Kaskus

Story

mindtalkAvatar border
TS
mindtalk
Beauty in the dark
Maaf kalo Endingnya tekesan dipercepat.. Tapi apapun ini, diambil baiknya dan buang buruknya.. emoticon-Smilie


Catatan Kecil Seorang pramuria


Namaku Queensha Cahaya Surga. Orang tuaku berharap aku menjadi ratu dari cahaya surga.. tapi..

Quote:


PART I Kejadian
Spoiler for CKSP:

PART II Keputusan
Spoiler for CKSP II:

PART III Kesalahan
Spoiler for CKSP III:

PART IV Penyesalan
Spoiler for CKSP IV:

PART V Lembaran Baru
Spoiler for CKSP V:





Dimohon bagi teman-teman yang membaca cerita ini untuk :
Quote:

NB : sorry, buat TS di thread sebelumnya yang udah dikepoin.



Untuk yang mau donlot versi doc nya.. bisa kesini.. ( makasih banyak buat wahyu.. )

Quote:
Diubah oleh mindtalk 01-08-2017 23:40
bukhoriganAvatar border
makgendhisAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
7
210.8K
956
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
mindtalkAvatar border
TS
mindtalk
#303
Maaf Yang Terlambat
Berpapasan tara dengan membuatku membuka luka lalu yang sebenarnya akan aku alami kembali.. Tapi apapun yang terjadi semuanya sudah menjadi pilihan hidupku..

Hariku akan sedikit sibuk untuk beberapa minggu kedepan.. Aku harus pulang pergi kekampus untuk menemui dosenku, seperti minum obat pagi siang sore.. dan tama dengan setia mengantarkanku, hanya saja aku tak tega membuatnya menungguku begitu lama.. Jadi memintanya pulang dan saat sudah selesai sepenuhnya aku baru mengabarinya.. Karena kalau rentan waktunya cuma 1 atau 2 jam aku lebih baik diperpus kampusku atau diareal kampus sambil menunggu dosenku..

Aku sudah hampir lelah 3 hari ini bolak balik ke kampus seperti orang aneh mengejar-ngejar dosenku yang entah kemana rimbanya.. Saat ada aku tak dianggap dan selalu disalahkan, salahku juga aku jarang masuk kuliah jadi dosenku agak cerewet.. Saat apa yang dia minta sudah selesai justru dia memintaku melakukan hal yang lebih dan lebih sampai aku harus meminta logika dari kakak kelasku dan ini sangat menyiksaku ya sangat menyiksaku..

Aku duduk ditaman menunggu tama.. Rasanya sangat capek sekali.. ingin melampiaskan kemarahan pada siapa.. aku hanya bercerita masalah perkuliahan dengan oka, semenjak aku depresi aku dekat dengan oka teman sekelasku dan teman yang lain lebih memilih menghindar dan mendiamkanku, berbeda dengan oka, dia menyemangatiku dalam hal perkuliahan.. Dia menyuruhku agar sabar dan terus sabar karena aku bisa bahkan tak jarang dia menyuruhku untuk mempertegas mau dosenku.. Tapi, apa boleh buat mahasiswa tetaplah harus menaati dosennya agar lulus.

" masih sama ya ?" suara lembut tara menyapa lamunanku dan aku hanya diam.. entahlah.. " aku ganggu nggak.?" dia memastikan posisinya terhadapku
" nggak.. " aku menjawab singkat
"maaf.. "
" buat apa.?"
" buat semuanya.."
" nggak ada yang perlu dimaafin " aku berkata lemah
" aku nggak tau ini terlambat apa nggak.. aku memang egois.. aku mau kamu selalu bareng aku.. tapi aku buat kamu semakin jauhi aku.. bisa nggak kita kayak dulu. ?" dia berkata lembut kepadaku
" maaf ra.. kalo temenan bisa.. kalo untuk kembali aku nggak bisa "
" kenapa queen.? salahku terlalu besar.?"
" bukan.. aku memang nggak bisa.?"
" apa karena tama.? kalian ada hubungan.?"
" iyaaa " aku menjawab singkat, tara diam sejenak.. Aku tak tau apa yang dipikirkannya.. Tapi biarlah semua berjalan sesuai kenyataan.. Aku tak akan menyembunyikan tama sedikitpun dari hidupku walau apapun yang terjadi..
" dia bisa nerima kamu.?" tiba-tiba tara melontarkan pertanyaan yang tak kuduga dan aku tak tau harus menjawab apa.. tapi tetap aku memilih jujur..
" belum.. "
" kalau dia tau, apa dia bakal nerima kamu kek aku.?"
" mau dia terima aku atau nggak, aku bertahan ra.. tolong ngertiin aku "
" aku ngerti kamu queen.. nggak ada yang bisa ngerti kamu selain aku.. nggak ada yang nerima kamu selain aku.. kalau dia tau dia akan tinggalin kamu.. kembali ke aku queen.. "
" aku akui kamu memang berani ra.. berani ngakuin semuanya walau kamu udah jauhi aku.. tapi.. bukan masalah siapa yang ngertiin aku atau apapun.. ini masalah siapa yang bertahan dan siapa yang pergi.. "
" aku nggak pernah pergi queen.. cuma aku nggak bisa nerima semuanya.. "
" saat ini, kamu terlambat ra.. kalo kamu datang disaat aku jatuh mungkin aku samamu.. tapi ini udah beda.. "
" maaf queen.. aku nggak tau harus gimana lagi.."
" gitupun aku waktu itu.. jadi sekarang kamu tau gimana rasanya kan.." mendengar kalimat terakhirku, tara hanya diam dan tak berkata apapun.. dia diam sejenak..
" adakah cara untuk kembali samamu queen "
" berdoa ajah ke TUHAN semoga ada.. kamu nggak perlu lakuin apapun, cukup jadi dirimu ajah.. karena apapun yang kamu lakuin nggak bakal ngubah perasaanku ke tama kecuali tama yang merubahnya.. dan tolong biarkan aku menyelesaikan yang belum selesai sendiri.. kamu bisa bantu kan.."
" iyaa.. aku ngerti.. maaf queen.."
" aku juga minta maaf ra.. nggak bisa jadi malaikat yang sempurna.."
" lama nunggunya " entah sejak kapan tama sudah ada dibelakang kami
" eh.. nggak kok.. lagian di temenin tara " aku tersenyum kepadanya
" hei ma.. aku pamit ya.. kamu udah datang soalnya "
" cepet amat, ngobrol duluh geh "
" nggak lah.. masih ada kerjaan dikos " tara bersiap pergi
" yodah hati-hati yaa "
" duluan ma.. queen " dia pergi meninggakan kami..
" yooo.. kapan-kapan ngumpul yaa " tama sedikit ebrteriak kepadanya
" okee.. " tara berlalu meninggalkan kami
" gimana.? udah fix proposalnya.?" dia bertanya dengan senyumnya dan aku menggeleng lemah.. " udah semangat.. besok kan masih bisa kesini lagi.. " dia mengelus kepalaku " yuk.. pulang.. capekan.."
" iyaaa.. "
" mau makan apa malam ini.?"
" apa ajah lah.. maaf ya aku nggak sempet masakin kalian jadinya "
" nggak apa.. renan asik-asik ajah.. asal liat kamu udah seneng kayaknya "
" halah.. kamu bisa ajah kalo buat aku seneng "
" iyaa lah..abisnya kalo ngamuk serem sih "
" iih.. apaan sih " aku mencubit lengannya dan dia seperti biasa kesakitan..

Sore itu, aku berbaikan dengan sisi lain dari hidupku dan berjalan dengan sisi baru dalam hidupku.. Aku sedikit lega setidaknya semua yang tak benar menjadi membaik dan biarkan aku menyelesaikan apa yang aku mulai.. Dengan diriku sendiri dan segenap perasaan yang ada didiriku..

----------------------
" kok baru pulang kak.? abis ini pergi lagi ya.? nggak capek apa.? " belum juga aku merehatkan badanku renan sudah bertanya segala hal
" iyaa.. dosennya sibuk tadi.. kan ada renan jadi nggak capek "
" ada mas tama iyaa.. ya kan " renan menggodaku " mau renan pijitin.?"
" nggak usah deh.. rebahan bentar ajah udah enakan kok "
" nggak apa-apa.. sini " dia sudah mengambil posisi di sebelahku dan memijit sesuka hatinya
" makasih yaa "
" iya kak.. enakan.. " aku mengangguk sambil tersenyum " kata mas reza, kakak nggak pernah capek.. malah kakak selalu jadi tempat adik-adik kakak kalo capek "
" aah.. mas mu sok tau tuh "
" beneran.. makannya renan suka sama kakak.. mas reza cerita semua sih.."
" emang mas mu cerita apa ajah.?" perhatianku sedikit menggelitik rasa penasaran akan reza..
" banyaak.. katanya renan harus lebih bersyukur sama hidup.. apa yang ada dinikmati dan di ikhlaskan.. karena masih banyak yang seberuntung renan atau mas reza.. mas reza juga walau sakit nggak pernah sedih.. malah renan yang nangis terus kalo mas sakit.. trus mas cuma senyum sambil bilang " emang mas mau kemana pake nangis segala.?".. " sejenak raut wajah sedih renan terlihat jelas..
" mas mu baik yaa "
" baik banget.. cuma mas yang sayang sama renan didunia ini.."
" jadi mas doang nih.. " aku sedikit memanyunkan wajahku
" eh.. kakak sama mas tama juga sih " wajah polosnya sangat menggemaskanku.
" gitu dong.. " Obrolan kami berlanjut kebanyak hal.. Aku tak mau renan mengingat hal yang akan membuatnya sakit.. Nanti ada saatnya, saat dimana semua misteri akan terungkap dengan sendirinya.. dan aku akan sabar menantinyaa..

Ibu sesekali menelepon, Aku sedikit bercerita ke Ibu tentang pengajuan judul dan sidang proposal skripsi ku.. dia sedikit khawatir namun selalu menyemangatiku.. Adik-adikku baik-baik saja dirumah.. Karena anda akan melakukan kerja diakhir semester depan, dalam waktu 2 bulan kedepan aku berencanan membelikannya Laptop, karena aku tau dia akan sangat membutuhkannya terlepas dari aku juga membutuhkan atau tidak.. Dan semoga keinginanku terlaksana.. Bukan bermaksud hidup mewa, hanya saja aku lebih meminimalisir keuangan dengan membeli kebutuhan pendukung untuk digunakan kami berdua dari pada kami harus keluar dan membayar..

Setelah merasa agak enakan, aku sudah bersiap untuk kerja.. Selama masa pengajuan judul dan persiapan sidang proposal aku menadapat waktu telat tentu saja aku merelakan uang tepat waktuku untuk dipotong.. Karena ini akan setimpal dan aku tak perlu merasa diistimewakan..

Tamaa.. Dia masih setia menemaniku kemanapun dan kapanpun.. Menungguku apapun yang terjadi.. Menyemangatiku.. Mendengarkan tangisanku bahkan dia memanjakanku dengan caranya.. Dia merupakan seseorang yang membuatku menjadi diriku sendiri saat bersamanya, tak ada yang aku tutupi dalam sikap dan sifatku.. Tak jarang dia suka mengerjaiku dan menggodaku.. Terkadang aku berpikir.. Kenapa remaja yang berpikiran sedewasa aku bisa menjadi Remaja yang konyol saat berada didekatnya.. Tapi semakin aku berpikir semakin aku tak mengerti, yang aku tau.. Dia hidupku saat ini.. Namun, bukan berart dia menggantikan TUHAN dan keluargaku.. Setidaknya.. Saat ini aku memilikinya sebagai sandaran akhirku..
Diubah oleh mindtalk 18-08-2014 16:49
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.