- Beranda
- Stories from the Heart
a Story About Forbidden Love
...
TS
dee.vita
a Story About Forbidden Love
PROLOG
Selamat malam,
Setelah menimbang beberapa lama, dan kursus singkat cara menulis serta ngaskus dari seseorang tadi, akhirnya aku mengambil keputusan untuk membagi ceritaku disini.
Tapi, sebelum aku mulai bercerita, ijinkan aku untuk memberikan beberapa peraturan dan kalimat pembuka.
Terimakasih, dan selamat membaca.
Selamat malam,
Setelah menimbang beberapa lama, dan kursus singkat cara menulis serta ngaskus dari seseorang tadi, akhirnya aku mengambil keputusan untuk membagi ceritaku disini.
Tapi, sebelum aku mulai bercerita, ijinkan aku untuk memberikan beberapa peraturan dan kalimat pembuka.
Quote:
Terimakasih, dan selamat membaca.

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh dee.vita 11-08-2014 23:09
anasabila memberi reputasi
1
24K
161
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dee.vita
#154
PART 19
Yeiyy! Dia sudah kembali dari luar kota, dan itu artinya aku bisa melihatnya lagi setiap hari di kantor. Entahlah, tapi bagiku saat ini, dia seperti mood booster ku. Hanya dengan melihatnya saja, bisa membuatku tersenyum sendiri, dan setiap tatapan kita bertemu, aku merasa detak jantungku berdetak berkali lipat lebih cepat, inikah rasanya naksir seseorang? Setelah sekian lama aku tidak pernah bisa memahami Tika ketika dia bercerita mengenai bagaimana rasanya naksir sama seseorang, kini aku mengerti dan mengalami sendiri
Tapi, meskipun aku sadar, aku mulai naksir dengan cowo yang namanya Budi itu, aku masih belum punya cukup keberanian untuk melangkah lebih jauh, seperti..mengajaknya kenalan atau menyapanya dalam bentuk kata-kata, aku hanya berani sejauh ini saja, melihatnya dari ruanganku, dan mengangguk serta tersenyum simpul ketika dia melihatku, hanya itu saja.
Entah hanya perasaanku, atau memang sebenarnya dia adalah orang yang tertutup. Dia berbeda dengan yang lain, ketika banyak cowo di kantor ini yang segera mengajakku kenalan ketika awal-awal aku kerja disini, tapi tidak dengannya, belum pernah sekalipun dia menghampiriku, dan berbicara padaku. Dan malah itulah yang membuatku tertarik padanya, dia berbeda.
Suatu sore, sepulang kerja.. aku berjalan menuju ke arah pos security, tapi langkahku lemas, ketika ternyata dia tidak berada disana, ditempat biasanya sepulang kerja. Iya, aku bermaksud hari itu mau menyapanya dan menemaninya duduk disana, ah, tapi malah dia nya yang ga ada. Tapi itu tidak membuatku mengurungkan niat untuk duduk disana, aku melanjutkan langkahku, dan kemudian duduk di salah satu dari dua kursi yang ada disana, di tempat duduk favoritnya.
Beberapa hari setelah adegan percakapanku dengan pak Yadi sepulang kerja waktu itu, kak Ninis menelponku, berbicara banyak padaku dan pada Ibu. Iya, dia memang rutin menelpon kami berdua, apalagi sejak Bapak pergi. Tapi, ada kabar gembira yang dia sampaikan hari itu ketika menelpon kami, dia berkata kalau dia sudah punya cowo! Reza namanya, sama-sama satu kota dengan kita dan kebetulan sedang bekerja di Bali, bertemu dengan tidak sengaja beberapa minggu lalu, dan kini mereka resmi jadian.
Ah, sungguh kabar yang sangat menyenangkan! Kakak ku, yang selama ini aku takut dia ga laku-laku, akhirnya laku..hahaha sorry kak. Dan dia mengatakan akan mengenalkannya pada Ibu nanti waktu mereka pulang saat libur natal dan taun baru. Itu artinya tak lama lagi, sungguh tidak sabar aku menantikan kedatangannya, dan pacarnya. Aku penasaran dengan bagaimana rupa serta penampilan dan sikap cowo itu, sampai dia bisa membuat kak Ninis move on dari Rendi, mantannya yang dulu.
But sometimes, life doesn’t go as what you think..
Quote:
Tapi, meskipun aku sadar, aku mulai naksir dengan cowo yang namanya Budi itu, aku masih belum punya cukup keberanian untuk melangkah lebih jauh, seperti..mengajaknya kenalan atau menyapanya dalam bentuk kata-kata, aku hanya berani sejauh ini saja, melihatnya dari ruanganku, dan mengangguk serta tersenyum simpul ketika dia melihatku, hanya itu saja.
Entah hanya perasaanku, atau memang sebenarnya dia adalah orang yang tertutup. Dia berbeda dengan yang lain, ketika banyak cowo di kantor ini yang segera mengajakku kenalan ketika awal-awal aku kerja disini, tapi tidak dengannya, belum pernah sekalipun dia menghampiriku, dan berbicara padaku. Dan malah itulah yang membuatku tertarik padanya, dia berbeda.
Suatu sore, sepulang kerja.. aku berjalan menuju ke arah pos security, tapi langkahku lemas, ketika ternyata dia tidak berada disana, ditempat biasanya sepulang kerja. Iya, aku bermaksud hari itu mau menyapanya dan menemaninya duduk disana, ah, tapi malah dia nya yang ga ada. Tapi itu tidak membuatku mengurungkan niat untuk duduk disana, aku melanjutkan langkahku, dan kemudian duduk di salah satu dari dua kursi yang ada disana, di tempat duduk favoritnya.
Quote:
Beberapa hari setelah adegan percakapanku dengan pak Yadi sepulang kerja waktu itu, kak Ninis menelponku, berbicara banyak padaku dan pada Ibu. Iya, dia memang rutin menelpon kami berdua, apalagi sejak Bapak pergi. Tapi, ada kabar gembira yang dia sampaikan hari itu ketika menelpon kami, dia berkata kalau dia sudah punya cowo! Reza namanya, sama-sama satu kota dengan kita dan kebetulan sedang bekerja di Bali, bertemu dengan tidak sengaja beberapa minggu lalu, dan kini mereka resmi jadian.
Ah, sungguh kabar yang sangat menyenangkan! Kakak ku, yang selama ini aku takut dia ga laku-laku, akhirnya laku..hahaha sorry kak. Dan dia mengatakan akan mengenalkannya pada Ibu nanti waktu mereka pulang saat libur natal dan taun baru. Itu artinya tak lama lagi, sungguh tidak sabar aku menantikan kedatangannya, dan pacarnya. Aku penasaran dengan bagaimana rupa serta penampilan dan sikap cowo itu, sampai dia bisa membuat kak Ninis move on dari Rendi, mantannya yang dulu.
Quote:
But sometimes, life doesn’t go as what you think..
0