku.
Aku membawa nasi putih, dengan Sarden dan Telor Ceplok.
"Wow! Makananmu kelihatan enak sekali! Ini! Tambahkan ini akan semakin enak" katanya sambil menaburkan kacang goreng dan potongan mentimun.
Apa ini!? Ini kombinasi yang tidak singkron!
Tapi, aku harus menghargainya. Aku memakannya dengan sedikit paksaan.
Yah.. tidak terlalu buruk. Atau mungkin enak?
Setelah makan selesai, aku mengeluarkan novel ku dari sakuku.
"Kau sangat menyukai hal yang membosankan yah?"
"Oh? Ini membosankan? Menurutku ini sangat menarik. Memangnya, apa yang kau sukai sampai sampai bilang kalau novel ku membosankan?"
"Berkelahi"
Sudah kuduga! Saat pertama kali bertemu aku juga sudah bisa mengetahuinya.
"Kenapa kau suka berkelahi? Tak ada gunanya, hanya membuatmu lelah, sakit, dan takut"
"Itu adalah sensasi terindah bagiku!!"
"Hah? Kau ini benar benar bodoh ya?!"
"Benarkah?!"
Ada apa dengannya? Kurasa dia benar benar bodoh! Bodo amat lah! Aku harus menghindari pembicaraan dengannya!
Aku berusaha mengalihkan perhatianku ke novel yang sedang kubaca.
Tiba tiba aku mengetahui akan ada yang datang, dan menyampaikan kegiatan Ekstra kulikuler.
Aku tidak akan terjebak lagi! Kau mengadakan ekskul hanya untuk alasan kami di Tatar.
Persetan lah kau!!
Sekitar 10 menit aku membaca novel. Seorang murid kelasku membawa pendaftaran eskul.
Dia menyampaikan untuk mengisinya.
Tidak terimakasih! Aku tak membutuhkan eskul. Aku hanya harus sekolah dengan benar. Kau hanya mendapatkan lelah dari kegiatan ekstrakulikuler.
Saat ku sedang berperang di dalam pikiranku lagi lagi ada yang memecahkannya.
"Hoi!"
"Ada apa?"
Dia adalah ketua kelas yang berisik tadi.
"Ini!" Katanya sambil memberi selembar kertas.
"Hah? Tidak! Terima kasih"
Itu adalah kertas pendaftaran eskul. Ada apa dengannya? Yang aku ketahui dia hanya mengatakan yang ada dipikirannya.
"Kau harus ikut eskul!"
Apa itu?! Keputusan sepihak!?
"Tidak!!!"
"Ini!!!"
Kukira aku semakin lelah menghadapinya, sepertinya aku terima saja dulu.
"Ya ya!"
"Isi sekarang!"
Hah? Sekarang?! Tidak akan! Kau hanya membuang waktumu!
"Tidak"
"Isi!"
Aku merobeknya.
"Ahh.. robek.."
"Kenapa kau ini? Ini!" Katanya sambil memberikan kertas yang baru.
"Kubilang tidak bukan!?"
"Harus! Atau aku yang akan mengisinya dengan namamu?!"
Ada apa dengan orang ini? Aku ingin tau lebih banyak tentang dirinya. Tapi, aku salah.
Aku mengetahui apa yang tidak ingin kuketahui. Dan tidak mengetahui apa yang aku ingin ketahui. Ini cukup membebaniku, aku harus selalu mengabaikan sesuatu. Dengan begitu, aku bisa mengetahui itu.
Aku mulai kesal dan pergi berjalan keluar kelas.
"Hoii!!" Dia teriak memanggiku.
Kau sangat keras kepala!
Aku pergi kekantin. Kulihat banyak kakak kelas disana. Pantas saja tidak ada anak kelas satu yang disana.
Aku tahu, kakak kelas disana ingin seperti jagoan, meminta pajak ke murid baru. Jika sudah lama, para murid akan terbiasa disana.
Kakak kelas yang hanya bisa mengintimidasi yah? Aku tidak keberatan satu lawan satu denganmu! Jika kau ingin aku melawan kalian semua, seharusnya mimpi saja.
Aku membawa uang 10rb, ongkos 8rb, Uang jajanku 2rb. Memang uang jajanku sedikit sekali. Lagi pula aku tidak pernah jajan atau pun bermain keluar.
Semua yang aku inginkan ada dirumah. Cemilan, Handphone, Game, Personal Computer, Koneksi internet, Buku, Novel-novel favorit ku di belikan oleh orang tuaku.
Jadi, aku tidak terlalu menuntut untuk jajan. Dan juga aku sudah membawa bekal. Sudahlah..
Aku rasa roti bakar itu 2rb.
Aku bertanya, ternyata memang 2rb, tentu saja aku membelinya.
Lumayan... aku memakannya di bangku kantin, aku mengeluarkan HandPhone ku yang tidak berpulsa.
Ternyata ada Wi-fi, aku coba..
Aku mencoba mendownload lagu disini, kecepatannya lumayan.
Aku menunggu sekitar 5 menit.
97, 98, 99, Gagal download
Apa?! Kenapa ini?! Aku melihat wi-fi masih menyala.
Sial! Pasti ada yang iseng!
Aku menghela nafas.
Yasudahlah...
Aku berjalan menuju kelas. Sekilas, aku mengetahui orang yang memutuskan koneksiku, Yaitu kakak kelas.
Tidak! Aku akan membalasmu! Sudah kubilang aku mengetahui apa yang tidak ingin kuketahui!
Aku membuka aplikasi Netcut. Kulihat ada yang koneksinya tidak stabil yaitu lebih cepat dari yang lain.
Aku rasa dialah! Aku memutuskannya kembali. Dan menggunakan netcut defender. Lalu merestart download-tadi, ternyata lebih cepat. Sekitar 1 menit download selesai.
Aku pergi dari sana dan menuju kelas.
Aku tahu, didalam kelas ada ketua kelas berisik tadi. Jadi, aku menunggu bel berbunyi.
Tak lama sekitar 2 menit menunggu sambil memainkan handphone yang tidak memiliki pulsa ini, bel berbunyi.
Aku masuk dan duduk dibangku ku. Sepertinya semuanya masih canggung. Aku tahu ini akan hilang dalam dua minggu.
Ketua berisik itu menghampiriku lagi.
Kampret!
"Kau harus mengikuti eskul! Jika tidak, kau tidak naik kelas!"
Hah?!!! Aku mengetahui kalau dia berkata jujur. Tetapi, mana mungkin!!! Kan?
"Hahahaha.. kau bodoh? Siapa yang memberitahumu? dan lagi pula, aturan dari mana itu?" Kataku sambil tertawa kecil.
"Kepala kesiswaan, aturan dari Pemerintah!"
Kepala kesiswaan berbicara itu?! Apakah hidupku akan tersiksa seperti ini?
Kenapa kekuatan ini tidak aktif saat sedang diperlukan?!!?!!?
Kurasa aku baru menyadari satu hal
Iini bukan lah kekuatan.
Tetapi,
.
.
.
.
.
Kutukan?!
Diubah oleh miu007 12-09-2014 15:42
0
Kutip
Balas
![[ORIFICT] Sudah Kubilang!](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)