- Beranda
- Stories from the Heart
When you're gone. i see you everywhere (based on real story)
...
TS
godaanpuasa
When you're gone. i see you everywhere (based on real story)

"Semua pertanyaan yang dulu belom bisa gw jawab, semua kalimat yang dulu belum bisa gw ucapin, bakal gw tulis disini"
-Row-
Misi agan-agan semua
ane nubi+ silent reader akhirnya turun gunung juga

ane disini mau nulis cerita ane gan, karna terinspirasi dari beberapa cerita-cerita keren yang ada di SFTH

cerita ini based on real-life events dari seseorang bernama Row, dari jaman dia SMK-Kuliah. Tetapi sebisa mungkin ane samarin, terutama tempat dan nama orang" nya buat menjaga privasi
ok gan, langsung aja kita mulai...
link photo diatas
Spoiler for Prologue:
"ini tempat favorit gw "
"wah keren banget row, lo harusnya ngajak gw dari dulu kesini" gadis itu tersenyum sangat senang, melihat row dengan mata yang berbinar
"ahaha, enak aja ini tempat spesial gw, lagian kalo lagi gak full moon kaya gini, gw juga jarang kok naek kemari"
gadis itu melihat kelangit, memang benar dari tempat ini bulan dan bintang terlihat sangat jelas. Langit biru kegelapan yang luas disinari oleh gemerlap bintang dan cahaya bulan sungguh melegakan hati, seakan untuk saat ini tak ada yang perlu dipikirkan, tak ada yang perlu dicemaskan.
mereka berdua sama-sama terdiam, menikmati keindahalan langit malam tersebut.
"Row"gadis itu memangil pelan
"Kenapa ?" row menjawab seadanya, masih asik menatap langit.
tiba-tiba gadis itu menggenggam tangan kiri row
"menurut lo, gw ini cw yang menarik gak sih ?"
row yang kaget karna tangan nya di genggam refleks melihat kearah gadis tersebut. Row terdiam, entah apa yang terjadi, gadis disampingnya terlihat berbeda dari biasanya, wajahnya bersinar terkena paparan sinaran Bulan, matanya sedikit berkaca-kaca, dan senyumnya sangat menawan.
Row menatap mata gadis itu, tangan kanan row ikut menggengam tangan gadis tersebut.
"lo itu........"
Spoiler for index:
Prologue,Index,Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Special Q&A
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70-1
Part 70-2
70-3
hehe
Epilogue Part 1
Epilogue Part 2
Epilogue Part 3
Selesai Gan
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Special Q&A
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70-1
Part 70-2
70-3
hehe
Epilogue Part 1
Epilogue Part 2
Epilogue Part 3
Selesai Gan
Spoiler for Part 1:
LANGIT sudah gelap. Jalanan lengang hanya dilewati beberapa mobil dan motor yang melaju dengan kencang, entah ingin cepat-cepat pulang untuk beristirahat atau takut akan bahaya dari para begal yang mengincar. Jam 01.00 pagi, saat suasana sedang hening, saat semua orang terlelap, saat semua orang tertidur, mengistirahatkan tubuh dan mengisi tenaga untuk menjalani kehidupannya esok pagi. Row justru masih terjaga, di tempat yang sangat ramai ini, di tempat yang penuh teriakan dan juga asap rokok,Warung Internet.
Mata row tertuju ke arah monitor, tangan kanan memegang mouse, dan tangan kiri bersiap diatas keyboard, sigap menekan tombol-tombol keyboard.
“MANTAP WUUHHUUU” Row berteriak, tim Row memenangkan pertandingan.
“yo’i menang lagi kita row” Diyas teman satu tim Row, menepuk bahunya sambil tersenyum.
‘‘iyalah jelas gw jago maenya”
“apanya,mati mulu gitu lo row”
“yah,yang penting menang, ahahaha” mereka berdua tertawa kompak.
Jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Row menghabiskan waktu nya bermain bersama teman-temannya. Ah mungkin lebih tepatnya bukan menghabiskan, tetapi Row justru sedang menikmati waktu tersebut,waktu dimana Row merasa lebih hidup. Sebenarnya Row tidak saling mengenal mereka satu sama lain selain nama. Mereka hanya bermain dan jarang membicarakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan game. Di tempat ini tak ada hal lain yang terpikirkan kecuali memenangkan game, makanan, dan rokok. Jika sudah duduk, Row akan fokus terhadap monitor dan enggan untuk meninggalkan kursinya sebelum billing habis, selain kehabisan rokok dan kebelet ingin ke kamar kecil.
Jam 05:00 pagi
Row beranjak dari kursinya, memakai jaket dan bersiap untuk pulang.
“yas balik dulu gw ya”
“yah dia pake balik, last game lah ”
“ah mau sekolah dulu lah gw”
“alah paling juga tidur lo di kelas”
“ebuset, se kebo itu apa gw?, ya seenggaknya ada yang nyangkut dikit lah di otak gw”
“hahaha yodah hati-hati lo Row”
“sip” Row pun berlalu menuruni tangga lantai 2.
Row pulang menggunakan angkot, berjuang menahan kantuk sepanjang perjalanan. Takut ketiduran dan melewatkan gang rumahnya. Untungnya dia masih bisa bertahan.
Row masuk lewat pintu belakang rumah menggunakan kunci duplikat nya, masuk ke kamar dan mengambil peralatan mandi. Jam dinding, masih menunjukan pukul 05:30 pagi, belum ada tanda-tanda kehidupan dari kamar teman- temannya, kos-kosan ini selalu sepi pada pagi hari seperti ini.
Row tinggal di kos-kosan milik Neneknya sejak kelas 2 SMP, dari saat ia pindah ke kota gajah ini. Neneknya tidak tinggal disini, ia tinggal di kebun keluarga yang berada di kota yang bereda. Jadilah Row ditunjuk sebagai penjaga Rumah dengan 8 kamar yang disewakan sebagai kos-kosan .Tidak banyak tugasnya, kurang lebih hanya mengumpulkan iuran dari penyewa dan menerima komplain-komplain mereka.
Selesai mandi dan berseragam, Row pergi dengan sepedahnya menuju tempat dimana ia melakukan rutinitasnya di pagi hari, bersekolah.
-to be continued-
Mata row tertuju ke arah monitor, tangan kanan memegang mouse, dan tangan kiri bersiap diatas keyboard, sigap menekan tombol-tombol keyboard.
“MANTAP WUUHHUUU” Row berteriak, tim Row memenangkan pertandingan.
“yo’i menang lagi kita row” Diyas teman satu tim Row, menepuk bahunya sambil tersenyum.
‘‘iyalah jelas gw jago maenya”
“apanya,mati mulu gitu lo row”
“yah,yang penting menang, ahahaha” mereka berdua tertawa kompak.
Jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Row menghabiskan waktu nya bermain bersama teman-temannya. Ah mungkin lebih tepatnya bukan menghabiskan, tetapi Row justru sedang menikmati waktu tersebut,waktu dimana Row merasa lebih hidup. Sebenarnya Row tidak saling mengenal mereka satu sama lain selain nama. Mereka hanya bermain dan jarang membicarakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan game. Di tempat ini tak ada hal lain yang terpikirkan kecuali memenangkan game, makanan, dan rokok. Jika sudah duduk, Row akan fokus terhadap monitor dan enggan untuk meninggalkan kursinya sebelum billing habis, selain kehabisan rokok dan kebelet ingin ke kamar kecil.
Jam 05:00 pagi
Row beranjak dari kursinya, memakai jaket dan bersiap untuk pulang.
“yas balik dulu gw ya”
“yah dia pake balik, last game lah ”
“ah mau sekolah dulu lah gw”
“alah paling juga tidur lo di kelas”
“ebuset, se kebo itu apa gw?, ya seenggaknya ada yang nyangkut dikit lah di otak gw”
“hahaha yodah hati-hati lo Row”
“sip” Row pun berlalu menuruni tangga lantai 2.
Row pulang menggunakan angkot, berjuang menahan kantuk sepanjang perjalanan. Takut ketiduran dan melewatkan gang rumahnya. Untungnya dia masih bisa bertahan.
Row masuk lewat pintu belakang rumah menggunakan kunci duplikat nya, masuk ke kamar dan mengambil peralatan mandi. Jam dinding, masih menunjukan pukul 05:30 pagi, belum ada tanda-tanda kehidupan dari kamar teman- temannya, kos-kosan ini selalu sepi pada pagi hari seperti ini.
Row tinggal di kos-kosan milik Neneknya sejak kelas 2 SMP, dari saat ia pindah ke kota gajah ini. Neneknya tidak tinggal disini, ia tinggal di kebun keluarga yang berada di kota yang bereda. Jadilah Row ditunjuk sebagai penjaga Rumah dengan 8 kamar yang disewakan sebagai kos-kosan .Tidak banyak tugasnya, kurang lebih hanya mengumpulkan iuran dari penyewa dan menerima komplain-komplain mereka.
Selesai mandi dan berseragam, Row pergi dengan sepedahnya menuju tempat dimana ia melakukan rutinitasnya di pagi hari, bersekolah.
-to be continued-
Diubah oleh godaanpuasa 02-02-2015 00:31
someshitness dan 9 lainnya memberi reputasi
10
79.4K
Kutip
508
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
godaanpuasa
#231
update
Spoiler for Part 52:
“Giliran gw nih” Nina memilih lagu, lalu berdiri bersiap untuk menyumbangkan suaranya
First love by Utada Hikaru
Sama seperti Rika dan Depan, entah kenapa di saat bernyanyi solo Nina pun menjadi serius.
Suara tepuk tangan kembali memnuhi ruangan usai Nina bernyanyi dan kembali kekursinya
“Luar biasa Nin, kagum gw ?” Ujar Depan memuji Nina
“lo kagum karna gw keren banget kan nyanyinya tadi ?”
“Bukan, kagum gw lo nyanyi lyric nya ngasal sebut bisa keren gitu ya, efek musik kali ya”
“Ahahaha” Lagi-lagi ruangan penuh dengan suara tawa. Nina yang ditertawakan memasang wajah sebal, namun beberapa saat kemudian ikut tertawa bersama.
“Iiiih, jahat nih si Depan, padahal kan si Nina uda bener tadi lyricnya” Ujar Ara membela Nina
“Iya, lagian itukan tadi lagunya pesan tersirat tuh” Rika tersenyum kearah Nina, membuat wajah Nina sedikit memerah.
“Wah buat sape Nin ?” Karna penasaran Row yang sejak tadi diam akhirnya ikut masuk kedalam pembicaraan
“Buat gw lah, buat sape lagi ya ga Nin ?” Depan tersenyum kearah Nina
“Ge -er dasar” Nina membantah
“Nah terus buat siapa dong” Row kembali bertanya kepada Nina
Wajah Nina lebih memerah dari sebelumnya
“ROW, kok jadi lo yang penasaran banget gitu sih” Tiba-tiba Ara memotong pembicaraan. Suara Ara yang agak meninggi di awal membuat seisi ruangan terdiam.
Ara menggembungkan pipinya, mengambil remot lalu mengetikan sebuah lagu.
Untitled by Maliq & d’essentials
Ara berdiri masih dengan ekspresi sebalnya. Tetapi setelah nada pertama dari lagu tersebut masuk, Ara menjadi lebih tenang dan mulai bernyanyi.
Setelah selesai Ara tetap berdiri berdiam takjub. Seisi ruangan hening karna tidak tau harus memberikan reaksi apa setelah melihat Ara yang sebelumnya berada dalam mood yang buruk.
Tetapi tiba-tiba Ara tersenyum kembali seperti biasanya. Demi melihat senyum Ara yang merekah Rika langsung memberikan tepuk tangan dan diikuti oleh semua orang.
“Bentar-bentar ngamuk, bentar-bentar senyum, dasar aneh”
“Nah masih ada 10 menit lagi nih, Lo solo gih Row” Rika memberkan Remot kearah Row.
Row terdiam kebingungan sambil menggenggam remot ditangannya. Akhirnya dia tersenyum dan mengetikan sebuah judul lagu, yang langsung diikuti dengan suara tertawa yang lain
Okelah kalo begitu by Warteg Boyz
Row berdiri hendak menunjukan aksinya. Tetapi kali ini dia tidak sendirian, melainkan ditemani oleh Rika, Aran, Nina, dan Depan yang juga ikut berdiri tanpa dikomando, ikut bernyanyi walau tanpa memakai mic.
Bangun pagi bangun pagi
Nggak ada roti nggak kopi
Laper lagi laper lagi
Adanya nasi sama teri
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Lima hari nggak mandi
Kulit udah banyak daki
Perempuan pada lari
Katanya I am sorry
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Mengapa… mengapa…
Mengapa… oh menyedihkan…
Mogok lagi mogok lagi
Motor mati mesin brenti
Aki busi belum ganti
Aku jadi jalan kaki
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu
Tiba-tiba HP bunyi
Hp bunyi keras sekali
Gua jawab dia memaki
Tukang kredit nagih janji
Okelah gua bayarin
Okelah gua lunasin
Okelah gua bayarin
Okelah gua lunasin
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Nggak kerasa laper lagi
Mangan nasi karo jantung
Mau bayar aku keki
Dompetku dibawa lari
Gimana kalo begitu
Gimana kalo begitu
Gimana kalo begitu
Gimana sih kalo begitu
Okeh Okeh
Pak tolong dong tolong dong pak
Pak tolong dong tolong dong pak
Pak tolong dong tolong dong pak
♠
Tak terasa hari ini pun berakhir. Rika suadh pulang mengendarai mobilnya, Nina pulang diboncengi oleh Depan dengan motor antiknya, sedangkan Row harus mengantarkan Ara pulang terlebih dahulu, dan baru menuju rumah menggunakan sepedahnya yang ia tinggal di rumah Ara. Wajah Row terlihat lemas karna semua aktifitas yang telah dilewati, serta pikirannya yang sudah membayangkan bahwa setelah ini dia harus mengendarai sepedahnya menuju rumah.
“ah...seenggaknya janji gw sama Ara udah lunas deh”
“Asik ya Row hari ini”
“Hah” Lamunan Row buyar karna suara dari Ara.
“Iya hari ini asik banget ya?”
“Woh iya, asik banget soalnya tadi ada yang tiba-tiba ngam….ADADAW , HOBI AMAT SI LO NYUBIT GW RA”
“Ahahahaha”Ara tertawa kegirangan sampai-sampai motornya kehilangan kendali.
“Hoy-hoy Ra, tenang Ra, jatoh pula kita nti Ra”
“iya iya, hehe”
Terjadi keheningan diantara mereka berdua
“Eh, kok lo tadi segitu penasaran nya sih sama siapa orang yang dimaksud Nina dalam lagunya tadi ?”
First love by Utada Hikaru
Sama seperti Rika dan Depan, entah kenapa di saat bernyanyi solo Nina pun menjadi serius.
Spoiler for lyric:
Saigo no kisu wa tabako no flavor ga shita
Nigakute setsunai kaori
Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irundarou
Dare wo omotterundarou
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasouto shiteru
Wasureta kunai kotobakari
Ashita no imagoro niwa
Watashi wa kitto naiteru
Anatawo omotterundarou
You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place in your heart too
Now and forever you are still the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song
Now and forever
Nigakute setsunai kaori
Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irundarou
Dare wo omotterundarou
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasouto shiteru
Wasureta kunai kotobakari
Ashita no imagoro niwa
Watashi wa kitto naiteru
Anatawo omotterundarou
You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place in your heart too
Now and forever you are still the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song
Now and forever
Suara tepuk tangan kembali memnuhi ruangan usai Nina bernyanyi dan kembali kekursinya
“Luar biasa Nin, kagum gw ?” Ujar Depan memuji Nina
“lo kagum karna gw keren banget kan nyanyinya tadi ?”
“Bukan, kagum gw lo nyanyi lyric nya ngasal sebut bisa keren gitu ya, efek musik kali ya”
“Ahahaha” Lagi-lagi ruangan penuh dengan suara tawa. Nina yang ditertawakan memasang wajah sebal, namun beberapa saat kemudian ikut tertawa bersama.
“Iiiih, jahat nih si Depan, padahal kan si Nina uda bener tadi lyricnya” Ujar Ara membela Nina
“Iya, lagian itukan tadi lagunya pesan tersirat tuh” Rika tersenyum kearah Nina, membuat wajah Nina sedikit memerah.
“Wah buat sape Nin ?” Karna penasaran Row yang sejak tadi diam akhirnya ikut masuk kedalam pembicaraan
“Buat gw lah, buat sape lagi ya ga Nin ?” Depan tersenyum kearah Nina
“Ge -er dasar” Nina membantah
“Nah terus buat siapa dong” Row kembali bertanya kepada Nina
Wajah Nina lebih memerah dari sebelumnya
“ROW, kok jadi lo yang penasaran banget gitu sih” Tiba-tiba Ara memotong pembicaraan. Suara Ara yang agak meninggi di awal membuat seisi ruangan terdiam.
Ara menggembungkan pipinya, mengambil remot lalu mengetikan sebuah lagu.
Untitled by Maliq & d’essentials
Ara berdiri masih dengan ekspresi sebalnya. Tetapi setelah nada pertama dari lagu tersebut masuk, Ara menjadi lebih tenang dan mulai bernyanyi.
Spoiler for lyric:
ketika, kurasakan sudah
ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika, ku sadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang, ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku
adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bila kah ku mengganggu harimu, mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu
bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat ku miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku
kau yang ada, di hatiku
bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau, kaulah yang ada, di hatiku
kau yang ada, di hatiku
adakah ku, di hatimu
ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika, ku sadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang, ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku
adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bila kah ku mengganggu harimu, mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu
bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat ku miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku
kau yang ada, di hatiku
bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau, kaulah yang ada, di hatiku
kau yang ada, di hatiku
adakah ku, di hatimu
Setelah selesai Ara tetap berdiri berdiam takjub. Seisi ruangan hening karna tidak tau harus memberikan reaksi apa setelah melihat Ara yang sebelumnya berada dalam mood yang buruk.
Tetapi tiba-tiba Ara tersenyum kembali seperti biasanya. Demi melihat senyum Ara yang merekah Rika langsung memberikan tepuk tangan dan diikuti oleh semua orang.
“Bentar-bentar ngamuk, bentar-bentar senyum, dasar aneh”
“Nah masih ada 10 menit lagi nih, Lo solo gih Row” Rika memberkan Remot kearah Row.
Row terdiam kebingungan sambil menggenggam remot ditangannya. Akhirnya dia tersenyum dan mengetikan sebuah judul lagu, yang langsung diikuti dengan suara tertawa yang lain
Okelah kalo begitu by Warteg Boyz
Row berdiri hendak menunjukan aksinya. Tetapi kali ini dia tidak sendirian, melainkan ditemani oleh Rika, Aran, Nina, dan Depan yang juga ikut berdiri tanpa dikomando, ikut bernyanyi walau tanpa memakai mic.
Spoiler for lyric:
Bangun pagi bangun pagi
Nggak ada roti nggak kopi
Laper lagi laper lagi
Adanya nasi sama teri
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Lima hari nggak mandi
Kulit udah banyak daki
Perempuan pada lari
Katanya I am sorry
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Okelah kalo begitu
Mengapa… mengapa…
Mengapa… oh menyedihkan…
Mogok lagi mogok lagi
Motor mati mesin brenti
Aki busi belum ganti
Aku jadi jalan kaki
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu (oke)
Okelah kalo begitu
Tiba-tiba HP bunyi
Hp bunyi keras sekali
Gua jawab dia memaki
Tukang kredit nagih janji
Okelah gua bayarin
Okelah gua lunasin
Okelah gua bayarin
Okelah gua lunasin
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Ya udahlah kalo begitu
Nggak kerasa laper lagi
Mangan nasi karo jantung
Mau bayar aku keki
Dompetku dibawa lari
Gimana kalo begitu
Gimana kalo begitu
Gimana kalo begitu
Gimana sih kalo begitu
Okeh Okeh
Pak tolong dong tolong dong pak
Pak tolong dong tolong dong pak
Pak tolong dong tolong dong pak
♠
Tak terasa hari ini pun berakhir. Rika suadh pulang mengendarai mobilnya, Nina pulang diboncengi oleh Depan dengan motor antiknya, sedangkan Row harus mengantarkan Ara pulang terlebih dahulu, dan baru menuju rumah menggunakan sepedahnya yang ia tinggal di rumah Ara. Wajah Row terlihat lemas karna semua aktifitas yang telah dilewati, serta pikirannya yang sudah membayangkan bahwa setelah ini dia harus mengendarai sepedahnya menuju rumah.
“ah...seenggaknya janji gw sama Ara udah lunas deh”
“Asik ya Row hari ini”
“Hah” Lamunan Row buyar karna suara dari Ara.
“Iya hari ini asik banget ya?”
“Woh iya, asik banget soalnya tadi ada yang tiba-tiba ngam….ADADAW , HOBI AMAT SI LO NYUBIT GW RA”
“Ahahahaha”Ara tertawa kegirangan sampai-sampai motornya kehilangan kendali.
“Hoy-hoy Ra, tenang Ra, jatoh pula kita nti Ra”
“iya iya, hehe”
Terjadi keheningan diantara mereka berdua
“Eh, kok lo tadi segitu penasaran nya sih sama siapa orang yang dimaksud Nina dalam lagunya tadi ?”
kalo belom ngantuk pantengin gan, ane lagi semangat apdet

Diubah oleh godaanpuasa 07-09-2014 22:37
i4munited dan lumut66 memberi reputasi
2
Kutip
Balas