- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.5K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#135
bab6
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB6
SAVE HOUSE
*******
langit gelap,matahari mulai menyembunyikan senyuman.
Di langit terlihat guratan putih melintas cepat. Petir menyambar. Suara terdengar. Mendebarkan hati siapa pun yang mendengarnya.
Langit mendung penuh kilatan tanpa tangisan air hujan.
teriakan sirine ambulance,tidak cumiakan telinga,tapi menggetarkan hati Ria dan Fio.
Petir menyambar sekali lagi membuat perasaan tertekan.
Mereka bernafas lega,ketika mobil ambulance itu melewati rumah.
sedikit tersenyum tak menghilangkan ketegangan di raut wajahnya Ria menggeleng.
"kenapa kita jadi tegang sih?negative thinking aja nih.."kata Ria berusaha berpikir positiv.
Fio tak sempat menjawab karena ia melihat sedan Fhuma yang baru parkir di depan rumah Ria.
Melihat wajah Fio yang ceria,.Ria melihat keluar,
"dasaar!bikin snewen aja nih orang..!"kata Ria ketus berjalan ke arah mobil Rudi.
"cie sewot apa seneng tuuh.."sindir Fio.
Di ujung sana terlihat pohon-pohon yang rimbun. Batu-batu kerikil hiasan memenuhi perkarangan.
Ria,Fio melambatkan langkah kakinya.
berjalan perlahan melalui pos keamanan.
Gerbang rumah Ria dilengkapi pos penjagaan,
Security berpenampilan karyawan kantoran.
kemeja putih jas santai tanpa dasi.
.
2 berjaga di dalam,3 orang menjaga di luar,.
Pak Jumri kepala keamanan melihat majikanya sedang riang,.
Wajahnya tanpa ekspresi,mata tajam sikapnya selalu waspada.
Keamanan rumah memang utama,tapi prioritas terpenting tentu saja keselamatan majikanya.
Pak Jumri cuma melihat sekilas tahu kalo itu mobil sahabat majikanya.
"sore non. Ria. Non.. Fio."sapa Jumri ramah.
Ria cuma mengangguk dan meneruskan obrolan dengan Fio.
Mereka berdua saling menyindir,penuh candaan riang.
Keceriaan mereka tersapu bersih melihat Rudi yang keluar dari mobil.
Serasa kabut tebal melayang-layang,hawa dingin mmenggigilkan tubuh,suasana senyap,
Tak ada suara petir, bahkan serangga ataupun kicauan burung,
Di pertengahan komplek suasana demikian sepi bagai alam orang mati.
Muka pucat bagaikan mayat,sekujur badan basah,air masih menetes-netes dari pakaianya,
Ada beberapa daun,dan akar-akaran yang menempel di pakaian,celana,rambut,.
Disituasi yang berbeda tim detektif ini pasti tertawa terbahak-bahak.
Sekarang mereka ikut pucat,
Melihat Rudi menyenderkan diri ke mobil tatapanya kosong seperti baru bertemu setan.
Secepatnya Ria memeluk Rudi.
Fio memberondong Rudi dengan pertanyaan-pertanyaan membabi buta.
"diem ngapa lo.."kata Ria bergetar.
Melihat itu pak Jumri melakukan komunikasi dengan HT nya,.
Ia berjalan menghampiri Ria mau Membantu.
"urus mobilnya!!"perintah Ria tegas melempar kunci mobil, dengan tatapan khawatir melihat Rudi.
.
memapah Rudi kedalam rumah.
Melewati ruangan-ruangan menuju ruang keluarga,
Baris-baris dinding memamerkan lukisan karya ternama.
Karpet permadani lembut diseluruh ruangan.
Setiap ruangan bernuansa klasik modern,
Berbelok melewati tangga melingkar,dengan hiasan lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit.
Atap rumah dilukis seperti awan, dengan gipsum motif bunga sakura di seluruh rumah.
Mereka terus memapah Rudi ke ruangan yang lebih dalam,
Sampai di ruangan oval ruang keluarga.
Rudi pernah berpikir kenapa banyak lukisan,tak satupun ada potret keluarga Ria?
Setiap mau bertanya selalu lupa..
Mini bar mencolok di ruangan ini.
Pembantu disini sangat disiplin kalo tak dipanggil takan terlihat dimanapun.
Di sofa Ria membantu melepaskan kaos dan celana jeans Rudi,.
Tersisa celana pendek di badan Rudi.
Fio menyelimutinya dengan handuk dan selimut.
Setengah bingung Ria ke bar menuang segelas penuh civas tanpa batu es.
Rudi menenggak civas seperti air putih.
"lagi.."pinta Rudi parau.
Ria menuangkan lagi civas ,segelas penuh.
Seperti tadi Rudi menghabiskanya begitu saja.
"lagi Day??."tanya Ria khawatir sambil memegang botol civas.
Rudi cuma menggeleng.fio mengambil gelasnya.
"gua aja yang butuh lagi.."kata Fio.
Ria memelototi Fio tapi tetap menuangkan civas.
Fio berlagak tak melihat pelototan Ria.
"ada rokok di celana gue.."kata Rudi parau.
Ria mengeluarkan seluruh benda yang di celana,.
Dompet basah,
Beberapa lembar uang yang basah,
Rokok yang basah juga sudah ada yang patah,jelas gak bisa dipake lagi.
Yang paling mengenaskan hp n-gage yang sudah wafat,
Ria mengernyit,ia tahu seberapa sayangnya Rudi dengan hp nya itu,.
Kini cuma menjadi bangkai.
Melihat itu semua Fio berlari ke kamar Ria,.
Mengambil rokok.tak lama Fio kembali,
"thanks.."kata Rudi yang dibakarkan rokok.
Ria,Fio juga membakar rokok.
Ria tahu ia tak perlu bertanya apa yang terjadi karena Rudi pasti menceritakanya,.
Betul saja Rudi mulai memaparkan apa yang terjadi.
*******
Aku memejamkan mata melihat truck yang sebentar lagi menghajar mobil ibuku.
Kupikir nyawaku telah melayang tapi yang ku dengar cuma makian seseorang..
"GOBLOOG!!! Mau mati lo!!"teriak seseorang di samping pengemudi truck.
Aku segera menepikan mobil sambil melihat truck yang mulai menjauh.
Kepalaku serasa berputar-putar.
melihat ke sekitar jalan tol yang lenggang,.
Di tempat ku menepi ada sungai yang tenang mirip rawa-rawa.
Aku keluar dari mobil berjalan linglung ke arah rawa-rawa.
Tanpa berpikir lagi aku menceburkan diri.
Aku tiduran sebentar di tepi rawa,mataku menatap langit.
Supir truck itu pasti lebih canggih dari aku skill mengemudinya.
Sayang sekali aku tak sempat melihat plat nomernya,
Ingin rasanya aku berterimakasih pada supir truck itu.
Sedikit lega,fresh,. Rasanya segar setelah menceburkan diri.
Walau shock masih kurasakan,..
Kali ini aku mengemudi perlahan-lahan mirip keong.
Perasaanku lega membagikan pengalamanku ke tim detektif ini,
Kini wajjah mereka yang pucat mendengarkan penuturanku dari awal aku meninggalkan kelas mereka sampai menceburkan diri ke rawa-rawa.
Kulihat Ria menenggak civas dari botolnya langsung dengan gemetar,botol itu direbut Fio yang ikut menenggak langsung.
Menghilangkan ketegangan seolah-olah mereka baru mengalami kejadianya.
Aku sangat terharu melihat betapa care mereka.
"sini botolnye,pada kesetanan apa minumnya!"kataku merebut botol.
tanpa kata-kata Ria,Fio memeluku.
Pelukan Ria sangat erat,takut kehilangan.
"Ya ampun Day.. Ma..ma..Maafin gua ya.."kata Ria terbata-bata mulai mengucurkan air mata.
Fio tak berkata-kata tapi tangisnya lebih histeris dari Ria,sambil nangis terus memukuli badanku.
"bego..bego..bego.."tangis Fio terus memukuliku.
"kenapa pada nangis sih? Ampun sakit tahu Fio.."kataku pura-pura kesakitan.
Aku menggeser posisi duduku yang tak enak,.
Sayangnya Ria tak mau melepaskanku,.
Civas ini keras tapi sangat manjur di situasi seperti ini,.
Ketegangan mulai menghilang dariku,
Kutaruh botol civas di sebelah hp yang sudah Menjadi bangkai.
"kok lo minta maaf sih Ria?"tanyaku tak mengerti.
"kalo gak gara-gara gua ngomel-ngomel gak jelas lewat sms,pasti lo gak ngalamin kejadian tadi.."isak Ria tangisnya menjadi-jadi.
"bego:.bego..bego.."kata Fio memeluku sambil terus memukul.
"ini nenek-nenek kenapa lagi?dari tadi bego..bego..??"kataku geli.
"lo tuh bego,.. Ngapain naik mobil ngebut-ngebut gitu?"cetus Fio melotot,bikin gemes lagaknya.
Aku berdiri menjatuhkan selimut,.
Handuk tetap kutaruh di pundak.
Sedikit berjalan,aku geli ama Ria yang terus memeluku.
"udah ah,gue kan fine-fine aje.."kataku berusaha melepaskan pegangan Ria.
"tapi gua masih takut Day.. Kalo lo kenapa-napa gua gimana?"tangis Ria memper erat pelukanya.
"yah kan ada Fio,kalo gue gak ada.."sahutku bingung.
"bego! Dasar cowok gak punya hati.. Gak peka perasaan cewek??"teriak Fio yang masih duduk di sofa,
melempar bungkus rokok ke kepalaku.
"ya..ya..ya gue ngerti, sekarang lepasin dulu..
"gak..! Gua mau ikut, kemanapun lo Day gua mau ikut.."isak Ria.
"ya tapi gue mau ngencing tauu.!"kataku putus asa.
"ikuut.."kata Ria tangisnya mereda,senyuman manja.
"gua juga ikuut."kata Fio memeluku lagi.
"aduh,..aduh,. Tiba-tiba gue mau boker nih!!"kataku (kentut) sakit perut.
Ria,Fio,melepaskan pelukanya sambil menutup hidung.
Terlepas dari mereka aku berlari ke kamar mandi tamu.
Mereka cuma bisa ngomel-ngomel gak jelas terkecoh actingku.
Menikmati semburan air hangat dari shower,.
Membersihkan diri dari rasa gatal-gatal.
Rasanya rawa-rawa masih menempel di seluruh badan.
Hanya berbalut handuk,aku melewati ruang tamu,
tangga melinkar,aku mengamati potret mal raksasa di kawasan jakarta,dibawah mal megah itu kontras lingkungan kumuh yang mencuci pakaian di pinggir kali.
sebelahnya kulihat lukisan seperti tinta tumpah.
Ini termasuk lukisan favorit Ria,
Aku tak percaya saat Ria bilang lukisan ini berubah menuruti suasana hati.
Sering aku kemari,makin percaya dengan omongan Ria.
Pernah ku melihat sebagai burung,kadang menjadi ibu menggendong bayi,
Sekarang terlihat nampak seperti kupu-kupu.
Aku terus melangkah menuju ruang keluarga.
Ria tiduran di sofa,Fio duduk di karpet menyender di pangkuanya ada kucing anggora gendut sekali.
"Ria.. Ada celana pendek gak?buat salin?"tanyaku geli melihat Tonk (nama si kucing gendut)
Fio berbalik menatap ke arahku tanganya masih mengelus-ngelus Tonk.
Tonk menjilat-jilat mulut sehabis disuapi makan.
aku berkidik ngeri melihat tatapan Fio yang sambil menjilat bibirnya,melihat ke arah handukku.
Ria senyuman nakal tanganya memainkan rambut.
Aku serasa kucing kampung di hadapan dua serigala buas.
"jadi maksud lo Day,dibalik handuk polos gitu?"tanya Fio menggoda.
Stress ngadepin nih cewek yang selalu menggoda,.
"ya..iyalah, mau lihat?atau takut?"tantangku kesal.
"takut?siapa takut?"sahut Fio berdiri mau menerkam.
"eeh, gue yang takut.!!"tukasku cepat,mundur beberapa langkah.
Ria tertawa cekikikan.
"bentar gua ambilin baju abang gua.."kata Ria.
"oh jangan takut gitu dong say, sini deket-deket ama tante.."ledek Fio.
Aku menghempaskan diri ke sofa.
Pusing kepala ngadepin mereka.
Otak pusing procesor tegangan tinggi.
Fio masih menatapku geli.
Ria melemparkan pakaian.
"tuh baju ama celana,. Sempaknya sekalian gak Sempak?"tanya Ria geli dengan leluconya sendiri.
"takut amat sih!.."kata Fio menggenggam procesorku.
aku melotot menepis tanganya.
"Wah..wah.. Marah-marah tapi tegang Day?"tanya Fio menggigit bibir.
"aaah!! Gila lo berdua.."teriaku berlari ke kamar mandi.
Mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal..
-------
malam ini akan nyaris mendekati penyiksaan,erotis.
Apapun akan lebih baik asalkan tidak terjebak di save house bersama dua wanita sempurna yang siap memangsamu.,.
Melihat mereka selalu membuat procesorku cukup keras,
Rasanya bisa membuat lubang di celanaku.
Jaga tanganku dan segalanya akan baik-baik saja.
Fio berjalan ke ruang keluarga,.
Tanganya memegang boneka koala dari mobil Rudi.
"buat apa sih nih boneka?disinikan banyak boneka Day? Ngapain lo nyuruh gua ngambil nih koala.??"protes Fio melempar boneka.
Ria berdiri disisi bar mengamati Rudi,matanya hangat di tambah bulu mata panjang.
Mata belo itu menyipit.
Rambut tebal hitamnya bergulir dari wajahnya,
dan jatuh dan bergelombang di sisinya. Dia,tampak sangat hot dan siap bertempur.
Aku mengotak-ngatik boneka,lama-lama merasa terganggu dengan pandangan Ria membakar tubuhku.
"apa lo berdua gak bisa ganti baju lain??"aku mengutuk pelan.
Ria dengan tank top ketat dan celana pendek katun terkecil,yang pernah kulihat.
Bermil-mil kulit halus lembut yang terpampang.
Fio tak kalah parah,kaos oblong yang sangat kebesaran warna putih,
Mungkin punya abangnya Ria.
Walaupun menutupi tubuhnya sampai ke paha,
Menutupi celana,entah itu bisa disebut celana menurutku itu celana dalam,.
Samar-samar terlihat lekukan dua air bag di kaosnya..
Fio menyenderkan pala dibahuku,aromanya nikmat.
Fio mengamatiku mengeluarkan kapas-kapas dari dalam boneka.
"pengennya sih gua gak pake baju Day kalo deket elo..!"bisik Fio menggigit telinga.
"hiii merinding gila,..!"kataku mendorongnya.
Jaga celanamu.. Jaga celanamu..
Sepertinya aku butuh mantra yang lebih kuat bukan cuma sekedar jaga celanamu..
Apa yang kubutuhkan sekarang adalah seember batu es dalam celana,dan penutup mata.
harus focus pada hal lain,atau takan bisa melewati malam ini.
"enaknya ngapai nih?"tanyaku menyesal setelah mengucapkanya.
"tadinya gua mau ngajak lo clubbing Day, yah.. Besok-besok ajalah.."Ria tiduran di karpet yang penuh bantal,meringkuk dengan kaki terselip di bawah dirinya.,
kepala di pahaku,
Dalam posisi itu, atasannya membentang ketat,pada bagian air bagnya,aku bisa melihat tonjolan kecil volume mixer yang menempel pada tank top.
Sial!.,sial!.,sial!,
Lampu di meja samping sebelah sofa memancarkan cahaya,kuning lembut ke seluruh ruangan.
Suasana ruangan ini membuat semakin berantakan.
Tanganku bergerak cepat mengeluarkan amplop dan tabung inex dari boneka yang sudah kumutilasi.
Fio duduk tegak dan melemparkan salah satu,bantal berbulu hijau di sofa kearah Ria.
"Apa tuh Day??"tanya Fio penasaran melihat lebih dekat.
Aku menjejerkan di meja,2 ji shabu-shabu.
3 gaw heroin.
4 gaw kokain.
"ini apa Day?"tanya Ria memegang tabung.
"itu inex punya lo, ini juga punya lo.."kataku memberikan 2 ji shabu-shabu.
Mata Ria menggelap memegang tabung inex.
"hem,. Murni kw 1,masih bubuk.. Kalo di cetak bisa jadi sekitar 25 butir..!"kata Ria menjilat sedikit inex di jarinya.
Aku terkagum-kagum ia bisa mengetahui dengan tepat kualitas dan berapa jumlah yang bisa di cetak.!
"lo masih punya stok insullin Ria?."tanyaku,biasanya kotak obat Ria lengkap isinya.
"ada, bentar gua ambil.."
"asiik sekalian bongnya coong,. Its Party time!!"teriak Fio girang.
Tatapanku mengikuti goyangan pinggul Ria saat ia bergegas ke ruang lain.
"Woi mas..mas sadar mas!?"Fio geli, disebelahku melambaikan tanganya.
Bolak-balik seperti tukang parkir.
Rasa panas membanjiri pipiku.
Tak lama Ria datang sambil berteriak-teriak.
"TOOONK!.. TONK!. Mana tuh kucing males..!"Ria mencari-cari Tonk membawa bong pecah di tanganya.
Tonk bermalas-malasan di singasananya,ranjang kecil disebelah Bupet.
"kenapa sih cong?"tanya Fio geli.
"di kotak obat nih gua naro bong di sebelahnya ada biskuit kucing,.
Tuh biskuit berantakan ama nih bong juga ancur..!"jelas Ria memelototi Tonk.
"pasti elo kan gendut??"tuduh Ria menunjuk Tonk.
Seolah tahu ketangkap basah,tonk menggeleng.
Aku,Fio tertawa geli sekali.
Ria ikut geli tapi tetap garang.
"ayo ngaku lo gendut..!"hardik Ria.
Tonk menyeringai menantang.
Ria ikut tersenyum mengejek.
"oke Tonk no more snack for you!!"kata Ria membanting bungkus biskuit dan menginjaknya.
Seperti tahu situasi kalah perang.
Tonk melingkar-lingkar di kaki Ria.
Mengagung-agunkan sang raja..
"dasar enut bandeel.."kata Ria lembut menaruh tonk kembali ke singgasananya.
Tonk di kelilingi oleh harta karun.
Taburan biskuit kesukaanya.
"gimana nih? Bongnya ancur lebur!."gerutu ria.
Aku menyarankan Ria membeli air gelas plastik,korek gas,jus kotak,dan permen karet.
Ria menggunakan telpon yang menempel di dinding menyuruh orang membeli pesananku.
Fio mulai mencari-cari lagu kesukaanya.
"secepatnya harus lo ganti tuh hp!"kata Ria disebelahku.
"ah.. Biar aja gak penting .!"sahutku datar.
"pentinglah!. Kalo gua mau ngubungin lo gimana?"tegas Ria memukul bahuku.
"duh.. Kan ada telpon rumah Ria??"sahutku takut-takut.
Melihat tatapanya yang buas.
Aku meralat perkataanku.
"ya.. Ya.. Besok gue beli hp lagi puas lo!"kataku sinis.
Telpon rumah berdering,Ria segera mengangkat.
"pak Jumri mau masuk bawa pesanan kita"kata Ria duduk di sofa.
Aku kelabakan,. Mau membereskan barang bukti di meja.
"santai aja Day! Gak usah di beresin."kata Ria datar.
Ah kalo sang ratu sudah berbicara seperti itu..
Aku mah nurut aja,.
Duh lupa aku baru ingat seharusnya kita makan dulu sebelum pesta yang gak karuan ini.
"permisi non Ria, non Fio, mas Rudi"sapa Jumri ramah berjalan mendekat.
Ria segera mengambil bungkusan di tangan Jumri.
"lapor non Ria, hasil test udah selsai.."
"apa hasilnya??"tanya Ria datar.
"5 mobil yang di test 3 di antaranya sama hasilnya dengan mobil mas Rudi.."jelas jumri.
Aku tercengang tak mengerti,Ria menjelaskan ia menyuruh Jumri melakukan test drive dengan 5 mobil yang sama dengan mobil ibuku.
Hasilnya dengan kecepatan 160km/jam.
3 diantaranya bernasib sama seperti mobil ibuku.
Aku hanya menggeleng bagaimana Ria bisa melakukan hal seperti itu.
"menurut beberapa pakar,memang mobil Fhuma Buatan KAI itu produk gagal non.."jelas Jumri.Ria cuma mengangguk.
setelah berpamitan Jumri meninggalkan ruangan.
Bersambung bab7
0