- Beranda
- Stories from the Heart
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
...
TS
fj2605
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
PERJALANAN HIDUPKU
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Quote:
Quote:
Diubah oleh fj2605 09-04-2016 20:05
sandiaj dan 2 lainnya memberi reputasi
3
190.1K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fj2605
#23
PART 8 - Satu Tahun Bersama Hans
Gak terasa satu tahun sudah aku bersama Hans..
Dia lang sung jalan ke mobilnya mengambil sesuatu. Ia membawa suatu paper bag besar berwarna putih dan bertuliskan nama brand atau seperti nama suatu butik, ketika itu aku sangat penasaran, karena paper bag itu sangat besar. Dan sepertinya isinya lumayan banyak. Ketika aku membukanya, ternyata ada 3 kotak lagi di dalamnya, ada 3 jenis kotak, yang paling besar berwarna krem yang isinya adalah sebuah gaun formal berwarna merah yang panjangnya kira-kira selututku, yang sedang berwarna merah muda yang isinya adalah sepasang sepatu high heels berwarna hitam, dan yang kecil berwarna putih kebiruan isinya adalah sepasang lensa kontak.
Setelah Hans pulang, aku cepat-cepat mencoba barang-barang yang diberikan Hans kepadaku. Semuanya pas, sesuai dengan ukuranku. Ia sangat pintar memilih baju dan sepatu yang sangat pas untukku. Ia memang sering membelikanku barang-barang ataupun hadiah.
Aku sudah tidak sabar, kejutan apa lagi yang akan diberikannya malam itu kepadaku. Sedari jam 4 sore aku sudah mempersiapkan diri untuk perayaan hari jadi hubungan kami yang pertama. Dengan gaun merah selutut, sepatu high heels, dan lensa kontak pemberian Hans, aku terlihat sangat dewasa sekarang. Ditambah lagi, yang biasanya aku selalu polos tanpa make-up, malam itu aku menyapukan bedak diwajahku, membentuk garis dimataku dengan eye liner, meronakan pipiku dengan blush on berwarna peach, memoles lipstick berwarna krem di bibir tebalku, dan menyemprotkan parfum beraroma vanilla ditubuhku. Aku benar-benar terlihat seperti wanita berumur 20 tahunan sekarang, sama sekali tidak terlihat seperti gadis berumur 15 tahun.
Sekitar jam setengah 7 Hans telah sampai dirumahku. Ia juga terlihat sangat formal malam ini. Ia memakai celana hitam, kemeja krem yang diluarnya dibalut jas berwarna hitam, dan sepatu kulit yang mengkilap berwarna hitam. Ia kelihatan sangat tampan, makin tampan dari biasanya. Ia telah menungguku diruang tamu dengan membawa sebuket bunga mawar merah. Benar-benar laki-laki idaman setiap wanita, pikirku dalam hati. Ia sedikit terperangah ketika melihat penampilaku yang sangat jauh berbeda dari biasanya. Saat ingin berangkat, seperti biasa, ia selalu membukakan pintu mobil untukku, memakaikan sit belt di jok yang aku duduki, dan mencium keningku.
Malam itu benar-benar malam terindah dalam hidupku. Ia mengajakku makan malam bercahayakan lilin di pinggir pantai yang sangat tenang suasananya, dan dengan diiringi alunan music yang memainkan lagu-lagu romantis. Malam itu ia memegang tanganku dengan erat dan sesekali menciumi tanganku.
Hans menarik tangan kiriku dan mekasukkan cincin itu ke jari manisku. Entah mengapa, cincin itu sangat pas berada di jariku. Aku benar-benar senang malam itu. Ini adalah impian setiap wanita, termasuk aku. Makan malam bersama laki-laki idaman yang sangat romantis, diberi cincin tanda keseriusan hubungan. Aku merasa bagaikan ratu malam itu.
Tapi ternyata bukan hanya kebahagiaan yang dia berikan malam itu, tapi juga kesedihan. Karena ternyata kita harus terpisah jauh. Yah, aku sama Hans bakalan LDR, karena Hans melanjutkan S2 ke negri paman sam.
Quote:
Dia lang sung jalan ke mobilnya mengambil sesuatu. Ia membawa suatu paper bag besar berwarna putih dan bertuliskan nama brand atau seperti nama suatu butik, ketika itu aku sangat penasaran, karena paper bag itu sangat besar. Dan sepertinya isinya lumayan banyak. Ketika aku membukanya, ternyata ada 3 kotak lagi di dalamnya, ada 3 jenis kotak, yang paling besar berwarna krem yang isinya adalah sebuah gaun formal berwarna merah yang panjangnya kira-kira selututku, yang sedang berwarna merah muda yang isinya adalah sepasang sepatu high heels berwarna hitam, dan yang kecil berwarna putih kebiruan isinya adalah sepasang lensa kontak.
Quote:
Setelah Hans pulang, aku cepat-cepat mencoba barang-barang yang diberikan Hans kepadaku. Semuanya pas, sesuai dengan ukuranku. Ia sangat pintar memilih baju dan sepatu yang sangat pas untukku. Ia memang sering membelikanku barang-barang ataupun hadiah.
Aku sudah tidak sabar, kejutan apa lagi yang akan diberikannya malam itu kepadaku. Sedari jam 4 sore aku sudah mempersiapkan diri untuk perayaan hari jadi hubungan kami yang pertama. Dengan gaun merah selutut, sepatu high heels, dan lensa kontak pemberian Hans, aku terlihat sangat dewasa sekarang. Ditambah lagi, yang biasanya aku selalu polos tanpa make-up, malam itu aku menyapukan bedak diwajahku, membentuk garis dimataku dengan eye liner, meronakan pipiku dengan blush on berwarna peach, memoles lipstick berwarna krem di bibir tebalku, dan menyemprotkan parfum beraroma vanilla ditubuhku. Aku benar-benar terlihat seperti wanita berumur 20 tahunan sekarang, sama sekali tidak terlihat seperti gadis berumur 15 tahun.
Sekitar jam setengah 7 Hans telah sampai dirumahku. Ia juga terlihat sangat formal malam ini. Ia memakai celana hitam, kemeja krem yang diluarnya dibalut jas berwarna hitam, dan sepatu kulit yang mengkilap berwarna hitam. Ia kelihatan sangat tampan, makin tampan dari biasanya. Ia telah menungguku diruang tamu dengan membawa sebuket bunga mawar merah. Benar-benar laki-laki idaman setiap wanita, pikirku dalam hati. Ia sedikit terperangah ketika melihat penampilaku yang sangat jauh berbeda dari biasanya. Saat ingin berangkat, seperti biasa, ia selalu membukakan pintu mobil untukku, memakaikan sit belt di jok yang aku duduki, dan mencium keningku.
Malam itu benar-benar malam terindah dalam hidupku. Ia mengajakku makan malam bercahayakan lilin di pinggir pantai yang sangat tenang suasananya, dan dengan diiringi alunan music yang memainkan lagu-lagu romantis. Malam itu ia memegang tanganku dengan erat dan sesekali menciumi tanganku.
Quote:
Hans menarik tangan kiriku dan mekasukkan cincin itu ke jari manisku. Entah mengapa, cincin itu sangat pas berada di jariku. Aku benar-benar senang malam itu. Ini adalah impian setiap wanita, termasuk aku. Makan malam bersama laki-laki idaman yang sangat romantis, diberi cincin tanda keseriusan hubungan. Aku merasa bagaikan ratu malam itu.
Tapi ternyata bukan hanya kebahagiaan yang dia berikan malam itu, tapi juga kesedihan. Karena ternyata kita harus terpisah jauh. Yah, aku sama Hans bakalan LDR, karena Hans melanjutkan S2 ke negri paman sam.
Quote:
0
Nanti kamu jauh, nanti kamu punya pacar lagi disana, nanti aku sendirian. Siapa yg nemenin aku? Siapa yg bantuin aku bikin PR?