Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#538
PART 34

Gue jongkok di sela-sela baju cewek di toko itu, sambil sedikit ngendus-endus baju didepan gue. Entah kenapa gue suka bau baju yang masih dijual di toko, khas gitu baunya. (aneh ya? Biarin aja) gue liat Amel di bagian tengah toko, lagi milih-milih baju. Lama bener nih dia milih baju, berasa kayak milih jodoh aja, diperhatiin satu-satu. Setelah beberapa saat gue jongkok, kemudian gue beranikan berdiri dan melihat ke arah luar. Anin udah melewati toko tempat gue berada. Phew. Sambil mendengus gue liat Amel yang masih milih-milih baju. Gue samperin dia.

Quote:


Gue berjalan ke arah pintu keluar, sambil celingukan kanan-kiri, nyari keberadaan Anin. Gak berapa lama kemudian gue nemu Anin jauh diseberang sono, masuk ke sebuah toko baju. Gue sedikit menghembuskan napas lega, seenggaknya gue cukup aman disini. Gue menoleh ke Amel, nah ini nih masalahnya, si Radio Berjalan ini belom selesai milih-milih baju. Gue speechless, sambil megang jidat gue. Kalo kata anak gaul jaman sekarang, gue “kzl, zbl” sama kelakuan Amel disitu emoticon-Nohope

Gue perhatiin Amel keluar masuk fitting room, dan beberapa kali nunjukin ke gue sambil nanya cocok apa enggak. Gue sih ngangguk-angguk aja, sambil bilang apapun cocok selama bagian perut gak ada lubangnya. Setelah itu Amel ganti baju lagi, lagi dan lagi. Kenapa gue gak diajak masuk ke fitting room ya? Kzl. Zbl. emoticon-Frown Sekitar 20 menitan gue masih di toko yang sama, akhirnya kami keluar. Sebelum keluar toko gue celingukan kanan-kiri dulu buat memastikan keadaan udah aman apa belum. Buset, udah kayak buronan aja ya gue.

Keadaan aman, dan gue sama Amel langsung ngacir keluar toko. Setelah itu kami mampir lagi ke beberapa toko dan akhirnya, Alhamdulillah, penderitaan gue berakhir dengan ditemukannya baju pilihan si Radio Berjalan itu. Pas Amel bayar tuh baju, muka gue lebih bahagia daripada Amel. Padahal dia yang beli baju baru. Gue bahagia banget karena akhirnya tugas sulit gue udah terpenuhi. Gak lama setelah itu gue dan Amel langsung ngacir keluar mall, dan sampe detik ini si Amel belum tau kalo di mall itu juga ada Anin.

Gue skip agak jauh ya. Ke pertengahan bulan Agustus, dimana gue udah diterima di universitas dan tinggal nunggu jadwal ospek.

Sesuai dengan apa yang kami inginkan, Alhamdulillah gue dan Anin lulus SNMPTN di tempat yang kami tuju. Kami berdua berhasil menjadi mahasiswa di universitas yang sama, tapi beda fakultas. Banyak hal yang kami lalui berdua, mulai dari verifikasi bareng, sampe cari pernak-pernik buat kuliah bareng. Hari itu adalah hari pertama gue dan Anin mengikuti jadwal ospek di fakultas masing-masing. Kemarinnya kami ikut upacara penerimaan mahasiswa baru, dan hari ini kami harus datang di kampus baru jam 6 pagi. Para mahasiswa baru diharuskan berjalan dari gerbang depan kampus sampe ke dalam, gak boleh bawa mobil sendiri. Kalo motor sih boleh. Sesuai tradisi, pakaian mahasiswa baru selama ospek itu adalah putih item dengan segala atribut aneh-aneh seperti co-card, pita berwarna fakultas masing-masing dan tas dari karung. Di dalem kampus, kami para mahasiswa baru disuruh baris sesuai kelompok masing-masing, seperti yang udah tercantum di pengumuman.

Di barisan gue berdiri kedua dari belakang. Di depan gue ada cowok kalem yang rambutnya dibikin mohawk gak beres, di belakang gue ada cowok tinggi ceking dengan muka ngantuk. Gue mencolek cowok mohawk gak beres didepan gue.

Quote:


Kemudian gue menoleh ke cowok ceking di belakang gue. Mukanya teler. Entah abis nenggak apa dia semalem.

Quote:


Kemudian gue lirik barisan sebelah gue. Eh ada yang cantik-cantik, kebetulan mereka barisnya berurutan. Gue baca co-card yang terpampang di dada mereka. Namanya Luna dan Nindy emoticon-Genit Gue tau panggilannya soalnya di co-card harus ditulisin juga nama panggilan selain nama lengkap. Luna dan Nindy ini agak berlawanan stylenya, tapi tetep cantik-cantik. Luna rambut panjang, sementara Nindy lebih kearah tomboy dengan rambut pendek. Ternyata Luna sadar kalo gue liatin, gan-sis. Gue senyumin aja tuh Luna, eh dia ngebales senyum manis ke gue. emoticon-Genit


Yuhuuuuuu, Lunaaaaaaa emoticon-Genit
Yuhuuuuuu, Nindyyyyy emoticon-Genit

Spoiler for pesan sponsor:

khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.