Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#770
PART 51

Ah, gue baru baca beberapa komen di page-page setelah ini, dan gue sadar kalo gue jarang menceritakan Anin dateng kerumah gue. Here we go.

Agak mundur lagi ya alurnya.
Hari-hari itu kebetulan badan gue lagi gak begitu sehat. Emang udah jadi kelemahan gue, jarang sakit tapi sekalinya sakit lama sembuhnya. Kepala gue terasa berat dan hidung gue tersumbat, otomatis gue harus napas pake mulut. Nah kelamaan napas pake mulut, ujung-ujungnya tenggorokan gue yang sakit. Serba salah emang dah ah. Malam itu gue gak bisa bangun dari tempat tidur. Ehm, bisa sih, cuman pusing, hidung gue rasanya penuh. Jadi mending gue tiduran aja. Selama gue sakit malem itu Anin selalu nemenin gue lewat SMS.

Quote:


Setelah SMSan cukup lama, gue tertidur karena pengaruh obat. Paginya gue terbangun dengan keadaan yang gak enak. Pilek, pusing, tenggorokan sakit dan kedinginan. Emang kalo orang sakit tu gak ada yang enak ya. Ditengah nyawa gue yang baru ngumpul separonya, gue liat ada cewek tinggi berambut merah kecoklatan duduk di kursi meja belajar gue, membelakangi gue. Gue mengerjap-kerjapkan mata, bener gak ini yang gue liat manusia. Jangan-jangan penampakan. Muke gile, pagi-pagi gini ada penampakan, hantunya demen dinas pagi berarti.

Gue memanggil pelan. Suara gue serak dan gak jelas.

Quote:


Sosok yang gue kira hantu itu berbalik, memutarkan kursinya menghadap gue dan tersenyum manis (banget) sambil memiringkan kepalanya.

Quote:


Reaksi pertama gue adalah menutup mulut pake selimut. Gile aja gue masih ileran gini diliatin sama Anin yang entah kenapa hari itu berpenampilan sempurna. Literally perfect for me. Gue masih inget banget outfit dia pagi itu. Berkemeja pink, dengan lengan digulung sampe siku, jeans hitam ketat, dan ada kalung bebatuan kecil hitam melingkar di lehernya yang putih. Di tangannya tetep nangkring gelang etnik yang setia dipake sejak pertama gue kenal dulu, dan di tangan satunya ada jam dengan tali kulit. Rambutnya yang merah kecoklatan itu dibiarkan tergerai bergelombang dan wajah yang dipoles dengan makeup tipis.

Dia memandangi gue sambil memiringkan kepala dan tersenyum manis, sambil menyilangkan kaki dan menaruh kedua tangannya diatas lutut. Gayanya anggun. Sementara gue didepannya masih ileran, muka gak karuan, dan gue cuek aja ngupil. Maaf ya sayang emoticon-Hammer

Quote:


Anin berdiri dan mengambil mangkok yang ternyata sedari tadi ada di meja kecil disamping tempat tidur gue. Kemudian dia duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum manis dan mengaduk-aduk isi mangkok itu.

Quote:


Anin mulai menyuapi gue bubur. Tenggorokan gue sakit, dan setiap menelan gue harus lakukan dengan pelan. Anin dengan telaten memperhatikan gue makan dan menyuapi gue dengan porsi yang sedikit-sedikit biar memudahkan gue menelan.

Quote:


Gue emang paling males ke dokter. Selain mahal, gue merasa kalo ke dokter itu rasanya gue sakit banget, hawanya hawa orang sakit. Hahaha. Setelah bubur gue abis, Anin mengambilkan obat gue dan teh panas. Gue minum obat itu dan lidah gue sedikit terbakar karena tehnya beneran masih panas banget.

Quote:


Mendadak nyokap gue masuk kamar, dan kemudian mengecek keadaan gue. Setelah itu nyokap dan Anin ngobrol-ngobrol sendiri sementara gue beristirahat. Gue memandangi Anin dan nyokap ngobrol, keliatan banget kalo nyokap seneng banget sama sosok Anin. Buat nyokap gue, cewek seperti Anin itu tipe cewek yang sangat jarang ada. Makanya sebelumnya beberapa kali nyokap wanti-wanti gue supaya gak menyia-nyiakan Anin. Gue mah setuju banget.

Gue liat gesture Anin saat ngobrol sama nyokap juga gak ada canggung-canggungnya sama sekali. Begitu luwes dan anggun. Gue tersenyum sendiri waktu itu, dan bahkan sekarang pun gue tersenyum sendiri waktu menulis ini. Ada kenangan tersendiri di hati gue tentang sosok Anin. Satu hal yang gue bisa jamin, segala hal tentang Anin akan selalu abadi di hati gue.
Diubah oleh jayanagari 29-08-2014 09:26
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.