- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#242
BAB9-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB9-1:
EMOTION
Hanya bisikanmu menghentikan aku.
Lihatlah yang kau miliki.
Melebihi kalbu pagi.
Bawa serta senyumku yang merekah ke impianmu.
Aku berjalan dengan pangkat mengalahkan untaian cahaya langit.
sedangkan kau berbicara seperti bawahan.
Mencari perhatian berharap penghargaan.
Kau lukiskan keinginanmu.
Dengan menaburi benih kepercayaan.
tolong aku.
Bantu aku..
Ajak aku ke tempat menutupi cahaya, kau raih senyumku.
Jika melihat kesusahan dan masalahku.apakah begitu buruk perlakuanku.
Kau menghilang berkamuflase dengan keadaan.
Sirami aku dari mimpi indah yang tersirat.
.
Relung Jiwamu,
hanyutkan Hatiku..
Kata-kata semangatmu..
terngiang di telinga.
Kau belai jiwaku dengan kebaikan
Harum Kata-katamu mewangi.
membuatku menari,bernyanyi.
kau.. Adalah yang terbaik.menghiasi hidupku.
.
Tanpa ragu.
Tanpa rasa.
Tanpa dosa.
Disudut hatimu.
Kau tusuk aku dengan senyuman pelangi.
Memberi aneka warna luka nanah yang membekas.
Lari..
Lari..
Kuingin lari dari dunia yang sudah gila ini.
Tak ada tempat untuk kebaikan di hatiku.
Tak ada air mata yang bisa mengalir.
Cari..
Cari..
Kuterus mencari..
Bertanya-dan-bertanya..
Sia-sia waktuku terbuang.
Tiap detik yang berlalu takan bisa dimundurkan.
Walau hanya sedetik..
Apakah harus berjalan..
Tercebur..
Berjalan...
Tercebur..
Lagi dan lagi..
Serasa waktu terus berulang-dan-mengulang.
Kejadian yang sama..
Luka yang sama..
Bermacam kejadian..
Semua berbeda..
Tapi hasilnya tetap..
Tercebur..
Tercebur.. Lagi-dan-lagi..
Tergilas, tersesat, tertatih..
Ragaku terpaku.
Saat tak ada jalan..
Saat kehabisan nafas..
Saat tak ada lagi yang bisa kuperbuat.
Dengan lusuh..penuh lumpur.
Muka kusut.
Baju lusuh.
Perut keroncongan.
Penyakitan.
Berbau bangkai..
Tersenyum nuraniku.
Merasakan kehadiranmu ya allah.
Sadarku akan hadirmu mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri.
Saat yang kuharapkan tentangmu.,
kusadari engkau yang terindah yang pernah kurasakan.
Kini pintu hatiku terbuka.,
mengguncang semua halawan.
Menggetar kalbu,
harum rahmatmu,.
Wangi ampunanmu,.
MENEMBUS JIWAKU SELAMANYA...
*******
Bekasi 10:07 senin 26 mei 2014
"mandi dulu gih.."kataku membereskan selimut.
"emang kk mau dateng jam berapa?, sakit nih hidungnya.."tanya Rudi memegang hidung.
"ntar siang.! Mandi gak! Nanti aku pencet ampe pesek."
"yah,. Ini tuh permanent mancung bu.., bikin kopi dulu dong."
"wets.. udah di meja man" sahutku mencium hidungnya.
Aku kebelakang mencari Aya yang masih telanjang.
Suaranya sih ada di kamar mandi.
"mah.. Mandi mah..mandi."Aya mengguyur segayung air ke kepalanya.
"ya ampuun!? Dasar bandel! Kan udah mandi.!!" aku mengendongnya.
Aku menghandukinya lagi,
Aya sambil ngaca bergaya-gaya.
"antik. Kan.. Antik mah.."Aya mengambil buku tiduran di kasur.
"pake baju dulu sini,sayang.."bujuku.
"heh.. Ada kodok di kasur tuh.. Ada kodok.. Hiii."kata Rudi di pintu memegang handuk.
-------
12:30 senin 26 mei 2014
deg-degan?
Bahagia..
Kangen yang meluap-luap.
Aku tahu sudah sangat cepat aku mengendarai motorku.
Tapi ingin rasanya secepat mungkin sampai di pangkalan2.
BBM dari Fio:
Fio, sen 12.15 ,
De gua dah di pangkalan2. Jemput ya
aneh.. Aku mencari-cari
tapi gak ada Fio di pangkalan2?
Aku terkejut seorang wanita,
berdiri di warung rokok.
dengan jilbab.
Menggandeng anak kecil.
Ia melambai ke arahku.
Aku mengarahkan motor kesana.
Asli berapa tahun gak ketemu.
Pangling.
Kalo ketemu dijalan mungkin bisa sama sekali gak kenal?
"ya ampun k. Ampe pangling gua ngelihat lo.."aku memeluknya erat,menahan air mata.
"udah deh De. Nanti aja cengengnya. Kalo dah sampe rumah lo.."kata Fio berkaca-kaca.
Aku emang kaget melihat Fio.
Tapi rasa kagetku menjadi-jadi.
melihat anaknya.
Ampun?! Kok mukanya mirip Rudi??
"ya ampun udah gede keisya.."aku menggendongnya.
"gila k? Keisya bisa mirip Ruday gini? Kalo jalan ama Aya. Jadi kaya ade kk nih.."tanyaku masih menggendong.
"....."
"tahu bisa mirip. Ama Ruday? Makanya gua gemes ama nih anak.."jawab Fio cepat.
"...."
-------
sampai di rumah.
"nah.. Sampe deh k. Banyak jalanan rusak lagi dibetulin! Maklum namanya juga daerah kampung.." kataku membuka pintu,sambil menggandeng keisya.
"kampung? Ah gak.. Biasa aja de. Rumahnya juga bagus kok.. Emang jalananya aja yang rusak.. Lagian juga lagi perbaikan jalan..kan?"sahut Fio melihat sekeliling.
Teras yang luas.
Ada etalase berisi chasing-chasing hp,accessoris,dan beberapa hp cina.
Di luar pagar gerobak alfa ciken.
Sebelah teras tempat parkir dengan beberapa tabung gas.
Pintu utama dengan dua pintu yang bisa dibuka sekaligus.
Paling depan ruang tamu dengan dua kamar untuk tamu.sebelah kanan karena tak terpakai dibuat ruangan sholat.
Bangku garuda,serta bupet dengan hiasanya mewarnai ruang tamu.
Bagian tengah ruang keluarga serta kamarku.
Belakang lagi.
Ruang makan,kamar orang tua Rudi,serta tempat main anak-anak.
Paling belakang dapur.
Dan kesukaan Rudi kalo sore dibelakang dengan kebon serta bale-bale bambu,empang ikan lele.
Ditemani ayam-ayam dan pohon rambutan yang rindang menyejukan.
Dengan mengucapkan salam Fio masuk.
Aku lihat kilatan kesedihan di matanya melihat Rudi yang Duduk di bangku garuda sambil merokok.
"Day..? "suara Fio tertahan,mendekati Rudi.
Mereka berpelukan,penuh emosi,tanpa kata-kata.
Aku gak kuat,air mataku berjatuhan melihat pemandangan yang mengharukan ini.
Kulihat Fio menahan bendungan air mata.
Air mengalir dari matanya.
Bahunya berguncang, isak suaranya terdengar pilu.
Badboyku yang keras.
Hanya meneteskan air mata tanpa suara.
"Day.. Are you oke man.?" isak Fio,dengan suara menyedot ingus.
"oke? Tadinya gue oke k, gara-gara lo dateng.. Cuma bikin gue sedih doang lo k.."sahut Rudi mencairkan suasana.
Fio tertawa masih dengan suara hidung yang mengganggu.
"eh apaan nih?, slayer?.. Eh. Pake jilbab lo k..?"kaget Rudi waktu memeluk megang bagian belakang jilbab,menelusuri sampai kepala.
"kk pake jilbab sekarang tahu.!"jelasku memeluk Fio lagi,tadi di warung belum puas.
"baik-baikan lo de? Ruday gak galak kan.. Ama lo?, kalo galak biar gua gantung sekarang..!"bisik Fio memeluku.
"galak? Sejak kapan gue galak ama cewek? Sembarangan lo k!? Sinis "Rudi mengetik di hp.
Aku mengantarkan Fio kebelakang menemui orang tua Rudi.
Fio juga sudah menganggap orang tua Rudi,
seperti orang tuanya sendiri.
Kami kembali duduk di ruang tamu.
Aku sambil membawa sebotol cola.
"mau kopi gak k?"tanya Rudi.
"gokil, perasaan dulu ada yang bilang gak pernah mau ngopi ampe mati.. Kopi tuh cuma buat aki-aki kata tuh orang! culun ya...." jengek Fio menggeleng."
"bodo amat.."jawab Rudi geli.
"berapa gelas sehari? Nih orang culun, de?"
"wah.. Kaya minum air biasa.."sahutku.
"Day.. Jangan kebanyakan ngopi,. Gak baik kalo kebanyakan.. Sehari tiga gelas maximal. Jangan lebih dari itu.!"
"kalo dihitung tuh aslinya gue cuma segelas k! Cuma gue kaliin ama sepuluh tahun dari SMA kenapa gue gak ngopi! Jadi kalo gue sehari enam gelas. Lebih.. Anggep aje gue ngopi dari SMA!"
kami tertawa terpingkal-pingkal dengan alasan yang di luar angkasa itu.
"ini ade lo Day?" tanya Fio menghampiri Alfa.
"ya.. Udah bangkotan begini punya ade,. Lucu kan! Jauh banget jaraknya ya? Cocok jadi anak gue si Alfa."
"heii. Nama kamu siapa??" tanya Fio.
"anjing.." jawab Alfa cengeng.
"kok ngomongnya gitu sih kamu??"fio mengernyit.
"itu k.. Tadinya kan buka rental ps.. Anak-anak SD main sambil ngomong-ngomong anjing gitu.. Lah si Alfa kan ibarat kaset kosong.. Direkam tuh omongan ama dia.."jelasku.
"gue kesel k.. Gue tutup aje tuh rental ketimbang ade gue makin parah.. Padahal lumayan pendapatanya.." kata Rudi membakar rokok.
"gak boleh ya.. Anjing kan galak! Nanti kamu digigit loh.."Fio mengelus rambut Alfa.
"anjing.."sahut Alfa merengek.
"heh! Diem gak! Ntar gue buang ke empang nih!"bentak Rudi.
Alfa ketakutan meluk Fio.
"makanya kamu jangan bandel,.. Gak boleh ngomong anjing ngomong kucing aja.."bujuk Fio
"gak boleh ngomong anjing.. Bolehnya kucing.. Ka.. Kalo gak di buang aa ke empang."jawab Alfa.
"kamu namanya siapa?"
"alfa.."
"nih main ama keisya.. Keisya punya game tuh.."
Alfa itu ama siapa aja gak nurut, ama aku,ayah-ibunya Rudi juga gak takut kalo di omelin.
Kalo ama badboyku baru nurut Alfa.
Kebalikanya kalo Aya.
Ama siapa aja nurut.tapi kalo ama ayahnya kaya musuhan.
Disuruh manggil ayah aja susahnya minta ampun.
Tapi lucunya kalo ditinggal berdua ama ayahnya baru Aya kolokan.
Tapi kalo ada orang, kolokanya ama orang lain ama ayahnya galak lagi.
Manggil ayah kalo ada maunya.
"buka jilbab dulu ah.."Fio melepaskan jilbab,memperlihatkan rambutnya yang coklat panjang.
"asli jilbab tuh k? Gue pikir tadi lo pake helm model baru..?!"tanya Rudi serius.
"mau ngajak ribut?"sahut Fio melotot.
"tapi lo k.. Pake jilbab masih ngetat gitu bajunya? "tanyaku melihat jeans dan kaos lengan panjangnya.
"biar modis dong de.."
"modis? Ah udah mak-mak juga masih pake baju ngetat.? Gak kaya buntelan molen badan lo?"sahut Rudi.
"enak aja biar mak-mak gak berubah body gua man.. Tambah yahud malah.."sewot Fio.
Kalo Rudi bisa melihat,aku yakin pasti berpendapat cantikan sekarang Fio.
Ketimbang dulu.
"tetep aja lo udah tua, inget umur dong? Udah 35 kan lo.?"ejek Rudi.
Mulai nih berdua kalo ketemu kaya tom and jerry.
"enak aja lo! Masih 29 kles, banyak yang bilang gua masih kaya anak SMA!" tukas Fio makin sewot.
"SMA? Dari hong.." sahut Rudi terputus.
"dari tadi kok ngajakin ribut nih orang.."gemes Fio menjambak rambut Rudi.
Ternyata ada yang gak berubah setelah beberapa tahun tak bertemu.
Masih kaya Tom and Jerry.
Aku membiarkan mereka perang. Aku lebih tertarik memperhatikan Keisya..
Bolak-balik aku melihat badboyku dan Keisya, terlihat Keisya bermain ipad bersama Aya,Alfa.
"ngomong gua tua lagi? Gua gantung lo Day.."Fio kembali duduk.
"ah gila lo nek.. " Rudi meringis megang rambut.
"bodo amat.."
"kamu tahu gak.. Si Keisya mirip kamu.! Ama Aya kaya sodara kembar tiga kalo di tambah kamu.." jelasku,sambil melihat respon Rudi dan Fio.
"wah.. Bisa jadi maknya pas ngidam mikirin aku melulu.." jawab Rudi geli.
"ya gua.. Ngidam mau makan lo."
aku meneliti ekspresi mereka, memalukan aku ini,masa berpikiran macam-macam.
"Keisya coba kesini.."kata Rudi membujuk.
Ibunya Rudi membawakan cemilan pisang,tempe goreng.
"siapa namanya.. Keisya? Mukanya mirip Rudi sih??" tanya Ayu sambil duduk."pas ngidam maknya mikirin saya mah..!"geli Rudi.
"iya cil,aku ngidam mau makan Ruday! Hidup-hidup." jawab Fio geli,melempar bungkus rokok ke Rudi.
Biasanya yang manggil acil cuma sesama keluarga sendiri.
(acil/cil=panggilan tante: kalimantan)
"keisya sini-sini.."bujuk Rudi.
Keisya menghampiri badboyku yang langsung di angkat ke pangkuanya.
"umur berapa sih keisya?"tanya Ayu.
"sekarang jalan 8 tahun cil."
keisya menggoyangkan tangan di depan mata Rudi.
"kenapa kei? Bingung ya?"tanya Rudi membuat muka lucu.
"keisya!? Gak boleh bandel ya.."cetus Fio.
"kamu matanya gak ngelihat ya?" tanya Keisya memperhatikan Rudi.
"iya.. Kok tahu sih.."
"kata mamah. Mata kamu kebanyakan nonton TV?"
"iyaa.. Gak boleh nonton TV malem-malem, gak boleh deket-deket kalo nonton, jam delapan harus tiduur."
"kok kamu ompong sih giginya?"
"ooh ini kebanyakan makan coklat, terus gak gosok gigi. Jadi begini. Keisya gak boleh makan coklat banyak-banyak, rajin gosok gigi ya.."
kami tertawa melihat percakapan Rudi dan keisya.
Karena Rudi mau mengiklankan rumah.
Aku bersama Fio asik memfoto rumah ini dan rumah yang satu lagi.
Sambil mengambil rambutan, buah mangga untuk rujak.
Hari yang menyenangkan pasti berlalu sangat cepat.
Matahari terbenam, duduk di bale bambu.
Empang lele, kotekan ayam.
angin semilir membuat kami mengantuk.
"Aya mana..?"tanya Rudi kepedesan rujak mangga.
"bener-bener jilat ludah sendiri.. Gak pernah mau minum kopi, karang gila kopi.. Gak mau nyentuh pedes, karang doyan pedes!"geli Fio mencibir.
"main ps ama keisya, ama Alfa."jawabku.
"Day.. Gua bawain bingkisan nih.."Fio memberi kode padaku.
Aku menggerakan bahu,menyatakan tak tahu apakah Rudi mau menerima.
"lo kan lagi demen nulis,. Nih buat lo." ragu-ragu Fio memberi bingkisan plastik.
Rudi mengambil bingkisan, terlindung softcase dengan lambang apple.
Membuka softcase, tanganya menelusuri dengan cermat.
"apa nih? Laptop?"
"ya.. Mapbook.."jawab Fio takut-takut.
Rudi memasukan ke softcase, mengembalikan bingkisan.
"laptop jadul gua masih bagus kok.."
"Day.. Gua beli kan buat lo.."
"k pleas deh.."tegas Rudi matanya berkilat.
"sialan, padahal gua dah tahu lo bakal nolak!" getir Fio menghembuskan nafas.
"Keisya.. Belum ada calon bapaknya k?" tanyaku,makan mangga.
Aku tak tahu kapan nikahnya,tahu-tahu sudah bercerai.
"tenang cong, yang ngantri banyak kles."kepedesan,Fio menyalakan rokok.
"gak berhenti ngerokok k?"tanyaku ikut menyalakan rokok.
"yang penting yang lain dah stop! Gantinya ya cuma rokok.. Ini juga udah berkurang, paling banter sebungkus sehari!"Fio menghembuskan asap,efek pedas mengucurkan keringat.
"bapaknya Keisya dimana sekarang k?" tanya Rudi,minum kopi.
"mati!"tukas Fio cepat.
"jangan gitu k, kan bapaknya keisya? Masa lo bilang mati?"
"bahas yang lain aja ah,."pinta Fio.
"
"udah sampe mana hati iblis darah malaikat?"tanya Fio datar.
"tolong ya nek, gak lucu.. Hati malaikat darah iblis,tahu!" semprot Rudi.
Fio menjulurkan lidah.
"semalem gua baru baca bab lima k.!"sahutku geli.
"gue punya coretan kotor secara garis besarnya.. Nih.."Rudi memberikan iphone.
Tiduran di bale bersenderkan bantal.
Fio serius membaca.
Aku memperhatikan wajah Fio, dari mulai senyum-senyum, tertawa geli, mendengus,
memerah, termangu-mangu,
Fio terbangun, kening mengkerut.
Tampak amarah meluap diwajahnya.
"gila lo! Mana boleh lo nulis ini!"marah Fio suaranya meninggi.
"kok aku belum baca?"tanyaku mengambil iphone.
Biasanya kan aku yang baca pertama.
"itu baru selsai tadi pagi kok.. Garis besarnya doang, supaya aku gak lupa!"
"gila.. Gila..gilaa."omel Fio.
Ekspresiku tak jauh beda dengan Fio, malah aku lebih marah.
"yang bener aja! Mana boleh tulisan..." aku tak sanggup meneruskan kata-kataku.
"mana boleh? Mana boleh? Yang mana sih yang gak boleh?" tanya Rudi datar.
"lo bawa-bawa orang yang megang kekuasaan.. Hampir tiap hari gua lihat muka tuh setan,
mau di tembak lo!.. Terus bagian akhirnya yang paling gua gak terima.."tanggap Fio emosi.
"ah cuma orang yang kerjanya di balik layar.. Bersembunyi di balik kekuasaan! Ama orang model kaya gitu, jangankan gue dah buta. Gue gak bisa bergerak juga, gak takut ama tuh setan.. Lagian mana ada orang yang tahu ama yang gue maksud k.."
"gak ada yang tahu? Ya kalo tuh setan mana sempet baca.. Kalo yang baca kebetulan ada di lokasi kejadian? Kaya gua.. Tanpa lo sebut kan, gua tahu.. Karena gua ada disana.."
"tenang k, gak bakal berani tuh setan ngusik gue.. Seandainya gue dibunuh, sama aja mau buka kedok sendiri.."
"oke soal tuh setan bisa diatasin. Lah ini yang bagian terakhir? Itu namanya nyari penyakit.."tukas fio sengit.
"ya.. Ada hikmahnya buat orang lain, buat kamu apa coba.??" kataku putus asa.
"buat aku apa? Aku kan sama aja ngasih pembelajaran, gak sedikit kebaikan yang bisa di ambil dari tulisan ini.."
Aku,Fio saling menatap putus asa membujuk Rudi.
"yah.. Kalo niat lo begitu, mau gimana lagi!"
"ya kan tadi gue bilang k,.. Itu cuma coretan garis besar, belum tentu begitu endingnya.."
"belum tentu begitu? Coretan garis besar? Ini kan sama aja blue print kerangka novel lo,
Mana mungkin di ubah.
Emang lo mau bikin ending gimana? Tobat..?" Fio pasrah.
"tobat? Ah ending apaan tuh.! Biasa banget.. Endingnya nanti gue ketemu J.K.Rowling."
"ketemu J.K.Rowling? Bagus tuh.. Bisa pingsan dia kalo tahu lo dulunya. Novel Harry poter buat lap kaca.." geli Fio.
Bersambung bagian 2
-------
BAB9-1:
EMOTION
Hanya bisikanmu menghentikan aku.
Lihatlah yang kau miliki.
Melebihi kalbu pagi.
Bawa serta senyumku yang merekah ke impianmu.
Aku berjalan dengan pangkat mengalahkan untaian cahaya langit.
sedangkan kau berbicara seperti bawahan.
Mencari perhatian berharap penghargaan.
Kau lukiskan keinginanmu.
Dengan menaburi benih kepercayaan.
tolong aku.
Bantu aku..
Ajak aku ke tempat menutupi cahaya, kau raih senyumku.
Jika melihat kesusahan dan masalahku.apakah begitu buruk perlakuanku.
Kau menghilang berkamuflase dengan keadaan.
Sirami aku dari mimpi indah yang tersirat.
.
Relung Jiwamu,
hanyutkan Hatiku..
Kata-kata semangatmu..
terngiang di telinga.
Kau belai jiwaku dengan kebaikan
Harum Kata-katamu mewangi.
membuatku menari,bernyanyi.
kau.. Adalah yang terbaik.menghiasi hidupku.
.
Tanpa ragu.
Tanpa rasa.
Tanpa dosa.
Disudut hatimu.
Kau tusuk aku dengan senyuman pelangi.
Memberi aneka warna luka nanah yang membekas.
Lari..
Lari..
Kuingin lari dari dunia yang sudah gila ini.
Tak ada tempat untuk kebaikan di hatiku.
Tak ada air mata yang bisa mengalir.
Cari..
Cari..
Kuterus mencari..
Bertanya-dan-bertanya..
Sia-sia waktuku terbuang.
Tiap detik yang berlalu takan bisa dimundurkan.
Walau hanya sedetik..
Apakah harus berjalan..
Tercebur..
Berjalan...
Tercebur..
Lagi dan lagi..
Serasa waktu terus berulang-dan-mengulang.
Kejadian yang sama..
Luka yang sama..
Bermacam kejadian..
Semua berbeda..
Tapi hasilnya tetap..
Tercebur..
Tercebur.. Lagi-dan-lagi..
Tergilas, tersesat, tertatih..
Ragaku terpaku.
Saat tak ada jalan..
Saat kehabisan nafas..
Saat tak ada lagi yang bisa kuperbuat.
Dengan lusuh..penuh lumpur.
Muka kusut.
Baju lusuh.
Perut keroncongan.
Penyakitan.
Berbau bangkai..
Tersenyum nuraniku.
Merasakan kehadiranmu ya allah.
Sadarku akan hadirmu mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri.
Saat yang kuharapkan tentangmu.,
kusadari engkau yang terindah yang pernah kurasakan.
Kini pintu hatiku terbuka.,
mengguncang semua halawan.
Menggetar kalbu,
harum rahmatmu,.
Wangi ampunanmu,.
MENEMBUS JIWAKU SELAMANYA...
*******
Bekasi 10:07 senin 26 mei 2014
"mandi dulu gih.."kataku membereskan selimut.
"emang kk mau dateng jam berapa?, sakit nih hidungnya.."tanya Rudi memegang hidung.
"ntar siang.! Mandi gak! Nanti aku pencet ampe pesek."
"yah,. Ini tuh permanent mancung bu.., bikin kopi dulu dong."
"wets.. udah di meja man" sahutku mencium hidungnya.
Aku kebelakang mencari Aya yang masih telanjang.
Suaranya sih ada di kamar mandi.
"mah.. Mandi mah..mandi."Aya mengguyur segayung air ke kepalanya.
"ya ampuun!? Dasar bandel! Kan udah mandi.!!" aku mengendongnya.
Aku menghandukinya lagi,
Aya sambil ngaca bergaya-gaya.
"antik. Kan.. Antik mah.."Aya mengambil buku tiduran di kasur.
Spoiler for monster kecil abis di mandiin:
"pake baju dulu sini,sayang.."bujuku.
"heh.. Ada kodok di kasur tuh.. Ada kodok.. Hiii."kata Rudi di pintu memegang handuk.
-------
12:30 senin 26 mei 2014
deg-degan?
Bahagia..
Kangen yang meluap-luap.
Aku tahu sudah sangat cepat aku mengendarai motorku.
Tapi ingin rasanya secepat mungkin sampai di pangkalan2.
BBM dari Fio:
Fio, sen 12.15 ,
De gua dah di pangkalan2. Jemput ya

aneh.. Aku mencari-cari
tapi gak ada Fio di pangkalan2?
Aku terkejut seorang wanita,
berdiri di warung rokok.
dengan jilbab.
Menggandeng anak kecil.
Ia melambai ke arahku.
Aku mengarahkan motor kesana.
Asli berapa tahun gak ketemu.
Pangling.
Kalo ketemu dijalan mungkin bisa sama sekali gak kenal?
"ya ampun k. Ampe pangling gua ngelihat lo.."aku memeluknya erat,menahan air mata.
"udah deh De. Nanti aja cengengnya. Kalo dah sampe rumah lo.."kata Fio berkaca-kaca.
Aku emang kaget melihat Fio.
Tapi rasa kagetku menjadi-jadi.
melihat anaknya.
Ampun?! Kok mukanya mirip Rudi??
"ya ampun udah gede keisya.."aku menggendongnya.
"gila k? Keisya bisa mirip Ruday gini? Kalo jalan ama Aya. Jadi kaya ade kk nih.."tanyaku masih menggendong.
"....."
"tahu bisa mirip. Ama Ruday? Makanya gua gemes ama nih anak.."jawab Fio cepat.
"...."
-------
sampai di rumah.
"nah.. Sampe deh k. Banyak jalanan rusak lagi dibetulin! Maklum namanya juga daerah kampung.." kataku membuka pintu,sambil menggandeng keisya.
"kampung? Ah gak.. Biasa aja de. Rumahnya juga bagus kok.. Emang jalananya aja yang rusak.. Lagian juga lagi perbaikan jalan..kan?"sahut Fio melihat sekeliling.
Teras yang luas.
Ada etalase berisi chasing-chasing hp,accessoris,dan beberapa hp cina.
Di luar pagar gerobak alfa ciken.
Sebelah teras tempat parkir dengan beberapa tabung gas.
Pintu utama dengan dua pintu yang bisa dibuka sekaligus.
Paling depan ruang tamu dengan dua kamar untuk tamu.sebelah kanan karena tak terpakai dibuat ruangan sholat.
Bangku garuda,serta bupet dengan hiasanya mewarnai ruang tamu.
Bagian tengah ruang keluarga serta kamarku.
Belakang lagi.
Ruang makan,kamar orang tua Rudi,serta tempat main anak-anak.
Paling belakang dapur.
Dan kesukaan Rudi kalo sore dibelakang dengan kebon serta bale-bale bambu,empang ikan lele.
Ditemani ayam-ayam dan pohon rambutan yang rindang menyejukan.
Dengan mengucapkan salam Fio masuk.
Aku lihat kilatan kesedihan di matanya melihat Rudi yang Duduk di bangku garuda sambil merokok.
"Day..? "suara Fio tertahan,mendekati Rudi.
Mereka berpelukan,penuh emosi,tanpa kata-kata.
Aku gak kuat,air mataku berjatuhan melihat pemandangan yang mengharukan ini.
Kulihat Fio menahan bendungan air mata.
Air mengalir dari matanya.
Bahunya berguncang, isak suaranya terdengar pilu.
Badboyku yang keras.
Hanya meneteskan air mata tanpa suara.
"Day.. Are you oke man.?" isak Fio,dengan suara menyedot ingus.
"oke? Tadinya gue oke k, gara-gara lo dateng.. Cuma bikin gue sedih doang lo k.."sahut Rudi mencairkan suasana.
Fio tertawa masih dengan suara hidung yang mengganggu.
"eh apaan nih?, slayer?.. Eh. Pake jilbab lo k..?"kaget Rudi waktu memeluk megang bagian belakang jilbab,menelusuri sampai kepala.
"kk pake jilbab sekarang tahu.!"jelasku memeluk Fio lagi,tadi di warung belum puas.
"baik-baikan lo de? Ruday gak galak kan.. Ama lo?, kalo galak biar gua gantung sekarang..!"bisik Fio memeluku.
"galak? Sejak kapan gue galak ama cewek? Sembarangan lo k!? Sinis "Rudi mengetik di hp.
Aku mengantarkan Fio kebelakang menemui orang tua Rudi.
Fio juga sudah menganggap orang tua Rudi,
seperti orang tuanya sendiri.
Kami kembali duduk di ruang tamu.
Aku sambil membawa sebotol cola.
"mau kopi gak k?"tanya Rudi.
"gokil, perasaan dulu ada yang bilang gak pernah mau ngopi ampe mati.. Kopi tuh cuma buat aki-aki kata tuh orang! culun ya...." jengek Fio menggeleng."
"bodo amat.."jawab Rudi geli.
"berapa gelas sehari? Nih orang culun, de?"
"wah.. Kaya minum air biasa.."sahutku.
"Day.. Jangan kebanyakan ngopi,. Gak baik kalo kebanyakan.. Sehari tiga gelas maximal. Jangan lebih dari itu.!"
"kalo dihitung tuh aslinya gue cuma segelas k! Cuma gue kaliin ama sepuluh tahun dari SMA kenapa gue gak ngopi! Jadi kalo gue sehari enam gelas. Lebih.. Anggep aje gue ngopi dari SMA!"
kami tertawa terpingkal-pingkal dengan alasan yang di luar angkasa itu.
"ini ade lo Day?" tanya Fio menghampiri Alfa.
"ya.. Udah bangkotan begini punya ade,. Lucu kan! Jauh banget jaraknya ya? Cocok jadi anak gue si Alfa."
"heii. Nama kamu siapa??" tanya Fio.
"anjing.." jawab Alfa cengeng.
"kok ngomongnya gitu sih kamu??"fio mengernyit.
"itu k.. Tadinya kan buka rental ps.. Anak-anak SD main sambil ngomong-ngomong anjing gitu.. Lah si Alfa kan ibarat kaset kosong.. Direkam tuh omongan ama dia.."jelasku.
"gue kesel k.. Gue tutup aje tuh rental ketimbang ade gue makin parah.. Padahal lumayan pendapatanya.." kata Rudi membakar rokok.
"gak boleh ya.. Anjing kan galak! Nanti kamu digigit loh.."Fio mengelus rambut Alfa.
"anjing.."sahut Alfa merengek.
"heh! Diem gak! Ntar gue buang ke empang nih!"bentak Rudi.
Alfa ketakutan meluk Fio.
"makanya kamu jangan bandel,.. Gak boleh ngomong anjing ngomong kucing aja.."bujuk Fio
"gak boleh ngomong anjing.. Bolehnya kucing.. Ka.. Kalo gak di buang aa ke empang."jawab Alfa.
"kamu namanya siapa?"
"alfa.."
"nih main ama keisya.. Keisya punya game tuh.."
Alfa itu ama siapa aja gak nurut, ama aku,ayah-ibunya Rudi juga gak takut kalo di omelin.
Kalo ama badboyku baru nurut Alfa.
Kebalikanya kalo Aya.
Ama siapa aja nurut.tapi kalo ama ayahnya kaya musuhan.
Disuruh manggil ayah aja susahnya minta ampun.
Tapi lucunya kalo ditinggal berdua ama ayahnya baru Aya kolokan.
Tapi kalo ada orang, kolokanya ama orang lain ama ayahnya galak lagi.
Manggil ayah kalo ada maunya.
"buka jilbab dulu ah.."Fio melepaskan jilbab,memperlihatkan rambutnya yang coklat panjang.
"asli jilbab tuh k? Gue pikir tadi lo pake helm model baru..?!"tanya Rudi serius.
"mau ngajak ribut?"sahut Fio melotot.
"tapi lo k.. Pake jilbab masih ngetat gitu bajunya? "tanyaku melihat jeans dan kaos lengan panjangnya.
"biar modis dong de.."
"modis? Ah udah mak-mak juga masih pake baju ngetat.? Gak kaya buntelan molen badan lo?"sahut Rudi.
"enak aja biar mak-mak gak berubah body gua man.. Tambah yahud malah.."sewot Fio.
Kalo Rudi bisa melihat,aku yakin pasti berpendapat cantikan sekarang Fio.
Ketimbang dulu.
"tetep aja lo udah tua, inget umur dong? Udah 35 kan lo.?"ejek Rudi.
Mulai nih berdua kalo ketemu kaya tom and jerry.
"enak aja lo! Masih 29 kles, banyak yang bilang gua masih kaya anak SMA!" tukas Fio makin sewot.
"SMA? Dari hong.." sahut Rudi terputus.
"dari tadi kok ngajakin ribut nih orang.."gemes Fio menjambak rambut Rudi.
Ternyata ada yang gak berubah setelah beberapa tahun tak bertemu.
Masih kaya Tom and Jerry.
Aku membiarkan mereka perang. Aku lebih tertarik memperhatikan Keisya..
Bolak-balik aku melihat badboyku dan Keisya, terlihat Keisya bermain ipad bersama Aya,Alfa.
"ngomong gua tua lagi? Gua gantung lo Day.."Fio kembali duduk.
"ah gila lo nek.. " Rudi meringis megang rambut.
"bodo amat.."
"kamu tahu gak.. Si Keisya mirip kamu.! Ama Aya kaya sodara kembar tiga kalo di tambah kamu.." jelasku,sambil melihat respon Rudi dan Fio.
"wah.. Bisa jadi maknya pas ngidam mikirin aku melulu.." jawab Rudi geli.
"ya gua.. Ngidam mau makan lo."
aku meneliti ekspresi mereka, memalukan aku ini,masa berpikiran macam-macam.
"Keisya coba kesini.."kata Rudi membujuk.
Ibunya Rudi membawakan cemilan pisang,tempe goreng.
"siapa namanya.. Keisya? Mukanya mirip Rudi sih??" tanya Ayu sambil duduk."pas ngidam maknya mikirin saya mah..!"geli Rudi.
"iya cil,aku ngidam mau makan Ruday! Hidup-hidup." jawab Fio geli,melempar bungkus rokok ke Rudi.
Biasanya yang manggil acil cuma sesama keluarga sendiri.
(acil/cil=panggilan tante: kalimantan)
"keisya sini-sini.."bujuk Rudi.
Keisya menghampiri badboyku yang langsung di angkat ke pangkuanya.
"umur berapa sih keisya?"tanya Ayu.
"sekarang jalan 8 tahun cil."
keisya menggoyangkan tangan di depan mata Rudi.
"kenapa kei? Bingung ya?"tanya Rudi membuat muka lucu.
"keisya!? Gak boleh bandel ya.."cetus Fio.
"kamu matanya gak ngelihat ya?" tanya Keisya memperhatikan Rudi.
"iya.. Kok tahu sih.."
"kata mamah. Mata kamu kebanyakan nonton TV?"
"iyaa.. Gak boleh nonton TV malem-malem, gak boleh deket-deket kalo nonton, jam delapan harus tiduur."
"kok kamu ompong sih giginya?"
"ooh ini kebanyakan makan coklat, terus gak gosok gigi. Jadi begini. Keisya gak boleh makan coklat banyak-banyak, rajin gosok gigi ya.."
kami tertawa melihat percakapan Rudi dan keisya.
Karena Rudi mau mengiklankan rumah.
Aku bersama Fio asik memfoto rumah ini dan rumah yang satu lagi.
Sambil mengambil rambutan, buah mangga untuk rujak.
Hari yang menyenangkan pasti berlalu sangat cepat.
Matahari terbenam, duduk di bale bambu.
Empang lele, kotekan ayam.
angin semilir membuat kami mengantuk.
"Aya mana..?"tanya Rudi kepedesan rujak mangga.
"bener-bener jilat ludah sendiri.. Gak pernah mau minum kopi, karang gila kopi.. Gak mau nyentuh pedes, karang doyan pedes!"geli Fio mencibir.
"main ps ama keisya, ama Alfa."jawabku.
"Day.. Gua bawain bingkisan nih.."Fio memberi kode padaku.
Aku menggerakan bahu,menyatakan tak tahu apakah Rudi mau menerima.
"lo kan lagi demen nulis,. Nih buat lo." ragu-ragu Fio memberi bingkisan plastik.
Rudi mengambil bingkisan, terlindung softcase dengan lambang apple.
Membuka softcase, tanganya menelusuri dengan cermat.
"apa nih? Laptop?"
"ya.. Mapbook.."jawab Fio takut-takut.
Rudi memasukan ke softcase, mengembalikan bingkisan.
"laptop jadul gua masih bagus kok.."
"Day.. Gua beli kan buat lo.."
"k pleas deh.."tegas Rudi matanya berkilat.
"sialan, padahal gua dah tahu lo bakal nolak!" getir Fio menghembuskan nafas.
"Keisya.. Belum ada calon bapaknya k?" tanyaku,makan mangga.
Aku tak tahu kapan nikahnya,tahu-tahu sudah bercerai.
"tenang cong, yang ngantri banyak kles."kepedesan,Fio menyalakan rokok.
"gak berhenti ngerokok k?"tanyaku ikut menyalakan rokok.
"yang penting yang lain dah stop! Gantinya ya cuma rokok.. Ini juga udah berkurang, paling banter sebungkus sehari!"Fio menghembuskan asap,efek pedas mengucurkan keringat.
"bapaknya Keisya dimana sekarang k?" tanya Rudi,minum kopi.
"mati!"tukas Fio cepat.
"jangan gitu k, kan bapaknya keisya? Masa lo bilang mati?"
"bahas yang lain aja ah,."pinta Fio.
"
"udah sampe mana hati iblis darah malaikat?"tanya Fio datar.
"tolong ya nek, gak lucu.. Hati malaikat darah iblis,tahu!" semprot Rudi.
Fio menjulurkan lidah.
"semalem gua baru baca bab lima k.!"sahutku geli.
"gue punya coretan kotor secara garis besarnya.. Nih.."Rudi memberikan iphone.
Tiduran di bale bersenderkan bantal.
Fio serius membaca.
Aku memperhatikan wajah Fio, dari mulai senyum-senyum, tertawa geli, mendengus,
memerah, termangu-mangu,
Fio terbangun, kening mengkerut.
Tampak amarah meluap diwajahnya.
"gila lo! Mana boleh lo nulis ini!"marah Fio suaranya meninggi.
"kok aku belum baca?"tanyaku mengambil iphone.
Biasanya kan aku yang baca pertama.
"itu baru selsai tadi pagi kok.. Garis besarnya doang, supaya aku gak lupa!"
"gila.. Gila..gilaa."omel Fio.
Ekspresiku tak jauh beda dengan Fio, malah aku lebih marah.
"yang bener aja! Mana boleh tulisan..." aku tak sanggup meneruskan kata-kataku.
"mana boleh? Mana boleh? Yang mana sih yang gak boleh?" tanya Rudi datar.
"lo bawa-bawa orang yang megang kekuasaan.. Hampir tiap hari gua lihat muka tuh setan,
mau di tembak lo!.. Terus bagian akhirnya yang paling gua gak terima.."tanggap Fio emosi.
"ah cuma orang yang kerjanya di balik layar.. Bersembunyi di balik kekuasaan! Ama orang model kaya gitu, jangankan gue dah buta. Gue gak bisa bergerak juga, gak takut ama tuh setan.. Lagian mana ada orang yang tahu ama yang gue maksud k.."
"gak ada yang tahu? Ya kalo tuh setan mana sempet baca.. Kalo yang baca kebetulan ada di lokasi kejadian? Kaya gua.. Tanpa lo sebut kan, gua tahu.. Karena gua ada disana.."
"tenang k, gak bakal berani tuh setan ngusik gue.. Seandainya gue dibunuh, sama aja mau buka kedok sendiri.."
"oke soal tuh setan bisa diatasin. Lah ini yang bagian terakhir? Itu namanya nyari penyakit.."tukas fio sengit.
"ya.. Ada hikmahnya buat orang lain, buat kamu apa coba.??" kataku putus asa.
"buat aku apa? Aku kan sama aja ngasih pembelajaran, gak sedikit kebaikan yang bisa di ambil dari tulisan ini.."
Aku,Fio saling menatap putus asa membujuk Rudi.
"yah.. Kalo niat lo begitu, mau gimana lagi!"
"ya kan tadi gue bilang k,.. Itu cuma coretan garis besar, belum tentu begitu endingnya.."
"belum tentu begitu? Coretan garis besar? Ini kan sama aja blue print kerangka novel lo,
Mana mungkin di ubah.
Emang lo mau bikin ending gimana? Tobat..?" Fio pasrah.
"tobat? Ah ending apaan tuh.! Biasa banget.. Endingnya nanti gue ketemu J.K.Rowling."
"ketemu J.K.Rowling? Bagus tuh.. Bisa pingsan dia kalo tahu lo dulunya. Novel Harry poter buat lap kaca.." geli Fio.
Bersambung bagian 2
-------
0