- Beranda
- Stories from the Heart
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
...
TS
fj2605
Perjalanan Hidupku (Dari Bully sampai Pelecehan)
PERJALANAN HIDUPKU
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Misi agan dan sista, numpang bikin cerita yaaaa......
1. Ini cerita nyata, jadi diangkat dari kehidupan yang aku jalani.
2. Sengaja pake akun klonengan karena takut ada yang tersinggung
3. Please, jangan kepo yaaa.. aku juga punya RL yang harus aku jalani
4. Kalo ada pertanyaan yang sifatnya pribadi, tanya lewat pm aja yaa, jangan di trit ini
5. Please, jangan hakimi aku karena cerita ini..
Quote:
Quote:
Diubah oleh fj2605 09-04-2016 20:05
sandiaj dan 2 lainnya memberi reputasi
3
190.1K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fj2605
#10
PART 4 - Awal Pertemuan dengan Hans
Aku menjalani hubungan bersama Hans kurang lebih selama 4 tahun. Saat itu, aku berkenalan dengannya di rumah sahabatku, Reyna, pada saat dirumah Reyna diadakan Open House saat Hari Raya Idul Fitri, karena Hans adalah masih saudara jauh dari ayahnya Reyna. Aku masih duduk dikelas 2 SMP saat itu, dan masih berumur 14 tahun. Sedangkan Hans, sudah kuliah dan umurnya sudah 21 tahun saat itu. Jadi, umur kami terpaut jauhnya 7 tahun.
Saat itu aku sedang ikut silaturahmi kerumah Reyna, karena aku juga dekat dengan orang tua Reyna. Saat aku sedang mengobrol bersama Reyna, tiba-tiba Hans mendekat untuk bersalaman dengan Reyna, karena Hans baru saja datang saat itu.
Pada saat Hans datang, aku sudah memperhatikannya. Bagaimana mataku bisa berpaling darinya. Bagiku, yang saat itu masih berumur 14 tahun, Hans adalah laki-laki paling tampan yang pernah aku temui. Tingginya sekitar 185cm, kulitnya yang putih, rambutnya yang berwarna coklat kehitaman dan tampangnya yang seperti orang bule, membuatku tak bisa berpaling darinya. Apalagi saat itu ia memakai baju koko berwarna putih yang membuatnya terlihat sekmakin tampan.
Karena hanya kita bertiga yang masih muda, maka kami bertiga mengobrol bersama. Membahas tentang segala macam rupa pembicaraan. Awal bertemu, Hans sudah sangat baik kepadaku. Aku sangat tidak menyangka kalau Hans akan menjadi kekasihku kelak, karena banyak sekali perbedaan diantara kita.
Saat asyik mengobrol, tiba-tiba Reyna dipanggil oleh ibunya karena harus memnyediakan kue-kue yang masih tersimpan di lemari untuk para tamu. Akhirnya, aku titinggal hanya berdua bersama Hans. Hans memecahkan suasana yang tadinya hening dengan mengajakku ngobrol.
Lalu kami makin seru dan asyik mengobrol. Aku sangat nyambung dengan Hans. Ia bercerita kalau ternyata Almarhum ibunya adalah orang bule asal Perancis, dan ayahnya adalah adik sepupu dari ayahnya Reyna. Ayahnya Hans adalah seorang Pilot maskapai penerbangan asal Inggris, dan hanya pulang kerumah paling cepat 3 bulan sekali. Maka dari itu ayahnya Hans tidak bisa hadir karena ayahnya harus bertugas. Hal itu yang menyebabkan Hans datang sendiri hari itu.
Waktu sudah semakin larut, da aku harus pulang saat itu. Hans meminta NO HP ku, dia bilang untuk seru-seruan ngonrol-ngobrol lagi. Karena aku pikir Hans baik dan tampan, aku beri dia NO HP ku.
Akupun langsung pamit kepada orangtua Reyna dan seluruh keluarga Reyna juga, karena hari sudah larut dan aku tidak mungkin sampai larut malam dirumah sahabatku ini.
Malam harinya aku tak tahu kenapa malam itu aku tidak dapat tidur dengan cepat. Padahal biasanya aku tidur dengan cepat. Dan juga siang harinya aku tidak tidur siang. Tiba-tiba handphone ku bergetar menandakan adanya pesan singkat atau SMS masuk.
From : +62xxxxx
Text : Hey Lita, udah tidur ya? Ini no gue, save ya!
Oh iya, good nite, sleep tight, and sweet dream for you tonight.
Hans
Aku sedikit terkejut saat membaca SMS dari Hans, aku pikir ia hanya basa-basi saja tadi menanyakan nomor handphone ku. Ternyata, ia benar-benar mengirimiku SMS. Dan tanpa berpikir panjang, aku langsung membalas SMS dari Hans itu.
Send to : Hans
Text : Belum kok, gak tau nih belum ngantuk. Iya, ini udah gue save.
Lo sendiri juga belum tidur?
Dari situ aku dan Hans makin sering berkirim pesan singkat dan terkadang ia juga meneleponku. Semakin hari kamu berdua semakin dekat saja. Hans sangat intens menghubungiku, memberiku kabar, dan sedikit perhatian kepadaku. Akupun juga sebaliknya, aku juga menjadi perhatian kepada Hans. Ia sering sekali curhat kepadaku. Ia bilang sangat nyaman bila sedang curhat denganku.
Sampai pada suatu hari, karena kami sangat sering berkomunikasi setiap hari, Hans mengajakku pergi. Aku menganggap ini sebagai kencan pertamaku, aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Hans. Mungkin ia hanya menganggap ini biasa saja, karena aku pikir ia tidak akan pernah bisa suka atau bahkan jatuh cinta dengan anak SMP sepertiku yang memang jauh dari kata cantik.
Sampai suatu hari Hans telepon aku
Malam itu aku senang bukan main karena ajakan dari Hans untuk makan malam pada malam minggu nanti. Rasanya aku ingin teriak-teriak dan berguling-guling di kamar setelah mendengar ajakan Hans itu. Ini adalah kencan pertamaku, pikirku dalam hatiku.
Dari siang hari sebelum hans menjemputku aku sudah sangat gugup dan sangat sibuk mempersiapkan diri untuk pergi mala ini. Aku membongkar lemariku demi menemukan baju yang sesuai untuk mala mini. Awalnya aku ingin memakai dress berwarna putih bermotif bunga-bunga kecil berwarna pink. Tetapi aku merasa terlalu berlebihan untuk makan malam yang tidak aku tahu ia ingin mengajakku kemana. Akhirnya aku menemukan pakaian yang cocok untuk malam itu. Aku memakai celana panjang jeans dipadu dengan tank top putih yang diluarnya dibalut dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru dan sepatu sneakers berwarna hitam. Dan juga rambutku yang keriting yang biasanya aku kepang seperti buntut kuda, hari itu aku biarkan setengah terurai.
Senja sudah menjelang, ini artinya kurang dari 2 jam lagi Hans menjemputku. Sejak habis maghrib aku sudah siap menungu Hans di sofa ruang tamu rumahku. Ternyata benar saja, sekitar jam 7 malam Hans sudah datang menjemputku. Ia terlihat sangat tampan malam itu. Ia memakai celana jeans panjang yang dipadukan dengan kaos hitam yang membuat kulitnya terlihat makin putih bersih.
Setelah itu kami pamit pergi makan malam kepada orangtuaku. Hans belum memberitahuku akan makan malam dimana kami malam itu. Ia memang sulit sekali untuk ditebak. Ia sedikit berbeda malam itu, agak romantis, aku pikir ia hanya akan menganggapku sebagai teman biasa. Namun, dari ucapan dan kata-katanya malam itu aku menilai ada maksud lain, bukan hanya sebagai makan malam bersama teman biasa.
Akhirnya kami tiba di tempat yang dituju. Kami makan malam disebuah restoran italia di daerah Jakarta selatan. Ternyata Hans sudah memesan tempat sebelumya. Ia sangat mempersiapkan dengan matang acara makan malam denganku malam itu. Tempat yang ia pesan pun sangat nyaman, dekat dengan jendela dan menghadap ke jalanan.
Malam itu kami resmi menjadi sepasang kekasih. Aku menerima Hans menjadi pacar pertamaku. Aku pikir, Hans memang lelaki yang baik, mau menerimaku apa adanya, dan mempunyai nilai plus, karena ia tampan sekali.
Aku dibuat melayang olehnya, dibuat terbang tinggi ke angkasa. Ia lelaki yang tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan baik. Lali-laki yang buat wanita akan tetap bersamanya. Aku sedikit heran, kenapa para mantan pacarnya memanfaatkan kebaikan Hans.
Saat itu aku sedang ikut silaturahmi kerumah Reyna, karena aku juga dekat dengan orang tua Reyna. Saat aku sedang mengobrol bersama Reyna, tiba-tiba Hans mendekat untuk bersalaman dengan Reyna, karena Hans baru saja datang saat itu.
Pada saat Hans datang, aku sudah memperhatikannya. Bagaimana mataku bisa berpaling darinya. Bagiku, yang saat itu masih berumur 14 tahun, Hans adalah laki-laki paling tampan yang pernah aku temui. Tingginya sekitar 185cm, kulitnya yang putih, rambutnya yang berwarna coklat kehitaman dan tampangnya yang seperti orang bule, membuatku tak bisa berpaling darinya. Apalagi saat itu ia memakai baju koko berwarna putih yang membuatnya terlihat sekmakin tampan.
Quote:
Karena hanya kita bertiga yang masih muda, maka kami bertiga mengobrol bersama. Membahas tentang segala macam rupa pembicaraan. Awal bertemu, Hans sudah sangat baik kepadaku. Aku sangat tidak menyangka kalau Hans akan menjadi kekasihku kelak, karena banyak sekali perbedaan diantara kita.
Saat asyik mengobrol, tiba-tiba Reyna dipanggil oleh ibunya karena harus memnyediakan kue-kue yang masih tersimpan di lemari untuk para tamu. Akhirnya, aku titinggal hanya berdua bersama Hans. Hans memecahkan suasana yang tadinya hening dengan mengajakku ngobrol.
Quote:
Lalu kami makin seru dan asyik mengobrol. Aku sangat nyambung dengan Hans. Ia bercerita kalau ternyata Almarhum ibunya adalah orang bule asal Perancis, dan ayahnya adalah adik sepupu dari ayahnya Reyna. Ayahnya Hans adalah seorang Pilot maskapai penerbangan asal Inggris, dan hanya pulang kerumah paling cepat 3 bulan sekali. Maka dari itu ayahnya Hans tidak bisa hadir karena ayahnya harus bertugas. Hal itu yang menyebabkan Hans datang sendiri hari itu.
Waktu sudah semakin larut, da aku harus pulang saat itu. Hans meminta NO HP ku, dia bilang untuk seru-seruan ngonrol-ngobrol lagi. Karena aku pikir Hans baik dan tampan, aku beri dia NO HP ku.
Quote:
Akupun langsung pamit kepada orangtua Reyna dan seluruh keluarga Reyna juga, karena hari sudah larut dan aku tidak mungkin sampai larut malam dirumah sahabatku ini.
Malam harinya aku tak tahu kenapa malam itu aku tidak dapat tidur dengan cepat. Padahal biasanya aku tidur dengan cepat. Dan juga siang harinya aku tidak tidur siang. Tiba-tiba handphone ku bergetar menandakan adanya pesan singkat atau SMS masuk.
From : +62xxxxxText : Hey Lita, udah tidur ya? Ini no gue, save ya!
Oh iya, good nite, sleep tight, and sweet dream for you tonight.
Hans
Aku sedikit terkejut saat membaca SMS dari Hans, aku pikir ia hanya basa-basi saja tadi menanyakan nomor handphone ku. Ternyata, ia benar-benar mengirimiku SMS. Dan tanpa berpikir panjang, aku langsung membalas SMS dari Hans itu.
Send to : Hans
Text : Belum kok, gak tau nih belum ngantuk. Iya, ini udah gue save.
Lo sendiri juga belum tidur?
Dari situ aku dan Hans makin sering berkirim pesan singkat dan terkadang ia juga meneleponku. Semakin hari kamu berdua semakin dekat saja. Hans sangat intens menghubungiku, memberiku kabar, dan sedikit perhatian kepadaku. Akupun juga sebaliknya, aku juga menjadi perhatian kepada Hans. Ia sering sekali curhat kepadaku. Ia bilang sangat nyaman bila sedang curhat denganku.
Sampai pada suatu hari, karena kami sangat sering berkomunikasi setiap hari, Hans mengajakku pergi. Aku menganggap ini sebagai kencan pertamaku, aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Hans. Mungkin ia hanya menganggap ini biasa saja, karena aku pikir ia tidak akan pernah bisa suka atau bahkan jatuh cinta dengan anak SMP sepertiku yang memang jauh dari kata cantik.
Sampai suatu hari Hans telepon aku
Quote:
Malam itu aku senang bukan main karena ajakan dari Hans untuk makan malam pada malam minggu nanti. Rasanya aku ingin teriak-teriak dan berguling-guling di kamar setelah mendengar ajakan Hans itu. Ini adalah kencan pertamaku, pikirku dalam hatiku.
Dari siang hari sebelum hans menjemputku aku sudah sangat gugup dan sangat sibuk mempersiapkan diri untuk pergi mala ini. Aku membongkar lemariku demi menemukan baju yang sesuai untuk mala mini. Awalnya aku ingin memakai dress berwarna putih bermotif bunga-bunga kecil berwarna pink. Tetapi aku merasa terlalu berlebihan untuk makan malam yang tidak aku tahu ia ingin mengajakku kemana. Akhirnya aku menemukan pakaian yang cocok untuk malam itu. Aku memakai celana panjang jeans dipadu dengan tank top putih yang diluarnya dibalut dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru dan sepatu sneakers berwarna hitam. Dan juga rambutku yang keriting yang biasanya aku kepang seperti buntut kuda, hari itu aku biarkan setengah terurai.
Senja sudah menjelang, ini artinya kurang dari 2 jam lagi Hans menjemputku. Sejak habis maghrib aku sudah siap menungu Hans di sofa ruang tamu rumahku. Ternyata benar saja, sekitar jam 7 malam Hans sudah datang menjemputku. Ia terlihat sangat tampan malam itu. Ia memakai celana jeans panjang yang dipadukan dengan kaos hitam yang membuat kulitnya terlihat makin putih bersih.
Quote:
Setelah itu kami pamit pergi makan malam kepada orangtuaku. Hans belum memberitahuku akan makan malam dimana kami malam itu. Ia memang sulit sekali untuk ditebak. Ia sedikit berbeda malam itu, agak romantis, aku pikir ia hanya akan menganggapku sebagai teman biasa. Namun, dari ucapan dan kata-katanya malam itu aku menilai ada maksud lain, bukan hanya sebagai makan malam bersama teman biasa.
Akhirnya kami tiba di tempat yang dituju. Kami makan malam disebuah restoran italia di daerah Jakarta selatan. Ternyata Hans sudah memesan tempat sebelumya. Ia sangat mempersiapkan dengan matang acara makan malam denganku malam itu. Tempat yang ia pesan pun sangat nyaman, dekat dengan jendela dan menghadap ke jalanan.
Quote:
Malam itu kami resmi menjadi sepasang kekasih. Aku menerima Hans menjadi pacar pertamaku. Aku pikir, Hans memang lelaki yang baik, mau menerimaku apa adanya, dan mempunyai nilai plus, karena ia tampan sekali.
Aku dibuat melayang olehnya, dibuat terbang tinggi ke angkasa. Ia lelaki yang tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan baik. Lali-laki yang buat wanita akan tetap bersamanya. Aku sedikit heran, kenapa para mantan pacarnya memanfaatkan kebaikan Hans.
0