- Beranda
- Stories from the Heart
Beauty in the dark
...
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. 

Catatan Kecil Seorang pramuria
Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..
Quote:
PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:
PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:
PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:
PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:
PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:
Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:
NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.
Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )
Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.7K
956
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mindtalk
#428
Sekotak Tisu
Sedang asiknya aku menikmati hujan yang kiranya semakin deras.. Saat itu aku sedikit menyadari bahwa aku sudah tak terkena rintik hujan.. Aku melihat sekeliling, masih basah dan masih dijatuhi rintik hujan.. Dan kenapa aku disini sendiri yang merasa terasing..
Aku hanya diam, entahlahlah aku masih terdiam.. tak tau apa yang aku pikirka dan aku hanya diam membisu..
Tak butuh lama dia berkata seperti itu, dia menurunkan jaketnya yang dia gunakan untuk meneduhkanku dan seakan berlagak jagoan ingin mengangkatku.. Mungkin dia berpikir bahwa aku ini kurus yang akhirnya berbuah kemaluan karena dia memang tidak kuat jika menganggkat ku berkali-kali dia mencoba.. Aku mencoba bangkit sendiri disisa tenaga yang aku punya.. meninggalkannya menuju tempat yang lebih terlindung dari hujan walau sebenarnya tetap terkena serpihan hujan..
Dan aku tetap saja diam saat dia berdiri dihadapanku.. Aku masih memandang ke arah danau yang indah dari pemdangan hujan hari ini.. Semua seakan berirama karena hujan.. Dia masih memandangku dengan kebingungan.. Disini, hanya kami berdua.. entah dari mana dia datang juga aku tak pernah menyadarinya.. yang aku tau dia datang mengusik kesedihanku.. Seakan TUHAN berkata, kau tak boleh bersedih sedikitpun..
Dan aku.. aku hanya memandangnya sesaat dan kembali ke pemandangan yang memang membuatku merasa lebih tenang.. saat itu aku tak mengerti kenapa aku menjadi seperti itu.. mungkin karena aku sudah terlalu lama memendam semua yang aku rasakan sendirian, hal ini membuatku sempat menjadi seseorang yang kadang memiliki dunia sendiri untuk berangan dan mungkin hari ini aku mengalaminya, menjadi diriku yang lain..
Kalau ada yang bertanya, apakah aku gila.? ya mungkin aku gila.. Aku hampir kehilangan akal sehatku.. Dan sekarang dia yang ada didepanku pun entah apa yang dipikirkannya.. Dia menghalangi pandanganku dan menundukkan badannya.. Mengarahkan wajahnya ke wajahku sedikit lebih dekat dan semakin dekat, namun aku tetap diam.. kosong bagai waktu yang tak merangkai sebuah kejadian.. Dia menatapku lekat-lekat dan..
Aku hanya memainkan bola mataku memandang sisi lain dalam pandanganku..
Aku meninggalkannya, karena aku memang ingin sendiri.. Bahkan aku tak memikirkan caraku pulang kekosan dengan apa.. Aku hanya berjalan seperti orang linglung ditengah hujan.. Jarak taman angsa ke kosku mungkin sekitar 500 meter atau lebih, entahlah.. Aku berjalan pelan dalam hujan.. Aku ingin bersedih dan menangis namun tak bisa.. Belum lagi aku berjalan jauh.. Dia sudah menarik tanganku..
Dia membawaku ke sebuah mobil yang agak jauh dari taman ini.. Apa aku merasa takut.? Tidak.. Aku hanya diam bahkan saat dia mendorongku untuk masuk kedalam mobilnya aku hanya diam.. Dan dia juga sudah terguyur hujan karena aku..
Dia mengantarkan aku pulang dengan selamat tentunya, walau dengan segala hawa panas yang menyelimuti kami berdua.. Sepertinya sehabis ini dia akan menggerutu kesal, karena aku membanjiri mobilnya dan tentunya karena dia sudah mati-matian tak aku anggap.. Tapi, sepertinya dia memang memilih menjadi lelaki baik atau lelaki jahat yang tiba-tiba menjadi baik.. Entahlah.. biarkan saja hari ini berlalu dengan adanya..
Aku mengambilnya dan benar saja tangisku pecah.. Aku menangis sambil membuang ingusku tanpa rasa malu didepannya..
Aku sedikit melirik kebelakang, dia masih memastikanku masuk kedalam kosanku.. Sampai aku dikamar.. Beberapa anak kos ada dikamarku dan mereka sedikit ramai bertanya "mbak queen darimana.?" " kok basah-basahan mbak?" "harusnya tadi neduh dulu mbak" bla..bla.. yang aku tanggapi dengan senyuman manis..
Aku menjadi seorang wanita manis yang dewasa disekelilingku, namun aku baru saja menjadi anak-anak didepan orang yang tak aku kenal.. Eh.. aku sudah mengenalnya.. Namanya Dhito.. Dia lelaki baik untuk seorang wanita.. Dia memang baik..
Quote:
Aku hanya diam, entahlahlah aku masih terdiam.. tak tau apa yang aku pikirka dan aku hanya diam membisu..
Quote:
Tak butuh lama dia berkata seperti itu, dia menurunkan jaketnya yang dia gunakan untuk meneduhkanku dan seakan berlagak jagoan ingin mengangkatku.. Mungkin dia berpikir bahwa aku ini kurus yang akhirnya berbuah kemaluan karena dia memang tidak kuat jika menganggkat ku berkali-kali dia mencoba.. Aku mencoba bangkit sendiri disisa tenaga yang aku punya.. meninggalkannya menuju tempat yang lebih terlindung dari hujan walau sebenarnya tetap terkena serpihan hujan..
Quote:
Dan aku tetap saja diam saat dia berdiri dihadapanku.. Aku masih memandang ke arah danau yang indah dari pemdangan hujan hari ini.. Semua seakan berirama karena hujan.. Dia masih memandangku dengan kebingungan.. Disini, hanya kami berdua.. entah dari mana dia datang juga aku tak pernah menyadarinya.. yang aku tau dia datang mengusik kesedihanku.. Seakan TUHAN berkata, kau tak boleh bersedih sedikitpun..
Quote:
Dan aku.. aku hanya memandangnya sesaat dan kembali ke pemandangan yang memang membuatku merasa lebih tenang.. saat itu aku tak mengerti kenapa aku menjadi seperti itu.. mungkin karena aku sudah terlalu lama memendam semua yang aku rasakan sendirian, hal ini membuatku sempat menjadi seseorang yang kadang memiliki dunia sendiri untuk berangan dan mungkin hari ini aku mengalaminya, menjadi diriku yang lain..
Kalau ada yang bertanya, apakah aku gila.? ya mungkin aku gila.. Aku hampir kehilangan akal sehatku.. Dan sekarang dia yang ada didepanku pun entah apa yang dipikirkannya.. Dia menghalangi pandanganku dan menundukkan badannya.. Mengarahkan wajahnya ke wajahku sedikit lebih dekat dan semakin dekat, namun aku tetap diam.. kosong bagai waktu yang tak merangkai sebuah kejadian.. Dia menatapku lekat-lekat dan..
Quote:
Aku hanya memainkan bola mataku memandang sisi lain dalam pandanganku..
Quote:
Aku meninggalkannya, karena aku memang ingin sendiri.. Bahkan aku tak memikirkan caraku pulang kekosan dengan apa.. Aku hanya berjalan seperti orang linglung ditengah hujan.. Jarak taman angsa ke kosku mungkin sekitar 500 meter atau lebih, entahlah.. Aku berjalan pelan dalam hujan.. Aku ingin bersedih dan menangis namun tak bisa.. Belum lagi aku berjalan jauh.. Dia sudah menarik tanganku..
Quote:
Dia membawaku ke sebuah mobil yang agak jauh dari taman ini.. Apa aku merasa takut.? Tidak.. Aku hanya diam bahkan saat dia mendorongku untuk masuk kedalam mobilnya aku hanya diam.. Dan dia juga sudah terguyur hujan karena aku..
Quote:
Dia mengantarkan aku pulang dengan selamat tentunya, walau dengan segala hawa panas yang menyelimuti kami berdua.. Sepertinya sehabis ini dia akan menggerutu kesal, karena aku membanjiri mobilnya dan tentunya karena dia sudah mati-matian tak aku anggap.. Tapi, sepertinya dia memang memilih menjadi lelaki baik atau lelaki jahat yang tiba-tiba menjadi baik.. Entahlah.. biarkan saja hari ini berlalu dengan adanya..
Quote:
Aku mengambilnya dan benar saja tangisku pecah.. Aku menangis sambil membuang ingusku tanpa rasa malu didepannya..
Quote:
Aku sedikit melirik kebelakang, dia masih memastikanku masuk kedalam kosanku.. Sampai aku dikamar.. Beberapa anak kos ada dikamarku dan mereka sedikit ramai bertanya "mbak queen darimana.?" " kok basah-basahan mbak?" "harusnya tadi neduh dulu mbak" bla..bla.. yang aku tanggapi dengan senyuman manis..
Aku menjadi seorang wanita manis yang dewasa disekelilingku, namun aku baru saja menjadi anak-anak didepan orang yang tak aku kenal.. Eh.. aku sudah mengenalnya.. Namanya Dhito.. Dia lelaki baik untuk seorang wanita.. Dia memang baik..
Diubah oleh mindtalk 28-08-2014 10:07
0
