Kaskus

Story

reloaded0101Avatar border
TS
reloaded0101
CEREBRO : KUMPULAN CERITA CINTA PAKAI OTAK
Judul thread ini ane ganti, sekarang tidak semua cerpennya mengisahkan cinta. Tetapi temanya lebih umum, ada detektif,sci-fi,horor,thriller,drama dan lain-lain yang tidak selalu melibatkan percintaan antar karakternya.

INDEX BARU:

CERITA 2020
AZAB ILMU PELET
MUDIK 2020

Terima kasih untuk Agan Gauq yang sudah membuatkan index cerita ini.

Index by Gauq:
INDEX
INDEX lanjutan

Cerita baru 2019:
KISAH-KISAH MANTAN DETEKTIF CILIK di postingan terakhir halaman terakhir

Spoiler for :



Langsung saja cerpen pertama

Apa yang akan kau lakukan ketika dia yang kaucinta meminta syarat berupa rumah dengan 1000 jendela sebelum menerima cintamu?

Spoiler for :
Diubah oleh reloaded0101 15-05-2020 14:17
Papa.T.BobAvatar border
andrerain5Avatar border
indrag057Avatar border
indrag057 dan 37 lainnya memberi reputasi
34
190.7K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
reloaded0101Avatar border
TS
reloaded0101
#151
BIG DADDY


Seorang pria memarkir sepeda motornya di depan pagar sebuah rumah. Ia mencocokkan alamat yang tertulis di ponsel dengan nomor bangunan megah di pinggir kota itu. Setelah dirasa alamat dan tulisannya cocok, ia menekan bel. Seorang pria berkaca mata hitam keluar dan membuka pintu pagar.

“Apakah benar ini rumah....”
“Masuk saja, mereka sudah menunggu kedatanganmu,”

Pria itu tercengang, ternyata orang-orang yang menempati rumah itu sudah tahu kalau sejak beberapa minggu terakhir ia memang sedang mencari-cari mereka.

“Di ruangan itu?”
“Ya masuk saja,”
Kata pria berkacamata hitam sambil membuka pintu sebuah ruangan kecil seukuran toilet dan mempersilahkan tamunya masuk ke dalam. Di dalam ruangan itu tak ada lampu, tak ada jendela, yang ada hanya satu meja kayu dengan tablet PC diatasnya dan satu kursi lipat. Itu saja tak kurang dan tak lebih.

Sang pria terkejut ketika tiba-tiba pintu ditutup dari luar. Sejenak gelap menyelimuti keadaan hingga ia tak mampu melihat apapun dalam kamar yang menghitam dalam pandangannya itu. Sesaat kemudian tablet PC menyala, karena aplikasi teleconference-nya dibuka seseorang dari jarak jauh.

“Hasil kerja kalian di kantor polisi itu cukup mencengangkan,”

Kata sang pria kepada sosok yang membelakangi layar tablet PC-nya

“Sekedar menunjukkan kalau kami ada,”
“Promo kalian berhasil, kalau tidak tak mungkin aku berada di sini,”
“Katakan apa yang harus kami lakukan?”
“Membantuku membunuh orang,”
“Berapa jumlahnya?”
“Satu,”
“Mengapa tidak menyewa jasa tim pembunuh bayaran saja?”
“Karena tidak ada yang mau,”
“Mengapa?”
“Orang-orang yang sudah aku sewa semuanya gagal, yang belum aku sewa jadi ketakutan. Kurasa pekerjaan ini terlalu sulit buat mereka, tetapi tidak bagi kalian,”
---


Seorang pria menekan bel. Pemilik rumah keluar dan menyapanya,

“Mas Arwan silahkan masuk,” Kata Aisyah sambil menenangkan bayi dalam gendongannya.
“Maaf, baru bisa nengoksekarang,”

Jawab Arwan sambil berjalan masuk ke ruang tamu. Ia meletakkan kado yang berisi perlengkapan bayi di atas meja. Tak lama kemudian, seorang pria yanga sepuluh tahun lebih tua darinya muncul dari lantai atas

“Mas Rasyid,”

Katanya sambil menjabat tangan orang itu. Ahmad Rasyid atau yang biasa dipanggil Rasyid adalah suami Aisyah, seorang pria keturunan Eropa Timur yang baru saja menjadi mualaf dna mengganti nama menjadi Ahmad Rasyid. Setelah proses ta'arufnya dengan Arwan yang gagal, ia ta'aruf lagi dengan partner bisnis ayah angkatnya dan berhasil. Mereka menikah dan baru saja dikaruniai anak pertama.

“Kudengar kamu baru saja membantu mengungkap kasus penculikan?”
“Ya, dan berakhir buruk, penculiknya meledak di kantor polisi. Sebelumnya juga ada wanita yang pura-pura mau diperistri tukang nasi goreng agar bisa menghabisi nyawa politisi yang akan berkunjung ke rumah orangtuanya di desa,”

“Kok aku tidak lihat beritanya di koran ya? Apa yang terjadi dengan wanita itu?”
“Mati dengan belasan luka tusuk, dibunuh orang tak dikenal yang menyamar menjadi maling di rumah itu. Akhir-akhir ini situasinya semakin tidak aman,”
Obrolan berlanjut ke topik kapan nikah? Yang dijawab oleh Arwan dengan kalau Tuhan mengijinkan, Selanjutnya mereka membahas tentang bayi mereka yang baru saja lahir dan kesibukan baru Rasyid sebagai seorang ayah.

“Punya anak itu repot tapi juga meyenangkan,”
“Repotnya bagaimana Mas?”
“Waktu tidur jadi banyak berkurang, harus siap bangun berkali-kali pada satu malam untuk mengganti popok atau menenangkan anak yang tiba-tiba menangis karena takut bunyi petir ketika hujan turun. Apalagi lagi besoknya harus bangun pagi dan berangkat kerja,”

Telepon rumah berdering, Aisyah menerimanya. Setelah itu ia menitipkan bayi dalam gendongannya ke Rasyid

“Dari Abi Abdullah?”
“Iya, aku harus kesana. Ada job skala besar yang harus diselesaikan besok pagi,”
“Kamu nginap di rumah Abi atau nanti malam aku jemput?”
“Sepertinya malam ini harus tidur di sana Mas, kalau repot telepon Mbak Narni saja,”

Mbak Narni adalah babysitter yang biasa menjaga Naila, bayi mereka. Tanpa banyak pertimbangan Rasyidpun meneleponnya

“Mbak Narni ada?......Oh pulang kampung, ya sudah kalau begitu,”

Telepon ditutup. Rasyid menghela nafas panjang dan meminum kopi di hadapannya

“Ya begini nih Wan, seninya jadi bapak. Apalagi sekarang Naila sedang diare,”

Arwan tidak menyahut, menganggukpun tidak. Setelah diam selama beberapa lama akhirnya ia berkata

“Malam ini sebenarnya aku ingin nginap disini, ”
“Oh sangat diharapkan. Pengertian juga kamu Wan, mau bantuin ngurus Naila,”
“Bukan Naila yang aku khawatirkan, tetapi nyawa Mas Rasyid yang bisa melayang dini hari nanti,”
“Maksud kamu Wan?”

“Orderan skala besar di percetakan, kelahiran bayi kalian,babbysitter yang pulang kampung dan Naila yang sedang diare. Itu semua bukan kebetulan, Orang yang akan datang dini hari nanti, memberikan job dalam jumlah besar dalam waktu singkat agar percetakan sibuk dan Aisyah lembur malam ini. Tujuannya agar ia tidak bisa mengurus bayi kalian,”

“Aku mengerti, orang ini juga yang meracuni Naila hingga diare dan membuat Mbak Narni pulang kampung. Tujuannya agar semalaman aku tidak tidur karena sibuk mengganti popok dan mengurus keperluan Naila yang lain. Tidak tidur dan sibuk mengurus anak tentu sangat menguras energi, ketika dini hari datang dan tubuh serta pikiranku sudah sangat lelah.....”

“Orang itu akan datang dan membunuh Mas Rasyid,”
“Kalau begitu, kamu jangan menginap disini, terlalu berbahaya Wan.”
“Lalu bagaimana?”

Dini hari tiba, sesosok berpakaian gelap memanjat tanpa tali ke lantai dua. Dengan cekatan ia membuka paksa daun jendela yang terkunci rapat dan menyelinap masuk hampir tanpa suara. Ia memasuki kamar demi kamar, ruangan demi ruangan dan koridor demi koridor hingga akhirnya mendapati jika rumah yang ia masuki ternyata kosong.

“Kita jemput Aisyah, lalu bawa ke safehouse,” Kata Rasyid sambil mengemudi
Safehouse? Siapa sebenarnya kau ini?” Tanya Arwan
“Aku tidak bisa beri tahu masa laluku, terlalu berbahaya,”
“Apa Aisyah tahu siapa dirimu yang sebenarnya?”
“Tidak,”

“Lalu mengapa kau menikahinya? Apa pernikahan itu juga bagian dari penyamaranmu juga?”
“Karena aku mencintainya,dan ini sungguh-sungguh bukan penyamaran,”

“Bahaya yang ia hadapi juga sungguhan. Hanya dengan menjadi istrimu,maut akan mengintai wanita malang itu setiap hari, siang dan malam, tanpa ia sadari”

“Lalu kau ingin aku menceraikannya?”

“Tidak, aku ingin kau menceritakan hal yang sebenarnya kepada istrimu. Selanjutnya biarkan ia memilih tetap menjadi istrimu atau tidak,”


Setelah menjemput Aisyah, mobil berhenti dan menurunkan Arwan di batas kota. Ia melambaikan tangan pada ketiganya lalu menelepon taksi dan pulang ke rumah nomor 13.

THE END

Diubah oleh reloaded0101 21-07-2014 00:22
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.