- Beranda
- Sejarah & Xenology
Black Death - Wabah Maut yang Nyaris Menghancurkan Eropa
...
TS
mosquit0
Black Death - Wabah Maut yang Nyaris Menghancurkan Eropa
Quote:
bak roda yang selalu berputar, sejarah manusia juga terkadang berada diatas kadang pula dibawah,
pada abad ke 14, kerajaan Majapahit prabu Hayam Wuruk sedang mencapai masa keemasannya, di Asia Tengah derap kuda kavaleri Mongol menghantui banyak negara, Ottoman Empire semakin jaya dan angkatan perangnya berkali kali menjajal kekuatan Eropa,dan di periode tersebutlah cerita ini terjadi.
ada yang mengatakan wabah maut ini dibawa oleh tikus dari kapal dagang yang terinfeksi, ada pula yang berpendapat kalau para pedagang Eropa yang pulang dari perjalanan jauh merekalah yang membawa wabah ini.
malaikat maut menyambangi tiap lorong dan rumah, yang kaya dan yang miskin tanpa pandang bulu diambilnya, dalam waktu tak sampai 5 tahun, nyaris separuh (ada yang mengatakan sepertiga, ada pula yang yakin 60%) penduduk Eropa meninggal, beberapa diantaranya dengan tubuh menghitam karena pendarahan dalam, karena itulah bencana wabah ini disebut:
black death - sang kematian hitam..
Quote:
The Black Death, Wabah Penyakit Terburuk Sepanjang Sejarah
Black Death mungkin bisa dikatakan sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, wabah mematikan ini telah mengurangi populasi Eropa hingga 60 %. Bahkan dikatakan pada saat itu, jenazah - jenazah korban keganasan Black Death bergelimpangan dimana - mana di benua Eropa. Bagaimana wabah ini dapat membuat teror yang begitu mencekam bagi masyarakat di dunia?
Black Death merupakan salah satu wabah penyakit paling mematikan sepanjang sejarah manusia. Wabah ini menyebar dengan cepat di benua Eropa pada tahun 1348 sampai 1350. Lalu, apakah penyakit yang menyebabkan epidemi seperti itu?
Wabah penyakit yang menyebabkan teror itu adalah wabah pes dan radang paru yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis. Wabah ini diduga menyebar pertama kali di Asia, tepatnya di daerah China pada tahun 1346. Bakteri yang terdapat pada tikus ini kemudian dibawa oleh kutu tikus, dan sialnya kutu ini merupakan parasit yang bisa hidup di tubuh manusia, sehingga jika manusia terjangkit oleh kutu ini, maka ia akan mengalami radang paru. Orang - orang yang sakit ini merupakan pedagang - pedagang yang akan kembali ke Eropa, jadi wabah ini telah menyebar di kapal, dan penyakit ini ditularkan melalui udara.
Beberapa kisah menceritakan jika di Crimea, suatu pusat perdagangan di China, diserbu oleh kelompok Mongol. Kelompok ini kemudian membuang jenazah yang terinfeksi penyakit ini ke tengah keramaian. Pedagang - pedagang dari Eropa yang terjangkit inilah yang membawa penyakit ke Eropa dan menimbulkan wabah terburuk.
Black death telah membuat populasi dunia berkurang dari sekitar 450 juta jiwa menjadi sekitar 350-375 juta jiwa pada tahun 1400. Eropa membutuhkan 150 tahun untuk memulihkan populasinya yang berkurang drastis itu.
Black Death dikategorikan menjadi tiga tipe wabah, ini karena selama wabah black death berlangsung, diteukan gejala - gejala yang berbeda. Wabah tersebut yaitu wabah pes, wabah infeksi paru - paru, dan wabah infeksi darah yang merupakan paling mematikan dari ketiga jenis wabah tersebut.
Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, wabah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis yang dibawwa oleh Tikus Hitam (Rattus rattus) dan menyebar oleh kutu yang hidup di tikus tersebut. Manusia yang telah terjangkit oleh Yersinia Pestis akan meninggal dalam waktu 3 sampai tujuh hari.
Menurut sejarawan, black death mulai menyebar di daratan China pada tahun 1346, penyakit ini pertama kali dibawa oleh para pedagang yang melakukan perjalanan pada tahun 1320-1330 hingga sampai di Crimea, pusat perdagangan di China saat itu. Dari Crimea, penyakit ini terus menyebar ke Eropa Barat hingga ke Afrika. Penyakit ini telah membunuh setidaknya 75 juta jiwa, Eropa sendiri kehilangan 25 - 50 juta jiwa penduduknya saat itu, dan memicu terjadinya krisis ekonomi. Karena banyaknya penduduk Eropa yang tewas, kelangkaan tenaga kerja terjadi di seluruh penjuru benua Eropa.
Pada awal abad ke-19, wabah ini mulai reda, namun ternyata muncul penyakit baru yang juga berasal dari Asia. Wabah yang disebut dengan Kolera Asia ini juga menyebar dengan cepat di benua Eropa selama abad 19 sampai dengan abad ke-20, namun penyakit ini tidak separah seperti apa yang disebabkan oleh black death.
Oh ya, wabah ini disebut dengan black death karena penyakit ini pada umumnya membuat warna kulit penderitanya berubah menjadi agak gelap, namun ada juga yang mengatakan jika nama black death diberikan karena penyakit ini dibawa oleh tikus hitam.
selengkapnya di http://vahn-saryu1.blogspot.com/2010...-terburuk.html
================= ########## ==================
ilustrasi: karantina Ebola, Liberia 2014
Seputar Penanggulangan Wabah Black Death
Quote:
makasih masukannya gan bro.
untuk link yang berhubungan dengan hal tersebut silahkan dilihat di : [URL="http://ic.galegroup.com/ic/suic/ReferenceDetailsPage/ReferenceDetailsWindow?zid=11d616917c0a0f5ee6b8ca9018471361&action=2&catId=&documentId=GALE|EJ2181500192&userGroupName=clov94514&jsid=1276d8bbb5aa3ac8e1818f0d2be323d1"]How the Black Death Came to an End[/URL] (E).
Quote:
jawabannya TS ambil dari lounge Kaskus, gan bro.
Quote:
untuk yang menjadikan thread ini HT dan semua agan yang dah mampir, makasih banyak ye.

-----------

Diubah oleh mosquit0 11-09-2014 13:48
codot.1 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
193.2K
961
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mosquit0
#22
10 Pandemi Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
Intisari-Online.com - Virus, bakteri, memang tak kenal ampun. Keganasan mereka tak mengenal batas negara dan benua. Dengan ukurannya yang mikroskopis, virus dan bakteri telah memberikan warna tersendiri pada sejarah kehidupan manusia. Warna hitam kelam yang dikenal sebagai pandemi atau wabah.
Puluhan bahkan ratusan tahun, dunia kedokteran berusaha untuk memerangi pasukan-pasukan mikroskopis ini. Peperangan ini tak pelak, telah memakan begitu banyak korban jiwa. Tercatat ada 10 pandemi paling mematikan berdasarkan jumlah jatuhnya korban jiwa.
1. Cacar (10.000 SM – 1979)
Cacar sudah menjadi pandemik sejak tahun 10.000Cacar sebelum Masehi dan telah menelan lebih dari 300 juta korban jiwa. Beberapa ahli percaya bahwa sebagian besar penduduk Bumi pernah habis lenyap oleh karena penyakit yang satu ini.
Gejala: demam, sakit kepala, cepat lelah, batuk, diare, dan timbul bercak-bercak pada kulit.
2. Campak (Abad ke-7 SM – 1963)
Seperti halnya cacar, wabah campak juga sudah terjadi sebelum Masehi. Campak sendiri menempati peringkat kedua dalam wabah paling mematikan sepanjang sejarah karena telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga 200 juta orang.
Gejala: demam, muncul ruam, batuk, sakit tenggorokan, dan mata menjadi merah.
3. Flu Spanyol (1918-1920)
Flu SpanyolMerupakan pandemi flu pertama dan terbesar di dunia. Menariknya, kebanyakan para korban yang terjangkit flu ini adalah para anak muda yang kelihatannya sehat. Pandemi yang berakhir bulan Desember 1920 ini menelan 50 - 100 juta korban jiwa.
Gejala: cepat merasa lelah, demam tinggi, sakit kepala, warna kulit berubah, kadang terjadi pendarahan, dan batuk-batuk.
4. Kematian Hitam (1340 - 1771)
Sebuah ilustrasi tentang Kematian Hitam Di antara semua pandemik yang ada, Kematian Hitam (Black Death) boleh dibilang paling mengerikan. Penyakit yangdisebabkan oleh sebuah bakteri bernama Yersinia pestisini disebarkan oleh kutu binatang pengerat seperti tikus atau marmut. Rekor sejarah menyatakan bahwa pandemi yang menyebar di daratan Eropa ini berakhir dengan jatuhnya korban jiwa sebanyak 75 juta orang.
Gejala: bubo (pembesaran pada pangkal paha atau ketiak).
5. HIV / AIDS (1981 - sekarang)
HIV / AIDSSiapa yang tak kenal dengan penyakit yang satu ini? HIV / AIDS sudah jadi momok mengerikan bagi seluruh penduduk dunia. Ia menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menjadikannnya rentan terhadap segala virus dan bakteri. Hingga kini para peneliti belum menemukan obat mutlak bagi penyakit yang telah mengakibatkan lebih dari 25 juta korban jiwa ini.
Gejala: demam, bubo, dan turunnya berat badan secara drastis.
6. Wabah Justinian (541-750)
Wabah JustinianPandemi ini terjadi ketika kekaisaran Byzantium sedang berjaya. Ibukotanya yang terkenal, Konstantinopel (sekarang Istanbul) juga ikut terkena wabah ini. Penelitian menunjukkan bahwa wabah yang menyebar hampir ke seluruh daratan Eropa ini juga disebabkan oleh Yersinia pestis, bakteri yang juga mengakibatkan wabah Black Death. Wabah yang juga tercatat sebagai wabah terbesar dalam sejarah ini memakan 25 juta korban jiwa.
Gejala: demam, kejang-kejang, bubo, dan berubahnya warna kulit.
7. Third Pandemic(1855 - 1959)
Atau yang lebih dikenal dengan nama Wabah Bubonik ini dimulai di Provinsi Yunnan, Cina. Wabah yang berlangsung sampai tahun 1959 ini telah menelan korban jiwa di Cina dan India sebanyak 12 juta orang.
Gejala: demam, sakit kepala, lemas, batuk, diare, dan muncul bintik-bintik merah pada tubuh.
8. Tipus (430 SM - sekarang)
Typhus Perlu diperhatikan bahwa typhus yang satu ini berbeda dengan yang kita kenal sebagai tifus atau demam tifoid. Bila demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii, maka Typhus disebabkan oleh bakteri Rickettsia yang dibawa oleh binatang pengerat seperti tikus. Di masa Perang Dunia II, penyakit ini lebih dikenal dengan nama demam penjara atau (jail fever) dan berhasil menelan korban jiwa hingga 8 juta orang.
Gejala: ruam, demam, batuk-batuk, mual-mual, dan muntah-muntah.
9. Kolera (1817 - sekarang)
Berawal dari India dan terus menyebar hingga mencapai Cina. Pada tahun 1817, wabah kolera menyerang Eropa bagian barat dan Amerika. Hasilnya, ribuan tentara Inggris meninggal. Beruntung, karena sekarang obatnya sudah ditemukan, sehingga kasus-kasus kematian akibat kolera sekarang makin jarang terjadi.
Gejala: diare, muntah-muntah, mual, dan dehidrasi.
10. Flu Hong Kong (1968 - 1969)
Kategori pandemik dua untuk virus influenza. Flu Hong Kong disebabkan oleh virus H3N2 yang merupakan turunan dari virus H2N2. Walau wabah ini hanya terjadi dalam rentang waktu satu tahun, namun dampaknya sungguh luar biasa. Wabah ini masuk sebagai pandemi mematikan ke-10 dengan total korban jiwa mencapai 1 juta orang.
http://intisari-online.com/read/10-p...anjang-sejarah
Quote:
--------- 
0



