Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.8K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#426
BAB12-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB12-1:
CANDIED MANGO MISERABLE
*******

Pintu dengan berbagai macam peringatan itu terbuka sedikit.
Poster anime.
Poster game.
Poster-poster menonton seluruh kejadian di kamar.
Great Teacher Onizuka, dengan pose bersama para muridnya sambil mengacungkan jari tengah.
Seolah iri tak kebagian.
Rudi memeluk Ria erat, bibir mengunci, lidah terkait.
Tangan menyelusup,dan menyelusup lebih dalam.
Bermain perlahan merasakan air-bag, disambut dengan tangan Ria memegang rambutnya, sedikit mencengkram.
Mereka bergeser,tiduran,kaki saling menjepit.
Rudi di atas menindih, masih saling mengunci, takan takut kehabisan nafas, tangan masih bermain,tangan satunya merambat kebelakang, membuka kaitan.
Memanas,.. Ria mau memegang kendali diatas.
Berguling, mereka terjatuh ke lantai.

Tak merasakan terjatuh, makin menggila.
Deru nafas bersahutan.
Ke dua tangan Rudi menyelusup lebih leluasa..
"Ria..! Ada manisan mangga kesukaan kamu nih.. Mau gak?"
*******
aku merasakan bibir lembutnya, menegang, kecanduan permainanya.
..
Membuat posisi lebih nyaman, aku menidurinya di sofa.
Tatapanya membuatku tak bisa berhenti.
Tanganku seperti punya otak sendiri di air-bagnya.
Ia memanas mencumbuku terus, memegangi kepalaku, kaki menjepit, badanya bergerak.
Merasakan pergeseran motherboard di processor, aku ingin meledak lebih cepat.
Merasakan gelagat ia ingin di atas, kami berputar lalu terjatuh.
Untung bantal besar menyelamatkan punggungku.
Tanganku bebas, merasakan daya grafitasi yang tak bisa di tolak.
Terpukau, melihat ke dua tanganku yang bergerak di dalam bajunya.
Baru kali ini, aku melakukan tanpa dorongan dari bubuk setan.

"Ria.. Mba bikin manisan mangga kesukaan kamu nih.. Mau gak?" suara Siti bagaikan mendengar Eminem melantunkan kroncong.
Bikin kaget!, gak tepat!, membingungkan!.
"iyaa, mauu mba.." ia bergerak cepat , lututnya menekan perutku, sambil keluar.
"aduuh!.." rintihku.
Duduk di lantai beralaskan bantal-bantal besar, senderan di sofa memegang perut.
Sayup-sayup terdengar pembicaraan Ria dan Siti, membicarakan mangga.
Ria balik ke kamar menatapku geli.
"sakit tauu..!"
"salah sendiri kenapa gak di tutup pintunya..?"
aku tercengang, melihat rambutnya berantakan, baju lecek, sungguh membuatnya menjadi tampak lebih indah.
Mengetahui kaitan dalam bajunya masih terlepas!
Cuma bisa menelan ludah.
"kenapa..?" tanyanya bingung.
Aku menunjuk cermin.
Melihat cermin mukanya memerah, melempar komik padaku.
"gila lo Day! Gua kan malu ama mba Siti.. Kaya abis berantem gua?" cemberut, merapikan rambutnya.
"lah mang ngape? Emang abis berantem kan? Belum selsai lagi berantemnya.." sahutku menarik tanganya.
"udah.. Ah! Mau bantuin mba Siti nyiapin manisan."
"jangan dong..! Apa enaknya sih manisan mangga? Nanti aje.." keluhku, merasakan perasaan yang menggantung.
"Day.. Ntar lanjutin lagi ya.. Pasangin BH gua dulu Day..!" menciumku sebentar, membalikan badan.
Tanganku masuk ke baju, meresapi kulit halusnya.
"Day.! Geli ah. Malah di elus-elus sih?" ia memencet hidungku.
Dengan berat hati aku mengaitkan kembali tali surga itu.
Ria meninggalkanku dengan langkah ceria, aku mengutuki Siti.
Membakar rokok mendengarkan.
’Eminem My Name Is’
menghembuskan asap, berharap rasa yang menggantung ikut pergi bersama asap nikotin.
Setengah malas, berjalan.
Ria, Siti asik menyiapkan manisan mangga.
Melihat manisan mangga.. Mangga dengan potongan tipis memanjang..
Potongan cabe merah mengelilingi air manisan mangga..
Biji cabe berterbangan mewarnai air itu.
Aku mengecap lidah sudah merasakan pedas cuma dengan melihatnya!
"gimane ceritanye? Ini bisa disebut manisan mangga? Pedesan mangga kali namanye!"
"makanya cobain dulu Day..!"
"ogah!"
"Rudi mana doyan makanan yang ada cabenya.." tanggap Siti senyum.
"biar aja mba.. Mba Siti aku mau kopi itemnya juga doong.." pinta Ria manja.
"oh iya lupa.. Ria doyan kopi ya.. Bentar mba bikinin.."
"doyan dong mba.. Jangan samain aku ama Ruday.."
"kok gue dibawa-bawa..?"
"lah elo Day! Cabe ogah! Kopi gak doyan! Film horor takut! Itu namanya bukan lelaki sejati!
Berarti lo Day belum merasakan enaknya hidup..!" jelas Ria geli.
"wah! Hidup gue dah nikmat nek. Kalo pengertian lelaki sejati itu.. Cabe! Kopi! Ama film horor!
Mending gue jadi pecundang aje" grutuku keluar rumah.
Melihat sekeliling jalanan, aman gak ada orang!
Aku mengambil stock kokain di sofa butut.
Kembali ke dalam, Ria di meja makan lagi menikmati semangkok manisan mangga.
Walau megap-megap kepedesan tapi ia sangat menikmatinya.
Rasanya ikut kepedesan.
Siti menghantarkan secangkir kopi, meninggalkan kami berdua.
"huah! Mantap Day! Manisan mangga buatan nyokap lo the best!" keringat muncul dibawah hidungnya.
Aku berusaha tak melihatnya, membuatku kepedesan.
Dengan tatakan komik,menggunakan kartu Time Zone aku membuat dua baris kokain.
Satu baris panjang, dibawah setengah dari yang di atas.

Sebaris panjang untuku sebaris lagi untuk Ria.
Mengetuk sedotan uang, tanpa ragu snip sebaris.
Bubuk setan masuk, membaur dalam sel-sel otak.
Merasakan gendang bertalu-talu di kepala.
Mengusap muka, menggosok hidung.
"nih buat lo de.." menyodorkan komik suaraku mengambang.
"Ntar ah.! Bisa ilang nafsu manisan gua.. Kalo snip coke.."
aku memandangnya aneh, terkekeh setengah sinting.
Melihat sisa barisan kokain, seperti magnet menarikku dengan kuat.
"jangan banyak-banyak Day!" ia mendelik.
"udah mending lo jajal tuh hp.!"
aku mendengar suaranya mendayu-dayu seperti slow motion.
Mengambil dus hp, mengumpulkan uang yang kutaruh di tempat-tempat terpisah.
Memasang sim card, menyalakanya.
"berapa lo beli de? Kalo uang gue gak cukup sisanya nanti ya!" tanyaku, membakar rokok.
"apa lo bilang!? Gua beli buat lo Day! Kenapa ada acara ganti?" tukasnya cepat, dengan tatapan keputusanya takan bisa di ubah biar berdebat sampai berbusa.
Rada bingung, ku terima gak enak, ditolak bisa perang dunia!
Lamunanku tersadar oleh suara sms yang bertubi-tubi.
Mengernyit hampir semenit sms terus berdatangan.
"pasti yang sms orang cantik Day!" terkekeh geli.
Iya juga, siapa lagi kalo bukan tim detektif ini!
Ah.. Aku baru sadar Fio gak ikut kesini?
Pertanyaan yang mau kulontarkan tersela suara panggilan masuk.
Tak ingat nomer siapa? Kontak belum ada yang kumasukan.
Ragu-ragu aku menekan tombol call.
-------
“whatsapp yo.!”
“weh. Gokil lo Rud! Susah amat ngubungin lo! Gua pikir lo mokat OD! Baru gua mau suruh orang ceck ada bendera kuning gak di rumah lo!”
“sialan lo bang! Hp gue nyebur ke laut.. Ini baru ganti bang..”
“oh.? Ngapain lo ke laut? Ah gak pentinglah lo mau ke laut.. Mau ke luar angkasa yang penting lo masih hidup!”
“rese lo bang! Ngape bang nyari gue?”
“stock lo udah habis? Sam ngajakin party nih..”
“abis? Ngarang lo bang. Baru seminggu.. Lagian gue kan buat sendiri bukan buat di jokulin bang!
Party? Kapan bang?”
“sekarang! Jangan lama-lama gua tunggu nih..”
“sekarang gue gak..”
“.......”
-------
"sialan main matiin aja nih orang" keluhku.
"siapa sih?" tegurnya lirih, menggosok hidung.
Ku lihat kokain sudah tak berbekas..
"itu temen gue, tempat biasa gue ngambil stock"
"temen? Temen lo bukanya geng ayam?" ledeknya.
"geng ayam? Kok.. Kok.. Lo?"
"kok gua tahu maksud lo? Geng paling wow di sekolah, cuma sekumpulan orang tukang nyolong ayam? Gak perlu tahu! Gua tahu dari mana Day!
Kalo gua denger lo nyolong ayam lagi Day! Hmm enaknya lo gua apain ya?" ia membakar rokok perlahan.
"ehh. Itu kan gue gak enak karena disuruh kapten nek.." sahutku tergagap, mulai terganggu dengan kemampuan detektifnya.
"disuruh kapten? Lo kalo disuruh kapten ayam! Bakar rumah gua gimana?"
"ya gak mau lah! Yang gue lakuin kan hal kecil.. Kalo yang membahayakan begitu! Jelas gue tolak" sahutku.
"lo gak bisa nilai sesuatu, cuma berdasarkan kecil atau besarnya perkara Day!" kata-katanya terukir sedalam samudra.
Udahlah Day.. Gak usah dibahas! Tadi siapa yang nelpon? Anggota geng juga?"
"namanya Alex, ah ini orang bukan geng-gengan nek.. Bisa dibilang semacam organisasi gelap, atau mafia! Gue juga gak paham!"
"organisasi? Organisasi ayam jangan-jangan Day? Mafia ayam! Bisa jadi kan?" tukasnya geli.
"pleas deh de! Gue serius!"
"iya Day! Serius amat sih lo! Lo pernah bilang kan.. Asal ada uang bisa ngambil barang ampe kiloan! Jelas temen lo ini bukan orang sembarangan Day.." ia mengernyit,tampak berpikir.
"oh iya de.. Gue pikir si Alex kenal lo dah!"
"kenal gua? Orangnya kaya gimana?" tanyanya antusias.
Aku menggambarkan sosok Alex sedetail mungkin.. Sampai keadaan jari tangan Alex, kuceritakan semua.
Betapa Alex kagum karena Ria punya cadilac.
Aku mengamati ekspresinya berusaha menemukan sesuatu.
"oh.. Kalo gitu mah gua kenal!" jawabnya datar.
"kenal dimana de? Kapan kenalnya?" tukasku penasaran.
"kenalan lama, ntar lo juga tau.. Terus mau ngapain tuh orang?"
aku penasaran, bergerak gelisah tapi kalo ia gak mau ngasih tahu.. Mau bilang apa!
"ngajakin party.. Gue disuruh kesana sekarang.."
"gua ikut.. Ayo berangkat.." sahutnya, membereskan mangkok dan cangkir.
Aku gelagapan, padahal gak mau berangkat.. Masih berharap ngelanjutin perasaan yang menggantung.
"gak usahlah.. Kita di rumah aje.." jawabku memberi kata-kata lewat mata.
"ya ampun Day? Tumben pengen banget lo hari ini? Abis dari sana kita lanjutin ya.."

"tapi nek.. Gue gak enak kalo lo ikut! Ntar Alex..."
"gak bakal marah tuh orang kalo ketemu gua Day!" tegasnya, menghilang ke dapur.
Ria meminta Siti membungkus manisan mangga, mungkin untuk di rumah.

Aku menghela nafas lagi-lagi cuma bisa frustasi, gak bisa berdebat.
Membersihkan barang bukti, lemas berjalan keluar..
Ria tersenyum di samping mobil, melempar kunci.
"gak bisa gue bawa manual.. Lo yang jadi supir.." melempar balik kunci.
Langit gelap, awan hitam berbaris siap menurunkan anugrah langit.
"lo ada jaket nek?"
"ada orang ngasih gua sweater adidas, slalu gua bawa kemana-mana" matanya berputar, menahan tawa.
Aku balik mengambil sweater billabong putih.
Gerimis turun, Scepatnya masuk ke mobil.
Menyetel lagu hip-hop,, membakar rokok, melihatnya tersenyum geli.
"Day. Day.. Belajar manual dong.. Masa gua jadi supir lo terus.? Apa enaknya matic sih.. Gak bisa ngebut! Apalagi kalo rusak maticnya? Ampun-ampunan Day!" gumamnya lirih menahan tawa.
Ia mengendarai mobil dengan satu kaki di lipat seperti bersila.
Aku gak paham, kalo manual bisa juga cuma menggunakan satu kaki!

"ngarang lo, matic juga bisa ngebut..! Eh, si Fio mane?"
"lagi di rumah Nia bantuin persiapan wedding kali.."
"oh iya ya? Minggu ini de? Acaranya?"
"gak.. Minggu terakhir bulan ini.. Tinggal dua minggu lagi berarti..!" jawabnya singkat, terlihat jelas tak suka dengan pernikahan Nia.
"kaya gak seneng lo De?"
"ya.! Gua gak suka ama calonya!"
*******
ke bagian2.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.