Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#879
PART 55

Gue merasa tambah bego kalo duduk disebelah Tami. Eh bukan gue yang duduk di sebelah Tami, tapi dia yang sengaja duduk disebelah gue. Kenapa tambah bego? Kepala gue ditoyorin terus. Dikit-dikit noyor, atau nyubit gue. Pernah suatu waktu pas makan siang doi tiba-tiba noyor gue. Dengan tampang bingung gue bertanya kenapa dia noyor gue. Taunya gara-gara siomaynya kepedesan. Kamfretos emang ni manusia satu emoticon-Nohope

Siang itu kuliah gue gak begitu berjalan lancar. Selain ngantuk, gue juga agak males kuliah hari itu sebenernya. Kalo gak gara-gara Anin yang minta dianter jemput kuliah, bolos deh gue hari itu. Gue duduk sambil menyilangkan tangan di dada dan memandangi slide presentasi dosen dengan tatapan kosong. Muka gue emang keliatan memperhatikan, padahal aslinya gue bengong. Kalo “ilmu” gue udah tinggi, bisa kali ya gue tidur dengan mata terbuka. Kayak Gandalf di LOTR gitu.

Gue lirik Tami disebelah kiri gue, seperti biasa dia menjelma jadi Cumi Tukang Nyatet. Isinya nyateeet mulu. Lama-lama bisa diangkat jadi asisten malaikat pencatat amal nih, pikir gue. Mendadak di kepala gue muncul bayangan, jangan-jangan besok kalo skripsian dia nulis pake tangan. Saking getolnya dia nulis. Beuh. Gue lirik cewek di sebelah kanan gue, Luna, eh dia juga nyatet. Gue memperhatikan cewek yang bernama Luna ini. (katanya) sih doi sekelas sama gue, tapi entah kenapa gue baru hari ini ngeliat dia di kelas ini. Gak tau gue yang super cuek atau memang dia yang baru kali ini masuk kelas. Gue memperhatikan Luna dengan seksama. Rambutnya dibiarkan tergerai lurus gitu, dengan wajah putih oriental. Mukanya kecil, tapi matanya tajam dan terkesan galak. Gue menoleh ke kiri, mencoba membandingkan Luna dengan Tami. Kalo si Cumi ya gini ini deh, putih manis, rambutnya hari itu dikuncir kuda. Kalo diem dia cantik lho sebenernya. Tapi kalo udah ngomong, mending gue ngomong sama kuda deh daripada sama Tami.

Kelar kuliah, di luar kelas gue menarik tangan Tami.

Quote:


Gue dan Tami berjalan ke warteg langganan. Dan sesuai yang kalian bayangkan ya reader-reader yang terhormat, bahwa apapun yang gue lakukan bareng nih siluman cumi gak bakal mulus lempeng gitu aja. Adaaaa aja bawelnya yang mungkin ngurangin umur gue. Di warteg itu dia ngoceh mulai dari kerupuknya melempem sampe es tehnya dia kebanyakan es. Mending dia buka warteg sendiri aja dah ah emoticon-Mad

Setelah makan itu gue BBM Anin.

Quote:


Gue dan Anin menyebut warteg sampah, kenapa? Karena disebelah warteg ini dulunya tempat sampah. Sekarang sih udah dihancurin, diganti ruangan tambahan warteg ini. Tapi nama yang udah terlanjur melekat ya warteg sampah.

Sekitar jam setengah 3an gue berjalan menuju kampus Anin. Sampe disana memang masih banyak mahasiswa-mahasiswa sih, cuman gak ada yang gue kenal. Angkatan junior kayaknya. Gue duduk di bangku besi disamping koperasi, dan BBM Anin kalo gue udah di kampusnya dia. Jam 3 persis dia udah duduk di samping gue.

Quote:


Gue memandang Anin dengan heran. Ada sesuatu yang salah nih sama cewek gue. Setiap kali gue berusaha memandang matanya, dia selalu membuang muka. Menghindari tatapan mata langsung dengan gue. Fix ada yang salah ini dengan kami berdua.

Quote:


Anin menghela napas panjang, dan kemudian memejamkan mata. Gue merasa semakin aneh, dan semakin penasaran ada apa dengan cewek gue ini. Gue tunggu beberapa saat, kemudian dia membuka mata lagi dan menoleh ke gue. Mukanya serius.

Quote:


Gue mengangguk dan mengikuti Anin yang berjalan menuju mobil. Di dalem mobil setelah gue nyalakan mesin dan AC nya, kemudian gue menoleh ke Anin lagi, tanpa berkata apa-apa dan hanya menatap Anin.

*sorry no emoticon soalnya gue gak yakin ada emoticon yang bisa mewakili*

Quote:


Gue terdiam, dan mencoba mencerna kemungkinan yang barusan dikatakan Anin. Mendadak di kepala gue muncul kepingan-kepingan ingatan gue tentang tingkah laku Tami yang memang menurut gue agak janggal. Contoh terbaru ya tadi tingkahnya setelah gue ngobrol sama Luna. Gelombang kesadaran itu menerpa gue dengan efek yang mengejutkan. Dan entah bagaimana, Anin menyadari kalo gue baru menyadari kemungkinan itu sekarang.

Quote:


Gue menoleh kembali ke Anin dan mengangguk sambil mengerjapkan mata. Gue menarik napas panjang.

Quote:


Lagi-lagi gue terdiam. Kata-kata Anin bener-bener masuk di hati dan pikiran gue bagaikan sebuah belati dingin. Gue menggelengkan kepala, mencoba menghapuskan pikiran-pikiran buruk di kepala gue. Semakin gue berusaha menghapuskan itu semakin kuat juga tekanan yang ada. Gue menatap mata Anin lekat-lekat.

Quote:


Anin memandangi gue, dan memegang pipi gue.

Quote:



Gue mengangguk, dan kemudian mencium keningnya. Gue merasa saat itu gue mencintainya melebihi kapanpun.
Diubah oleh jayanagari 31-08-2014 00:19
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.