- Beranda
- Stories from the Heart
SURVIVAL OF THE DEAD
...
TS
fanta.mirinda
SURVIVAL OF THE DEAD
Quote:
“semua berlangsung begitu cepat, hanya sedikit yang menyadari dan tak ada peringatan apapun. Ratusan juta orang meninggal dalam waktu kurang dari 24 jam. Mereka yang hidup hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka yang mati bangkit kembali. Mereka yang tidak bisa melawan hanya pasrah menunggu ajal."
Hari itu adalah hari terkelam dalam sejarah masyarakat Indonesia beberapa orang yang kutemui menyebut hari itu dengan “hari insiden nol” , hari dimana dimulainya mimpi buruk bagi masyarakat indonesia bahkan mungkin bagi umat manusia. Manusia adalah sebagai spesies yang mendominasi di bumi, tapi itu sudah tidak berlaku lagi sekarang. Mereka yang mati mendominasi, mereka yang hidup, hanya sebagai pelengkap dan sumber makanan bagi mereka yang mati. Peradaban yang telah dibagun ribuan tahun hancur hanya dalam satu hari. Hukum sudah tidak berlaku lagi.
Mereka yang kuat hidup, mereka yang lemah mati. Memangsa atau dimangsa. Melawan atau mati.
Hari itu adalah hari terkelam dalam sejarah masyarakat Indonesia beberapa orang yang kutemui menyebut hari itu dengan “hari insiden nol” , hari dimana dimulainya mimpi buruk bagi masyarakat indonesia bahkan mungkin bagi umat manusia. Manusia adalah sebagai spesies yang mendominasi di bumi, tapi itu sudah tidak berlaku lagi sekarang. Mereka yang mati mendominasi, mereka yang hidup, hanya sebagai pelengkap dan sumber makanan bagi mereka yang mati. Peradaban yang telah dibagun ribuan tahun hancur hanya dalam satu hari. Hukum sudah tidak berlaku lagi.
Mereka yang kuat hidup, mereka yang lemah mati. Memangsa atau dimangsa. Melawan atau mati.
SURVIVAL OF THE DEAD
by fanta.mirinda
Spoiler for PROLOG:
Sudah 1 tahun berlalu sejak insiden ini pertama kali terjadi, insiden mayat yang hidup kembali dan memangsa makhluk hidup lainnya atau mereka lebih senang memanggilnya dengan sebutan zombie. Yang kutahu bahwa pasukan militer telah lumpuh kurang dari 24 jam setelah insiden pertama terjadi. Ratusan juta orang mati pada hari pertama.
Dari saksi mata yang telah bertahan hidup sampai saat ini, menceritakan kepadaku kisahnya bahwa mereka yang sempat diselamatkan oleh pihak militer berlindung di dalam base bawah tanah rahasia milik pemerintah, mereka menghancurkan jalan masuknya sehingga tidak ada mayat hidup atau bahkan manusia hidup yang dapat masuk lagi, karena base ini memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Banyak anggota militer , anggota dewan , dan masyarakat sipil berlindung di dalamnya. Tapi keadaan aman ini hanya berlangsung pada bulan keenam saja. Pada bulan ketujuh, stok persediaan makanan menipis, kelaparan pun melanda. Para anggota militer tidak segan-segan membunuh warga sipil yang diam-diam mencuri stok makanan, Sampai pada akhirnya kemarahan warga memuncak, mereka mulai melawan pihak militer. Pihak militer yang kalah jumlah dapat ditumbangkan dengan mudah dan mati satu persatu dibunuh oleh warga mereka sendiri.
Keadaan berubah dari buruk menjadi parah. Stok makanan habis, dan bodohnya mereka baru sadar bahwa mereka tidak bisa keluar dari base karena dibutuhkan kode rahasia untuk membuka pintu keluar base ini, sedangkan para militan dan para anggota dewan yang mungkin mengetahui kode ini telah mereka bantai semua.
Berhari hari telah berlalu, banyak warga yang mati karena dehidrasi dan kelaparan, dan tidak sedikit pula yang memilih untuk bunuh diri, Sampai pada akhirnya mereka mendapatkan ide gila , ide yang lahir karena frustasi yang parah dan telah mencapai puncaknya . Mereka pun menerapkan sistem duel satu lawan satu untuk bertahan hidup, yang artinya bahwa warga yang kalah dalam duel akan dibunuh untuk dimakan dagingnya dan diminum darahnya, para pemenang dapat santai hingga pertandingan mereka selanjutnya. Itu adalah ide tergila sekaligus menjijikkan yang pernah kudengar dari mulut seorang saksi, seorang survivor yang selamat dari peristiwa ini.
“Jadi gimana kau bisa selamat dari semua ini dan melarikan diri? “ tanyaku kepadanya yang sedang kuinterogasi.
“waktu itu aku ketakutan, tahu bahwa jadwal duelku tinggal sebentar lagi, sementara lawanku adalah pria berotot yang dalam sekali hantam dapat membuatku pingsan. Aku tidak punya harapan menang...” jawabnya lemah dan dia kemudian melanjutkan
“Jadi tiba-tiba muncul ide dalam otakku untuk menggeledah mayat para militan-militan itu, sebenarnya aku cuma menduga, dan tenyata dugaanku benar, berjam-jam aku mencari dari ratusan tumpukan mayat, sampai akhirnya aku menemukan secarik kertas,.... kertas yang berisi kode untuk membuka base. Aku kabur tanpa sepengetahuan mereka, kututup lagi pintu base dari luar agar mereka tidak bisa keluar dan mencari mangsa lainnya.”
Hening sejenak, kemudian dia melanjutkan lagi dengan pertanyaan
“jadi gimana? Apakah kau mau berbaik hati melepaskan ikatan ini dan membebaskanku? Kumohon, aku bukan orang jahat.”
“maaf...” kataku sambil menodongkan pistol ke arah kepalanya
“kenapa? Aku sudah menceritakan semuanya yang kualami, dan aku berani bersumpah dengan nyawaku bahwa yang kuceritakan tadi adalah benar”
“sudah berapa banyak daging manusia yang sudah kau makan?” kataku balik bertanya
Dia hening ,bibirnya gemetaran dan tak sanggup berkata apa-apa.
“aku tak mau ambil resiko” kataku dengan dingin
Dor.... peluru timah menembus otaknya, darahnya berceceran , bagian-bagian otaknya berserakan, dia tumbang, mati. Kulihat keluar jendela, para mayat hidup itu tertarik dengan bunyi keras senjataku barusan, kukepak barangku dan bergegas melarikan diri dari gudang tua ini secepat yang kubisa.
Quote:
Diubah oleh fanta.mirinda 11-09-2015 13:41
anasabila memberi reputasi
1
2.7K
Kutip
19
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fanta.mirinda
#6
PART #1
Quote:
Bulan Maret 2015, kurang lebih 1 bulan lebih sejak insiden nol. Aku mulai ahli dalam dasar-dasar bertahan hidup dari para mayat hidup.
Pertama ,tendang lutut mereka, maka mereka akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh , dalam keadaan ini adalah saat termudah untuk menghancurkan kepala mereka dengan senjata yang kau punya.
Kedua, jika kau melawan lebih dari satu zombie, alihkan perhatian mereka dengan suara, misal dengan melempar batu, kaleng , atau apapun yang bersuara nyaring, karena menurut pengalamanku para mayat itu bereaksi dengan suara, setelah perhatian mereka teralihkan, kau bisa membunuh mereka satu per satu secara diam-diam .
Ketiga, jika kau bertemu dengan gerombolan mayat jangan pernah terpikir untuk melawan mereka, satu-satunya langkah yang bisa kau ambil adalah lari dari gerombolan itu secepat yang kau bisa, meskipun mereka lambat, tapi jumlah mereka sangat banyak, dan itulah yang membuat mereka sangat mematikan dalam situasi ini.
Aku mulai terbiasa dengan bau busuk dimana-mana, kota jogja telah berubah menjadi kota mati, kuburan massal bagi mereka yang malang. Banyak sekali jasad mati yang berserakan di jalan-jalan, sebagian kehilangan anggota tubuh mereka. Yang paling membuatku agak merasa kasihan adalah ketika aku menemukan jasad seorang wanita dan pria yang sedang berpelukan .Si pria wajahnya hancur dengan kaki yang tinggal separuh dan isi perutnya yang terbuka, sedangkan sang wanita masih utuh hanya saja kepalanya hampir terpisah dari tubuhnya , aku tak tahu apa yang terjadi, tapi aku bisa membayangkannya.
Aku masih bertanya-tanya dalam hati bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Apakah ini semacam penyakit yang mewabah secara global? Serangan biokimia dari negara lain? Atau eksperimen pemerintah yang gagal seperti dalam film-film yang pernah kulihat? Atau mungkin ini adalah azab dari murka Tuhan? Zombie itu hanya fiksi, dia tidak ada dalam kehidupan nyata, tapi disinilah aku sekarang, terjebak dalam dunia yang kuanggap hanya ada dalam dunia fiksi, dunia yang penuh dengan mayat hidup yang berjalan mencari mangsa, sebuah tubuh yang berjalan hanya berdasarkan insting , predator yang tidak mengenal siang atau malam.
Bisa saja hari ini aku mati, atau mungkin lusa, atau bahkan saat ini juga, Tapi ada satu yang pasti, aku tak mau mati konyol seperti mereka yang jasadnya berserakan di jalan ini. Aku harus hidup, aku belum mau mati, aku akan bertahan sejauh yang aku bisa, dan aku yakin akan hal ini.
Pertama ,tendang lutut mereka, maka mereka akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh , dalam keadaan ini adalah saat termudah untuk menghancurkan kepala mereka dengan senjata yang kau punya.
Kedua, jika kau melawan lebih dari satu zombie, alihkan perhatian mereka dengan suara, misal dengan melempar batu, kaleng , atau apapun yang bersuara nyaring, karena menurut pengalamanku para mayat itu bereaksi dengan suara, setelah perhatian mereka teralihkan, kau bisa membunuh mereka satu per satu secara diam-diam .
Ketiga, jika kau bertemu dengan gerombolan mayat jangan pernah terpikir untuk melawan mereka, satu-satunya langkah yang bisa kau ambil adalah lari dari gerombolan itu secepat yang kau bisa, meskipun mereka lambat, tapi jumlah mereka sangat banyak, dan itulah yang membuat mereka sangat mematikan dalam situasi ini.
Aku mulai terbiasa dengan bau busuk dimana-mana, kota jogja telah berubah menjadi kota mati, kuburan massal bagi mereka yang malang. Banyak sekali jasad mati yang berserakan di jalan-jalan, sebagian kehilangan anggota tubuh mereka. Yang paling membuatku agak merasa kasihan adalah ketika aku menemukan jasad seorang wanita dan pria yang sedang berpelukan .Si pria wajahnya hancur dengan kaki yang tinggal separuh dan isi perutnya yang terbuka, sedangkan sang wanita masih utuh hanya saja kepalanya hampir terpisah dari tubuhnya , aku tak tahu apa yang terjadi, tapi aku bisa membayangkannya.
Aku masih bertanya-tanya dalam hati bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Apakah ini semacam penyakit yang mewabah secara global? Serangan biokimia dari negara lain? Atau eksperimen pemerintah yang gagal seperti dalam film-film yang pernah kulihat? Atau mungkin ini adalah azab dari murka Tuhan? Zombie itu hanya fiksi, dia tidak ada dalam kehidupan nyata, tapi disinilah aku sekarang, terjebak dalam dunia yang kuanggap hanya ada dalam dunia fiksi, dunia yang penuh dengan mayat hidup yang berjalan mencari mangsa, sebuah tubuh yang berjalan hanya berdasarkan insting , predator yang tidak mengenal siang atau malam.
Bisa saja hari ini aku mati, atau mungkin lusa, atau bahkan saat ini juga, Tapi ada satu yang pasti, aku tak mau mati konyol seperti mereka yang jasadnya berserakan di jalan ini. Aku harus hidup, aku belum mau mati, aku akan bertahan sejauh yang aku bisa, dan aku yakin akan hal ini.
Diubah oleh fanta.mirinda 09-09-2015 07:36
0
Kutip
Balas