- Beranda
- Stories from the Heart
Beauty in the dark
...
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. 

Catatan Kecil Seorang pramuria
Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..
Quote:
PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:
PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:
PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:
PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:
PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:
Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:
NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.
Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )
Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.8K
956
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mindtalk
#565
Dunia Renan
Dia kembali.. Kali ini dia benar-benar kembali dan tak akan meninggalkanku.. Mungkin dia akan menerima apapun yang ada pada diriku.. Atau dia tetap tak mengindahkanku setelah dia mengetahuinya.. Entahlah, semua terlalu muda untukku.. Tapi biarkan waktu yang berlalu.. Antara aku dan mereka begitu banyak teka teki yang tak aku ketahui, seakan mereka mengerti diriku tapi aku tak mengerti mereka..
Aku masih berada dalam kondisi bingung, hingga hapeku berdering dan aku sedikit terkejut.. Tama hanya melirikku sebentar tanpa kata dan aku akhirnya memutuskan untuk mengangangkatnya.. Dari andra..
Aku mematikan tlp dari andra dan menghela nafas, dia terlihat sangat khawatir terhadapku.. Dia semakin berlebihan ku rasa.. Tapi tak apalah, mungkin karena dia sendiri.. Sehabis dari tama aku akan main kerumahnya sebentar.. Atau sekedar menyapanya nanti..
Kami saling diam.. Mungkin tama memilih berhenti menggodaku.. Tapi, jujur saja aku senang ada disampingnya saat ini.. Tak terasa kami sudah tiba dirumah yang sangat aku rindukan.. Rumah tempat kami pernah bersama.. Hanya saja ini berbeda.. Semua seakan berbeda..
Aku berharap hal yang membahagiakan akan terjadi padaku hari ini, bertemu dengan bocah manja dan menggemaskan.. Wajah cantiknya yang berseri.. Dan dia memang cantik..
Apa yang aku harapkan tak seperti yang aku inginkan.. Betapa kagetnya aku saat melihat renan terbaring lemah dikasurnya.. Ya, dia sakit.. Dia mencoba melakukan percobaan bunuh diri atas dirinya sendiri.. Dan dia sering melakukan hal itu sedari dulu.. Bahkan dia sering menyiksa dirinya sendiri.. Dia melakukan apa yang dia inginkan karena dia merasa kesepian yang teramat sangat..
Aku menangis melihatnya terbaring lemah disana.. Dia sedang tertidur sejenak.. Bukan sejenak tapi dengan obat dia harus tertidur disana dan itu sangat menyakitkan.. Ya, sangat menyakitkan.. Dan aku hanya menangis tak berani masuk lebih jauh kekamarnya..
Tama memelukku yang sudah gemetaran didepan kamar renan.. Entahlah.. semua terasa begitu tiba-tiba..
------------------------
Setelah aku sedikit baikan, kami duduk ditaman rumah ini.. masih sama seperti aku meninggalkannya terakhir kali.. Hanya saja ada beberapa rumput liar yang tak terjamah mata untuk menghilangkannya..
------------------------
Aku berjalan dengan gemetar kedalam kamar renan.. Kulihat wajah senduhnya.. Kulitnya pucat, tak ada rona merah dipinya.. Wajahnya tirus dan badannya kusam tak terurus.. Dia kurus sekali.. Beda dengan renan yang aku kenal.. Dibalik semua sikapnya ada hal yang tak pernah aku bayangkan.. Hidupnya lebih berat dariku, bahkan sejak dia didalam kandungan dia sudah mendapatkan cacian.. Dan saat dia dewasa dia juga mengalami cacian dari orang yang dipanggilnya mama.. Dan orang itu selalu berkata bahwa dia bukan anaknya, anak haram, anak seorang pramuria, anak sialan, dan masih banyak lagi..
Renan, bagian dari hidupku.. Dia terlahir dari dunia yang berbeda yang ada dalam sisi hidupku.. Itu sebabnya TUHAN mendekatkan ku dengan mereka, karena kami punya banyak kesamaan yang tak pernah bisa dihindarkan.. Kami bagian dari dunia yang berbeda.. Dunia yang selalu penuh cacian.. Renan, dia tak bersalah atas apapun.. Tapi kenapa dia menjadi imbas atas ketidak tahuannya sejak kecil.. Dia gadis baik yang ramah.. Periang.. Bahkan saat dia dicaci maki dan dipukuli.. Dia tetap saja menjadi gadis baik..
Kehilangan satu-satunya pelindung dikeluarganya membuat dia sangat merasa sengsara.. Dan aku menyadari.. Disini harusnya renan yang paling terluka bukan aku.. Aku hanya sepenggal kecil dari kehidupan reza.. Tapi renan, dia bagian yang besar dalam hidup reza.. Dan dia masih bisa tersenyum atas kepergian reza..
Renan.. Sampai sekarang aku berharap kau baik-baik saja disana sayang.. Aku selalu menyayangimu terlepas dari apapun..
----------------------------
Dia belari lincah dalam gelak tawanya..
Membawaku dalam setiap bahagianya..
Seakan dia baik-baik saja..
Tapi, dia baik-baik saja..
Dia menari indah dengan kedua kakinya..
Bernyanyi merdu dalam suara hatinya..
Mengukir indahnya dunia dalam tatapan matanya..
Dan dia bebas dalam waktu yang membunuhnya..
Renan..
Gadis belia yang ingin bebas..
Bebas dalam jati dirinya..
Bebas dalam setiap geraknya..
Dan bebas menunjukan pada dunia siapa dia..
Renan...
Kelamnya dunia yang membalutnya..
Menjadi kisah sedih dalam masalalunya..
Bahkan menjadi jurang dalam masa depannya..
Dan dia tetap bertahan..
Aku...
Mencintainya dalam sisi yang berbeda..
Lewat dunia yang berbeda..
Dan aku..
Akan tetap mencintainya sebagai RENAN..
Aku masih berada dalam kondisi bingung, hingga hapeku berdering dan aku sedikit terkejut.. Tama hanya melirikku sebentar tanpa kata dan aku akhirnya memutuskan untuk mengangangkatnya.. Dari andra..
Quote:
Aku mematikan tlp dari andra dan menghela nafas, dia terlihat sangat khawatir terhadapku.. Dia semakin berlebihan ku rasa.. Tapi tak apalah, mungkin karena dia sendiri.. Sehabis dari tama aku akan main kerumahnya sebentar.. Atau sekedar menyapanya nanti..
Quote:
Kami saling diam.. Mungkin tama memilih berhenti menggodaku.. Tapi, jujur saja aku senang ada disampingnya saat ini.. Tak terasa kami sudah tiba dirumah yang sangat aku rindukan.. Rumah tempat kami pernah bersama.. Hanya saja ini berbeda.. Semua seakan berbeda..
Quote:
Aku berharap hal yang membahagiakan akan terjadi padaku hari ini, bertemu dengan bocah manja dan menggemaskan.. Wajah cantiknya yang berseri.. Dan dia memang cantik..
Quote:
Apa yang aku harapkan tak seperti yang aku inginkan.. Betapa kagetnya aku saat melihat renan terbaring lemah dikasurnya.. Ya, dia sakit.. Dia mencoba melakukan percobaan bunuh diri atas dirinya sendiri.. Dan dia sering melakukan hal itu sedari dulu.. Bahkan dia sering menyiksa dirinya sendiri.. Dia melakukan apa yang dia inginkan karena dia merasa kesepian yang teramat sangat..
Aku menangis melihatnya terbaring lemah disana.. Dia sedang tertidur sejenak.. Bukan sejenak tapi dengan obat dia harus tertidur disana dan itu sangat menyakitkan.. Ya, sangat menyakitkan.. Dan aku hanya menangis tak berani masuk lebih jauh kekamarnya..
Tama memelukku yang sudah gemetaran didepan kamar renan.. Entahlah.. semua terasa begitu tiba-tiba..
------------------------
Setelah aku sedikit baikan, kami duduk ditaman rumah ini.. masih sama seperti aku meninggalkannya terakhir kali.. Hanya saja ada beberapa rumput liar yang tak terjamah mata untuk menghilangkannya..
Quote:
------------------------
Aku berjalan dengan gemetar kedalam kamar renan.. Kulihat wajah senduhnya.. Kulitnya pucat, tak ada rona merah dipinya.. Wajahnya tirus dan badannya kusam tak terurus.. Dia kurus sekali.. Beda dengan renan yang aku kenal.. Dibalik semua sikapnya ada hal yang tak pernah aku bayangkan.. Hidupnya lebih berat dariku, bahkan sejak dia didalam kandungan dia sudah mendapatkan cacian.. Dan saat dia dewasa dia juga mengalami cacian dari orang yang dipanggilnya mama.. Dan orang itu selalu berkata bahwa dia bukan anaknya, anak haram, anak seorang pramuria, anak sialan, dan masih banyak lagi..
Renan, bagian dari hidupku.. Dia terlahir dari dunia yang berbeda yang ada dalam sisi hidupku.. Itu sebabnya TUHAN mendekatkan ku dengan mereka, karena kami punya banyak kesamaan yang tak pernah bisa dihindarkan.. Kami bagian dari dunia yang berbeda.. Dunia yang selalu penuh cacian.. Renan, dia tak bersalah atas apapun.. Tapi kenapa dia menjadi imbas atas ketidak tahuannya sejak kecil.. Dia gadis baik yang ramah.. Periang.. Bahkan saat dia dicaci maki dan dipukuli.. Dia tetap saja menjadi gadis baik..
Kehilangan satu-satunya pelindung dikeluarganya membuat dia sangat merasa sengsara.. Dan aku menyadari.. Disini harusnya renan yang paling terluka bukan aku.. Aku hanya sepenggal kecil dari kehidupan reza.. Tapi renan, dia bagian yang besar dalam hidup reza.. Dan dia masih bisa tersenyum atas kepergian reza..
Renan.. Sampai sekarang aku berharap kau baik-baik saja disana sayang.. Aku selalu menyayangimu terlepas dari apapun..
----------------------------
Dia belari lincah dalam gelak tawanya..
Membawaku dalam setiap bahagianya..
Seakan dia baik-baik saja..
Tapi, dia baik-baik saja..
Dia menari indah dengan kedua kakinya..
Bernyanyi merdu dalam suara hatinya..
Mengukir indahnya dunia dalam tatapan matanya..
Dan dia bebas dalam waktu yang membunuhnya..
Renan..
Gadis belia yang ingin bebas..
Bebas dalam jati dirinya..
Bebas dalam setiap geraknya..
Dan bebas menunjukan pada dunia siapa dia..
Renan...
Kelamnya dunia yang membalutnya..
Menjadi kisah sedih dalam masalalunya..
Bahkan menjadi jurang dalam masa depannya..
Dan dia tetap bertahan..
Aku...
Mencintainya dalam sisi yang berbeda..
Lewat dunia yang berbeda..
Dan aku..
Akan tetap mencintainya sebagai RENAN..
Diubah oleh mindtalk 02-09-2014 11:02
0
