Kaskus

Story

vanjipengAvatar border
TS
vanjipeng
Aku, Kamu, Dia, dan IYKWIM
emoticon-afroWELCOME emoticon-afro


Ini cerita biasa, dari orang biasa. Cerita tentang seorang laki2 yang sok ingin mencicipi semuanya


Okeh gw mulai, judulnya gw ganti supaya ga mengundang hal2 yang negatif emoticon-Big Grin


Biar asik kita sambil dengerin lagu ini dulu emoticon-Metal





emoticon-Hot Newsemoticon-Hot News emoticon-Hot News


Cerita ini gw ceritakan dengan penuh percaya diri dan dengan bahasa yang kacau, mohon dianggap fiksi aja cerita nya ya gays emoticon-Betty (S)
Dan banyak terkandung istilah If you know what i mean emoticon-Big Grin


So if you dont know what i mean, please dont be rude!
*ga ngerti artinya padahal*


Aku, Kamu, Dia, dan IYKWIM


Okelah segitu dulu, untuk rulesnya emoticon-Metal

1. Ucapkan basmalah

2. Jangan lupa login

3. Ikuti grand rules nya SFTH!

4. Jangan OOT, OOT boleh dikit aja, jangan banyak2, kalo mau oot silakan mampir di lapak gw yang satu lagi (LAVAK)emoticon-Betty (S)

5. Jadwal update suka2 gw, jadi jangan ada yang minta apdetan yak, yang minta apdetan gw laporin ke INGE nanti emoticon-Betty (S) hahahahahak

6. Jadwal apdet tergantung pada situasi berikut:
a. jika gw ga males emoticon-Embarrassment
b. jika gw lagi libur kerja
c. ketika nyonya sudah tidur emoticon-Embarrassment
d. jika gw lagi ga banyak utang
e. jika malam bulan purnama
f. jika ga ujan
g. okeh, yang d sampe f ngaco, jangan dibaca hahahahahak emoticon-Betty (S)

7. Siapkan cemilan biar ga laper

8. Minum juga jangan lupa, nanti seret, apalagi kalo abis makan nastar, asli seret banget kalo ga minum

9. Dianjurkan jika sedang online di tempat kerja, jempol standby di alt dan kelingking di tab, biar cepet ngeclosenya kalo bos dateng

10. Di dalam cerita ini mungkin ada beberapa kata2 atau komen2 yang sedikit aneh sehingga pembaca diharapkan bijak untuk menanggapinya

11. Dianjurkan untuk usia 18+, jika sudah ada yang baca tapi masih di bawah 18+, saya selaku TS yang baik dan budiman (bukan merek bis AKAP) akan lepas tangan

12. Akhir kata, ENJOY dan SELAW emoticon-Metal


Salam

Vanjipeng
emoticon-Betty (S)




Quote:


Aku, Kamu, Dia, dan IYKWIM


Quote:




Here We Go emoticon-Big Grin

Spoiler for Season 1 (end):


Quote:


***


Quote:


***


Quote:


***
Diubah oleh vanjipeng 08-11-2014 20:46
bogalbogel28Avatar border
milhamhudiya066Avatar border
oktavpAvatar border
oktavp dan 27 lainnya memberi reputasi
24
1.4M
3.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
vanjipengAvatar border
TS
vanjipeng
#361
Almost
Ketika ibunya membuka pintu depan, dia pun menoleh lagi ke arah gw sambil berucap.

Ibunya: Nanti kalo kamu mau kerja di samsat, tante udah siapin rumah buat kalian berdua di daerah Citra Garden.
Gw: emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) *kaget
Ibunya: Langsung aja diresmiin hubungan kalian, kan udah lumayan lama kalian deketnya, tante rasa udah pas waktunya buat kalian ke jenjang lebih lanjut emoticon-Smilie *langsung masuk
Gw: emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) *makin kaget

...


Tuh kan bener pasti ada apa2nya nih. Akhirnya gw cuma bisa diam dan kaget sama ucapan ibunya barusan.

Yang ada di pikiran gw saat itu adalah.

"Anjrit! gw masih umur segini disuruh nikah, gimana nasibnya masa muda gw, gimana nasib terapis2 yang menanti kehadiran gw setiap minggu. Ah gw belum bisa meninggalkan itu semua. Pernikahan kan sesuatu yang sakral, dan gw merasa masih belum pantas untuk itu. Gw belum bisa menjadi seorang laki2 yang mampu memimpin sebuah keluarga, gw belum bisa dikatakan sebagai pribadi yang baik. Gw masih labil, gw masih mau mencicipi semua yang ada di dunia, mulai dari sakit, sedih, senang dan semuanya. ARGHHH!! Gw belum mampu kalo disuruh nikah umur segini!", ucap gw membatin.

Fitri: Eh kamu

Ucapan Fitri pun menyadarkan gw dari lamunan.

Gw: Eh, i. iya
Fitri: Kamu pikirin tuh kata mama aku ya emoticon-Big Grin
Gw: Iya *jawab gw singkat

Ini dia yang bikin gw takut, gw takut kalo hubungan gw sama Fitri menjadi serius. Ya, gw memang ingin hubungan gw sama dia menuju ke arah sana, tapi ga secepat ini, gw butuh seenggaknya beberapa tahun lagi, atau mungkin beberapa waktu lagi sehingga gw cukup dan merasa sanggup untuk membangun keluarga kecil gw sendiri.

Cukup lama gw terdiam memikirkan tawaran ini. Fitri pun beranjak dari sebelah gw menuju ke pangkuan gw. Dia mengusap2 rambut gw, sedangkan gw masih terdiam dan berpikir keras.

Ga berapa lama Fitri mulai mencium kening gw, lalu turun ke pipi dan langsung ke bibir. Sontak gw langsung tersadar dari diam gw yang cukup lama. Gw nikmati ciuman ini, gw resapi. Ya inilah sosok yang selama 3 tahun ini ada buat gw. Disaat gw senang dan disaat gw paling sedih dia selalu ada.

Tapi apakah ini cukup untuk menjadikan alasan buat gw untuk membina suatu keluarga kecil untuk selama2nya bersama dia. Tiba2 perasaan gw pun bimbang. Banyak pikiran2 bias yang muncul di otak gw. Pikiran2 tentang keyakinan perasaan gw ke Fitri.

Bukan! Bukan masalah perasaan. Gw cukup yakin dengan perasaan gw, dia mampu melewati susah dan senang dengan gw selama bertahun2. Dan gw yakin kalo ke tahap yang lebih serius kita pasti akan berhasil. Melihat perubahan sikap Fitri yang menuju kedewasaan menjadi bahan pertimbangan gw.

Tentu bukan masalah perasaan! Ini masalah gengsi. Ini masalah prinsip. Gw seorang laki2. Gw ga boleh bergantung dengan orang lain. Kalo gw berkeluarga terus masih bergantung dengan orang lain apakah gw pantas disebut sebagai kepala keluarga yang baik kelak. Gw harus berdiri di kaki gw sendiri. Dan saat ini gw masih belum bisa melakukannya.

Gw pun terus berpikir keras di dalam hati dan otak gw. Sementara gw berpikir, Fitri pun seolah belum rela untuk melepaskan bibirnya dari gw. Tak terasa tangannya sudah asik merangsek ke dalam jeans gw. Gw yang hampir ga menyadari hal itu pun terbebas dari lamunan. Gw nikmati itu. Dan gw alihkan fokus gw ke Fitri.

Ya gw pun seolah ga mau kalah dengan apa yang Fitri sedang kerjakan. Gw pun menyibukan tangan gw ke setiap jengkal tubuh Fitri.

Kita pun terbawa suasana. Dan masih di teras depan rumahnya, yang ditutupi oleh pagar rumah dia yang cukup tinggi, sehingga orang luar pun ga bisa untuk melihat ke dalam.

Setelah puas bermain dengan celana gw, dia pun membuka kancing jeans gw. Gw pun melakukan hal yang sama, gw buka kancing celana gemes dia. Kita lanjutkan ciumannya, kali ini lebih panas dari yang tadi. Dan tiba2 gw lupa akan apa yang sedang gw pikirkan tadi.

Gw lebih fokus dengan sesosok di depan gw yang sedang duduk diatas pangkuan gw. Cukup lama kami berciuman. Dan tak terasa bagian bawah kami sudah tak ada yang menutupi. Seolah tanpa instruksi dia pun mencoba untuk mengangkat sedikit badannya, dan saat penikaman akan terjadi gw merasakan sesuatu.

Ya sesuatu yang "membel", yang menghalangi jalan gw untuk masuk kesana. Setiap dia berusaha untuk memaksanya, dia meringis keakitan. Jujur pada saat itu gw horny banget, tapi melihat dia meringis seperti itu, gw jadi ngerasa ga tega. Mungkin kejadiannya akan berbeda kalo gw melakukan dengan terapis, pasti udah langsung tikem, ga pake ba bi bu. Tapi saat itu beneran gw ga tega sama sekali melihat Fitri meringis kesakitan sambil berusaha memasukannya. Rasa ini mungkin yang gw sebut sayang, karna gw ga suka kalo seseorang yang gw sayang tersakiti bagaimanapun keadannya.

Dan akhirnya gw sedikit memundurkan badan Fitri menjauhi badan gw. Dan dia pun mengerti. Kita pun melanjutkan apa yang sudah terlanjur terjadi. Dia mengelarkan gw dengan cara seperti "biasa" emoticon-Embarrassment.

Ga berapa lama gw pun kelar. Kita pun segera merapikan celana kita masing2. Setelah itu kita berdua cuma duduk diam, seolah masih membayangkan apa yang seharusnya terjadi tadi kalau gw ga menyuruh dia untuk memundurkan sedikit badannya.

Tapi yang ada di pikiran gw saat itu bukan tentang kejadian "hampir nikem" Fitri, tapi entah kenapa ingatan gw seolah kembali, kembali mengenai masalah kerjaan dan jenjang yang lebih serius.

Ini momok paling besar buat gw. Gw takut salah mengambil keputusan. Gw pandangi Fitri yang masih mencoba mengatur laju nafasnya. Seingat gw, dia ga pernah sehorny ini, sampe mau2nya untuk memaksakan masuk padahal dia kesakitan. Hmm.

Tapi satu yang bisa gw pastikan. Segel aman! Proven! Mission Accomplished! emoticon-Peace

...
pulaukapok
Gresta
oktavp
oktavp dan 6 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.