- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.8K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#1121
CURCOL
Spoiler for CURCOL:
Quote:
"Woii, mampir dulu disini lo tong!"
Gwa yang lagi ngejalanin motor pelan2, dengan maksud ngelewatin teras depan rumahnya Ridho dan lanjut kelanjut kebelakang, terpaksa berhenti dengan sukarela. Apalagi ngeliat ekspresi wajahnya yang begitu serius tanpa senyum sedikitpun, bener2 bikin nyali gwa sedikit ciut untuk nga mengabaikan panggilannya itu. Sehingga motorpun gwa parkirin sembarangan disebelah rumahnya dan gwa bergegas menghampirinya yang lagi duduk leyeh2 diteras rumahnya ditemani Maya yang lagi asyik ngelonin bayinya.
"Ya bos, ada apa manggil2 sayah?" sapa gwa sambil tetep berdiri didekatnya.
"Bas-bos, bas-bos, sini duduk lo!" katanya sambil menunjukan kursi disebelahnya masih dengan wajah seriusnya.
"Eh iya, cuma ada apaan nih? Roman2nya serius bener?" tanya gwa mulai grogi. Sumpah, belom pernah gwa ngeliat Ridho seserius ini wajahnya. Pun selagi ribet2nya ngurus kerjaan, mimik wajah seserius ini belum pernah gwa lihat.
"Kagak ada apa2. Gwa cuma mo nanya sama elo, sebenernya pegimana sih hubungan lo sama Felisha?" tanyanya tanpa menyurutkan mimik serius diwajahnya.
"........." maliihh, gwa pikir mau ngomongin masalah kerjaan.
"Yeee, dia gagu!"
"Maksudnya hubungan apaan nih?" tanya gwa sedikit bingung. Karena gwa ngerasa hal ini bukanlah sesuatu topik yang layak untuk diobrolin, walaupun dengan Ridho atau Maya sekalipun.
"Ya itu, maksud gwa hubungan sama Felisha itu sebenernya cuma temenan atau udah pacaran. Kalo dikata temenan, tapi lagu lo berdua udah kayak orang pacaran. Dibilang pacaran, tapi kok lagu lo kayak orang yang acuh kagak acuh gitu?" Ridho ngambil rokok gwa sebatang dan menyelipkan dibibirnya.
"Ayah, jangan ngerokok deket2 Jufrie kenapa?" tegur Maya, menyurutkan napsu ngisepnya Ridho. (Rokok sob, ngisep rokok kamsudnya
)
"Cieee, ayah, jangan ngerokok dong, ntar bengek tuh si jupri" gwa coba ngalihin pembicaraan. Jujur males banget gwa ngebahas yang satu ini.
"Apaan sih lo?! Nga usah ikut2an deh!" bentak Ridho kesal.
"..........." buset, diomelin gwa
Dan suasana diteras di sore itu menjadi sedikit gaduh, karena Jufrie terbangun dari tidurnya akibat suara bentakan Ridho tadi. Dan bayi yang belum berumur sebulan itu menangis dengan kencangnya, sebagai bentuk protesnya yang terganggu dari lelap tidurnya. Sementara Maya dengan wajah kesal yang ditujukan pada Ridho dan gwa, sibuk menenangkan bayinya.
"Het dah, jadi ribet khan gara2 lo?! Sampe mana tuh tadi gwa ngomong, lupa deh gwa" Ridho mendadak ribet.
"Lah, ngapa jadi gwa yang disalahin Dho? Itu sampe berkas2nya si anu yang nyangkut di BPN =SENSOR=" sahut gwa ngasal.
"Kagak, lo nga usah2 ngalih2in omongan gwa deh. Gwa inget, kita lagi nga ngebahas kerjaan!"
"Yaelah May, itu ngapa ngasih susu anak lo didepan gwa sih?" gwa mengacuhkan Ridho, karena terganggu sama kelakuan bininya yang semena2 ngeluarin susunya buat Jufrie.
"Hadeh, ribet bener sih Ky? Gwa khan udah jadi emak2 Ky, ngapa juga jadi risih segala?" sahut Maya cuek.
"Ebuset, gwa masih normal kali May. Status lo boleh aja emak2, tapi khan perabotan lo belum tentu mau dibilang emak2. Tega bener sih lo?" lah, ini knapa jadi gwa yang merasa dizholimi mendapati pemandangan kayak gitu?
"Hadeeehhh, ini ngapa jadi pada ribet sih?! Udah May, mending lo kedalem dulu gih, biar gwa selesaiin omongan gwa sama si Lucky" Ridho akhirnya mengusir istrinya.
Maya pun beranjak dari duduknya sambil misuh2. Sementara Jufrie sudah tenang dengan kedua tangannya yang memeluk erat chasing susunya. Fiuh, gwa menghembuskan napas lega, karena pemandangan yang absurd itu menghilang dari hadapan gwa. Sementara Ridho yang tadi tertunda dari merokoknya, langsung menyalakan rokok yang sedari tadi nyelip diantara jari jemarinya.
"Jujur cing, sebenernya gwa males ngobrolin masalah lo yang satu ini. Tapi berhubung bini gwa yang desek2 terus, sama gwa juga kasihan ngeliat si Felisha, makanya mo nga mau2 gwa musti ngomongin juga sama elo" Ridho memulai membuka pembicaraan yang sempet terputus tadi.
"Sama Dho, gwa juga sebenernya males ngomongin yang satu ini" jawab gwa sambil menyalakan rokok gwa.
"Tapi musti diomongin Ky, biar jelas duduk masalahnya"
"Lah, emang selama ini belum jelas apa buat lo2 pada? Kalo gwa sebenernya cuma temenan doang sama dia?"
"Yakin tuh lo cuma temenan sama dia? Lo yakin lagi nga bohongin gwa atau hati kecil lo sendiri?" ekspresi muka Ridho itu emang selalu dingin sehari2nya. Tapi ketika nanyain hal itu ekspresi mukanya jauh lebih dingin lagi, ditambah tatapan matanya yang menukik dan nga lepas2 dari mata gwa. Njrit!
"Eehh.. iyaaa...iya, gwa emang nganggep dia temen kok. Kalo lebih, ya berarti dia gwa anggep sodara, kayak lo sama Maya gitu deh" jawab gwa grogi. Please, jangan pandang gwa kayak gitu Dho!
"Yakin Jim?" tatapan Ridho makin dalam menghujam. :rollingeye:
"Ehh...nggg... ini maksudnya apaan sih Dho? Risih gwa diliatin kayak gini"
"Yaelah, jawab aja ngapa?"
"Ya justru itu, maksud lo nyecerin gwa ini apa sih? Pan tadi udah gwa jawab tuh. Apa masih kurang jelas Dho?"
"Halagh, capek deh gwa ngomong sama lo Jim, muter2 kagak jelas gini. Sebenernya lo suka nga sih sih sama Felisha? Dah itu aja deh, pertanyaan gwa buat lo. Tapi tolong jawab yang jujur!" Ridho mulai putus asa. Muahahahaha, emang lo kata gampang ngorek2 isi hati gwa Dho? :ketawajahat:
"Ini musti gwa jawab panjang lebar apa singkat2 aja Dho?" gwa mengulur2 lagi.
"Terserah lo dah. Yang penting lo jawab dan musti jujur. Kalo nga gwa colok mata lo pake rokok nih!" Ridho mulai menggila. Ujung rokoknya yang membara itu diarahin ke muka gwa.
"Iyaaaa, gwa suka sama dia, tapi sebagai temen atau sodara. Udah gitu aja. Titik nga pake koma" jawab gwa sambil ketakutan ngeliatin ujung bara rokok yang makin dideketin ke mata gwa.
"Yakiiiinnn...???" tanyanya dengan ekspresi dinginnya sambil memajukan perlahan2 rokoknya mendekati mata gwa. Wasyemm, ini mah kalah interograsi cara2 nazi!
"Iya deh, gwa nyerah Dho. Gwa suka sama Felisha, gwa suka sama dia. Nga sekedar temen, nga sekedar sodara. Sumpaahhh!" asli, kalo boleh nangis, gwa pasti bakal kejer banget nangisnya.
"Bagus. Jadi ini lo udah jujur ya jawabnya?" tanyanya memastikan lagi.
"Yaelah Dho, lo colok aja dah sekalian mata gwa nih. Buta-buta deh gwa! Serba salah deh gwa!" gwa nyolot sambil nyodorin muka gwa kedekat dia.
"Oke-oke, gwa percaya deh sama omongan lo. Trus, kalo emang lo suka sama dia, knapa juga nga lo jadiin? Knapa lo gantung2 terus tuh si Felisha? Lo nga lagi PHP-in dia khan?" Ridho memberondong gwa dengan pertanyaan2nya.
"Hhhfff..." gwa cuma menarik napas panjang, bingung mau ngejawabnya. Gwa bukan orang yang biasa curcol dengan sembarangan orang, walaupun itu sahabat gwa. Gwa adalah orang yang biasa menelan sendiri masalah2 hidup gwa dan kalopun ada yang pantas gwa bagi, 'dia' itu adalah jurnal harian gwa. Gwa adalah cowok yang sudah terbiasa dengan monolog alias dialog satu arah.
"Sori, gwa juga laki2 yang nga peka, yang sering diprotes sama bini gwa, karena nga bisa ngebaca kode2 dari dia. Tapi, nga tau kenapa, gwa bisa ngeliat dengan jelas, kalo Felisha tuh suka sama lo. Kalo Felisha tuh nunggu lo tembak. Kalo Felisha itu naruh harapan yang tinggi sama elo. Dan asal lo tau, waktu malem2 ultah lo itu, Felisha udah nga malu2 lagi nangis didepan gwa sama Maya, karena lo nga dateng2 juga. Karena lo nga bales sms sama telponnya"
".........." gwa juga nga ngejawab, karena gwa tahu dengan semua yang diomongin sama sahabat gwa ini. Mata hati gwa nga buta Dho, gwa tahu kalo gwa lagi nga kege-eran. Gwa tahu kalo semua kebaikan Felisha kepada gwa udah nga bisa dibilang sekedar teman aja. Gwa tahu semua itu Dho!.
"Kampret lo! Gwa udah berbusa2 kayak gini, lo masih aja gagu!" bentaknya.
Lagi2 gwa menarik napas dalam2 dan menatap lekat2 pada wajah Ridho. Seolah2 gwa mencari2 kesungguhan dari pertanyaan2 yang dilontarkannya tadi. Jujur, kalo Ridho hanya ingin memuaskan saja ke KEPO-annya, maka jangan harap gwa bakal buka suara dan menceritakan apa yang ada didalam hati gwa. Tapi gwa tahu Ridho bukanlah tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Itu bukan gayanya.
"Sulit Dho, walaupun gwa bakal ceritain semua ke elo, pasti lo juga nga bakalan ngertiin keadaan gwa" jawab gwa dengan apatis.
"Terserah lo itu mah. Kalo gwa cuma pengen lo tegas dikit ke Felisha. Kalo lo suka, ya lo bilang ke dia, jangan lo gantung2 kayak gini. Tapi kalo emang lo nga suka, ya lo tunjukin ke dia. Jangan sikap lo nga jelas kayak gini, ngasih2 harapan ke dia, padahal aslinya lo nga suka sama dia"
Ah, tuduhan2 kayak gini nih yang gwa nga suka ngedengerinnya. Emang iya, selama ini gwa ngasih harapan2 ke Felisha? Toh, kebaikan2 gwa selama ini masih dalam batas2 kewajaran seorang teman kok? Kecuali kemesuman2 gwa ke dia, yang kadang suka terlontar begitu aja tanpa gwa sadari, rasanya sikap gwa pada Felisha masih dalam batas kewajaran kok. Dan kalo perkara suka atau nga suka ke dia, ya, gwa emang suka kok sama Felisha, mungkin pake banget malahan. Tapi khan tau sendiri, kalo sekarang2 ini gwa masih belum siap untuk nerima kehadiran seorang pacar baru dikehidupan gwa. Karena selain masih banyak penghalang2 didepan gwa yang harus gwa lewati, sedikit banyaknya gwa pun masih agak2 trauma dengan jalan percintaan gwa sama Dinda dulu.
"Hmmmpphh...." gwa mengumpulkan kekuatan buat merangkai kata2 yang tepat untuk Ridho.
"............." Ridho menatap gwa, seolah menanti penjelasan dari gwa.
"Lo boleh percaya atau nga, bahkan lo boleh ketawain omongan gwa ini. Tapi yang pasti sampe sejauh ini gwa masih belom dikasih ijin sama nyokap buat pacaran. Lebih tepatnya, gwa nga dibolehin bawa pacar gwa maen kerumah dan ketemu sama bonyok gwa"
"Ebuset, ini seriusan Jim? Setua ini masih kagak dibolehin bawa pacar kerumah? Apa karena dulu lo pernah ketangkep basah mesum2an sama cewek lo dirumah, makanya lo di black list gitu?" tanyanya dengan wajah keheranan.
"Ya kayak gwa bilang tadi, lo punya hak buat nga percayain omongan gwa ini. Tapi ya kayak gitu kenyataan yang gwa alamin sampe detik ini" gwa mengambil sebatang rokok dan mulai membakarnya.
"Tapi pasti nyokap lo punya alasan yang tepat buat ngelarang2 lo kayak gini. Ya nga sih?"
"Bener Dho. Alesan nyokap gwa pengennya gwa selesaiin kuliah dulu, baru boleh gwa bawa pacar kerumah. Tapi nga tau kenapa, kayaknya nyokap gwa punya alesan laen yang nga mau dia ceritain ke gwa"
"Ohya, alasen apaan tuh?"
"Meneketehe. Lah, nyokap aja nga ngasih tauin sih ke gwa. Ya ini sih tebak2an gwa sendiri aja" sahut gwa sambil menghembuskan asap rokok jauh2.
"Yaelah, nga bagus juga lo curigain nyokap lo kayak gitu. Tapi sih alesan nyokap lo masih masuk diakal Jim, apalagi khan emang kuliah lo yang dulu blangsak banget tuh nasibnya"
"Bener banget kata lo Dho. Tapi khan gwa udah bisa buktiin, kalo hasil UTS gwa kemaren memuaskan banget. Masa' iya, gwa musti nunggu selesai kuliah juga sih? Pengen gwa, sambil jalanin kuliah gwa, apa salahnya sih gwa diijinin pacaran. Toh, sekarang ini gwa udah nga ada niat buat maen2 lagi soal kuliah gwa. Salah nga sih jalan pemikiran gwa ini Dho?" tanya gwa seolah minta dukungan darinya.
"Ya nga salah2 juga sih jalan pemikiran lo itu Jim. Walaupun sebenernya nga baek juga ngelawan kemauan nyokap lo, tapi apa salahnya juga lo backstreet dulu sambil nunggu selesai lo kuliah, baru deh lo bawa si semok nemuin nyokap lo" Ridho ngasih saran, sebagaimana yang sering gwa pertimbangkan ditiap2 malam menjelang tidur. Tapi tetap aja pertimbangan itu nga membuat gwa merasa puas.
"Justru itu Dho, tetep gwa masih ngerasa nga PD buat ngejalanin gaya pacaran kayak gitu. Gwa takut, nanti ditengah jalan Felisha jadi nga sabaran dan berubah pikiran ninggalin gwa" jawab gwa putus asa.
"Ah, lo jangan nuduh kayak gitulah ke dia. Lagian gwa lihat Felisha sabar banget kok orangnya. Dan sampe sejauh inipun dia masih sabar nungguin lo jadi peka, hehehehe" Ridho tertawa sinis.
"Ya gwa sih nga nuduh Felisha seperti itu Dho. Tapi tetep gwa nga bisa nebak isi hati dia. Lagian dulu juga gwa udah pernah ngejalanin backstreet. Bahkan, cewek gwa tetep ngeyakinin gwa bakal mau nungguin gwa sampe selesei kuliah. Tapi nyatanya mana Dho?! Dia selingkuh dibelakang gwa!" geram gwa.
"Haish, kok gwa belom pernah denger cerita lo yang ini sih? Ini beneran cerita lo Jim?" Ridho kaget, apalagi emang selama ini gwa selalu tertutup dengannya tentang cerita gwa yang satu itu.
"..........." gwa cuma tersenyum kecut sambil menganggukkan kepala.
"Tapi khan lo nga bisa nyamain mantan lo itu sama Felisha, Jim. Tiap orang khan pasti beda2 karakternya dan lo nga bisa pukul rata kayak gitu" Ridho mencoba bernegosiasi.
"Iya, gwa tau itu Dho. Tapi tetep gwa nga bisa mengabaikan pengalaman hidup gwa yang nyesek ini Dho. Terserah lo mau bilang gwa lebay, karena gwa sok2 trauma. Tapi gwa nga bisa mengabaikannya begitu aja"
"Trus, mau lo gimana dong Jim? Lo nga kasihan apa ngeliat Felisha?" tanyanya
"Gwa nga tau Dho, gwa buntu kalo musti mikirin jalan terbaik buat Felisha. Kalopun dikasih, gwa mau jalanin hubungan ini ngalir begitu aja. Pokoknya kalo saatnya udah tepat, gwa pasti akan jadiin dia" jawab gwa dengan ragu. Ya, gwa ragu dengan saat yang tepat itu.
"Tapi kapan Jim? Setahun lagi? Atau mungkin dua tahun lagi?"
"Gwa nga tau Dho" jawab gwa bingung.
"Oke, kalo iya Felisha mau nunggu lo dengan status yang nga jelas kayak gini. Itu berarti lo masih punya kesempatan buat macarin dia. Nah, gimana kalo Felisha nga sabar, trus dia dapetin cowok laen? Apa nga nyesel lo nantinya?" Ridho memberikan skenario buat hubungan gwa ini.
"Nyesel? Itu mah pasti Dho. Boong aja kalo gwa nga nyesel. Tapi kalo itu emang buat kebaikan dia, gwa bakal kubur dalem2 penyesalan gwa ini Dho!" raung gwa tanpa sadar. Damn! Kenapa obrolan ini jadi menguras emosi gwa sih?
"Yakin lo, sama yang lo omongin barusan?"
".........." gwa menatap Ridho dan menggelengkan kepala gwa. Sumpah, gwa rasanya nga bakalan rela ngeliat Felisha jadian sama cowok lain. Tapi dilain sisi, gwa seakan nga punya kekuatan sedikitpun buat merengkuhnya lebih dalam lagi. Shit! I hate this situation!
Lalu dia larut dalam pikiran masing2, dalam kebisuan ini. Gwa lihat Ridho pun seperti nga punya solusi buat masalah gwa ini. Sedangkan gwa yang ngejalananinnya pun udah nyaris gila kayaknya. Ketika gwa tahu ada seorang cewek yang suka sama gwa, tapi gwa nya nga mampu untuk menyambut kehadirannya. Ngehe banget nga sih?!
"Rumit banget ya hidup lo Jim?" desahnya hampir tak terdengar, mengakhiri obrolan kita di sore itu.
Gwa yang lagi ngejalanin motor pelan2, dengan maksud ngelewatin teras depan rumahnya Ridho dan lanjut kelanjut kebelakang, terpaksa berhenti dengan sukarela. Apalagi ngeliat ekspresi wajahnya yang begitu serius tanpa senyum sedikitpun, bener2 bikin nyali gwa sedikit ciut untuk nga mengabaikan panggilannya itu. Sehingga motorpun gwa parkirin sembarangan disebelah rumahnya dan gwa bergegas menghampirinya yang lagi duduk leyeh2 diteras rumahnya ditemani Maya yang lagi asyik ngelonin bayinya.
"Ya bos, ada apa manggil2 sayah?" sapa gwa sambil tetep berdiri didekatnya.
"Bas-bos, bas-bos, sini duduk lo!" katanya sambil menunjukan kursi disebelahnya masih dengan wajah seriusnya.
"Eh iya, cuma ada apaan nih? Roman2nya serius bener?" tanya gwa mulai grogi. Sumpah, belom pernah gwa ngeliat Ridho seserius ini wajahnya. Pun selagi ribet2nya ngurus kerjaan, mimik wajah seserius ini belum pernah gwa lihat.
"Kagak ada apa2. Gwa cuma mo nanya sama elo, sebenernya pegimana sih hubungan lo sama Felisha?" tanyanya tanpa menyurutkan mimik serius diwajahnya.
"........." maliihh, gwa pikir mau ngomongin masalah kerjaan.

"Yeee, dia gagu!"
"Maksudnya hubungan apaan nih?" tanya gwa sedikit bingung. Karena gwa ngerasa hal ini bukanlah sesuatu topik yang layak untuk diobrolin, walaupun dengan Ridho atau Maya sekalipun.
"Ya itu, maksud gwa hubungan sama Felisha itu sebenernya cuma temenan atau udah pacaran. Kalo dikata temenan, tapi lagu lo berdua udah kayak orang pacaran. Dibilang pacaran, tapi kok lagu lo kayak orang yang acuh kagak acuh gitu?" Ridho ngambil rokok gwa sebatang dan menyelipkan dibibirnya.
"Ayah, jangan ngerokok deket2 Jufrie kenapa?" tegur Maya, menyurutkan napsu ngisepnya Ridho. (Rokok sob, ngisep rokok kamsudnya
)"Cieee, ayah, jangan ngerokok dong, ntar bengek tuh si jupri" gwa coba ngalihin pembicaraan. Jujur males banget gwa ngebahas yang satu ini.
"Apaan sih lo?! Nga usah ikut2an deh!" bentak Ridho kesal.
"..........." buset, diomelin gwa

Dan suasana diteras di sore itu menjadi sedikit gaduh, karena Jufrie terbangun dari tidurnya akibat suara bentakan Ridho tadi. Dan bayi yang belum berumur sebulan itu menangis dengan kencangnya, sebagai bentuk protesnya yang terganggu dari lelap tidurnya. Sementara Maya dengan wajah kesal yang ditujukan pada Ridho dan gwa, sibuk menenangkan bayinya.
"Het dah, jadi ribet khan gara2 lo?! Sampe mana tuh tadi gwa ngomong, lupa deh gwa" Ridho mendadak ribet.
"Lah, ngapa jadi gwa yang disalahin Dho? Itu sampe berkas2nya si anu yang nyangkut di BPN =SENSOR=" sahut gwa ngasal.
"Kagak, lo nga usah2 ngalih2in omongan gwa deh. Gwa inget, kita lagi nga ngebahas kerjaan!"
"Yaelah May, itu ngapa ngasih susu anak lo didepan gwa sih?" gwa mengacuhkan Ridho, karena terganggu sama kelakuan bininya yang semena2 ngeluarin susunya buat Jufrie.
"Hadeh, ribet bener sih Ky? Gwa khan udah jadi emak2 Ky, ngapa juga jadi risih segala?" sahut Maya cuek.
"Ebuset, gwa masih normal kali May. Status lo boleh aja emak2, tapi khan perabotan lo belum tentu mau dibilang emak2. Tega bener sih lo?" lah, ini knapa jadi gwa yang merasa dizholimi mendapati pemandangan kayak gitu?

"Hadeeehhh, ini ngapa jadi pada ribet sih?! Udah May, mending lo kedalem dulu gih, biar gwa selesaiin omongan gwa sama si Lucky" Ridho akhirnya mengusir istrinya.
Maya pun beranjak dari duduknya sambil misuh2. Sementara Jufrie sudah tenang dengan kedua tangannya yang memeluk erat chasing susunya. Fiuh, gwa menghembuskan napas lega, karena pemandangan yang absurd itu menghilang dari hadapan gwa. Sementara Ridho yang tadi tertunda dari merokoknya, langsung menyalakan rokok yang sedari tadi nyelip diantara jari jemarinya.
"Jujur cing, sebenernya gwa males ngobrolin masalah lo yang satu ini. Tapi berhubung bini gwa yang desek2 terus, sama gwa juga kasihan ngeliat si Felisha, makanya mo nga mau2 gwa musti ngomongin juga sama elo" Ridho memulai membuka pembicaraan yang sempet terputus tadi.
"Sama Dho, gwa juga sebenernya males ngomongin yang satu ini" jawab gwa sambil menyalakan rokok gwa.
"Tapi musti diomongin Ky, biar jelas duduk masalahnya"
"Lah, emang selama ini belum jelas apa buat lo2 pada? Kalo gwa sebenernya cuma temenan doang sama dia?"
"Yakin tuh lo cuma temenan sama dia? Lo yakin lagi nga bohongin gwa atau hati kecil lo sendiri?" ekspresi muka Ridho itu emang selalu dingin sehari2nya. Tapi ketika nanyain hal itu ekspresi mukanya jauh lebih dingin lagi, ditambah tatapan matanya yang menukik dan nga lepas2 dari mata gwa. Njrit!

"Eehh.. iyaaa...iya, gwa emang nganggep dia temen kok. Kalo lebih, ya berarti dia gwa anggep sodara, kayak lo sama Maya gitu deh" jawab gwa grogi. Please, jangan pandang gwa kayak gitu Dho!

"Yakin Jim?" tatapan Ridho makin dalam menghujam. :rollingeye:
"Ehh...nggg... ini maksudnya apaan sih Dho? Risih gwa diliatin kayak gini"

"Yaelah, jawab aja ngapa?"
"Ya justru itu, maksud lo nyecerin gwa ini apa sih? Pan tadi udah gwa jawab tuh. Apa masih kurang jelas Dho?"
"Halagh, capek deh gwa ngomong sama lo Jim, muter2 kagak jelas gini. Sebenernya lo suka nga sih sih sama Felisha? Dah itu aja deh, pertanyaan gwa buat lo. Tapi tolong jawab yang jujur!" Ridho mulai putus asa. Muahahahaha, emang lo kata gampang ngorek2 isi hati gwa Dho? :ketawajahat:
"Ini musti gwa jawab panjang lebar apa singkat2 aja Dho?" gwa mengulur2 lagi.
"Terserah lo dah. Yang penting lo jawab dan musti jujur. Kalo nga gwa colok mata lo pake rokok nih!" Ridho mulai menggila. Ujung rokoknya yang membara itu diarahin ke muka gwa.

"Iyaaaa, gwa suka sama dia, tapi sebagai temen atau sodara. Udah gitu aja. Titik nga pake koma" jawab gwa sambil ketakutan ngeliatin ujung bara rokok yang makin dideketin ke mata gwa.
"Yakiiiinnn...???" tanyanya dengan ekspresi dinginnya sambil memajukan perlahan2 rokoknya mendekati mata gwa. Wasyemm, ini mah kalah interograsi cara2 nazi!

"Iya deh, gwa nyerah Dho. Gwa suka sama Felisha, gwa suka sama dia. Nga sekedar temen, nga sekedar sodara. Sumpaahhh!" asli, kalo boleh nangis, gwa pasti bakal kejer banget nangisnya.

"Bagus. Jadi ini lo udah jujur ya jawabnya?" tanyanya memastikan lagi.
"Yaelah Dho, lo colok aja dah sekalian mata gwa nih. Buta-buta deh gwa! Serba salah deh gwa!" gwa nyolot sambil nyodorin muka gwa kedekat dia.
"Oke-oke, gwa percaya deh sama omongan lo. Trus, kalo emang lo suka sama dia, knapa juga nga lo jadiin? Knapa lo gantung2 terus tuh si Felisha? Lo nga lagi PHP-in dia khan?" Ridho memberondong gwa dengan pertanyaan2nya.
"Hhhfff..." gwa cuma menarik napas panjang, bingung mau ngejawabnya. Gwa bukan orang yang biasa curcol dengan sembarangan orang, walaupun itu sahabat gwa. Gwa adalah orang yang biasa menelan sendiri masalah2 hidup gwa dan kalopun ada yang pantas gwa bagi, 'dia' itu adalah jurnal harian gwa. Gwa adalah cowok yang sudah terbiasa dengan monolog alias dialog satu arah.

"Sori, gwa juga laki2 yang nga peka, yang sering diprotes sama bini gwa, karena nga bisa ngebaca kode2 dari dia. Tapi, nga tau kenapa, gwa bisa ngeliat dengan jelas, kalo Felisha tuh suka sama lo. Kalo Felisha tuh nunggu lo tembak. Kalo Felisha itu naruh harapan yang tinggi sama elo. Dan asal lo tau, waktu malem2 ultah lo itu, Felisha udah nga malu2 lagi nangis didepan gwa sama Maya, karena lo nga dateng2 juga. Karena lo nga bales sms sama telponnya"
".........." gwa juga nga ngejawab, karena gwa tahu dengan semua yang diomongin sama sahabat gwa ini. Mata hati gwa nga buta Dho, gwa tahu kalo gwa lagi nga kege-eran. Gwa tahu kalo semua kebaikan Felisha kepada gwa udah nga bisa dibilang sekedar teman aja. Gwa tahu semua itu Dho!.
"Kampret lo! Gwa udah berbusa2 kayak gini, lo masih aja gagu!" bentaknya.
Lagi2 gwa menarik napas dalam2 dan menatap lekat2 pada wajah Ridho. Seolah2 gwa mencari2 kesungguhan dari pertanyaan2 yang dilontarkannya tadi. Jujur, kalo Ridho hanya ingin memuaskan saja ke KEPO-annya, maka jangan harap gwa bakal buka suara dan menceritakan apa yang ada didalam hati gwa. Tapi gwa tahu Ridho bukanlah tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Itu bukan gayanya.
"Sulit Dho, walaupun gwa bakal ceritain semua ke elo, pasti lo juga nga bakalan ngertiin keadaan gwa" jawab gwa dengan apatis.
"Terserah lo itu mah. Kalo gwa cuma pengen lo tegas dikit ke Felisha. Kalo lo suka, ya lo bilang ke dia, jangan lo gantung2 kayak gini. Tapi kalo emang lo nga suka, ya lo tunjukin ke dia. Jangan sikap lo nga jelas kayak gini, ngasih2 harapan ke dia, padahal aslinya lo nga suka sama dia"
Ah, tuduhan2 kayak gini nih yang gwa nga suka ngedengerinnya. Emang iya, selama ini gwa ngasih harapan2 ke Felisha? Toh, kebaikan2 gwa selama ini masih dalam batas2 kewajaran seorang teman kok? Kecuali kemesuman2 gwa ke dia, yang kadang suka terlontar begitu aja tanpa gwa sadari, rasanya sikap gwa pada Felisha masih dalam batas kewajaran kok. Dan kalo perkara suka atau nga suka ke dia, ya, gwa emang suka kok sama Felisha, mungkin pake banget malahan. Tapi khan tau sendiri, kalo sekarang2 ini gwa masih belum siap untuk nerima kehadiran seorang pacar baru dikehidupan gwa. Karena selain masih banyak penghalang2 didepan gwa yang harus gwa lewati, sedikit banyaknya gwa pun masih agak2 trauma dengan jalan percintaan gwa sama Dinda dulu.

"Hmmmpphh...." gwa mengumpulkan kekuatan buat merangkai kata2 yang tepat untuk Ridho.
"............." Ridho menatap gwa, seolah menanti penjelasan dari gwa.
"Lo boleh percaya atau nga, bahkan lo boleh ketawain omongan gwa ini. Tapi yang pasti sampe sejauh ini gwa masih belom dikasih ijin sama nyokap buat pacaran. Lebih tepatnya, gwa nga dibolehin bawa pacar gwa maen kerumah dan ketemu sama bonyok gwa"
"Ebuset, ini seriusan Jim? Setua ini masih kagak dibolehin bawa pacar kerumah? Apa karena dulu lo pernah ketangkep basah mesum2an sama cewek lo dirumah, makanya lo di black list gitu?" tanyanya dengan wajah keheranan.
"Ya kayak gwa bilang tadi, lo punya hak buat nga percayain omongan gwa ini. Tapi ya kayak gitu kenyataan yang gwa alamin sampe detik ini" gwa mengambil sebatang rokok dan mulai membakarnya.
"Tapi pasti nyokap lo punya alasan yang tepat buat ngelarang2 lo kayak gini. Ya nga sih?"
"Bener Dho. Alesan nyokap gwa pengennya gwa selesaiin kuliah dulu, baru boleh gwa bawa pacar kerumah. Tapi nga tau kenapa, kayaknya nyokap gwa punya alesan laen yang nga mau dia ceritain ke gwa"
"Ohya, alasen apaan tuh?"
"Meneketehe. Lah, nyokap aja nga ngasih tauin sih ke gwa. Ya ini sih tebak2an gwa sendiri aja" sahut gwa sambil menghembuskan asap rokok jauh2.
"Yaelah, nga bagus juga lo curigain nyokap lo kayak gitu. Tapi sih alesan nyokap lo masih masuk diakal Jim, apalagi khan emang kuliah lo yang dulu blangsak banget tuh nasibnya"
"Bener banget kata lo Dho. Tapi khan gwa udah bisa buktiin, kalo hasil UTS gwa kemaren memuaskan banget. Masa' iya, gwa musti nunggu selesai kuliah juga sih? Pengen gwa, sambil jalanin kuliah gwa, apa salahnya sih gwa diijinin pacaran. Toh, sekarang ini gwa udah nga ada niat buat maen2 lagi soal kuliah gwa. Salah nga sih jalan pemikiran gwa ini Dho?" tanya gwa seolah minta dukungan darinya.
"Ya nga salah2 juga sih jalan pemikiran lo itu Jim. Walaupun sebenernya nga baek juga ngelawan kemauan nyokap lo, tapi apa salahnya juga lo backstreet dulu sambil nunggu selesai lo kuliah, baru deh lo bawa si semok nemuin nyokap lo" Ridho ngasih saran, sebagaimana yang sering gwa pertimbangkan ditiap2 malam menjelang tidur. Tapi tetap aja pertimbangan itu nga membuat gwa merasa puas.
"Justru itu Dho, tetep gwa masih ngerasa nga PD buat ngejalanin gaya pacaran kayak gitu. Gwa takut, nanti ditengah jalan Felisha jadi nga sabaran dan berubah pikiran ninggalin gwa" jawab gwa putus asa.
"Ah, lo jangan nuduh kayak gitulah ke dia. Lagian gwa lihat Felisha sabar banget kok orangnya. Dan sampe sejauh inipun dia masih sabar nungguin lo jadi peka, hehehehe" Ridho tertawa sinis.
"Ya gwa sih nga nuduh Felisha seperti itu Dho. Tapi tetep gwa nga bisa nebak isi hati dia. Lagian dulu juga gwa udah pernah ngejalanin backstreet. Bahkan, cewek gwa tetep ngeyakinin gwa bakal mau nungguin gwa sampe selesei kuliah. Tapi nyatanya mana Dho?! Dia selingkuh dibelakang gwa!" geram gwa.
"Haish, kok gwa belom pernah denger cerita lo yang ini sih? Ini beneran cerita lo Jim?" Ridho kaget, apalagi emang selama ini gwa selalu tertutup dengannya tentang cerita gwa yang satu itu.
"..........." gwa cuma tersenyum kecut sambil menganggukkan kepala.
"Tapi khan lo nga bisa nyamain mantan lo itu sama Felisha, Jim. Tiap orang khan pasti beda2 karakternya dan lo nga bisa pukul rata kayak gitu" Ridho mencoba bernegosiasi.
"Iya, gwa tau itu Dho. Tapi tetep gwa nga bisa mengabaikan pengalaman hidup gwa yang nyesek ini Dho. Terserah lo mau bilang gwa lebay, karena gwa sok2 trauma. Tapi gwa nga bisa mengabaikannya begitu aja"
"Trus, mau lo gimana dong Jim? Lo nga kasihan apa ngeliat Felisha?" tanyanya
"Gwa nga tau Dho, gwa buntu kalo musti mikirin jalan terbaik buat Felisha. Kalopun dikasih, gwa mau jalanin hubungan ini ngalir begitu aja. Pokoknya kalo saatnya udah tepat, gwa pasti akan jadiin dia" jawab gwa dengan ragu. Ya, gwa ragu dengan saat yang tepat itu.
"Tapi kapan Jim? Setahun lagi? Atau mungkin dua tahun lagi?"
"Gwa nga tau Dho" jawab gwa bingung.
"Oke, kalo iya Felisha mau nunggu lo dengan status yang nga jelas kayak gini. Itu berarti lo masih punya kesempatan buat macarin dia. Nah, gimana kalo Felisha nga sabar, trus dia dapetin cowok laen? Apa nga nyesel lo nantinya?" Ridho memberikan skenario buat hubungan gwa ini.
"Nyesel? Itu mah pasti Dho. Boong aja kalo gwa nga nyesel. Tapi kalo itu emang buat kebaikan dia, gwa bakal kubur dalem2 penyesalan gwa ini Dho!" raung gwa tanpa sadar. Damn! Kenapa obrolan ini jadi menguras emosi gwa sih?

"Yakin lo, sama yang lo omongin barusan?"
".........." gwa menatap Ridho dan menggelengkan kepala gwa. Sumpah, gwa rasanya nga bakalan rela ngeliat Felisha jadian sama cowok lain. Tapi dilain sisi, gwa seakan nga punya kekuatan sedikitpun buat merengkuhnya lebih dalam lagi. Shit! I hate this situation!
Lalu dia larut dalam pikiran masing2, dalam kebisuan ini. Gwa lihat Ridho pun seperti nga punya solusi buat masalah gwa ini. Sedangkan gwa yang ngejalananinnya pun udah nyaris gila kayaknya. Ketika gwa tahu ada seorang cewek yang suka sama gwa, tapi gwa nya nga mampu untuk menyambut kehadirannya. Ngehe banget nga sih?!
"Rumit banget ya hidup lo Jim?" desahnya hampir tak terdengar, mengakhiri obrolan kita di sore itu.

sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas