Kaskus

Story

403forbidenAvatar border
TS
403forbiden
Berandalan Dunia Maya [True Story]
Perkenalkan nama saya willy seorang Laki-laki kurus berumur 17 tahun lahir di kota kecil di daerah jawa barat. Saya membuat thread ini karena ngga ada tempat bagi saya untuk bercerita, ini adalah thread yang akan saya isi dengan cerita kehidupan saya ( Sukur2 ada yang peduli emoticon-Malu (S) ).

Daftar Isi:
1. Berandalan Dunia Maya: Anak Manja
2. Berandalan Dunia Maya: Aku Ingin Mandiri
Diubah oleh 403forbiden 03-09-2014 05:00
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
403forbidenAvatar border
TS
403forbiden
#2
Berandalan Dunia Maya: Aku Ingin Mandiri
Semenjak saya sekolah SD saya mulai belajar mandiri dari teman teman di sekolah, di luar rumah dan jauh dari pengawasan orang tua saya merasa seperti burung yang lepas dari sangkarnya, yang biasanya terkurung di dalam rumah.
Di sekolah saya memiliki beberapa teman akrab di antaranya suhendar, marga, ruslan dan ari teman-teman saya termasuk anak anak yg pintar di kelas kami termasuk saya karena kami semua selalu masuk di antara 10 besar. Suatu hari saya di ajak ke rumah marga, rumahnya di pedalaman. Dengan riang kami menyusuri jalan setapak di tengah perkebunan pohon jati dan kelapa dengan jalan yang menanjak dan menurun.
Sesampainya di rumah marga saya melihat kehidupan marga yang bisa di sebut di manja tetapi oleh orang tua nya di biarkan mandiri, dalam hati saya merasa iri dengan kehidupan teman saya.
Setelah makan-makan di rumah marga, saya dan teman-teman di ajak marga untuk berenang di sungai, maklum anak pedalaman pasti sering berenang di sungai, dan ini kali pertama saya berenang di sungai, jangankan berenang di sungai berenang di kolam saja saya tak pernah di izinkan.
Karena saya tidak bisa berenang saya putuskan untuk hanya diam di bagian dangkal sungai, karena penasaran saya pun mencoba untuk melangkah ke tengah dan akhirnya tenggelam, saya lupa ntah siapa yg menyelamkan saya pada saat itu yang pasti teman teman saya. Sejak kejadian itu saya menjadi sering bermain kerumah marga untuk belajar berenang di sungai, dan seperti biasa orang tua saya jauh-jauh menjemput saya setiap saya bermain kerumah marga, jengkel? jangan di tanya lagi.
Karena sering berada di rumah marga setiap pulang sekolah saya mulai belajar mandiri, saya mempraktekan di rumah. Seperti mengganti pakaian sendiri, mengambil makanan sendiri, makan sendiri dan apapun di lakukan sendiri selama saya masih bisa lakukan.
Melihat perubahan sikap saya akhirnya orang tua melarang saya untuk bermain setiap pulang sekolah, melarang semua yg saya lakukan untuk mandiri. Saya menurut kepada ibu saya bukan karena saya anak yg patuh, tetapi karena ibu saya yang bisa di bilang keras dalam mendidik anak berbanding terbalik dengan ayah yg mendidik dengan sabar dan sayang, tetapi ayah hanya pulang seminggu sekali karena ayah bekerja sebagai manager di peternakan ayam di kota saya tinggal.
Kenaikan kelas pun tiba dan saya mendapat peringkat ke 3 di kelas dan seperti biasanya setelah kenaikan kelas akan di ikuti pula dengan libur panjang selama 2 minggu. 3 hari saya berada di rumah, tanpa teman dan hanya di temani ibu yang keras, bermain di luar di larang bermain bersama tetangga di larang seharian hanya bermain dengan robot mainan yg di berikan ayah dan video game, bosan dan sangat bosan.
Pada hari libur ke 4 ayah pulang dan ternyata cuti kerja, kami sekeluarga memutuskan berlibur ke kampung halaman ayah di jawa tengah ( ibu saya berasal dari sunda dan ayah dari jawa).
Saya senang bisa berlibur ke jawa meski bukan kali pertamanya saya ke kampung halaman ayah, dan saya berharap keluarga disana tidak memanjakan saya karena saya sudah cukup menjadi anak yg sudah 'Gede' masa sih harus di manjakan juga, kurang lebih begitu lah fikiran saya saat itu.
Dan setiba nya di rumah nenek di jawa, saya kecewa dan dongkol ternyata saya masih di perlakukan seperti dulu, di perlakukan seperti anak manja padahal saya ingin mandiri, saya ingin bisa melakukan apapun dengan sendiri melakukan tanpa bantuan siapa pun meski saya sadar saya tidak bisa melakukannya sendiri, akhirnya saya berlibur seperti burung yang terkurung di sangkar.
Diubah oleh 403forbiden 03-09-2014 04:58
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.