- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#1022
STAGNANT
I need someone to live for
Something to die for
Because this crazy life
Is getting to me
Don't want to play the part
Of a man with a broken heart
Somebody help me find a way
To release the aggression inside
It's so cold in this lonely room
Sitting around thinking of you
And I'm alone just talking to myself
Trying to find the answers but to no avail
Never moving
Never changing
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Never moving
Never changing
Life is just a game they say
And what if I don't want to play no more
Such a high price to pay
Come inside or get away from that door
We've got to make a change
We got to rearrange
Because this stagnant life
Is getting to me
Like a river must flow
It's time to let myself go
Nobody made me choose the life
I chose to live anyway
Forever moving
Forever changing
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Forever moving
Forever changing
Something to die for
Because this crazy life
Is getting to me
Don't want to play the part
Of a man with a broken heart
Somebody help me find a way
To release the aggression inside
It's so cold in this lonely room
Sitting around thinking of you
And I'm alone just talking to myself
Trying to find the answers but to no avail
Never moving
Never changing
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Never moving
Never changing
Life is just a game they say
And what if I don't want to play no more
Such a high price to pay
Come inside or get away from that door
We've got to make a change
We got to rearrange
Because this stagnant life
Is getting to me
Like a river must flow
It's time to let myself go
Nobody made me choose the life
I chose to live anyway
Forever moving
Forever changing
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Blank stares at the blank walls
Drill a deep hole in my empty soul
Forever moving
Forever changing
DEATH ANGEL
Spoiler for STAGNANT:
Quote:
Hari demi hari gwa lewati, tanpa terasa gwa udah ngelewatin UTS aja dikampus baru. Dan lo pada mau tahu hasil2 UTS gwa, rata2 dapet nilai B sob, ada sedikit nilai A dan C. Anjriittt, gwa kagak nyangka otak gwa bisa semoncer itu, padahal jujur, gwa kagak ada ngebet2an selama ujian, asli kemampuan dari gwa sendiri. Dan ternyata omongan Felisha sedikit banyak ada benernya, kalo ngambil kuliah kelas karyawan pelajarannya nga seberat kelas reguler. Yang penting rajin masuk dan nga ketinggalan ngikutin materi kuliah, maka ujiannya nga jauh2 menyimpang dari materi yang lo ikutin. Dan ini bener2 bikin gwa semangat buat jalanin kuliah gwa yang udah banyak ketinggalan dikampus yang lama.
Sehingga sedikit banyaknya gwa jadi mikir lagi, apakah selama 6 tahun ngejalanin kuliah di kampus yang lama gwa itu murni cuma males2an aja dan selalu berlindung dibalik alasan 'ini bukan jurusan pilihan gwa'? Geblek dah, kalo segala sesuatu itu dijalanin dengan serius dan fokus sambil menggabaikan rasa nga suka yang ada dihati, ternyata bisa berbuah dengan manis juga kok. Dan gwa bisa membuktikannya saat itu.
Apalagi boleh dibilang gwa udah bersih banget dari efek2 sugesti putaw dan shabu. Rasa pengen make lagi yang selalu menganggu gwa setelah ngejalanin rehab tempo hari bener2 udah hilang dari otak dan pikiran gwa. Tambahan lagi badan gwa udah mulai berisi, walau gwa nga bisa balikin badan gwa yang dulu sempet lumayan berotot ketika masih rajin nge-gym, tapi paling nga badan gwa udah nga kurus kering lagi macem korban busung lapar.
Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal itu, gwa harus ngambil resiko gwa jadi manusia goa. Nga sekalipun gwa nginjekin kaki gwa ke tongkrongan rumah gwa yang sedikit banyaknya punya pengaruh untuk ngejadiin gwa pecandu dulunya. Kalopun gwa pulang kerumah, sama sekali gwa nga keluar2 alias mendem dikamar aja atau bercengkrama sama keluarga gwa. See, efeknya ternyata bagus khan, gwa jadi makin deket sama keluarga gwa, terutama sama nyokap gwa. Dan gwa juga nga keberatan karena itu gwa harus ketinggalan berita seputar dunia pergaholan yang hedon itu. 
Dan mumpung gwa bisa deket2an sama nyokap dan bisa mesra2an, gwa coba ngajuin proposal lama gwa yang dulu sempet ditolak sama nyokap gwa. Proposal itu apalagi sih, kalo bukan surat ijin pacaran dan bisa ngebawa pacar gwa maen2 kerumah gwa. Yaelah, masa iya gwa yang udah segede ini masih juga kagak diijinin pacaran secara terang2an alias kagak backstreet kayak waktu pacaran sama Dinda dulu. Tambahan lagi gwa udah mulai melihat titik terang sama kuliah gwa, masa iya sih dengan ngasih kabar gembira hasil UTS gwa yang wokeh ini hati nyokap gwa nga tergerak juga?
"Apa ini Ky?" tanya nyokap gwa ketika nerima selembar kertas hasil UTS gwa pada suatu sore dihari minggu.
"Ini hasil ujian tengah semester kemaren mah, liat dong nilai2nya" kata gwa sambil duduk disebelah nyokap tercinta.
"Hmmmm, banyak B-nya nih Ky. Waahhh, bagus2 nih nilai kamu nak?" puji nyokap gwa dengan bangga.
"Haisshh, anak siapa dulu dong maahhh." sahut gwa kesenengan.
"Nah, ini kamu bisa ngikutin kuliah yang bener. Jadi kemaren itu apa kabarnya kamu?"
"Yaahh, udah lah mah, yang kemaren2an nga usah dibahas lagi. Yang penting sekarang khan Lucky udah serius kuliahnya dan buktinya bisa mamah liat sekarang"
"Iyaaa, kamu pertahankan terus hasilnya kayak ini ya, nak. Pokoknya kamu harus bisa selesai ya. Apalagi adek kamu si Lanny katanya semester ini udah mau ngajuin skipsinya. Jangan sampe kalah kamu sama adekmu ya?" nyokap gwa ngewanti2.
"Siyap maahhh, Lucky janji bakal selesaiin secepatnya kok"
"Iya Ky, inget sama umur kamu lho. Kamu tuh udah nga muda lagi lho, hehehehehe" ledek nyokap mengingatkan.
"Iyaa maahhhh. Ehm, mah, kalo ngomongin masalah umur Lucky yang udah nga muda ini, pantes nga sih kalo Lucky masih belum punya pacar?" ahahaha, mumpung ada sela, gwa langsung kepokok masalahnya.
"Hmmm..." nyokap gwa cuma berdehem sambil ngeliatin gwa dari balik kacamata bacanya.
"Emang mamah nga malu apa ngeliat anak bujangnya yang ganteng ini belum laku2?" gwa coba memancing sedikit harga dirinya. Muahahahahaha.
"Lho, emangnya kamu ngerasa malu belum laku2, nak?" nyokap gwa balik bertanya.
"Ya, malu lah, mah. Stress malah mah, apalagi kalo ngeliat temen2 Lucky pada dua2an sama pacarnya. Sedih deh mah" keluh gwa sambil ngedusel dibahu nyokap gwa, pokoknya segala cara gwa jabanin demi ngedapetin restu dari nyokap.
"Ah, masa' sih? Bukannya kemaren kamu punya pacar, nak? Sekarang masih jalan apa udah putus?" tanya nyokap gwa tanpa diduga2.
Gwa jelas kaget dengerin perkataan nyokap gwa ini. Ternyata walaupun nyokap nga ngasih ijin gwa pacaran secara terang2an didepannya, nyokap tetap tahu kalo gwa masih jalan sama Dinda dibelakangnya. Jadi, nyokap nga ngelarang gwa pacaran diluaran, selama pacar gwa itu nga gwa bawa2 kerumah. Aneh emang kedengerannya, dan mungkin sedikit kejam bagi gwa. Tapi itulah kenyataan yang gwa terima saat itu.
"Udah putus mah, abis mamah nga ngijinin Lucky bawa dia kerumah sih, jadinya Lucky diputusin deh tuh" keluh gwa lagi, terus nyari2 sela.
"Hehehehehe, itu namanya belom jodoh Ky. Lagian, kalian khan baru cinta monyet doang, ngapain juga sih pake dikenal2in segala ke mamah?" elak nyokap gwa. Tapi gwa tetap ngerasa kalo bukan itu alesan sebenernya dari nyokap gwa. Tetap selalu misterius jawabannya kalo udah nyangkut pembahasan soal pacar kayak gini.
"Ah, mamah mah selalu ngomong kayak gitu mulu deh ke Lucky, padahal yang kemarenan itu Lucky serius mah, udah bukan cinta monyet lagi namanya." gwa terus ngasih argumen.
"Udah ah, nga usah ngebahas ginian melulu" jawab nyokap gwa menutup pembahasan ini.
"Yaa, mamah, tapi Lucky khan pengen ngerasain pacaran kayak temen2 yang laen maaahhh. Kenapa sih mah?" dan gwa pun mulai merengek.
"Lho, apa iya selama ini mamah ngelarang kamu pacaran Ky? Nga khan?" tanya nyokap sambil menatap tajam pada gwa.
"Emang mamah nga ngelarang sih, tapi khan Lucky pengen juga bisa ngenalin pacar Lucky ke mamah dan sesekali bisa main ke rumah mah. Maksud Lucky seperti itu mah, pacaran dengan seijin mamah, bukannya backstreet kayak yang selama ini" gwa mulai sedikit narik urat leher.
"Lucky, denger ya. Dari dulu mamah nga pernah ngelarang kamu pacaran, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya bawa pacar kamu itu kerumah mamah begitu aja. Mamah nga mau nanti rumah ini dipake buat hal2 yang nga pantes sama kamu dan pacarmu nantinya" nyokappun udah mulai menarik urat lehernya.
"Yeee, si mamah salah paham deh. Lagian, maksud Lucky bawa pacar kerumah juga nga buat mesum2an kali. Nga lah mah, Lucky pacaran mah bukan buat urusan yang satu itu doang maahh" gwa sedikit nyolot dituduh kayak gitu, "tapi Lucky cuma pengen restu dari mamah. Paling nga Lucky tau, kalo mamah ngerestuin Lucky pacaran. Itu aja kok mah"
"Udahlah. Mamah cuma minta satu hal dari kamu, selesaiin aja kuliah kamu itu. Habis itu silahkan deh kamu minta restu dari mamah." jawab nyokap dengan diplomatis.
"Yaaa, kelamaan dong mah, nanti keburu disamber orang tuh ceweknya. Emang sambil jalan aja nga bisa sih? Lagian, Lucky udah bisa buktiin ke mamah tadi, kalo kuliah Lucky lancar jaya aja. Boleh ya, maahhh. Plzzzz" gwa kembali merengek.
Tapi nyokap gwa nga ngejawab rengekan gwa ini. Nyokap cuma diam dan kembali pada kesibukkannya semula, ngebaca majalah kesayangannya. Dan kalo nyokap udah ngambil sikap seperti itu, diam dan menyibukan dirinya sendiri, berarti tandanya nyokap udah mengakhiri pembahasan yang kita obrolin ini. Walaupun didada gwa ini masih menggayut banyak pertanyaan dan argumen, tapi nyokap gwa udah menyudahinya dengan sepihak. Sehingga gwa cukup mengambil kesimpulan sendiri dari hasil obrolan kita di minggu sore itu, kalo gwa masih belum dapet restu dari nyokap gwa untuk bisa ngenalin pacar gwa ke orang tua gwa sendiri. Walaupun, nyokap gwa nga ngelarang gwa pacaran, tapi untuk urusan restu tetap nga ada jalan keluarnya. Emang aneh kemauan dari nyokap gwa ini, tapi itulah kenyataan yang gwa hadapi selama ini.
******************************
Witing tresno jalaran soko kulino.
Yang kurang lebih arti dari pepatah jawa ini adalah cinta tumbuh karena terbiasa. Karena terbiasa ketemu hampir tiap hari dikost2an, maka tumbuhlah rasa cinta itu. Karena udah biasa berbagi suka dan duka, maka tumbuhlah rasa cinta itu. Karena terbiasa berbagi cerita, canda, tawa dan tangis, maka tumbuhlah rasa cinta. Sehingga, saking seringnya terbiasa dengan hal2 seperti itu, mungkin lambat laun rasa cinta itu mulai tumbuh diantara kita. Halagh!
Apalagi makin hari hubungan diantara kita ini makin dekat aja. Apalagi sejak gwa direhab dan Felisha ngebaca abis jurnal harian gwa, sikapnya jadi jauh berbeda dari sebelumnya. Apakah emang dari awalnya Felisha suka sama gwa? Rasanya gwa nga mau nebak2 dan ke ge-eran karena itu. Tapi yang pasti gwa pun nga menolak sikapnya itu, karena bagaimanapun juga status gwa jomblo dan sedikit mesum, wajar aja kalo gwa malah menyambut sikapnya itu dengan senang hati.
But wait, tapi apakah bener apa yang gwa rasain tentang Felisha itu atas nama cinta? Sebuah kata yang terangkai dengan 5 huruf. Sebuah kata yang selalu gwa anggap sakral, tapi selalu terdengar absurd ditelinga dan hati gwa. Dan semakin absurd dan nga jelas setelah gwa coba memahami 5 huruf tersebut ketika bersama dengan Dinda dulunya. Dan sekali lagi, gwa nga lagi menyetujui kata2nya Soe Hok Gie, yang tetap nga percaya kalau ada yang namanya cinta sejati. Karena bagaimanapun gwa emang nga setuju dengan pendapatnya itu dan tetap percaya kalo cinta sejati itu emang ada dan nyata. Sehingga sedikit banyak gwa bertanya2, apakah ada cinta sejati itu untuk gwa dari Felisha?
Okelah, kalo emang itu bukan atas nama cinta. Tapi gwa akuin, gwa emang udah jatuh hati sama cewek yang senyumannya itu selalu membuat hati gwa adem. Gwa jatuh hati sama cewek yang kedua bola mata bulatnya itu selalu memancarkan kilaunya berjuta sinar2 bintang yang terkumpul disitu. Ya, gwa nga bisa bohongin hari gwa ini, kalo gwa memang jatuh hati sama dia dan nga bisa mengabaikannya begitu saja. Gwa nga bisa mengabaikan perhatian gwa ketika dia menyibakan rambut panjangnya dengan tangannya. Gwa nga bisa mengabaikan perhatian gwa ketika wajahnya mulai dibasahi oleh bulir2 keringat ketika lagi makan. Aaahh, semua gambaran tentang dirinya yang tertangkap oleh mata, nga bisa gwa abaikan dan hapuskan semua dari memory gwa. Semua tertanam begitu mendalam diotak gwa, sehingga nga ada kata lain untuk mengambarkan semua itu selain Felisha sempurna dimata gwa. Ya dia begitu sempurna dimata gwa, walaupun gwa tahu definisi sempurna seorang wanita tentang berbeda2 dimata tiap pria yang mengaguminya. Tapi Felisha udah memenuhi persyaratan itu dimata gwa.
So, gwa musti nunggu apalagi buat nembak Felisha? Okelah, gwa sadar kalo gwa punya masalah dengan ge-er, yang suka salah mengartikan kebaikan dari seorang cewek terhadap diri gwa. Tapi gwa udah mengenal cewek ini hampir 1 tahun, dengan perhitungan kurang lebihnya 6 bulan jaim2an karena gwa masih sama Dinda waktu itu, tapi sisanya Felisha udah tau kalo posisi adalah jomblo. Dan dari semua sikapnya terhadap gwa, rasanya gwa udah nga bisa ge-eran lagi kalo dia emang suka sama gwa. Kalo gwa mah nga usah ditanya lagi, dari awalpun gwa emang udah suka sama Felisha, paling nga gwa udah kepincut sama bodynya yang semok dan bohay itu. Wakakakakaka
Trus, musti nunggu sampai kapan lagi Ky? Keburu dia capek kelamaan nunggu ditembak sama lo dan akhirnya berpindah kelain hati. Yup, karena gwa lihat Felisha bukan type cewek yang aktif, yang bertolak belakang sama Dinda yang sedikit aktif dan bisa membangkitkan keberanian gwa untuk nembak dia waktu itu. Gwa ngerasa Felisha itu type cewek yang nunggu, sehingga untuk nembak cowok duluan nga bakal ada dalam kamus hidupnya.
Aarrrggghhh, gwa bingung. Sumpah gwa bingung saat itu. Disatu sisi gwa pengen banget nembak Felisha dan pengen jadiin dia pacar gwa. Tapi disisi lain gwa punya satu pertanyaan yang begitu mengganggu, apakah kalo gwa ngejalin hubungan dengan Felisha nantinya bakal berakhir ngenes kayak waktu sama Dinda dulu? Asli, akhir hubungan gwa yang ngenes itu sedikit banyak mengganggu proses move on gwa. Terutama ketika gwa harus membuka diri dan menjalin sebuah hubungan yang baru lagi. Rasanya gwa masih pengen menikmati masa jomblo gwa ini lebih lama lagi, sampe gwa ngerasa bener2 siap untuk menerima kehadiran seorang cewek dikehidupan gwa.
Selain itu, gwa emang ngerasa keadaan itu terasa begitu cepat datangnya. Ketika gwa ngerasa masih belum siap buat menata diri gwa, tiba2 Felisha hadir disisi gwa dengan segala kebaikan2 dan kelebihan2nya itu. Dan nampaknyapun dia udah nga sabaran untuk mendapatkan kepastian dari gwa. Sedangkan gwa, bukan type cowok yang suka diburu2. Semua musti dalam timbangan rasa dan perhitungan yang mantap. Tambahan lagi gwa udah ngerasain gimana pedesnya diselingkuhin, tentu makin ngebikin gwa makin malas aja untuk mengambil keputusan yang serba diburu2 dan tergesa2. Makin ribet khan?!
Dan satu hal lagi yang jadi ganjalan gwa, apalagi kalo bukan restu dari orang tua gwa, terutama nyokap. Gwa nga bisa mengabaikan hal yang satu itu. Karena sedikit banyaknya gwa ngambil banyak pelajaran dari restu nyokap gwa yang nga kunjung keluar ini, bahwa itu jadi point terpenting dalam menjalin sebuah hubungan. Dan gwa sadar sesadar2nya, kalo Dinda bisa nyelingkuhin gwa karena restu dari nyokap yang nga kunjung gwa kantongin. Okelah, gwa nekad nembak Felisha dan mengabaikan masalah restu nyokap gwa, tapi sampai kapan kita nga akan mempermasalah hal itu didepannya nanti. Mungkin untuk 6 bulan atau satu tahun kedepan kita masih bisa ketawa-ketiwi tanpa mikirin hal yang satu itu, tapi setelah itu apakah nga mungkin hal itu akan terlontar juga ketika kita lagi mendiskusikan tentang masa depan dari hubungan kita ini? Iya nga sih?
Lagian, pacaran yang bakal gwa jalanin nanti itu khan udah nga bisa dibilang cinta monyet lagi. Kita udah sama2 dewasa, dalam artian umurnya udah 20-an lebih, udah nga waktunya lagi pacaran yang cuma haha-hehe doang. Yang cuma yayang2an dan gemes2an tiap ketemu, diseling sedikit gejal-gejol kalo emang pada nga bisa jaga napsu, lalu bubar jalan ketika udah ngerasa nga cocok tanpa ada beban yang tertinggal didada. Singkat kata, bukan pacaran seneng2an belaka tanpa arah tujuan ke masa depan gitu deh.
Nga, bukan pacaran kayak gitu yang terbayang dikepala gwa. Karena seiring dengan bertambahnya usia, apalagi cewek, tuntutannya jelas udah bukan sekedar haha-hehe doang. Pasti akan ada pelaminan yang bakal menunggu diujung hubungan kita nantinya. Percaya deh, apa yang ada dipikiran gwa ini bukan cuma sekedar paranoid belaka. 
Jadi, kurang lebih seperti itulah, kenapa gwa masih juga masih belum berani nembak Felisha. Kenapa gwa kelihatan lambat membalas respon dari Felisha. Gwa nga nga peka, rasanya nga juga tuh. Gwa ngerasa udah jelas dengan sikapnya Felisha akhir2 itu sama gwa. Tapiii.... Doohhh, ribeeetttttttt!!!!!
Sehingga sedikit banyaknya gwa jadi mikir lagi, apakah selama 6 tahun ngejalanin kuliah di kampus yang lama gwa itu murni cuma males2an aja dan selalu berlindung dibalik alasan 'ini bukan jurusan pilihan gwa'? Geblek dah, kalo segala sesuatu itu dijalanin dengan serius dan fokus sambil menggabaikan rasa nga suka yang ada dihati, ternyata bisa berbuah dengan manis juga kok. Dan gwa bisa membuktikannya saat itu.
Apalagi boleh dibilang gwa udah bersih banget dari efek2 sugesti putaw dan shabu. Rasa pengen make lagi yang selalu menganggu gwa setelah ngejalanin rehab tempo hari bener2 udah hilang dari otak dan pikiran gwa. Tambahan lagi badan gwa udah mulai berisi, walau gwa nga bisa balikin badan gwa yang dulu sempet lumayan berotot ketika masih rajin nge-gym, tapi paling nga badan gwa udah nga kurus kering lagi macem korban busung lapar.
Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal itu, gwa harus ngambil resiko gwa jadi manusia goa. Nga sekalipun gwa nginjekin kaki gwa ke tongkrongan rumah gwa yang sedikit banyaknya punya pengaruh untuk ngejadiin gwa pecandu dulunya. Kalopun gwa pulang kerumah, sama sekali gwa nga keluar2 alias mendem dikamar aja atau bercengkrama sama keluarga gwa. See, efeknya ternyata bagus khan, gwa jadi makin deket sama keluarga gwa, terutama sama nyokap gwa. Dan gwa juga nga keberatan karena itu gwa harus ketinggalan berita seputar dunia pergaholan yang hedon itu. 
Dan mumpung gwa bisa deket2an sama nyokap dan bisa mesra2an, gwa coba ngajuin proposal lama gwa yang dulu sempet ditolak sama nyokap gwa. Proposal itu apalagi sih, kalo bukan surat ijin pacaran dan bisa ngebawa pacar gwa maen2 kerumah gwa. Yaelah, masa iya gwa yang udah segede ini masih juga kagak diijinin pacaran secara terang2an alias kagak backstreet kayak waktu pacaran sama Dinda dulu. Tambahan lagi gwa udah mulai melihat titik terang sama kuliah gwa, masa iya sih dengan ngasih kabar gembira hasil UTS gwa yang wokeh ini hati nyokap gwa nga tergerak juga?

"Apa ini Ky?" tanya nyokap gwa ketika nerima selembar kertas hasil UTS gwa pada suatu sore dihari minggu.
"Ini hasil ujian tengah semester kemaren mah, liat dong nilai2nya" kata gwa sambil duduk disebelah nyokap tercinta.
"Hmmmm, banyak B-nya nih Ky. Waahhh, bagus2 nih nilai kamu nak?" puji nyokap gwa dengan bangga.
"Haisshh, anak siapa dulu dong maahhh." sahut gwa kesenengan.
"Nah, ini kamu bisa ngikutin kuliah yang bener. Jadi kemaren itu apa kabarnya kamu?"
"Yaahh, udah lah mah, yang kemaren2an nga usah dibahas lagi. Yang penting sekarang khan Lucky udah serius kuliahnya dan buktinya bisa mamah liat sekarang"
"Iyaaa, kamu pertahankan terus hasilnya kayak ini ya, nak. Pokoknya kamu harus bisa selesai ya. Apalagi adek kamu si Lanny katanya semester ini udah mau ngajuin skipsinya. Jangan sampe kalah kamu sama adekmu ya?" nyokap gwa ngewanti2.
"Siyap maahhh, Lucky janji bakal selesaiin secepatnya kok"
"Iya Ky, inget sama umur kamu lho. Kamu tuh udah nga muda lagi lho, hehehehehe" ledek nyokap mengingatkan.
"Iyaa maahhhh. Ehm, mah, kalo ngomongin masalah umur Lucky yang udah nga muda ini, pantes nga sih kalo Lucky masih belum punya pacar?" ahahaha, mumpung ada sela, gwa langsung kepokok masalahnya.
"Hmmm..." nyokap gwa cuma berdehem sambil ngeliatin gwa dari balik kacamata bacanya.
"Emang mamah nga malu apa ngeliat anak bujangnya yang ganteng ini belum laku2?" gwa coba memancing sedikit harga dirinya. Muahahahahaha.
"Lho, emangnya kamu ngerasa malu belum laku2, nak?" nyokap gwa balik bertanya.
"Ya, malu lah, mah. Stress malah mah, apalagi kalo ngeliat temen2 Lucky pada dua2an sama pacarnya. Sedih deh mah" keluh gwa sambil ngedusel dibahu nyokap gwa, pokoknya segala cara gwa jabanin demi ngedapetin restu dari nyokap.

"Ah, masa' sih? Bukannya kemaren kamu punya pacar, nak? Sekarang masih jalan apa udah putus?" tanya nyokap gwa tanpa diduga2.
Gwa jelas kaget dengerin perkataan nyokap gwa ini. Ternyata walaupun nyokap nga ngasih ijin gwa pacaran secara terang2an didepannya, nyokap tetap tahu kalo gwa masih jalan sama Dinda dibelakangnya. Jadi, nyokap nga ngelarang gwa pacaran diluaran, selama pacar gwa itu nga gwa bawa2 kerumah. Aneh emang kedengerannya, dan mungkin sedikit kejam bagi gwa. Tapi itulah kenyataan yang gwa terima saat itu.
"Udah putus mah, abis mamah nga ngijinin Lucky bawa dia kerumah sih, jadinya Lucky diputusin deh tuh" keluh gwa lagi, terus nyari2 sela.

"Hehehehehe, itu namanya belom jodoh Ky. Lagian, kalian khan baru cinta monyet doang, ngapain juga sih pake dikenal2in segala ke mamah?" elak nyokap gwa. Tapi gwa tetap ngerasa kalo bukan itu alesan sebenernya dari nyokap gwa. Tetap selalu misterius jawabannya kalo udah nyangkut pembahasan soal pacar kayak gini.
"Ah, mamah mah selalu ngomong kayak gitu mulu deh ke Lucky, padahal yang kemarenan itu Lucky serius mah, udah bukan cinta monyet lagi namanya." gwa terus ngasih argumen.
"Udah ah, nga usah ngebahas ginian melulu" jawab nyokap gwa menutup pembahasan ini.
"Yaa, mamah, tapi Lucky khan pengen ngerasain pacaran kayak temen2 yang laen maaahhh. Kenapa sih mah?" dan gwa pun mulai merengek.
"Lho, apa iya selama ini mamah ngelarang kamu pacaran Ky? Nga khan?" tanya nyokap sambil menatap tajam pada gwa.
"Emang mamah nga ngelarang sih, tapi khan Lucky pengen juga bisa ngenalin pacar Lucky ke mamah dan sesekali bisa main ke rumah mah. Maksud Lucky seperti itu mah, pacaran dengan seijin mamah, bukannya backstreet kayak yang selama ini" gwa mulai sedikit narik urat leher.
"Lucky, denger ya. Dari dulu mamah nga pernah ngelarang kamu pacaran, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya bawa pacar kamu itu kerumah mamah begitu aja. Mamah nga mau nanti rumah ini dipake buat hal2 yang nga pantes sama kamu dan pacarmu nantinya" nyokappun udah mulai menarik urat lehernya.
"Yeee, si mamah salah paham deh. Lagian, maksud Lucky bawa pacar kerumah juga nga buat mesum2an kali. Nga lah mah, Lucky pacaran mah bukan buat urusan yang satu itu doang maahh" gwa sedikit nyolot dituduh kayak gitu, "tapi Lucky cuma pengen restu dari mamah. Paling nga Lucky tau, kalo mamah ngerestuin Lucky pacaran. Itu aja kok mah"
"Udahlah. Mamah cuma minta satu hal dari kamu, selesaiin aja kuliah kamu itu. Habis itu silahkan deh kamu minta restu dari mamah." jawab nyokap dengan diplomatis.
"Yaaa, kelamaan dong mah, nanti keburu disamber orang tuh ceweknya. Emang sambil jalan aja nga bisa sih? Lagian, Lucky udah bisa buktiin ke mamah tadi, kalo kuliah Lucky lancar jaya aja. Boleh ya, maahhh. Plzzzz" gwa kembali merengek.
Tapi nyokap gwa nga ngejawab rengekan gwa ini. Nyokap cuma diam dan kembali pada kesibukkannya semula, ngebaca majalah kesayangannya. Dan kalo nyokap udah ngambil sikap seperti itu, diam dan menyibukan dirinya sendiri, berarti tandanya nyokap udah mengakhiri pembahasan yang kita obrolin ini. Walaupun didada gwa ini masih menggayut banyak pertanyaan dan argumen, tapi nyokap gwa udah menyudahinya dengan sepihak. Sehingga gwa cukup mengambil kesimpulan sendiri dari hasil obrolan kita di minggu sore itu, kalo gwa masih belum dapet restu dari nyokap gwa untuk bisa ngenalin pacar gwa ke orang tua gwa sendiri. Walaupun, nyokap gwa nga ngelarang gwa pacaran, tapi untuk urusan restu tetap nga ada jalan keluarnya. Emang aneh kemauan dari nyokap gwa ini, tapi itulah kenyataan yang gwa hadapi selama ini.

******************************
Witing tresno jalaran soko kulino.
Yang kurang lebih arti dari pepatah jawa ini adalah cinta tumbuh karena terbiasa. Karena terbiasa ketemu hampir tiap hari dikost2an, maka tumbuhlah rasa cinta itu. Karena udah biasa berbagi suka dan duka, maka tumbuhlah rasa cinta itu. Karena terbiasa berbagi cerita, canda, tawa dan tangis, maka tumbuhlah rasa cinta. Sehingga, saking seringnya terbiasa dengan hal2 seperti itu, mungkin lambat laun rasa cinta itu mulai tumbuh diantara kita. Halagh!

Apalagi makin hari hubungan diantara kita ini makin dekat aja. Apalagi sejak gwa direhab dan Felisha ngebaca abis jurnal harian gwa, sikapnya jadi jauh berbeda dari sebelumnya. Apakah emang dari awalnya Felisha suka sama gwa? Rasanya gwa nga mau nebak2 dan ke ge-eran karena itu. Tapi yang pasti gwa pun nga menolak sikapnya itu, karena bagaimanapun juga status gwa jomblo dan sedikit mesum, wajar aja kalo gwa malah menyambut sikapnya itu dengan senang hati.
But wait, tapi apakah bener apa yang gwa rasain tentang Felisha itu atas nama cinta? Sebuah kata yang terangkai dengan 5 huruf. Sebuah kata yang selalu gwa anggap sakral, tapi selalu terdengar absurd ditelinga dan hati gwa. Dan semakin absurd dan nga jelas setelah gwa coba memahami 5 huruf tersebut ketika bersama dengan Dinda dulunya. Dan sekali lagi, gwa nga lagi menyetujui kata2nya Soe Hok Gie, yang tetap nga percaya kalau ada yang namanya cinta sejati. Karena bagaimanapun gwa emang nga setuju dengan pendapatnya itu dan tetap percaya kalo cinta sejati itu emang ada dan nyata. Sehingga sedikit banyak gwa bertanya2, apakah ada cinta sejati itu untuk gwa dari Felisha?
Okelah, kalo emang itu bukan atas nama cinta. Tapi gwa akuin, gwa emang udah jatuh hati sama cewek yang senyumannya itu selalu membuat hati gwa adem. Gwa jatuh hati sama cewek yang kedua bola mata bulatnya itu selalu memancarkan kilaunya berjuta sinar2 bintang yang terkumpul disitu. Ya, gwa nga bisa bohongin hari gwa ini, kalo gwa memang jatuh hati sama dia dan nga bisa mengabaikannya begitu saja. Gwa nga bisa mengabaikan perhatian gwa ketika dia menyibakan rambut panjangnya dengan tangannya. Gwa nga bisa mengabaikan perhatian gwa ketika wajahnya mulai dibasahi oleh bulir2 keringat ketika lagi makan. Aaahh, semua gambaran tentang dirinya yang tertangkap oleh mata, nga bisa gwa abaikan dan hapuskan semua dari memory gwa. Semua tertanam begitu mendalam diotak gwa, sehingga nga ada kata lain untuk mengambarkan semua itu selain Felisha sempurna dimata gwa. Ya dia begitu sempurna dimata gwa, walaupun gwa tahu definisi sempurna seorang wanita tentang berbeda2 dimata tiap pria yang mengaguminya. Tapi Felisha udah memenuhi persyaratan itu dimata gwa.
So, gwa musti nunggu apalagi buat nembak Felisha? Okelah, gwa sadar kalo gwa punya masalah dengan ge-er, yang suka salah mengartikan kebaikan dari seorang cewek terhadap diri gwa. Tapi gwa udah mengenal cewek ini hampir 1 tahun, dengan perhitungan kurang lebihnya 6 bulan jaim2an karena gwa masih sama Dinda waktu itu, tapi sisanya Felisha udah tau kalo posisi adalah jomblo. Dan dari semua sikapnya terhadap gwa, rasanya gwa udah nga bisa ge-eran lagi kalo dia emang suka sama gwa. Kalo gwa mah nga usah ditanya lagi, dari awalpun gwa emang udah suka sama Felisha, paling nga gwa udah kepincut sama bodynya yang semok dan bohay itu. Wakakakakaka

Trus, musti nunggu sampai kapan lagi Ky? Keburu dia capek kelamaan nunggu ditembak sama lo dan akhirnya berpindah kelain hati. Yup, karena gwa lihat Felisha bukan type cewek yang aktif, yang bertolak belakang sama Dinda yang sedikit aktif dan bisa membangkitkan keberanian gwa untuk nembak dia waktu itu. Gwa ngerasa Felisha itu type cewek yang nunggu, sehingga untuk nembak cowok duluan nga bakal ada dalam kamus hidupnya.
Aarrrggghhh, gwa bingung. Sumpah gwa bingung saat itu. Disatu sisi gwa pengen banget nembak Felisha dan pengen jadiin dia pacar gwa. Tapi disisi lain gwa punya satu pertanyaan yang begitu mengganggu, apakah kalo gwa ngejalin hubungan dengan Felisha nantinya bakal berakhir ngenes kayak waktu sama Dinda dulu? Asli, akhir hubungan gwa yang ngenes itu sedikit banyak mengganggu proses move on gwa. Terutama ketika gwa harus membuka diri dan menjalin sebuah hubungan yang baru lagi. Rasanya gwa masih pengen menikmati masa jomblo gwa ini lebih lama lagi, sampe gwa ngerasa bener2 siap untuk menerima kehadiran seorang cewek dikehidupan gwa.
Selain itu, gwa emang ngerasa keadaan itu terasa begitu cepat datangnya. Ketika gwa ngerasa masih belum siap buat menata diri gwa, tiba2 Felisha hadir disisi gwa dengan segala kebaikan2 dan kelebihan2nya itu. Dan nampaknyapun dia udah nga sabaran untuk mendapatkan kepastian dari gwa. Sedangkan gwa, bukan type cowok yang suka diburu2. Semua musti dalam timbangan rasa dan perhitungan yang mantap. Tambahan lagi gwa udah ngerasain gimana pedesnya diselingkuhin, tentu makin ngebikin gwa makin malas aja untuk mengambil keputusan yang serba diburu2 dan tergesa2. Makin ribet khan?!

Dan satu hal lagi yang jadi ganjalan gwa, apalagi kalo bukan restu dari orang tua gwa, terutama nyokap. Gwa nga bisa mengabaikan hal yang satu itu. Karena sedikit banyaknya gwa ngambil banyak pelajaran dari restu nyokap gwa yang nga kunjung keluar ini, bahwa itu jadi point terpenting dalam menjalin sebuah hubungan. Dan gwa sadar sesadar2nya, kalo Dinda bisa nyelingkuhin gwa karena restu dari nyokap yang nga kunjung gwa kantongin. Okelah, gwa nekad nembak Felisha dan mengabaikan masalah restu nyokap gwa, tapi sampai kapan kita nga akan mempermasalah hal itu didepannya nanti. Mungkin untuk 6 bulan atau satu tahun kedepan kita masih bisa ketawa-ketiwi tanpa mikirin hal yang satu itu, tapi setelah itu apakah nga mungkin hal itu akan terlontar juga ketika kita lagi mendiskusikan tentang masa depan dari hubungan kita ini? Iya nga sih?
Lagian, pacaran yang bakal gwa jalanin nanti itu khan udah nga bisa dibilang cinta monyet lagi. Kita udah sama2 dewasa, dalam artian umurnya udah 20-an lebih, udah nga waktunya lagi pacaran yang cuma haha-hehe doang. Yang cuma yayang2an dan gemes2an tiap ketemu, diseling sedikit gejal-gejol kalo emang pada nga bisa jaga napsu, lalu bubar jalan ketika udah ngerasa nga cocok tanpa ada beban yang tertinggal didada. Singkat kata, bukan pacaran seneng2an belaka tanpa arah tujuan ke masa depan gitu deh.
Nga, bukan pacaran kayak gitu yang terbayang dikepala gwa. Karena seiring dengan bertambahnya usia, apalagi cewek, tuntutannya jelas udah bukan sekedar haha-hehe doang. Pasti akan ada pelaminan yang bakal menunggu diujung hubungan kita nantinya. Percaya deh, apa yang ada dipikiran gwa ini bukan cuma sekedar paranoid belaka. 
Jadi, kurang lebih seperti itulah, kenapa gwa masih juga masih belum berani nembak Felisha. Kenapa gwa kelihatan lambat membalas respon dari Felisha. Gwa nga nga peka, rasanya nga juga tuh. Gwa ngerasa udah jelas dengan sikapnya Felisha akhir2 itu sama gwa. Tapiii.... Doohhh, ribeeetttttttt!!!!!
METAAAALLL!!!! ///_- \m/
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas