- Beranda
- Stories from the Heart
Beauty in the dark
...
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. 

Catatan Kecil Seorang pramuria
Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..
Quote:
PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:
PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:
PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:
PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:
PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:
Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:
NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.
Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )
Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.7K
956
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mindtalk
#618
Aku Tak Diharapkan..
Aku mendapat panggilan test di beberapa perusahan besar lainnya.. Dan selalu saja mendekati tes terakhir aku gagal.. Dari sekian orang aku dikalahkan oleh beberapa orang dan aku menerimanya.. Bukan rejekiku.. Seorang pengangguran masih lekat di diriku.. Seorang pengangguran menjadi pacar wiraswasta muda dan akan bertemu dengan keluarganya.. ya TUHAN, bagaimana ini.. Hari yang dinanti semakin dekat, aku tak bisa tidur dan makan.. Aku bingung harus bagaimana.. Dan saat harinya tiba aku memakai baju yang super sopan dalam agamaku.. Dan benar-benar sopan bahkan bertutur kata pun sopan..
Aku dan tama berangkat kekota tetangga untuk menemui orang tuanya yang tinggal disana.. Rasanya aku tak tenang sepanjang perjalanan.. Entahlah.. Rasa apa ini dan sangat mengganggu.. Seakan aku tahu bahwa aku tak diharapkan..
Aku mencoba menenangkan diriku sepanjang perjalanan, sampai akhirnya tia dirumah tama..
Aku melihat sekeliling perumahan.. Dan benar hanya rumah tama yang terlihat berbeda dan imut tapi tetap saja bagus.. Aku menyukainya.. Seakan ada keramahan dalam rumah itu.. Aku bersama tama turun dari mobil.. Aku menjadi lebih tenang dan lebih bisa mengontrol mimik wajah..
Aku mengikutinya berjalan keteras rumah.. Sepertinya memang kondisi rumahnya tenang.. Adik-adiknya sedang ask dengan aktifitas sendiri dikamarnya.. Aku dan tama sedikit mengobrol..
Aku dan tama mengobrol dan sesekali slaing tertawa dan bercanda.. Mungkin aku lupa kontrol jika bersamanya.. Aku menjadi super manja.. Sampe akhirnya dia meminta ijin untuk kedalam rumah sebentar, ada yang hendak ditunjukan olehnya kepadaku.. Mungkin foto masa kecilnya.. Aku sedikit menunggu lama diluar.. Dan aku memutuskan untuk ke kamar mandi karena aku memang kebelet pipis.. Aku masuk kedalam rumah bertemu dengan adik tama yang paling kecil namanya dina...
Aku berjalan menuju toilet dengan perlahan.. Dan alangkah sialnya aku meilhat tama dibalik pintu kamarnya.. Aku mendekatinya dengan perlahan.. Agak sedikit jauh.. Aku mendengar samar pembicaraan dia dan ayahnya..
Aku masih terpaku disini berdiri mendengar semua yang dikatakan ayah tama kepadanya.. Walau aku tak mendengar asal muasal pertengkarannya.. Tama keluar kamar dan aku buru-buru ke toilet.. Aku sedikit menitikan air mata.. Rasanya sangat sakit dihatiku.. Bahwa ada yang membenciku tanpa mengenalku terlebih lagi itu adalah ayah tama.. Aku memilih diam.. Ternyata hanya ibu nya yang menemuiku karena ayahnya tak suka melihatku.. ya TUHAN apa salahku.. kenapa hanya karena aku tak lahir dijawa aku dianggap tak mengerti sopan santun..
Aku menuntaskan apa yang harus aku tuntaskan dikamar mandi dan mencuci mukaku agar tak terlihat habis menangis.. Aku keluar kamar mandi dan berpapasan dengan ayah tama.. Aku tersenyum dan menunduk " pak.. " aku hendak mendekat dan menyalahminya, tapi dia berlalu membanting pintu kamar.. Aku tak bisa berkata apa, adik tama melihatku, mungkin ibunya juga mendengar.. Aku mencoba tegar dan tersenyum kepada adiknya.. Walau aku tau adiknya menatapku dengan kesedihan.. Tapi aku tak mempermasalahkannya..
Dina mengacungkan jari jempol dengan senyumnya.. Dan aku mendatangi tama didepan..
Dia putih dan lucu waktu kecil.. Suka ikut berbagai macam perlombaan.. Aku melihat dengan pelan dan mengamatinya.. Semuanya lucu dan menarik.. Setelah kami lama mengobrol.. Kami memutuskan pulang karena sore.. Sesekali aku mengobrol dengan dina yang terkadang nimbrung ke obrolan kami.. Dia anak yang baik.. Anak perempuan satu-satunya dikeluarga ini, mungkin dia merindukan sosok kakak.. Sehingga dia mendekatiku..
Tama menyalami ibunya.. Dina menyalamiku dan tama.. Kami bersiap pulang.. Ibu dan Dina menunggu kami hingga meninggalkan rumah.. Aku memilih tak menanyakan bapak kepada ibu tama.. Karena aku sudah tau dia tak akan menerima salam dariku..
Tak banyak kata yang diucap saat ini, kami memilih banyak diam.. Mungkin kami sama-sama mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.. Dijalan kami memutuskan membeli makan dan membawa nya pulang agar dimakan bertiga dengan renan.. Tanpa ada pengulangan dalam cerita.. Aku menceritakan apa adanya kepada renan yang dibantu tama.. Renan yang awalnya sudah iseng, sedikit kecewa karena memang kami hanya main kerumah.. Karena aku tak diharapkan disana, sehingga tak ada keramah tamahan yang berarti untukku.. Aku hanya tamu yang tak diundang oleh keluarga tama.. Jadi aku mencoba mengerti dengan segala yang ada dan menerima semua dengan lapang dada..
Semoga semua ini dapat terlalui dengan baik.. TUHAN buat hati ayah tama mencair untukku.. Aku mohon karena aku dan tama saling mencintai dengan tulus dalam kebaikanMU.. Aku mohon TUHAN..
Quote:
Aku dan tama berangkat kekota tetangga untuk menemui orang tuanya yang tinggal disana.. Rasanya aku tak tenang sepanjang perjalanan.. Entahlah.. Rasa apa ini dan sangat mengganggu.. Seakan aku tahu bahwa aku tak diharapkan..
Quote:
Aku mencoba menenangkan diriku sepanjang perjalanan, sampai akhirnya tia dirumah tama..
Quote:
Aku melihat sekeliling perumahan.. Dan benar hanya rumah tama yang terlihat berbeda dan imut tapi tetap saja bagus.. Aku menyukainya.. Seakan ada keramahan dalam rumah itu.. Aku bersama tama turun dari mobil.. Aku menjadi lebih tenang dan lebih bisa mengontrol mimik wajah..
Quote:
Aku mengikutinya berjalan keteras rumah.. Sepertinya memang kondisi rumahnya tenang.. Adik-adiknya sedang ask dengan aktifitas sendiri dikamarnya.. Aku dan tama sedikit mengobrol..
Quote:
Aku dan tama mengobrol dan sesekali slaing tertawa dan bercanda.. Mungkin aku lupa kontrol jika bersamanya.. Aku menjadi super manja.. Sampe akhirnya dia meminta ijin untuk kedalam rumah sebentar, ada yang hendak ditunjukan olehnya kepadaku.. Mungkin foto masa kecilnya.. Aku sedikit menunggu lama diluar.. Dan aku memutuskan untuk ke kamar mandi karena aku memang kebelet pipis.. Aku masuk kedalam rumah bertemu dengan adik tama yang paling kecil namanya dina...
Quote:
Aku berjalan menuju toilet dengan perlahan.. Dan alangkah sialnya aku meilhat tama dibalik pintu kamarnya.. Aku mendekatinya dengan perlahan.. Agak sedikit jauh.. Aku mendengar samar pembicaraan dia dan ayahnya..
Quote:
Aku masih terpaku disini berdiri mendengar semua yang dikatakan ayah tama kepadanya.. Walau aku tak mendengar asal muasal pertengkarannya.. Tama keluar kamar dan aku buru-buru ke toilet.. Aku sedikit menitikan air mata.. Rasanya sangat sakit dihatiku.. Bahwa ada yang membenciku tanpa mengenalku terlebih lagi itu adalah ayah tama.. Aku memilih diam.. Ternyata hanya ibu nya yang menemuiku karena ayahnya tak suka melihatku.. ya TUHAN apa salahku.. kenapa hanya karena aku tak lahir dijawa aku dianggap tak mengerti sopan santun..
Aku menuntaskan apa yang harus aku tuntaskan dikamar mandi dan mencuci mukaku agar tak terlihat habis menangis.. Aku keluar kamar mandi dan berpapasan dengan ayah tama.. Aku tersenyum dan menunduk " pak.. " aku hendak mendekat dan menyalahminya, tapi dia berlalu membanting pintu kamar.. Aku tak bisa berkata apa, adik tama melihatku, mungkin ibunya juga mendengar.. Aku mencoba tegar dan tersenyum kepada adiknya.. Walau aku tau adiknya menatapku dengan kesedihan.. Tapi aku tak mempermasalahkannya..
Quote:
Dina mengacungkan jari jempol dengan senyumnya.. Dan aku mendatangi tama didepan..
Quote:
Dia putih dan lucu waktu kecil.. Suka ikut berbagai macam perlombaan.. Aku melihat dengan pelan dan mengamatinya.. Semuanya lucu dan menarik.. Setelah kami lama mengobrol.. Kami memutuskan pulang karena sore.. Sesekali aku mengobrol dengan dina yang terkadang nimbrung ke obrolan kami.. Dia anak yang baik.. Anak perempuan satu-satunya dikeluarga ini, mungkin dia merindukan sosok kakak.. Sehingga dia mendekatiku..
Quote:
Tama menyalami ibunya.. Dina menyalamiku dan tama.. Kami bersiap pulang.. Ibu dan Dina menunggu kami hingga meninggalkan rumah.. Aku memilih tak menanyakan bapak kepada ibu tama.. Karena aku sudah tau dia tak akan menerima salam dariku..
Quote:
Tak banyak kata yang diucap saat ini, kami memilih banyak diam.. Mungkin kami sama-sama mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.. Dijalan kami memutuskan membeli makan dan membawa nya pulang agar dimakan bertiga dengan renan.. Tanpa ada pengulangan dalam cerita.. Aku menceritakan apa adanya kepada renan yang dibantu tama.. Renan yang awalnya sudah iseng, sedikit kecewa karena memang kami hanya main kerumah.. Karena aku tak diharapkan disana, sehingga tak ada keramah tamahan yang berarti untukku.. Aku hanya tamu yang tak diundang oleh keluarga tama.. Jadi aku mencoba mengerti dengan segala yang ada dan menerima semua dengan lapang dada..
Semoga semua ini dapat terlalui dengan baik.. TUHAN buat hati ayah tama mencair untukku.. Aku mohon karena aku dan tama saling mencintai dengan tulus dalam kebaikanMU.. Aku mohon TUHAN..
Diubah oleh mindtalk 04-09-2014 16:59
0
