- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#963
PART 59
Gue melongo sesaat memandangi Luna, kemudian berdehem dan menyandarkan tubuh gue ke sandaran tangan sambil tersenyum. Heran gue sama nih cewek satu. Gue liat Luna mukanya serius, tapi tersenyum kecil. Gue mengarahkan pandangan gue ke kertas esai, menarik napas panjang dan kemudian kembali memandangi Luna, yang sedari tadi masih memandangi gue.
Gue bertopang dagu sambil mendengarkan cerita Luna. Gue memandangi Luna yang duduk di samping gue dengan tangan ditaruh diatas kedua lututnya. Dari gesture nya gue rasa dia mengungkapkan apa yang sebenernya, dan dia membuang egonya untuk mengatakan itu semua. Dari matanya gue tangkap ada kejujuran dan rasa sayang. Menyadari gue memandangi dia, Luna terdiam, menunduk sambil memainkan jemari tangannya. Gue tersenyum.
Gue terkejut, dan mengalihkan pandangan gue ke meja, berpikir. Gue memainkan bolpen gue, sesekali mengetuk-ngetukkannya di meja. Napas gue terasa berat.
Gue menoleh ke Luna, dan tersenyum.
Gue memandangi meja sambil mengangguk kecil.
Gue menarik napas panjang, dan menggeser kursi gue, menghadap langsung ke Luna. Sambil mencondongkan badan kedepan, gue memandangi Luna.
Luna terisak, tapi dia tersenyum tipis sambil menggigit bibir. Dengan menangis dia ngomong, suaranya serak.
Gue tersenyum dan menepuk tangan Luna. Entah kenapa siang itu gue merasakan sisi yang aneh dari cinta manusia. Sisi yang gak bisa gue jelaskan dengan kata-kata. Gue merasakan indahnya ketulusan cinta, meskipun gak berbalas. Luna yang matanya masih sembab dan masih sedikit terisak, mengeluarkan BB nya. Kemudian mengutak-utik sebentar, sebelum menyerahkan ke gue.
Gue mengambil BB Luna dan melihat apa yang ditunjukkannya. Gue terdiam. Gue sedang membuka gallery BBnya dia, dan disitu gue melihat banyak sekali foto diri gue, yang diambil tanpa sepengetahuan gue. Mendadak gue merasakan besarnya perasaan Luna ke gue. Sambil tersenyum, tapi gak bisa berkata-kata, gue kembalikan itu BB ke Luna.
Entah kenapa gue justru merasakan dorongan ingin berlari ke Anin dan memeluknya dengan penuh cinta.
Gue melongo sesaat memandangi Luna, kemudian berdehem dan menyandarkan tubuh gue ke sandaran tangan sambil tersenyum. Heran gue sama nih cewek satu. Gue liat Luna mukanya serius, tapi tersenyum kecil. Gue mengarahkan pandangan gue ke kertas esai, menarik napas panjang dan kemudian kembali memandangi Luna, yang sedari tadi masih memandangi gue.
Quote:
Gue bertopang dagu sambil mendengarkan cerita Luna. Gue memandangi Luna yang duduk di samping gue dengan tangan ditaruh diatas kedua lututnya. Dari gesture nya gue rasa dia mengungkapkan apa yang sebenernya, dan dia membuang egonya untuk mengatakan itu semua. Dari matanya gue tangkap ada kejujuran dan rasa sayang. Menyadari gue memandangi dia, Luna terdiam, menunduk sambil memainkan jemari tangannya. Gue tersenyum.
Quote:
Gue terkejut, dan mengalihkan pandangan gue ke meja, berpikir. Gue memainkan bolpen gue, sesekali mengetuk-ngetukkannya di meja. Napas gue terasa berat.
Quote:
Gue menoleh ke Luna, dan tersenyum.
Quote:
Gue memandangi meja sambil mengangguk kecil.
Quote:
Gue menarik napas panjang, dan menggeser kursi gue, menghadap langsung ke Luna. Sambil mencondongkan badan kedepan, gue memandangi Luna.
Quote:
Luna terisak, tapi dia tersenyum tipis sambil menggigit bibir. Dengan menangis dia ngomong, suaranya serak.
Quote:
Gue tersenyum dan menepuk tangan Luna. Entah kenapa siang itu gue merasakan sisi yang aneh dari cinta manusia. Sisi yang gak bisa gue jelaskan dengan kata-kata. Gue merasakan indahnya ketulusan cinta, meskipun gak berbalas. Luna yang matanya masih sembab dan masih sedikit terisak, mengeluarkan BB nya. Kemudian mengutak-utik sebentar, sebelum menyerahkan ke gue.
Quote:
Gue mengambil BB Luna dan melihat apa yang ditunjukkannya. Gue terdiam. Gue sedang membuka gallery BBnya dia, dan disitu gue melihat banyak sekali foto diri gue, yang diambil tanpa sepengetahuan gue. Mendadak gue merasakan besarnya perasaan Luna ke gue. Sambil tersenyum, tapi gak bisa berkata-kata, gue kembalikan itu BB ke Luna.
Entah kenapa gue justru merasakan dorongan ingin berlari ke Anin dan memeluknya dengan penuh cinta.
chanry dan 7 lainnya memberi reputasi
8


: maksudmu?
: aku salah ya ngomong gini…
: kok kenal Anin juga?