Kaskus

Story

bekassrAvatar border
TS
bekassr
Petrichor, A Lovely Story After Rain
Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.

Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.

Okay, i think i can start this now?

INDEX thanks to agan vanjipeng emoticon-Shakehand2

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr 12-08-2014 20:01
sunflower.idAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan sunflower.id memberi reputasi
3
44.9K
292
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bekassrAvatar border
TS
bekassr
#179
Part 32
Kebersamaan dengan Vivi adalah sebuah anugerah terindah yang pernah aku rasakan. Sebulan, dua bulan, lama kelamaan Vivi dan aku adalah sesuatu yang tidak terpisahkan, oleh waktu, oleh ruang. Vivi telah menjadi bagian hidupku.

6 bulan kami bersama, tidak lagi seminggu sekali dia tinggal di apartemen, melainkan setiap hari. Dia hanya sesekali ke kos kosannya.

Setiap hari Vivi selalu memanjakan ku, tidur bersamaku, membereskan rumah. Aku dan dia sudah seperti suami istri meski aku tau suatu saat kami akan berpisah.

Aku selalu menikmati kehadirannya. Malamku selalu indah bersamanya. Dia bukan seorang yang egois yang banyak minta, meski sekali kali dia bisa manja sedemikian rupa.

Seperti yang kukatakan. Perbedaan kami terlalu mencolok. Bodohnya kami terlalu tenggelam dalam cinta dan nafsu. Padahal kami tidak akan pernah bersatu. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Bagimu sukumu dan bagiku suku ku.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Dan hari itu aku bertemu dengan hari yang paling kutakuti.

Puasa hari ke 27. Saat yang tepat untuk mudik. Aku kembali ke Pekanbaru setelah setahun penuh belum berjumpa dengan keluargaku.

Lebaran tiba. Silaturahmi dengan keluarga dilakukan seperti biasa. Bertemu dengan kawan lama pun menjadi sebuah keharusan.

Sebuah temu kangen diadakan oleh angkatan sekolahku. Dan bisa ditebak, hari itu, sebuah perasaan lama yang telah terkubur hidup kembali. Putri. Dia hadir dalam reunian itu.

Sebuah acara makan yang sangat berbekas. Selain aku bertemu dengan teman teman semasa SMA hari itu aku juga bertemu dengan cinta pertamaku. Meski pertemuan dengan Putri bukan merupakan sesuatu yang spesial. Kami sudah lama tidak berhubungan. Janji janji lama kami sudah hilang dalam pudar. Aku dan Putri bertemu seperti teman biasa. Tanpa rasa. Tanpa melibatkan hati.

Karena tentu rasa dan hatiku sudah sepenuhnya kuberikan pada Vivi. Putri juga bukan lagi seorang dengan status single.
Dia sudah memiliki seorang kekasih dan dia mengatakan bahwa tahun depan mereka akan melangsungkan pertunangan. Hatiku sedikit tergores saat itu. Namun cemburu itu tak lagi sebesar dulu. Ya, karena aku punya Vivi.

Selepas lebaran, aku kembali ke Jakarta. Vivi yang mudik ke Surabaya rencananya akan pulang beberapa hari kemudian. Jadi aku akan menjalani beberapa hari tanpa Vivi di apartemen ini. Meski beberapa hari namun sangat berat kurasa. Karena biasanya tiada malam terlewat tanpa suara rengekan atau tawa Vivi menggema di apartemen ini. Aku rindu dia.

Beberapa hari kemudian, hari kedatangan Vivi. Aku belum berangkat ke bandara karena Vivi bilang akan tiba pada sore hari. Dan ini masih pagi. Jadi aku masih bisa bersantai sebelum berangkat menjemputnya. Hari itu hatiku tak sabar ingin bertemu dengan Vivi. Aku sudah membayangkan pelukan hangat darinya. Membayangkan lekuk tubuhnya. Membayang posisi apa yang akan kami lakukan malam nanti emoticon-Hammer2

Ditengah lamunanku, pintu apartemen diketuk. Siapa? Batinku. Karena yang memiliki akses dan kunci apartemen hanya aku dan Vivi (aku memberikan Vivi kunci dan akses karena susah untuk keluar masuk jika Vivi tidak memilikinya, lagipula Vivi dan aku memiliki jadwal kuliah dan jadwal pulang yang beda).

Kuintip dari lubang pintu, aku masih menebak nebak, apakah tetangga sebelah ingin bersilaturahmi? Atau ingin memberikan kue nastar? Hehe.

Ternyata dugaan ku salah. Diluar Vivi sudah berdiri dengan kopernya. Kubuka pintu.

"Lah katanya sampainya sore?" Tanyaku

Vivi tiba tiba memelukku lalu menangis sejadi jadinya. Apa yang terjadi padanya?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.