Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
delet3Avatar border
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#869
PART 54

Besok paginya, tibalah waktu yang paling mendebarkan. Inti dari acara pernikahan yaitu akad nikah. Pagi itu gue datang di masjid tempat dilaksanakannya akad nikah sekitar jam 6 pagi. Anin dateng sekitar jam 7 bersama nyokap gue dan mbak Novi. Di dalam masjid gue kebagian tugas untuk menjadi koordinator dekor akad nikah. Seperti mengatur tata letak kursi dan meja, serta sound system yang akan dipergunakan nantinya. Sekitar jam setengah 8 gue menyambut calon mempelai dan gue arahkan ke ruang tunggu, sementara segala sesuatunya dipersiapkan.

Akhirnya waktu akad nikah pun tiba, gue liat sodara sepupu gue tampil cantik disamping calon suaminya yang akan mengucapkan akad nikah. Calon suami sodara sepupu gue ini menggenggam erat tangan pakde dan mengucapkan akad nikah secara sungguh-sungguh dan lancar. Setelah dinyatakan sah oleh penghulu dan saksi-saksi, spontan seluruh hadirin mengucap syukur. Gue yang berdiri agak jauh dibelakang pakde mengacungkan jempol ke sodara sepupu gue, yang disambut dengan senyuman lebar. Akhirnya kelar juga bagian gue, pikir gue lega.

Setelah itu gue mencari tempat duduk di samping Anin, yang hari itu menggunakan baju seragam pembagian berwarna cokelat keemasan. Cantiknya gak usah ditanya deh. Disebelah Anin udah nempel si gendut Tasya yang gak mau lepas dari tantenya. Untungnya masih ada tempat duduk kosong di samping kiri Anin sehingga gue gak perlu duduk dibelakang Anin lagi seperti kemaren. Gue menoleh dan berbisik ke Anin.

Quote:


-----------

Beberapa hari setelah pernikahan itu.
Semester itu memang kuliah gue mencapai titik jenuh. Beban kuliah lagi berat-beratnya dan gue udah 2 tahun kuliah. Hubungan gue dan Anin juga udah selama itu. Lebih lama malah, secara gue dan Anin udah pacaran sejak SMA. Gue gak pernah menceritakan soal anniversary kan ya? Karena memang gue bukan tipe cowok yang sering inget-inget hal seperti itu. Inget sih, dan ngasih ucapan ke Anin, tapi gak seromantis cowok-cowok lain mungkin. Selama 2 tahun lebih ini Anin gue rasakan masih seperti yang dulu. Bahkan lebih dewasa dan lebih kalem. Kadang-kadang gue gak paham siapa yang lebih kalem, dia apa gue.

Siang itu gue duduk di kelas yang kosong, karena memang anak-anak lain belum pada dateng. Salah gue juga sih, kuliah jam setengah 1 dateng jam setengah 12. Gue duduk di barisan tengah, dan di tengah-tengah ruangan persis. Karena ngantuk, gue keluarkan iPod kesayangan gue dan mulai menyumpal telinga gue dengan earphone. Buried Myself Alive nya The Used bakal asik siang ini. Gue setel volume agak keras dan memejamkan mata. Kalo udah kayak gitu gue gak bakal sadar apa yang terjadi di sekeliling gue. Dan memang itulah yang terjadi. Di tengah-tengah lagu itu mendadak ada yang mencolek bahu gue. Dengan memejamkan mata, gue udah bisa menebak siapa yang nyolek gue. Siapa lagi kalo bukan si Cumi. Gue membuka mata dan menoleh. Ternyata tebakan gue salah.

Quote:


Dengan folio kosong dan folio penuh tugas dari Luna, mendadak gue jadi sibuk. Langsung gue nyalin tugas Luna secepat mungkin. Gile banyak bener, 4 halaman folio penuh. Pegel pegel dah nih tangan. Lagi hectic-hecticnya gue nulis, mendadak ada yang ngambil bolpen gue. Gue mendongak sambil dongkol, pengen tau siapa sih anak bodong yang iseng ngambil bolpen gue.

Quote:


Mendadak ada suara dari samping kanan gue, memecah obrolan antara gue dan Tami.

Quote:


Gue lirik Cumi di sebelah gue, dan dia menangkap lirikan gue. Ekspresinya dia berubah menjadi monyong-monyongin bibir dan memutar bola mata ke atas. Gue ngomong pelan sambil menulis tugas.

Quote:



Abis itu gue ditoyor berkali-kali.
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.