Kaskus

Food & Travel

satriacustomAvatar border
TS
satriacustom
Camping Satu Malam [BikePacker]
Camping Satu Malam Byson On Kaskus [BOSS]

Camping Satu Malam [BikePacker]

Quote:

Quote:

Quote:
Diubah oleh satriacustom 09-09-2014 14:15
0
4.1K
24
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cerita Pejalan Domestik
Cerita Pejalan Domestik
KASKUS Official
2.1KThread3.1KAnggota
Tampilkan semua post
satriacustomAvatar border
TS
satriacustom
#1
Day 1 – 23 Agustus 2014
Seminggu kemudian tibalah di hari H, kami semua segera bersiap packing perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan. Anggota yang hadir dalam acara ini antara lain dari Yogyakarta adalah Om Samsu, Om Agus, Om Singgih, Bro Awan (Teman sekampus saya, kebetulan saya ajak doi) dan saya sendiri. Lalu dari Solo ada Om Dian dan Om Agung. Keberangkatan terbagi menjadi 2 kloter, dikarenakan beberapa anggota masih disibukan dengan pekerjaan masing-masing. Kloter pertama berangkat lebih awal pada sore hari, yaitu Om Samsu, Bro Awan dan saya sendiri. Tikum kami tentukan di SPBU 44.55.701 Pleret, Bantul.
Spoiler for Titik kumpul awal:

Setelah saya datang di tempat tikum, ternyata Bro Awan sudah lebih dulu sampai. Bro Awan ini adalah teman sekampus saya dan dia datang langsung dari Magelang, tempat tinggalnya. Tak lama kemudian datanglah Om Samsu. Setelah itu kami segera berangkat bersama menuju ke TKP mengejar moment sunset. Kami berangkat pada pukul 17.00 WIB, molor satu jam dari waktu yang ditentukan. Kemungkinan moment sunset tidak bisa kami abadikan karena jarak tempuh ke TKP berkisar satu jam.
Spoiler for Trek offroad berupa jalan gravel:

Setelah sampai di jalur menuju Tanjung Bekah, kami harus melewati jalan gravel yaitu tatanan batuan karang sepanjang ± 3km. Di tengah perjalanan ini kami sempat berhenti sejenak karena bracket stoplamp F1 saya patah akibat goncangan dari kontur jalan yang tidak rata, langkah darurat untuk sementara saya ikat dengan kabel ties. Setelah beres kami kembali melanjutkan perjalanan melewati tengah hutan.
Spoiler for Dari kejauhan laut sudah terlihat:

Dan lagi, sempat terjadi trouble pada salah satu sidebox Om Samsu yaitu pengunci tutupnya lepas sehingga saat melewati jalan gravel sering buka-tutup sendiri. Namun karena jarak sudah tak jauh lagi kami tetap melanjutkan perjalanan dengan pelan. Akhirnya kami sampai di TKP pada pukul 17.45 WIB. Benar saja kami terlambat sampai di tempat sehingga moment sunrise pun terlewatkan, sayang sekali karena kami hanya terlambat beberapa menit saja.
Anginnya bertiup sangat kencang, udara menjadi sangat dingin. Maklum karena posisinya yang berada persis di tepi laut. Kami membawa 2 tenda dome masing-masing, awalnya saya mengelar tenda yang saya bawa. Ukurannya termasuk besar karena berkapasitas 6 orang, saat proses mendirikannya kami sempat kesulitan akibat angin laut yang berhembus sangat kencang. Sampai-sampai kamipun tidak bisa berdiri tegak, pasti tubuh berasa limbung. Karena kesulitan mendirikan tenda di luar, akhirnya kami putuskan bertenda di dalam sebuah tempat yang sudah berdinding dan beratapkan seng. Di sini kami lebih mudah mendirikan tenda karena angin di luar sebagian terhalang oleh tembok. Lalu setelah beres kami lanjutkan membuka tenda kedua milik Om Sam yang hanya berkapasitas 2 orang saja.
Spoiler for Lokasi kami bermalam:

Setelah semuanya beres, kami bertiga bersantai sejenak menikmati angin malam dan beberapa cemilan yang kami bawa. Tidak ada lampu menyala di tempat tersebut, semuanya gelap gulita, dan kami masih menunggu kedatangan rekan-rekan lain yang menyusul pada malam hari. Sampai pada pukul 22.00 WIB akhirnya kloter kedua dari Jogja sudah datang, yaitu Om Singgih dan Om Agus bersama nyonyah nya. Namun ternyata Om Agus tidak bisa mengikuti hingga akhir acara karena keesokan harinya sudah sibuk dengan acaranya yang lain.
Spoiler for Kloter ke dua dari Jogja sudah datang:

Alhamdulilah logistik bertambah lagi, hehe.. kami ber enam berkumpul bersama sambil ngobrol ga jelas ngalor-ngidul menghabiskan waktu malam dengan kondisi cuaca yang semakin dingin. Sekitar setengah jam kemudian Om Agus beserta nyonyah nya pamit undur diri, selamat jalan om dan hati-hati di perjalanan, tengah malam menembus hutan yang gelap gulita, eh tidak masalah kok karena tunggangannya sekarang, Z250 sudah dibekali lampu projie 2 biji. Jalan malam berasa siang hari, hehe..
Spoiler for Om Agus yang pulang lebih dulu:

Spoiler for Obrolan berlanjut:

Waktu sudah menunjukan pukul 23.00 WIB, info terakhir yang saya dapatkan dari grup WA bahwa rombongan dari Solo sudah berangkat pada pukul 21.00 WIB. Menurut saya, jam segini seharusnya mereka sudah sampai di TKP.
Spoiler for Dokumentasi perjalanan dari rombongan Solo:

Benar saja, beberapa menit kemudian rombongan dari Solo, Om Dian dan Om Agung sudah sampai di sini. Kali ini Om Dian datang tidak menggunakan kebonya melainkan matic X-Ride nya. Lengkap sudah personil acara malam ini, langsung saja kami segera berkumpul dan makan malam bersama dari bekal masing-masing yang kami bawa.
Spoiler for Cari tempat dulu:

Spoiler for Suasana disaat makan malam:

Selesai makan malam dan ngerumpi ga jelas, akhirnya waktunya untuk beristirahat. Kami segera memasuki tenda dan langsung tepar. Angin masih bertiup kencang, melengkapi suasana malam kami. Namun ada sedikit gangguan yang kami rasakan, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, kami kedatangan beberapa wisatawan yang juga berkunjung di Tanjung Bekah. Suasana yang tadinya tenang dan sepi berubah menjadi heboh dan ramai. Sangat mengganggu ketenangan kami saat beristirahat.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.