Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#1074
PART 65 – I Call You Through The Rain eps. 6

Gak terasa udah memasuki minggu ketiga gue dan anak-anak di desa KKN ini. Berarti udah 2 minggu gue gak ketemu Anin. Hari itu gue emang berencana main ke desa KKN Anin. Pagi-pagi gue udah telepon Anin, ngabarin kalo gue mau kesana. Dan bisa ditebak, reaksinya heboh.

Quote:


Gue ke desa Anin berdua sama Haris. Sementara yang lain ada yang jaga posko, ada yang ngerjain persiapan program kerjanya. Awalnya gue yang didepan, tapi ditengah jalan Haris menawarkan diri untuk tukeran. Gue sih mau-mau aja jadi yang bonceng, cuma ruginya jadi gak bisa ngebut, Haris kalo bawa motor biasa-biasa aja. Sekitar 1,5 - 2 jam kami dijalan, akhirnya masuk ke kabupaten tempat Anin KKN. Sebelumnya gue udah dikasih petunjuk-petunjuk menuju kecamatan tempat desa Anin terletak, tapi ya tetep aja bingung, jadinya harus sering-sering berhenti buat nanya ke penduduk sekitar.

Gue dan Haris memutuskan berhenti sebentar di sebuah warung, entah warung apa, dan nanya ke bapak-bapak tua didepan warung itu.

Quote:


Untung ini bapak-bapak tua. Kalo seumuran sama gue mungkin udah gue ajak berantem kali yak. Kalo emang gak tau ya bilang kek daritadi. Bzzzt. Gue liat Haris diatas motor menutupi matanya dengan telapak tangan. Gue mengucapkan terimakasih ke bapak itu dan kemudian naik lagi ke motor. Pas motor udah jalan, Haris ngakak sengakak-ngakaknya.

Setelah melalui beberapa desa kedepan, akhirnya gue dan Haris menemukan jalur yang bener ke desa Anin. Kami berdua melewati banyak sawah-sawah dan lumbung padi, udaranya terasa sejuk. Mungkin karena belom banyak polusi kali ya. Sesekali gue liat ada sapi di pinggir jalan. Gue melihat sekeliling dan jauh disamping kanan gue ada gunung. Rasanya seger banget di lingkungan seperti ini.

Kami berdua masuk ke wilayah desa Anin, dan bertanya kepada salah satu penduduk setempat dimana letak posko KKN desa ini. Ternyata posko KKN nya ditempatkan dirumah bendahara desa. Setelah meminta petunjuk alamat yang detail, kamipun menuju ke posko KKN Anin. Akhirnya kami berdua sampai didepan rumah yang menjadi posko KKN desa Anin ini. Gue amati rumah ini cukup bagus dan terawat, bahkan untuk ukuran kota besar pun rumah ini bisa dibilang rumah bagus. Baguslah, pikir gue lega. Gue BBM Anin, mengabarkan bahwa gue udah didepan posko.

Gak berapa lama kemudian Anin keluar. Gue liat Anin pake kaos dan bercelana jeans biru gelap. Rambutnya yang merah kecoklatan itu tergerai dengan indahnya. Dan satu yang gue perhatikan, Anin kali itu berkacamata. Gila, tambah cakeeeeep banget Anin kalo pake kacamata full frame gini. Selain itu Anin juga pake gelang pemberian gue dulu, dan kalung hitam ketat yang ngepas di lehernya yang putih. Gak ada kata lain yang bisa gue ucapkan untuk Anin kali itu, selain sempurna.

Melihat gue ada didepan poskonya, Anin langsung tersenyum lebar dan menerjang gue. Kemudian dia memeluk gue erat sekali, dan agak semi gelendotan, sampe-sampe gue hampir kehilangan keseimbangan karena emang Anin tinggi dan besar badannya gak jauh beda dari gue. Gue mencoba melepaskan diri dari pelukan Anin, maksud gue adalah mau liat mukanya, tapi ternyata Anin belum mau ngelepasin. Yaudah gue peluk lagi sambil gue elus-elus rambutnya yang sangat lembut. Ternyata dia nangis sesenggukan.

Akhirnya Anin melepaskan pelukannya, dan menghapus airmata yang ada di pipinya. Gue tersenyum, dan mengelus pipinya yang basah itu perlahan.

Quote:


Kemudian Anin menggandeng gue masuk ke dalem poskonya, gak lupa gue ngajak Haris untuk ikutan masuk ke dalem. Ternyata ada anak Psikologi juga di desa Anin itu, cewek, jadi Haris ada temen ngobrolnya, gak cuma melongo kayak monyet kesasar. Gue masuk ke posko dan diperkenalkan ke temen-temen sedesanya Anin. Dari Hukum gue liat ada satu cowok yang gak begitu gue kenal, cuma sekedar tau aja, dan gue basa-basi sebentar sama dia.

Gue dan Anin memutuskan untuk jalan-jalan berdua mengelilingi daerah sekitar situ, sementara Haris gue tinggal di posko. Waktu boncengan berdua Anin itu gue merasakan segalanya terasa sempurna bagi gue. Di belakang gue ada cewek yang gue cinta, dan di sekitar gue ada lingkungan yang sedemikian indah. Gue dan Anin menuju ke salah satu air terjun kecil yang terletak 20 menit dari desa Anin. Air terjun kecil itu masih sepi dari pengunjung, dan jarang ada yang tahu keberadaan air terjun ini. Gue dan Anin menghabiskan waktu berdua sambil bermain-main di air terjun itu.

Berkali-kali Anin iseng menciprati gue dengan air yang dinginnya kayak air es. Dan kemudian gue balas dengan menyapukan tangan gue yang basah ke mukanya, yang biasanya diakhiri dengan tawa kami berdua. Anin mencelupkan kedua kakinya ke sungai kecil dibawah air terjun itu, dan niat iseng gue muncul. Gue emang paling gak tahan liat Anin bertelanjang kaki. Setiap ada kesempatan, pasti gue pergunakan untuk menggelitiki telapak kakinya. Dan itu gue lakukan waktu itu, sampe akhirnya baju gue basah kuyup gara-gara diguyur (bukan kecipratan lagi) air sama Anin. Begitu liat gue basah kuyup, tawa menggelegar Anin langsung menggema di sekitar sungai kecil itu.

Kami pindah tempat, ke sebuah puncak bukit, dimana ada kebun entah apa disitu, dan dipuncak bukit itu ada bangku-bangku dari semen untuk menikmati pemandangan lembah dibawahnya. Gue dan Anin duduk berdekatan, dan Anin menyandarkan kepalanya ke bahu gue, sementara gue merangkul dia. Gue memandangi Anin dan begitu pula Anin memandangi gue. Kami berdua saling tersenyum dalam kebisuan, dan memegang erat tangan masing-masing.

Gue tersenyum lembut ke Anin, dan Anin juga tersenyum sambil sedikit menggigit bibirnya. Gue usap pipinya yang lembut dan merona, kemudian gue kecup lembut keningnya. Dan segalanya terasa sempurna ketika bibir kami saling bertemu dalam kelembutan. Gue merasa gak akan habis gue bersyukur karena memiliki wanita seperti Anin.
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.