- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#78
PART 15 A ( Final )
Spoiler for Part 15 A:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 15 A ( Final )
Mulai hari ini aku harus semangat untuk berjuang, tiga bulan terhitung
dari sekarang, gak ada kata gak mungkin dalam kamusku semua pasti mungkin
dan aku yakin aku pasti sanggup...
Tiga bulan Yun...tiga bulan.......tiga bulan terhitung hari ini.....
*********************************
11.17 WIB
Hari sudah semakin siang dan pengunjung Kafe semakin kesini semakin rame.
hari pertama kerja dapet pelanggan bejibun, haa-aah sungguh melelahkan
tapi kunikmati itu, setiap tetes keringat yang ku keluarkan nanti akan
indah disaat hari gajian hehehe.
apa sih yang aku pikirin baru aja kerja udah mikirin gaji, dasar payah.
kulihat dengan seksama kelihatannya semua pengunjung kafe ini kelas elite
semua lihat aja pakaian yang mereka kenakan semuanya Waaah.
Pokoknya secepat mungkin aku harus bisa, aku harus bisa menyesuaikan diri
dengan keadaan ini biarpun aku orang kampung sekalipun aku harus bisa
menguasai semua kerjaan yang memang harus kukerjakan.
hari pertama ini tugasku hanya sebagai pengantar makanan dan minuman, aku
belum mampu meng-order pelanggan. aku masih malu dan belum berani
menanggani pesanan pelanggan, takut salah juga iya.
Untungnya semua senior disini baik dan pengertian jadi aku dikasih tugas
ringan ala anak baru, mungkin besok-besok aku sudah harus belajar order
pelanggan dan bikin minuman di dapur.
"Capek ya Tin" Ucap salah seorang seniorku
"Iya Mba, mungkin belum biasa"
"Gak papa tar juga bisa menyesuaikan sama seperti yang lain"
"Iya Mba makasih" Ucapku sambil tersenyum
"Nah gitu dong, harus senyum...nih anterin ke meja no 12"
"Siap Mba, laksanakan"
Begitulah kegiatanku selama seharian ini sampai akhirnya aku shift ku
selesai dan aku pun bisa pulang kerumah tapi tunggu dulu....
perasaan kayaknya ada orang yang manggil-manggil.
Nah loh bener kan ada orang yang manggil, ngapain tuh si Botak pake acara
lari-larian segala?
"Tinaaaa, tunggu sebentar jangan pulang dulu, Bapak pengin ngomong"
"Kenapa Pak Boss? bukanya Shif saya udah selesai ya"
"Iya sih itu Bapak juga tahu, tapi kamu ingetkan"
"Maaf inget tentang apa ya Pak?"
"Masa sih kamu gak inget, itu loh perjanjian kita kemarin"
"Ohhhh itu..." ucapku lirih
"Sialan nih si Botak inget aja" batinku
"Apa perlu nanti Bapak jemput kerumah kamu" si Botak mengedipkan mata
"Nganu pak gak usah saya bisa dateng sendiri kok"
"Ya udah nanti malem tepat jam 9 kamu dateng ke restoran China yang
diujung jalan sebelah sana ya, kamu tahu kan"
"Tahu Pak" sambil memasang muka lesu
"Oke deh Bapak tunggu ya" tangan gatelnya mencoba menyentuh rambutku
"Ehhh iya pak saya usahain" Aku menampik tangan si Botak
"Woi siapa aja tolong bunuh orang ini" batinku
"Janji ya" Si Botak kembali mencoba memegang rambutku
"Pentungan mana pentungan, Aku pengin pukul nih orang Grrrrr!!!
"Maaf Pak saya harus pulang, takut ibu nyariin" Aku berasalan untuk kabur
"Ohhh gitu tooh, ya udah nih ada bonus buat kamu karena kamu udah bekerja
keras untuk hari ini dan jangan lupa salam ya buat ibumu"
"Wuuuhhhh apaan nih? tebel kayaknya duit nih" Aku menerima amplop
pemberian si Botak
Kaya raya tuh si Botak, habis ngasih amplop main ngacir gitu aja
seolah-olah duit tuh kayak numbuh sendiri dipekarangan rumahnya.
dasar orang kaya selalu aja ada tingkahnya. haalah biarin aja dah ngapain
juga aku ribet, semoga aja isinya duit beneran, coba buka ahh penasaraan
isinya apaan, moga aja duit moga aja duittt...duuuiiiiiittttt.
Taraaaaaaaaaa...!!!
"Wooooowwwwwwww...isinya Pak Soekarno semua coy, Pak Soekarnooo!!"
Alhamdullilah akhirnya hari ini bisa makan enak kagak gorengan mulu
gorengan muluuu...beli Ayam Goreng Ke Ep Ci lah biar greget hahahah
lama banget gak nyicipin nikmatnya daging Ayam, uhhhhh Sedapnya.
Syaaalalaaa...laaa senangnya hatiku, dapet rejeki nomploookkkkkk, yahuu.
senandung laguku terhenti seketika saat mataku melihat dua bocah sedang
mengorek-korek bak sampah di pinggir jalan.
"Kayaknya aku kenal sama dua bocah itu"
Aku menghmapiri dua bocah tersebut tanpa merasa risih sedikitpun, dan
dugaanku gak salah. Aku memang kenal dua bocah tersebut, dua bocah yang
kutemui di taman saat aku terdampar di kota ini.
Aku mencoba ramah kepada mereka dengan menyapanya terlebih dahulu,
kira-kira mereka inget gak ya sama aku.
"Adek, lagi ngapain nih" sapaku
"Lagi nyari kardus sama botol bekas nih ka buat dijual"
"Ohhh lagi nyari botol sama kardus, emm udah dapet banyak"
"Beluum kak" katanya dengan nada lemas nan lesu
"Aaaa..iii..aaauu..eee" Adik si bocah perempuan mulai mengeluarkan
jurus-jurus bahasa isyarat yang gak kumengerti sama sekali
"Hiiii...Adeek gak boleh gitu" kata si bocah perempuan
"Dia ngomong apa dek?" tanyaku heran
"Dia bilang katanya kaka itu kaka yang waktu itu ngasih makanan pas di
taman"
Hebat bener nih bocah, sakti abis. gak nyangka penyamaranku yang sudah
hampir sempurna ini ketahuan sama bocah ingusan yang paling baru berusia
lima tahun. jeli banget nih bocah, saluut..saluuut.
"Kaka emang yang waktu itu duduk di taman kok hehehe" kataku sambil
tersenyum semanis mungkin
"Kok beda ya sama yang waktu itu" si bocah perempuan itu memandangku
secara seksama dari atas sampai bawah
"Kenapa dek?" tanyaku lagi
"Kaka cewek apa cowok sih"
"Jiaaah pertanyaan ini lagi" batinku
"Cowok dek"
"Kok pake baju cewek"
"Waduuh aku mesti jawab apaan nih?" Aku garuk-garuk kepala
"Kaka cantiik ya"
"Haa--aahhhh udah lah dek, jangan dibahas, kita makan aja yuk gimana?"
"Asiiiikkkk..mau kak mau" si bocah perempuan berteriak semangat
Dasar anak-anak kalu sudah menyangkut soal makanan, mereka jadi lupa deh
tentang aku yang bagi mereka memakai pakaian yang bukan pada gendernya.
kami bertiga akhirnya berangkat ke kedai Ke Ep Ci disekitar sini,
kebetulan letaknya gak jauh, jadi kami tempuh dengan berjalan kaki, capek
dikit gak apa lah yang penting urusan perut terselesaikan hehehe.
Aku mengandeng dua bocah malang itu di kiri dan kananku, aku gandeng
sampai masuk ke Kedai Ke Ep ci. disana aku membebaskan mereka untuk
memesan apa yang mereka suka tanpa perlu khawatir membayar karena dari
awal aku sudah bilang ke mereka bahwa semua makanan yang mereka pesan itu
gratis tiss.
Hmmm aku senang melihat mereka berdua makan, kayaknya mereka laper banget
masa bodoh ahh mereka yang memandangku dengan tatapan sinis.
toh aku kan juga bayar kayak mereka kok, lagipula pelanggan itu raja,
raja itu ya harus dilayani dengan setulus hati.
"Kaka kok gak makan" tanya si bocah perempuan
"Gak dek udah kenyang" sahutku senyum lembut
"Gimana dek, enak makanannya" tanyaku
"Enak banget kak, baru kali ini kita makan enak, iya kan dek"
"Aaa..iiiiii..ii" adik bocah memainkan kedua tangan lentiknya
"ini Adik mu bilang apa dek? ucapku penasaran
"Dia bilang terimakasih, udah dikasih makanan enak"
"Ohhhh sama-sama ya dek"
Berbagi itu memang indah, berbagi itu gak akan membuat kita miskin,
bahkan sebaliknya. dengan berbagi kepada sesama hati ini akan menjadi
kaya, kaya akan welas asih.
selesai makan aku menyuruh kedua bocah itu untuk memesan makanan yang
mereka suka untuk dibawa pulang, tak lupa juga aku memberi mereka sedikit
recehan biar mereka bisa pulang lebih awal tanpa mulung dihari ini.
Terima kasih Tuhan, terimakasih atas nikmat yang Engkau beri pada hambamu
ini, semoga semuanya menjadi berkah, amiin.
semakin banyak kita bersyukur maka nikmat kita pun akan semakin berlimpah
Tookkk----Tokkk---tookkk!!!
"Iya sebentar" Wahyudi membukakan pintu untukku
"Ci luuuk Baaaaaa....!!" Aku mengagetkan Wahyudi dengan topeng setan yang
kubeli sewaktu pulang ke kost an
"Astagfirullaladzim Toniee!! Ngagetin aja sih" gerutu Wahyudi
"Ceileeeh takut ya hahhaha" Aku tertawa puas
"Gak lucu tahuu" Cibir Wahyudi yang terlanjur kesal
"Iya deh maaf....maaf, nih aku bawain oleh-oleh buat kamu"
"Apaan nih, dari bungkusnya kayaknya enak nih"
"Jelaslah orang belinya di Ke Ep Ci"
"Makan enak makan enakk...nyammi yahuuut coy"
"Haaahahaa biasa aja Yu, buruan gih makan mumpung masih anget"
"Siaap Bosss Tonie!!" Wahyudi memberi hormat
Sore ini pun semua bisa makan enak, aku seneng banget bisa nyenengin
orang-orang terdekatku meski gak seberapa.
Aku bercerita mengenai asal usul uang yang kudapat tapi sepertinya
Wahyudi lebih fokus ke makanan yang ia santap ketimbang mendengarkan
ocehan ku yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
mumpung Wahyudi lagi lengah jahilin ahhh hihiiiiii
"Yu tar malem ada acara gak?" tanyaku mulai berbasa-basi
"Enggak Ton, emang kenapa" Balasnya sambil mengunyah paha ayam yang ia
pegang
"Kalau gitu boleh gak aku minta tolong"
"Minta tolong apaan Ton, emmmm enak banget nih ayam"
"Gantiin Aku tar malem makan gratis di Restoran China yang diujung jalan
sono, mau gak?" Ucapku antusias
"Beneran grattisss tiss tuh ton, nyammm..nyammm"
"Sumfeh deh, pokoknya semua biaya udah ada yang tanggung"
"Wuiiih mau banget tuh Ton" mata Wahyudi berbinar-binar
"Deal kita ya" Aku mengulurkan tanganku
"Deeaaal Seribu persen" sambut tangan Wahyudi menyalamiku
19.45 WIB
Aku mendandani Wahyudi dengan dandanan ala Tina meskipun gak mirip Tina
sama sekali, apalagi Wahyudi itu sedikit kumisan dan postur tubuhnya itu
tinggi banget. lebih tinggi dariku 10 cm, padahal tinggiku saja sudah 170
cm, ini malah lebih tinggi hahahahahaa.
alih-alih ingin dapet makan gratis ehh malah jadinya kayak begono lebih
mirip bencong taman lawang ketimbang si Tina. udah gitu wig nya Pink lagi
bener-bener konyol maksimal kalau kata orang gaul Jakarta.
"Kamu kok gak bilang harus dandan beginian Ton" gerutu Wahyudi
"Inget Yu, inggeeet kita udah Deal oke"
"Yaa deh iyaaa, kamu menang Ton...fuuuuhhhh"
"Hahahahahahahhaaa...sabar ya Yu, Restoran China Yu, Restoran China"
"Restoran China sih...Restoran China, tapi gak gini juga kan"
"Hihihiiiii....." aku terkekeh-kekeh"
"Tega banget kamu Ton tegaaaaa hiksss...hiksss"
Sedikit cadar mungkin akan membantu menyamarkan wajah si Wahyudi, Aku
yakin si Botak gak bakal menyadari kalau Tina yang ia ajak makan malam
ini beda orang, makan tuh Om-Om hahahahahahahaha.
mulut ini sepertinya gak bisa berenti ketawa ngelihat apa yang Wahyudi
kenakan malam ini. lihat aja dari atas sampai bawah semua terlihat lucu,
Mr.Bean mah kalah lucu bila dibandingin sama ini nih Mr.Wahyudi,hohooo.
Aku membekali Wahyudi dengan kamera flash super silau yang bertujuan
untuk mengkaburkan penglihatan. Ajiib bangetkan, hasil beli dijalan
dengan bandrol harga 200 rebuan ( second )
intinya begitu ketemu si Botak langsung jepreett aja tuh kamera,
dampaknya lumayan gede kok, bisa bikin pandangan mata kabur selama 10
menit, jadi 10 menit sekali Wahyudi harus jepret tuh kamera ke arah si
Botak.
"Good luck ya Yu, semoga makan malemnya sukses hihiiii"
"Yaaaa yaaaa" sahut Wahyudi yang berjalan semakin jauh
Satu masalah sudah teratasi, sekarang waktunya bersantai sambil dengerin
radio King Fm, biasanya kalau malem minggu gini banyak yang curhat-curhat
nih, Mantaaappp.
#Haiii...haiii sobat semuanya, jumpa lagi nih barengan Romy diacara Pop
mania dimana Romy bakalan nonggolin sederatan lagu yang lagi ngehits di
minggu ini. oh ya khusus malem minggu ini Romy gak sendirian nih Sob, ada
satu orang lagi yang bakalan nemenin Romy sampai jam 12 nanti namanya
Wiiin.....................#
Beeeeettttttttt.........!!!
"loh kok mati sih? biasanya normal kok, kok sekarang mati, waah ada yang
gak beres nih" Aku mulai mengutak-atik radio butut tersebut
5 menit kemudian......
#langsung aja nih Romy munculin musik bagusnya Judika with Setengah mati
merindu yang diminta sama Yuna di...........#
Beeeeettttttttttt.........!!!
"Ebuset dah, mati lagi nih radio, apa kurang keras ya dipukulnya ya"
Kebiasaan orang Indonesia kalau ada barang elektronik rusak bukanya
dibawa ke tukang service malah dipukul-pukul gak jelas, memang aneh sih
tapi kadang cara itu berhasil, yeeahhh berhasil, berhasil, berhasssiiil.
lagu pertama yang diputer setelah radio berhasil dibenerin adalah laugu
milik Judika dengan judul Setengah mati merindu, sesuwanto banget tuh.
"Mengapa kita"
masih saja tak pernah bersatu
Selalu saja bertemu bertemu saat
Kau milik yang lain
"Yess bunyi!!, tapi ketinggalan beberapa lirik sih"
Mungkin kau bukanlah jodohku
Bukan takdirku
Terus terang
Aku merindukanmu
Setengah mati merindu
Tiada henti merindukanmu
Masih hatiku untukmu
Aku tetap menunggumu
Mengapa waktu
Tak pernah berpihak kepadaku
Apakah aku terlalu
Terlalu banyak berkelana
Mungkin kau bukanlah jodohku
Atau bahkan bukan takdirku
Terus terang
Aku merindukanmu
Setengah mati merindu
"Hmmmm...lagi-lagi keinget Yuna, lagu ini maknanya dalem banget ya"
Aku merindukanmu
Aku tetap menunggumu
Menuggumu
Menunggumu
Aku tetap menunggumu
Hari Senin........
Baru rasanya kemarin hari sabtu eh ini malah udah senin lagi, memang
waktu itu berjalan cepat ya, aku belum tahu hasil kencan antara si
Wahyudi dengan Pak Botak, Wahyudi dari kemarin ngilang entah kemana.
Aku baru bangun aja dia nya sudah gak ada, aku penasaran dengan hasilnya
apakah ngedate nya berjalan sukses atau malah sebaliknya.
"Tin, kamu dipanggil Pak Boss tuh" salah satu senior memanggilku
"Iya Mba, aku langsung kesana"
Duuuggg..duuuggg...dugggggg aku langsung was-was nih, ada apaan ya,
semoga aja bukan hal yang buruk, aku takut hasil ngedate kemarin gagal
terus aku kena dampratnya.
Bersambung.....................
PART 15 A ( Final )
Mulai hari ini aku harus semangat untuk berjuang, tiga bulan terhitung
dari sekarang, gak ada kata gak mungkin dalam kamusku semua pasti mungkin
dan aku yakin aku pasti sanggup...
Tiga bulan Yun...tiga bulan.......tiga bulan terhitung hari ini.....
*********************************
11.17 WIB
Hari sudah semakin siang dan pengunjung Kafe semakin kesini semakin rame.
hari pertama kerja dapet pelanggan bejibun, haa-aah sungguh melelahkan
tapi kunikmati itu, setiap tetes keringat yang ku keluarkan nanti akan
indah disaat hari gajian hehehe.
apa sih yang aku pikirin baru aja kerja udah mikirin gaji, dasar payah.
kulihat dengan seksama kelihatannya semua pengunjung kafe ini kelas elite
semua lihat aja pakaian yang mereka kenakan semuanya Waaah.
Pokoknya secepat mungkin aku harus bisa, aku harus bisa menyesuaikan diri
dengan keadaan ini biarpun aku orang kampung sekalipun aku harus bisa
menguasai semua kerjaan yang memang harus kukerjakan.
hari pertama ini tugasku hanya sebagai pengantar makanan dan minuman, aku
belum mampu meng-order pelanggan. aku masih malu dan belum berani
menanggani pesanan pelanggan, takut salah juga iya.
Untungnya semua senior disini baik dan pengertian jadi aku dikasih tugas
ringan ala anak baru, mungkin besok-besok aku sudah harus belajar order
pelanggan dan bikin minuman di dapur.
"Capek ya Tin" Ucap salah seorang seniorku
"Iya Mba, mungkin belum biasa"
"Gak papa tar juga bisa menyesuaikan sama seperti yang lain"
"Iya Mba makasih" Ucapku sambil tersenyum
"Nah gitu dong, harus senyum...nih anterin ke meja no 12"
"Siap Mba, laksanakan"
Begitulah kegiatanku selama seharian ini sampai akhirnya aku shift ku
selesai dan aku pun bisa pulang kerumah tapi tunggu dulu....
perasaan kayaknya ada orang yang manggil-manggil.
Nah loh bener kan ada orang yang manggil, ngapain tuh si Botak pake acara
lari-larian segala?
"Tinaaaa, tunggu sebentar jangan pulang dulu, Bapak pengin ngomong"
"Kenapa Pak Boss? bukanya Shif saya udah selesai ya"
"Iya sih itu Bapak juga tahu, tapi kamu ingetkan"
"Maaf inget tentang apa ya Pak?"
"Masa sih kamu gak inget, itu loh perjanjian kita kemarin"
"Ohhhh itu..." ucapku lirih
"Sialan nih si Botak inget aja" batinku
"Apa perlu nanti Bapak jemput kerumah kamu" si Botak mengedipkan mata
"Nganu pak gak usah saya bisa dateng sendiri kok"
"Ya udah nanti malem tepat jam 9 kamu dateng ke restoran China yang
diujung jalan sebelah sana ya, kamu tahu kan"
"Tahu Pak" sambil memasang muka lesu
"Oke deh Bapak tunggu ya" tangan gatelnya mencoba menyentuh rambutku
"Ehhh iya pak saya usahain" Aku menampik tangan si Botak
"Woi siapa aja tolong bunuh orang ini" batinku
"Janji ya" Si Botak kembali mencoba memegang rambutku
"Pentungan mana pentungan, Aku pengin pukul nih orang Grrrrr!!!
"Maaf Pak saya harus pulang, takut ibu nyariin" Aku berasalan untuk kabur
"Ohhh gitu tooh, ya udah nih ada bonus buat kamu karena kamu udah bekerja
keras untuk hari ini dan jangan lupa salam ya buat ibumu"
"Wuuuhhhh apaan nih? tebel kayaknya duit nih" Aku menerima amplop
pemberian si Botak
Kaya raya tuh si Botak, habis ngasih amplop main ngacir gitu aja
seolah-olah duit tuh kayak numbuh sendiri dipekarangan rumahnya.
dasar orang kaya selalu aja ada tingkahnya. haalah biarin aja dah ngapain
juga aku ribet, semoga aja isinya duit beneran, coba buka ahh penasaraan
isinya apaan, moga aja duit moga aja duittt...duuuiiiiiittttt.
Taraaaaaaaaaa...!!!
"Wooooowwwwwwww...isinya Pak Soekarno semua coy, Pak Soekarnooo!!"
Alhamdullilah akhirnya hari ini bisa makan enak kagak gorengan mulu
gorengan muluuu...beli Ayam Goreng Ke Ep Ci lah biar greget hahahah
lama banget gak nyicipin nikmatnya daging Ayam, uhhhhh Sedapnya.
Syaaalalaaa...laaa senangnya hatiku, dapet rejeki nomploookkkkkk, yahuu.
senandung laguku terhenti seketika saat mataku melihat dua bocah sedang
mengorek-korek bak sampah di pinggir jalan.
"Kayaknya aku kenal sama dua bocah itu"
Aku menghmapiri dua bocah tersebut tanpa merasa risih sedikitpun, dan
dugaanku gak salah. Aku memang kenal dua bocah tersebut, dua bocah yang
kutemui di taman saat aku terdampar di kota ini.
Aku mencoba ramah kepada mereka dengan menyapanya terlebih dahulu,
kira-kira mereka inget gak ya sama aku.
"Adek, lagi ngapain nih" sapaku
"Lagi nyari kardus sama botol bekas nih ka buat dijual"
"Ohhh lagi nyari botol sama kardus, emm udah dapet banyak"
"Beluum kak" katanya dengan nada lemas nan lesu
"Aaaa..iii..aaauu..eee" Adik si bocah perempuan mulai mengeluarkan
jurus-jurus bahasa isyarat yang gak kumengerti sama sekali
"Hiiii...Adeek gak boleh gitu" kata si bocah perempuan
"Dia ngomong apa dek?" tanyaku heran
"Dia bilang katanya kaka itu kaka yang waktu itu ngasih makanan pas di
taman"
Hebat bener nih bocah, sakti abis. gak nyangka penyamaranku yang sudah
hampir sempurna ini ketahuan sama bocah ingusan yang paling baru berusia
lima tahun. jeli banget nih bocah, saluut..saluuut.
"Kaka emang yang waktu itu duduk di taman kok hehehe" kataku sambil
tersenyum semanis mungkin
"Kok beda ya sama yang waktu itu" si bocah perempuan itu memandangku
secara seksama dari atas sampai bawah
"Kenapa dek?" tanyaku lagi
"Kaka cewek apa cowok sih"
"Jiaaah pertanyaan ini lagi" batinku
"Cowok dek"
"Kok pake baju cewek"
"Waduuh aku mesti jawab apaan nih?" Aku garuk-garuk kepala
"Kaka cantiik ya"
"Haa--aahhhh udah lah dek, jangan dibahas, kita makan aja yuk gimana?"
"Asiiiikkkk..mau kak mau" si bocah perempuan berteriak semangat
Dasar anak-anak kalu sudah menyangkut soal makanan, mereka jadi lupa deh
tentang aku yang bagi mereka memakai pakaian yang bukan pada gendernya.
kami bertiga akhirnya berangkat ke kedai Ke Ep Ci disekitar sini,
kebetulan letaknya gak jauh, jadi kami tempuh dengan berjalan kaki, capek
dikit gak apa lah yang penting urusan perut terselesaikan hehehe.
Aku mengandeng dua bocah malang itu di kiri dan kananku, aku gandeng
sampai masuk ke Kedai Ke Ep ci. disana aku membebaskan mereka untuk
memesan apa yang mereka suka tanpa perlu khawatir membayar karena dari
awal aku sudah bilang ke mereka bahwa semua makanan yang mereka pesan itu
gratis tiss.
Hmmm aku senang melihat mereka berdua makan, kayaknya mereka laper banget
masa bodoh ahh mereka yang memandangku dengan tatapan sinis.
toh aku kan juga bayar kayak mereka kok, lagipula pelanggan itu raja,
raja itu ya harus dilayani dengan setulus hati.
"Kaka kok gak makan" tanya si bocah perempuan
"Gak dek udah kenyang" sahutku senyum lembut
"Gimana dek, enak makanannya" tanyaku
"Enak banget kak, baru kali ini kita makan enak, iya kan dek"
"Aaa..iiiiii..ii" adik bocah memainkan kedua tangan lentiknya
"ini Adik mu bilang apa dek? ucapku penasaran
"Dia bilang terimakasih, udah dikasih makanan enak"
"Ohhhh sama-sama ya dek"
Berbagi itu memang indah, berbagi itu gak akan membuat kita miskin,
bahkan sebaliknya. dengan berbagi kepada sesama hati ini akan menjadi
kaya, kaya akan welas asih.
selesai makan aku menyuruh kedua bocah itu untuk memesan makanan yang
mereka suka untuk dibawa pulang, tak lupa juga aku memberi mereka sedikit
recehan biar mereka bisa pulang lebih awal tanpa mulung dihari ini.
Terima kasih Tuhan, terimakasih atas nikmat yang Engkau beri pada hambamu
ini, semoga semuanya menjadi berkah, amiin.
semakin banyak kita bersyukur maka nikmat kita pun akan semakin berlimpah
Tookkk----Tokkk---tookkk!!!
"Iya sebentar" Wahyudi membukakan pintu untukku
"Ci luuuk Baaaaaa....!!" Aku mengagetkan Wahyudi dengan topeng setan yang
kubeli sewaktu pulang ke kost an
"Astagfirullaladzim Toniee!! Ngagetin aja sih" gerutu Wahyudi
"Ceileeeh takut ya hahhaha" Aku tertawa puas
"Gak lucu tahuu" Cibir Wahyudi yang terlanjur kesal
"Iya deh maaf....maaf, nih aku bawain oleh-oleh buat kamu"
"Apaan nih, dari bungkusnya kayaknya enak nih"
"Jelaslah orang belinya di Ke Ep Ci"
"Makan enak makan enakk...nyammi yahuuut coy"
"Haaahahaa biasa aja Yu, buruan gih makan mumpung masih anget"
"Siaap Bosss Tonie!!" Wahyudi memberi hormat
Sore ini pun semua bisa makan enak, aku seneng banget bisa nyenengin
orang-orang terdekatku meski gak seberapa.
Aku bercerita mengenai asal usul uang yang kudapat tapi sepertinya
Wahyudi lebih fokus ke makanan yang ia santap ketimbang mendengarkan
ocehan ku yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
mumpung Wahyudi lagi lengah jahilin ahhh hihiiiiii
"Yu tar malem ada acara gak?" tanyaku mulai berbasa-basi
"Enggak Ton, emang kenapa" Balasnya sambil mengunyah paha ayam yang ia
pegang
"Kalau gitu boleh gak aku minta tolong"
"Minta tolong apaan Ton, emmmm enak banget nih ayam"
"Gantiin Aku tar malem makan gratis di Restoran China yang diujung jalan
sono, mau gak?" Ucapku antusias
"Beneran grattisss tiss tuh ton, nyammm..nyammm"
"Sumfeh deh, pokoknya semua biaya udah ada yang tanggung"
"Wuiiih mau banget tuh Ton" mata Wahyudi berbinar-binar
"Deal kita ya" Aku mengulurkan tanganku
"Deeaaal Seribu persen" sambut tangan Wahyudi menyalamiku
19.45 WIB
Aku mendandani Wahyudi dengan dandanan ala Tina meskipun gak mirip Tina
sama sekali, apalagi Wahyudi itu sedikit kumisan dan postur tubuhnya itu
tinggi banget. lebih tinggi dariku 10 cm, padahal tinggiku saja sudah 170
cm, ini malah lebih tinggi hahahahahaa.
alih-alih ingin dapet makan gratis ehh malah jadinya kayak begono lebih
mirip bencong taman lawang ketimbang si Tina. udah gitu wig nya Pink lagi
bener-bener konyol maksimal kalau kata orang gaul Jakarta.
"Kamu kok gak bilang harus dandan beginian Ton" gerutu Wahyudi
"Inget Yu, inggeeet kita udah Deal oke"
"Yaa deh iyaaa, kamu menang Ton...fuuuuhhhh"
"Hahahahahahahhaaa...sabar ya Yu, Restoran China Yu, Restoran China"
"Restoran China sih...Restoran China, tapi gak gini juga kan"
"Hihihiiiii....." aku terkekeh-kekeh"
"Tega banget kamu Ton tegaaaaa hiksss...hiksss"
Sedikit cadar mungkin akan membantu menyamarkan wajah si Wahyudi, Aku
yakin si Botak gak bakal menyadari kalau Tina yang ia ajak makan malam
ini beda orang, makan tuh Om-Om hahahahahahahaha.
mulut ini sepertinya gak bisa berenti ketawa ngelihat apa yang Wahyudi
kenakan malam ini. lihat aja dari atas sampai bawah semua terlihat lucu,
Mr.Bean mah kalah lucu bila dibandingin sama ini nih Mr.Wahyudi,hohooo.
Aku membekali Wahyudi dengan kamera flash super silau yang bertujuan
untuk mengkaburkan penglihatan. Ajiib bangetkan, hasil beli dijalan
dengan bandrol harga 200 rebuan ( second )
intinya begitu ketemu si Botak langsung jepreett aja tuh kamera,
dampaknya lumayan gede kok, bisa bikin pandangan mata kabur selama 10
menit, jadi 10 menit sekali Wahyudi harus jepret tuh kamera ke arah si
Botak.
"Good luck ya Yu, semoga makan malemnya sukses hihiiii"
"Yaaaa yaaaa" sahut Wahyudi yang berjalan semakin jauh
Satu masalah sudah teratasi, sekarang waktunya bersantai sambil dengerin
radio King Fm, biasanya kalau malem minggu gini banyak yang curhat-curhat
nih, Mantaaappp.
#Haiii...haiii sobat semuanya, jumpa lagi nih barengan Romy diacara Pop
mania dimana Romy bakalan nonggolin sederatan lagu yang lagi ngehits di
minggu ini. oh ya khusus malem minggu ini Romy gak sendirian nih Sob, ada
satu orang lagi yang bakalan nemenin Romy sampai jam 12 nanti namanya
Wiiin.....................#
Beeeeettttttttt.........!!!
"loh kok mati sih? biasanya normal kok, kok sekarang mati, waah ada yang
gak beres nih" Aku mulai mengutak-atik radio butut tersebut
5 menit kemudian......
#langsung aja nih Romy munculin musik bagusnya Judika with Setengah mati
merindu yang diminta sama Yuna di...........#
Beeeeettttttttttt.........!!!
"Ebuset dah, mati lagi nih radio, apa kurang keras ya dipukulnya ya"
Kebiasaan orang Indonesia kalau ada barang elektronik rusak bukanya
dibawa ke tukang service malah dipukul-pukul gak jelas, memang aneh sih
tapi kadang cara itu berhasil, yeeahhh berhasil, berhasil, berhasssiiil.
lagu pertama yang diputer setelah radio berhasil dibenerin adalah laugu
milik Judika dengan judul Setengah mati merindu, sesuwanto banget tuh.
"Mengapa kita"
masih saja tak pernah bersatu
Selalu saja bertemu bertemu saat
Kau milik yang lain
"Yess bunyi!!, tapi ketinggalan beberapa lirik sih"
Mungkin kau bukanlah jodohku
Bukan takdirku
Terus terang
Aku merindukanmu
Setengah mati merindu
Tiada henti merindukanmu
Masih hatiku untukmu
Aku tetap menunggumu
Mengapa waktu
Tak pernah berpihak kepadaku
Apakah aku terlalu
Terlalu banyak berkelana
Mungkin kau bukanlah jodohku
Atau bahkan bukan takdirku
Terus terang
Aku merindukanmu
Setengah mati merindu
"Hmmmm...lagi-lagi keinget Yuna, lagu ini maknanya dalem banget ya"
Aku merindukanmu
Aku tetap menunggumu
Menuggumu
Menunggumu
Aku tetap menunggumu
Hari Senin........
Baru rasanya kemarin hari sabtu eh ini malah udah senin lagi, memang
waktu itu berjalan cepat ya, aku belum tahu hasil kencan antara si
Wahyudi dengan Pak Botak, Wahyudi dari kemarin ngilang entah kemana.
Aku baru bangun aja dia nya sudah gak ada, aku penasaran dengan hasilnya
apakah ngedate nya berjalan sukses atau malah sebaliknya.
"Tin, kamu dipanggil Pak Boss tuh" salah satu senior memanggilku
"Iya Mba, aku langsung kesana"
Duuuggg..duuuggg...dugggggg aku langsung was-was nih, ada apaan ya,
semoga aja bukan hal yang buruk, aku takut hasil ngedate kemarin gagal
terus aku kena dampratnya.
Bersambung.....................
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:41
0
Kutip
Balas