- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#71
PART 14
Spoiler for Part 14:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 14
Tujuanku telah semakin dekat, tinggal beberapa langkah lagi kita akan
bisa bertemu, Aku janji aku akan setia sampai saatnya nanti.......
***********************
05.45 WIB
Seperti kesepakatan yang sudah kami diskusikan kemarin sore bahwasanya
kami harus dateng sebelum jam 6 teeengg, ya udah itu artinya kami gak
boleh telat meski itu cuma satu detik karena ketepan waktu itu penting
maka aku dan Wahyudi menyusun rencana agar kami jangan sampai telat
sampai di lokasi.
Wahyudi yang harusnya hari ini masuk kuliah jadi harus bolos hanya untuk
nemenin aku ke tempat si Sandirja alias Santy
"Ayooo Yu kebut, keeebuuut!!" Kataku menyemangati wahyudi
"Kebut Gundulmu kui Ton, lihat noh macet total"
"Hahahahah iya maaf" Aku tersenyum kecut
"Hoaaaammmmm...heeeran jam segini udah macet aja"
"Emang biasanya gak macet Yu" tanyaku antusias
"Ya macet juga sih heheheh"
"Ahhh Bangke kamu Yu, Nipuuu"
"Hahahahhaha.....Maaaf deh"
Jam sudah menunjukan pukul 05.50 WIB dari waktu yang sudah ditentukan,
Aku gak boleh telat! harus cari cara biar bisa dateng tepat pada waktunya
maka ide gila pun dilakukan, kami putar arah dan mencari jalan tikus agar
bisa lebih cepat sampai tujuan.
"Nggeengggg........ngeeenggg!!"
Wahyudi beratraksi di jalan sempit pemukiman warga, pokonya tancep terus
biar kata orang mau bilang apa
"Awas Yu itu ada Ayam"
"Pekokkkkkkk...pokkkkkkkkk" Ayam-ayam warga berhamburan kemana-mana
"Tenang aja Ton, Aku ini udah pengalaman di bidang ini"
"Bidang kebut mengebut Yu?"
"Bukan Ton tapi bidang mancing"
"Mancing? maksudmu Yu"
"Nohh lihat belakang mereka semua terpancing kan, TERPANCING EMOSINYA"
"Gila kamu Yu para warga ngejar kita dodol"
"Tancep gas yu tancep...kecepatan maksimal"
"Rebes Ton"
*Nggeengggg........ngeeenggg!!....Nggeengggg........ngeeenggg!!*
Criiittttttttttttttttt......!!!!
"Alhamdullilah sampe juga kita Yu, Pas jam 06.00 WiB"
Kami sampai dilokasi tepat waktu tanpa kurang atau lebih, dan disaat yang
bersamaan pula Sandirja membukakan pintu gerbangnya juga pas di menit
yang sama, Haaahhh MISSION COMPLITED.
tanpa panjang lebar lagi kami segera disuruh untuk masuk kedalam istana
si Sandirja, dia memperlihatkan seluruh isi ruangan Salon meski kami gak
meminta untuk diajak Tour keliling salon.
Wahhh seluruh ruangan dicat warna pink, dari mulai pernak pernik salon,
tembok, vas bunga, mejanya, kursinya semua pink
hanya satu yang menurutku gak berwarna pink, yaitu mukanya Sandirja
hahahahhahaaa dalam hati aku jadi tertawa sendiri meilihat seluruh isi
ruangan salon tapi di sisi lain aku juga kagum karena semua barang yang
ditempatkan disini terliwat mewah nan mahal.
"Sini-sini yey masuk sini" Sandirja menunjuk kepadaku
"Aku...." aku menunjuk diriku sendiri seperti orang bego
"Ya iya lah masa, ekye suruh tukang kebun buat masuk kemari, gak banget
deh iuuuhhh"
"Oke...okeee" Aku segera nyelonong masuk kedalam ruangan
"Eitsss...eittss yey mau kemana" tanya Sandirja kepada Wahyudi
"Mau masuk lah" kata wahyudi datar
"Nooo..no..no...no, gak boleh, mending yey tunggu dimari oke"
"Ohh gitu toh" Wahyudi menganggukan kepala
*Jebbreeeettt...!!!* pintu ditutup dengan paksa
Seusai menutup pintu Sandirja mempersilahkan aku untuk duduk disebuah
kursi yang lumayan empuk lalu aku disuruhnya untuk menutup mataku,
dia bilang selama dia melakukan ritual make over gak boleh ada satu
manusiapun yang boleh lihat itu sudah jadi syarat utama sebelum ritual.
meski takut toh akhirnya aku nurut perkataannya dan mencoba berfikir
positif.
dalam kegelepan aku merasakan dia seperti memupukan banyak hal ke mukaku
entah itu bedak atau apa, rasanya ada yang adem ada juga agak panas tapi
baunya wangi banget kayak wangi bunga seribu mawar hahahahhaa.
"Buka mata yey" Seru Sandirja
"Udah boleh buka nih"
"Iya boleh, buka aja"
"Mukaku kok rasanya aneh ya?" batinku
"Udah jangan dipegangin mulu mukanya, tar luntur"
"Tapi aku kok ngerasaa..."
"Buruan gih ganti baju, pake yg ini" Sandirja menyodorkan beberapa lembar
pakaian padaku
"Serius nih harus pake ini?" tanyaku agak bingung
"Lima rius lah...udah buruan, lama deh yey"
"Iya deh"
Mau gak mau, suka gak suka, akhirnya aku terpaksa melakukan hal yang gak
pernah kubayangin sebelumnya. memalukan memang tapi ini demi
terlaksananya tujuanku, kalau saja ada pilihan lain pasti aku pilih yang
itu bukan yang ini. pertama kalinya ber-Crossdresser aku merasa sangat
aneh dengan apa yang aku kenakan belum lagi tonjolan didepan ini yang
disumpel pake roti, kenapa roti karena nanti kalau laper tinggal hap aja
kan gampang khiiiiii, Sandirja mengusulkan untuk disumpel pake gel yang
bentuknya kayak payudara ditempelin ke dada pake lem tapi aku ogaaah ahh
Najoong banget pake gituan. emang aku cowok apakah?
"Ladies and Gentlemen inilah dia....." Ucap Sandirja dengan semangat
"kita sambuutttt........si Toniiieeee.......Hiiiidaaaaaaaaaa"
*Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!!!*
"Gimana Cin cakep kan, beri tepuk tangan yang meriah"
*Plooookkkk...plooookkkkk" Wahyudi dan Sandirja bertepuk tangan
"Gila kamu Ton, cakep bener, kagak keliatan kalau kamu batangan"
"Hahahahahaa Sialan kamu Yu"
"Kawaii Ton Kawai" Kata Wahyudi setengah teriak
"Apaan tuh kawai?
"Gaak ngerti Ton, cuma pengin bilang aja ahahhahha"
"Ya elahh kiran tau artinya, taunya malah kagak ngerti, cape deh" tepok
jidat
"Yu ambilan kaca dong pengin ngaca nih, penasaran mukaku kayak apa"
"Loh emang di dalem tadi gak ada kaca Ton"
"Gak ada Yu...cepet gih ambilin"
"Ekye sengaja kok tuh ruangan gak dikasih kaca, biar surprise aja"
"San mukaku aneh gak sih, aku ngerasa aneh banget nih"
"Lihat aja sendiri" Sandirja pergi ke meninggalkanku dan Wahyudi
"Nih Ton kaca"
"Makasih Yu, coba ahh lihat mukaku kaya apa, penasaran."
"AARRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!" Aku menjerit histeris
*Gubraaaaaaaakkkk!!!!* Aku pingsan begitu melihat mukaku sendiri
Satu jam kemudian aku tersadar dan saat kubuka mataku, disana sudah
banyak mata yang memandangku dengan tatapan gak wajar. masih dalam
kondisi setengah sadar aku minta Wahyudi untuk memapahku keluar setelah
sebelumnya aku pamit dan berterimakasih kepada Sandirja yang sudah susah
payah mau menolong.
sementara Wahyudi mengambil motor diparkiran, aku duduk santai sambil
menunggu didepan Salon, saat sedang asik menunggu ada beberapa pria
datang menghampiriku mengajak kenalanan.
"Neng cantik bener, kenalan dong" salah seorang pria mengulurkan tanganya
"Gak bang makasih" aku mencoba sopan
"Ahh pelit banget si neng ini" colek pria yang lain
"Bangke bener nih orang main colak-calek sembarang Grrr!!" umpatku dalam
hati
"Neeennggg....ikut abang yukk"
"Hiihhhh...geli banget dah" Aku merinding karena geli
"Yuk Ton, berangkat" Seru Wahyudi
"Ohhh iya Yu, siap" jawabku semangat
"Sorry aku dah dijemput" Aku langsung ngibrit pergi
"Huuhhh Cakep-cakep sombong"
"Najiis bener, hiiihh amit-amitt...hoooeeekk"
"Kemana kita Ton" Ucap Wahyudi sambil men-starter motornya
"Ke Kafe Pelita Yu"
"Siip Ton, Pegangan ya, mari kita lets' gooooooooooooooo!!"
*ngggeeeeeeengggggg.................*
Satu Jam kemudian kemudian barulah kami sampai di lokasi, biasa lah
terjebak macet. harusnya perjalanan kami gak selama ini, menginggat
lokasi kafenya emang deket paling cuma 15 KM, nah loh kebayang kan jarak
yang deket aja butuh waktu banyak apalagi jarak yang jauh, busset dah.
"Mbak-Mbak lokasi pendaftarannya dimana?" Tanya Wahyudi kepada salah
seorang pegawai disitu
"Disana Mas, ambil formulir disitu, lalu antrinya disebelah sana"
"Oke mba makasih ya" Wahyudi segera mengambil formulir lalu
menyerahkannya padaku
"Yu aku gak paham soal ngisi ginian, kamu aja deh yang ngisi" aku
menyerahkan kembali formulir yang Wahyudi berikan
"Ahhhh kamu mau enaknya aja Ton" gerutu Wahyudi
"Emang hehehehe....maaaf ya Yu, Aku beneran gak paham soal ginian"
"Ya deh yang Waras ngalah" cibir Wahyudi
"Hahahhaa...gitu dong" Aku tertawa melihat tingkah Wahyudi
"Ehhh Yu dapet antrian nomer berapa kita"
"812 Ton" Wahyudi menunjukan nomer antrian yang ia dapat
"Bussseet bisa sampai malem nih, cape deh" Tepok jidat
Benar saja dugaanku kami menunggu antrian sampai larut malam bahkan
saking lamanya mengantri kami sampai terlelap di bangku antrian.
Ya nasib cari kerja kok gini amat ya, harus rela bersusah susah dahulu
lalu bersenang-senang kemudian. Ya kalau senang nah kalau kebagian susah
lagi huuuuuhhh...legowo Ton, Legowo.
"Dek dek sudah malem, yang lain sudah pada pulang" Seru Pak Satpam
mencoba membangunkanku
"Hooaaaammmm....jam berapa sekarang Pak!" tanyaku kepada Pak Satpam
"Jam 10.35 Wib dek"
"Ehhh buset, pendaftarannya, Yuuu...yu bangun yu"
"Apaan sih Ton ganggu aja"
"Pendaftaranya Yu, pendaftaran" Aku menggoyang-goyangkan tubuh Wahyudi
"Apaaaa!!" Wahyudi berteriak sambil melotot kepadaku
"Tenang semuanya tenang..." seorang Pria berkepala botak datang
menghampiriku
Dia adalah Bos disini, dia adalah si empunya Kafe Pelita aku tahu itu
dari kartu nama yang ia berikan padaku, dan tanpa basa-basi dia langsung
menawariku untuk bekerja sebagai pelayan di Kafenya.
Nah loh terus yang beratus-ratus yang ngelamar mau dikemanain? padahal
aku datang tanpa membawa identitas lamaran atau semacamnya, aku hanya
mengisi formulir saja itupun masih belum kuberikan karena formulir
lamaran kerjanya masih di pegang oleh Wahyudi.
"Saya mau nerima kerja kamu, asalkan kamu"
"Asalkan apa Pak" tanyaku antusias
"Asalkan kamu mau aku ajak makan malam besok pukul 9 malam, gimana"
"Tenang aja Pak Tina pasti mau kok, iya kan Tin"
"Apaan sih Yu aku kan belum jawab" Ucapku lirih
"Ohhhh Oke-oke aku tunggu besok kamu jam 9 setelah pulang kerja"
"Jadi Tina diterima nih pak" kata Wahyudi kegirangan
"Ohh ya jelas, besok temenmu ini udah mulai bisa kerja"
"Tuh Tin dengerin kata Pak Bos" ledek Wahyudi
"Grrrr Awas kamu Yu, tunggu balesanku" Ucapku dalam hati
Bangke nih Wahyu ngumpan aku ke Om-Om gak jelas, iya sih aku diterima
kerja tapi gak gini juga kan, Awas kamu Yuuuu....Grrrrrrrrrrrr.
bener-bener dah aku gak bayangin ujung-ujungnya jadi kayak gini...
Sandirja itu emang TOP ya bisa bikin orang tertipu dengan penampilan
padahal kan hanya di make up sedikit terus dikasihin baju cewek
hasilnya taraaaaaaaaaaa.....semua orang tertipu dan penyamaean Success
full.
"Ya Tuhan tolong maafkan hambamu ini"
Di Kost an
"Tega banget kamu Yu sama aku" gerutu aku
"Yaaah daripada gak dapet kerja Ton hahahhaha" Wahyudi tertawa puas
"Haaaahhh Bangke kamu Yu...gara-gara kamu aku jadi korban orang gak
jelas"
"Udah nikmatin aja Ton, yang awalnya pengin nyamar siapa hayo"
"Iyaaa sih tapi kan....."
"Gak usah pake tapi-tapi an sikat aja lah Ton, kesempetan buat kamu"
"Kesempatan buat kerja maksudmu Yu?"
"Bukan Ton tapi kesempatan jalan-sama OM-om hahahahhahahha"
"Heeehhh ngeledek ya, udah salah masih ngeledek ya, awas kamu Yu"
"Tendangaaan Maut...ciaaaaattt!!"
*Bruuuaaaaaakkkkkkkkkkkkk*
malam ini aku dan Wahyudi mengadakan perang bantal di dalam kamar, seru
banget...gak papalah dibilang kayak anak kecil karena terkadang orang
dewasa pun butuh hiburan seperti anak kecil yang polos nan lugu
*Bbbruuuukkk....Braaaakkkkkkkkkk*
*Bbbruuuukkk....Braaaakkkkkkkkkk*
Besok pagi aku sudah mulai berangkat kerja itu artinya aku bisa
mengumpulkan rupiah demi rupiah, setelah terkumpul aku ingin segera
menemui Yuna sang pujaan hatiku.
kenapa ya Yun bayangmu gak pernah bisa lepas dari pikiranku.
setiap kali menjelang tidur aku selalu teringat kamu Yun, aku kangen SMS
mu, aku kangen suaramu dan aku kangen semua yang ada padamu.
andai saja HP ku gak ilang, pasti saat ini kita sedang mesra-mesraan ya
"sedang apa kamu disana Yun,apa kamu merindukanku seperti kumerindukanmu"
"Gak ada rotan akarpun jadi, gak ada HP radio pun jadi pelarian"
#masih bersama saya dia acara Pop mania, radio King fm, radionya anak
muda Jakarta yang akan menemani sobat semua sampai jam 12 nanti
nah sekarang Romy mau munculin lagu bagusnya D'massiv yang tadi direquest
oleh Putri di kamar aja. katanya si Putri ini lagi kangen berat nih sama
cowoknya...ehemmm heemmmm cieeee yang lagi kangen berat nih ye, kapan ya
Romy di kangenin, mau dong.... ya udah tanpa membuang waktu lagi langsung
aja nih Romy puterin lagu D'massiv dengan judul 'Kumerindukanmu'
cek it oout!!.
"Waaah lagunya pas banget nih sama hatiku yang dirundung rindu"
"Saat aku tertawa diatas semua"
Saat aku menangisi
ke sedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
selama aku masi bisa
bernafas
Masih sanggup berjalan kukan
selalu mujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau
ada dimana
Dengarkan aku
kumerindukanmu
Keesokan paginya...
Ini hari pertamaku kerja jadi pelayan di Kafe Pelita, aku gak boleh telat
maka dari itu aku berangkat lebih pagi dari yang lain.
tentunya dengan dandanan ala crossdresser, crossdresser itu ialah
laki-laki tulen yang berdandan dan memakai baju seperti wanita tapi tetap
pada gendernya ( Normal/Lurus ).
Moga aja aksi penyamaranku ini gak bobol sampai semua kantong rupiahku
penuh akan pundi-pundi uang. sebenarnya aku hanya butuh beberapa juta
untuk modal ku berangkat ke Makasar.
hidup dikota besar seperti ini memang susah semuanya gak ada yang gratis
mau kerja ya harus ada yang dikorbankan, seperti aku yang rela menyamar
demi mendapatkan sebuah pekerjaan.
huuuhh betapa aku bencinya diriku sendiri, kenapa aku harus kayak gini.
"Tina...tolong antarkan minuman ini ke meja no 8" Perintah senior
"Baik mbak, laksanan" ucapku dengan suara yg dibuat-buat
Semua yang bekerja disini perempuan, dari kasir, pramusaji sampai tukang
bersih-bersih semua perempuan mungkin akulah satu-satunya laki-laki
disini, oh ya lupa itu si botak bangkotan kan juga cowok ya.
ralat deh ada dua orang laki-laki disini, ternyata ehh ternyata dari
semua pengunjung gak ada yang tau kalau aku ini cewek berbatang ahahahaha
Pak pria botak itu seleranya tinggi bener ya, terlihat semua karyawati
yang bekerja disini bening-bening pisan euy.
semenjak bekerja disini namaku yang tadinya Tonie berubah jadi Tina
itu gara-gara si wahyudi yang ganti nama seenak jidat, huuuhhh.
"Meja nomer 8 ya, meja nomer delll---llaaa---"
"Anjiiiirr itu kenapa Desi, kenapa Desi ada disini?"
"Mampuss mampus, balik arah...balik arah"
Saat aku memutar balik tiba-tiba si Desi memanggil dengan teriakan yang
agak keras
"Pelayan sini-sini, pees---aaaa---naaaaaannn" Desi terdiam sejenak
"Ehhh kayak kenal nih" Desi menunjuk ku
"Aduuuhhhh...mampuusss, mammmpussss, jangan sampe ketahuan"
"Kenapa Des, kamu kenal ya" Ucap Pria disampingnya
"Emmmmm.....aahhh mungkin hanya perasaanku"
"Haaa--aaahhh lega" Aku menghela nafas
"Ini silahkan minumannya" Aku meletakan minuman yang dipesan Desi dengan
agak sedikit gemetar
Untung aja, untung aja Desi gak nggeeh kalo ini Aku, aku si Tonie Hida
lagian nih anak ngapain sih dimari, dunia ini bener-bener sempit banget
ya, udah dirumah ketemu disini juga ketemu..huuuuhhhh.
selesai menghidangkan minuman di meja Desi, segera saja aku berlari ke
kamar mandi dimana disitulah tempat teraman bagiku tapi kok baunya rada
pesing ya...
ini pasti kamar mandi cowok, yaa emang gak salah masuk sih tapi..dengan
pakaian seperti ini? ahhh sudahlah, bodo amat.
"Gun kita harus cari Toni kemana lagi nih" Ucap salah seorang pria dari
luar pintu kamar mandi
"Gak tahu Ris belum ada petunjuk lagi, aku gak punya ide nih, Udah
beberapa hari ini kita nyari keliling Jakarta tapi hasilnya Nol"
"Iya Gun aku tahu kok"
Saat sedang menenangkan diri didalam kamar mandi, Aku mendengar suara
orang yang amat ku kenal.
penasaran akan hal tersebut timbulah inisiatif untuk menguping
pembicaraan dua manusia tersebut sampai selesai.
"Pusing aku Ris nyariin tuh anak"
"Sama Gun aku juga"
Mereka mencariku sampai disini, benarkah mereka Guntur dan Aris? sahabtku
dari kota Sampang Cilacap? memang agak meragukan sebelum aku lihat
sendiri orangnya dan akupun segera membukaa pintu lalu......
Brakkkkk!!! Aku membuka pintu dengan paksa
"Guuuuuu--nnnn Riiissss"
"Looh kok, gak ada orang sih?" Aku garuk-garuk kepala sendiri
"Mbak ngapain ada disini, mau ngintip ya" Tepuk sesosok pria dari arah
belakang
"Hiiihhh Amit-amit, siapa juga yang mo ngintip....ogaaahhhh deh" Aku
berlari terbirit-birit menuju pintu keluar
Mulai hari ini aku harus semangat untuk berjuang, tiga bulan terhitung
dari sekarang, gak ada kata gak mungkin dalam kamusku semua pasti mungkin
dan aku yakin aku pasti sanggup...
Tiga bulan Yun...tiga bulan.................
Bersambung.......................
PART 14
Tujuanku telah semakin dekat, tinggal beberapa langkah lagi kita akan
bisa bertemu, Aku janji aku akan setia sampai saatnya nanti.......
***********************
05.45 WIB
Seperti kesepakatan yang sudah kami diskusikan kemarin sore bahwasanya
kami harus dateng sebelum jam 6 teeengg, ya udah itu artinya kami gak
boleh telat meski itu cuma satu detik karena ketepan waktu itu penting
maka aku dan Wahyudi menyusun rencana agar kami jangan sampai telat
sampai di lokasi.
Wahyudi yang harusnya hari ini masuk kuliah jadi harus bolos hanya untuk
nemenin aku ke tempat si Sandirja alias Santy
"Ayooo Yu kebut, keeebuuut!!" Kataku menyemangati wahyudi
"Kebut Gundulmu kui Ton, lihat noh macet total"
"Hahahahah iya maaf" Aku tersenyum kecut
"Hoaaaammmmm...heeeran jam segini udah macet aja"
"Emang biasanya gak macet Yu" tanyaku antusias
"Ya macet juga sih heheheh"
"Ahhh Bangke kamu Yu, Nipuuu"
"Hahahahhaha.....Maaaf deh"
Jam sudah menunjukan pukul 05.50 WIB dari waktu yang sudah ditentukan,
Aku gak boleh telat! harus cari cara biar bisa dateng tepat pada waktunya
maka ide gila pun dilakukan, kami putar arah dan mencari jalan tikus agar
bisa lebih cepat sampai tujuan.
"Nggeengggg........ngeeenggg!!"
Wahyudi beratraksi di jalan sempit pemukiman warga, pokonya tancep terus
biar kata orang mau bilang apa
"Awas Yu itu ada Ayam"
"Pekokkkkkkk...pokkkkkkkkk" Ayam-ayam warga berhamburan kemana-mana
"Tenang aja Ton, Aku ini udah pengalaman di bidang ini"
"Bidang kebut mengebut Yu?"
"Bukan Ton tapi bidang mancing"
"Mancing? maksudmu Yu"
"Nohh lihat belakang mereka semua terpancing kan, TERPANCING EMOSINYA"
"Gila kamu Yu para warga ngejar kita dodol"
"Tancep gas yu tancep...kecepatan maksimal"
"Rebes Ton"
*Nggeengggg........ngeeenggg!!....Nggeengggg........ngeeenggg!!*
Criiittttttttttttttttt......!!!!
"Alhamdullilah sampe juga kita Yu, Pas jam 06.00 WiB"
Kami sampai dilokasi tepat waktu tanpa kurang atau lebih, dan disaat yang
bersamaan pula Sandirja membukakan pintu gerbangnya juga pas di menit
yang sama, Haaahhh MISSION COMPLITED.
tanpa panjang lebar lagi kami segera disuruh untuk masuk kedalam istana
si Sandirja, dia memperlihatkan seluruh isi ruangan Salon meski kami gak
meminta untuk diajak Tour keliling salon.
Wahhh seluruh ruangan dicat warna pink, dari mulai pernak pernik salon,
tembok, vas bunga, mejanya, kursinya semua pink
hanya satu yang menurutku gak berwarna pink, yaitu mukanya Sandirja
hahahahhahaaa dalam hati aku jadi tertawa sendiri meilihat seluruh isi
ruangan salon tapi di sisi lain aku juga kagum karena semua barang yang
ditempatkan disini terliwat mewah nan mahal.
"Sini-sini yey masuk sini" Sandirja menunjuk kepadaku
"Aku...." aku menunjuk diriku sendiri seperti orang bego
"Ya iya lah masa, ekye suruh tukang kebun buat masuk kemari, gak banget
deh iuuuhhh"
"Oke...okeee" Aku segera nyelonong masuk kedalam ruangan
"Eitsss...eittss yey mau kemana" tanya Sandirja kepada Wahyudi
"Mau masuk lah" kata wahyudi datar
"Nooo..no..no...no, gak boleh, mending yey tunggu dimari oke"
"Ohh gitu toh" Wahyudi menganggukan kepala
*Jebbreeeettt...!!!* pintu ditutup dengan paksa
Seusai menutup pintu Sandirja mempersilahkan aku untuk duduk disebuah
kursi yang lumayan empuk lalu aku disuruhnya untuk menutup mataku,
dia bilang selama dia melakukan ritual make over gak boleh ada satu
manusiapun yang boleh lihat itu sudah jadi syarat utama sebelum ritual.
meski takut toh akhirnya aku nurut perkataannya dan mencoba berfikir
positif.
dalam kegelepan aku merasakan dia seperti memupukan banyak hal ke mukaku
entah itu bedak atau apa, rasanya ada yang adem ada juga agak panas tapi
baunya wangi banget kayak wangi bunga seribu mawar hahahahhaa.
"Buka mata yey" Seru Sandirja
"Udah boleh buka nih"
"Iya boleh, buka aja"
"Mukaku kok rasanya aneh ya?" batinku
"Udah jangan dipegangin mulu mukanya, tar luntur"
"Tapi aku kok ngerasaa..."
"Buruan gih ganti baju, pake yg ini" Sandirja menyodorkan beberapa lembar
pakaian padaku
"Serius nih harus pake ini?" tanyaku agak bingung
"Lima rius lah...udah buruan, lama deh yey"
"Iya deh"
Mau gak mau, suka gak suka, akhirnya aku terpaksa melakukan hal yang gak
pernah kubayangin sebelumnya. memalukan memang tapi ini demi
terlaksananya tujuanku, kalau saja ada pilihan lain pasti aku pilih yang
itu bukan yang ini. pertama kalinya ber-Crossdresser aku merasa sangat
aneh dengan apa yang aku kenakan belum lagi tonjolan didepan ini yang
disumpel pake roti, kenapa roti karena nanti kalau laper tinggal hap aja
kan gampang khiiiiii, Sandirja mengusulkan untuk disumpel pake gel yang
bentuknya kayak payudara ditempelin ke dada pake lem tapi aku ogaaah ahh
Najoong banget pake gituan. emang aku cowok apakah?
"Ladies and Gentlemen inilah dia....." Ucap Sandirja dengan semangat
"kita sambuutttt........si Toniiieeee.......Hiiiidaaaaaaaaaa"
*Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!!!*
"Gimana Cin cakep kan, beri tepuk tangan yang meriah"
*Plooookkkk...plooookkkkk" Wahyudi dan Sandirja bertepuk tangan
"Gila kamu Ton, cakep bener, kagak keliatan kalau kamu batangan"
"Hahahahahaa Sialan kamu Yu"
"Kawaii Ton Kawai" Kata Wahyudi setengah teriak
"Apaan tuh kawai?
"Gaak ngerti Ton, cuma pengin bilang aja ahahhahha"
"Ya elahh kiran tau artinya, taunya malah kagak ngerti, cape deh" tepok
jidat
"Yu ambilan kaca dong pengin ngaca nih, penasaran mukaku kayak apa"
"Loh emang di dalem tadi gak ada kaca Ton"
"Gak ada Yu...cepet gih ambilin"
"Ekye sengaja kok tuh ruangan gak dikasih kaca, biar surprise aja"
"San mukaku aneh gak sih, aku ngerasa aneh banget nih"
"Lihat aja sendiri" Sandirja pergi ke meninggalkanku dan Wahyudi
"Nih Ton kaca"
"Makasih Yu, coba ahh lihat mukaku kaya apa, penasaran."
"AARRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!" Aku menjerit histeris
*Gubraaaaaaaakkkk!!!!* Aku pingsan begitu melihat mukaku sendiri
Satu jam kemudian aku tersadar dan saat kubuka mataku, disana sudah
banyak mata yang memandangku dengan tatapan gak wajar. masih dalam
kondisi setengah sadar aku minta Wahyudi untuk memapahku keluar setelah
sebelumnya aku pamit dan berterimakasih kepada Sandirja yang sudah susah
payah mau menolong.
sementara Wahyudi mengambil motor diparkiran, aku duduk santai sambil
menunggu didepan Salon, saat sedang asik menunggu ada beberapa pria
datang menghampiriku mengajak kenalanan.
"Neng cantik bener, kenalan dong" salah seorang pria mengulurkan tanganya
"Gak bang makasih" aku mencoba sopan
"Ahh pelit banget si neng ini" colek pria yang lain
"Bangke bener nih orang main colak-calek sembarang Grrr!!" umpatku dalam
hati
"Neeennggg....ikut abang yukk"
"Hiihhhh...geli banget dah" Aku merinding karena geli
"Yuk Ton, berangkat" Seru Wahyudi
"Ohhh iya Yu, siap" jawabku semangat
"Sorry aku dah dijemput" Aku langsung ngibrit pergi
"Huuhhh Cakep-cakep sombong"
"Najiis bener, hiiihh amit-amitt...hoooeeekk"
"Kemana kita Ton" Ucap Wahyudi sambil men-starter motornya
"Ke Kafe Pelita Yu"
"Siip Ton, Pegangan ya, mari kita lets' gooooooooooooooo!!"
*ngggeeeeeeengggggg.................*
Satu Jam kemudian kemudian barulah kami sampai di lokasi, biasa lah
terjebak macet. harusnya perjalanan kami gak selama ini, menginggat
lokasi kafenya emang deket paling cuma 15 KM, nah loh kebayang kan jarak
yang deket aja butuh waktu banyak apalagi jarak yang jauh, busset dah.
"Mbak-Mbak lokasi pendaftarannya dimana?" Tanya Wahyudi kepada salah
seorang pegawai disitu
"Disana Mas, ambil formulir disitu, lalu antrinya disebelah sana"
"Oke mba makasih ya" Wahyudi segera mengambil formulir lalu
menyerahkannya padaku
"Yu aku gak paham soal ngisi ginian, kamu aja deh yang ngisi" aku
menyerahkan kembali formulir yang Wahyudi berikan
"Ahhhh kamu mau enaknya aja Ton" gerutu Wahyudi
"Emang hehehehe....maaaf ya Yu, Aku beneran gak paham soal ginian"
"Ya deh yang Waras ngalah" cibir Wahyudi
"Hahahhaa...gitu dong" Aku tertawa melihat tingkah Wahyudi
"Ehhh Yu dapet antrian nomer berapa kita"
"812 Ton" Wahyudi menunjukan nomer antrian yang ia dapat
"Bussseet bisa sampai malem nih, cape deh" Tepok jidat
Benar saja dugaanku kami menunggu antrian sampai larut malam bahkan
saking lamanya mengantri kami sampai terlelap di bangku antrian.
Ya nasib cari kerja kok gini amat ya, harus rela bersusah susah dahulu
lalu bersenang-senang kemudian. Ya kalau senang nah kalau kebagian susah
lagi huuuuuhhh...legowo Ton, Legowo.
"Dek dek sudah malem, yang lain sudah pada pulang" Seru Pak Satpam
mencoba membangunkanku
"Hooaaaammmm....jam berapa sekarang Pak!" tanyaku kepada Pak Satpam
"Jam 10.35 Wib dek"
"Ehhh buset, pendaftarannya, Yuuu...yu bangun yu"
"Apaan sih Ton ganggu aja"
"Pendaftaranya Yu, pendaftaran" Aku menggoyang-goyangkan tubuh Wahyudi
"Apaaaa!!" Wahyudi berteriak sambil melotot kepadaku
"Tenang semuanya tenang..." seorang Pria berkepala botak datang
menghampiriku
Dia adalah Bos disini, dia adalah si empunya Kafe Pelita aku tahu itu
dari kartu nama yang ia berikan padaku, dan tanpa basa-basi dia langsung
menawariku untuk bekerja sebagai pelayan di Kafenya.
Nah loh terus yang beratus-ratus yang ngelamar mau dikemanain? padahal
aku datang tanpa membawa identitas lamaran atau semacamnya, aku hanya
mengisi formulir saja itupun masih belum kuberikan karena formulir
lamaran kerjanya masih di pegang oleh Wahyudi.
"Saya mau nerima kerja kamu, asalkan kamu"
"Asalkan apa Pak" tanyaku antusias
"Asalkan kamu mau aku ajak makan malam besok pukul 9 malam, gimana"
"Tenang aja Pak Tina pasti mau kok, iya kan Tin"
"Apaan sih Yu aku kan belum jawab" Ucapku lirih
"Ohhhh Oke-oke aku tunggu besok kamu jam 9 setelah pulang kerja"
"Jadi Tina diterima nih pak" kata Wahyudi kegirangan
"Ohh ya jelas, besok temenmu ini udah mulai bisa kerja"
"Tuh Tin dengerin kata Pak Bos" ledek Wahyudi
"Grrrr Awas kamu Yu, tunggu balesanku" Ucapku dalam hati
Bangke nih Wahyu ngumpan aku ke Om-Om gak jelas, iya sih aku diterima
kerja tapi gak gini juga kan, Awas kamu Yuuuu....Grrrrrrrrrrrr.
bener-bener dah aku gak bayangin ujung-ujungnya jadi kayak gini...
Sandirja itu emang TOP ya bisa bikin orang tertipu dengan penampilan
padahal kan hanya di make up sedikit terus dikasihin baju cewek
hasilnya taraaaaaaaaaaa.....semua orang tertipu dan penyamaean Success
full.
"Ya Tuhan tolong maafkan hambamu ini"
Di Kost an
"Tega banget kamu Yu sama aku" gerutu aku
"Yaaah daripada gak dapet kerja Ton hahahhaha" Wahyudi tertawa puas
"Haaaahhh Bangke kamu Yu...gara-gara kamu aku jadi korban orang gak
jelas"
"Udah nikmatin aja Ton, yang awalnya pengin nyamar siapa hayo"
"Iyaaa sih tapi kan....."
"Gak usah pake tapi-tapi an sikat aja lah Ton, kesempetan buat kamu"
"Kesempatan buat kerja maksudmu Yu?"
"Bukan Ton tapi kesempatan jalan-sama OM-om hahahahhahahha"
"Heeehhh ngeledek ya, udah salah masih ngeledek ya, awas kamu Yu"
"Tendangaaan Maut...ciaaaaattt!!"
*Bruuuaaaaaakkkkkkkkkkkkk*
malam ini aku dan Wahyudi mengadakan perang bantal di dalam kamar, seru
banget...gak papalah dibilang kayak anak kecil karena terkadang orang
dewasa pun butuh hiburan seperti anak kecil yang polos nan lugu
*Bbbruuuukkk....Braaaakkkkkkkkkk*
*Bbbruuuukkk....Braaaakkkkkkkkkk*
Besok pagi aku sudah mulai berangkat kerja itu artinya aku bisa
mengumpulkan rupiah demi rupiah, setelah terkumpul aku ingin segera
menemui Yuna sang pujaan hatiku.
kenapa ya Yun bayangmu gak pernah bisa lepas dari pikiranku.
setiap kali menjelang tidur aku selalu teringat kamu Yun, aku kangen SMS
mu, aku kangen suaramu dan aku kangen semua yang ada padamu.
andai saja HP ku gak ilang, pasti saat ini kita sedang mesra-mesraan ya
"sedang apa kamu disana Yun,apa kamu merindukanku seperti kumerindukanmu"
"Gak ada rotan akarpun jadi, gak ada HP radio pun jadi pelarian"
#masih bersama saya dia acara Pop mania, radio King fm, radionya anak
muda Jakarta yang akan menemani sobat semua sampai jam 12 nanti
nah sekarang Romy mau munculin lagu bagusnya D'massiv yang tadi direquest
oleh Putri di kamar aja. katanya si Putri ini lagi kangen berat nih sama
cowoknya...ehemmm heemmmm cieeee yang lagi kangen berat nih ye, kapan ya
Romy di kangenin, mau dong.... ya udah tanpa membuang waktu lagi langsung
aja nih Romy puterin lagu D'massiv dengan judul 'Kumerindukanmu'
cek it oout!!.
"Waaah lagunya pas banget nih sama hatiku yang dirundung rindu"
"Saat aku tertawa diatas semua"
Saat aku menangisi
ke sedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
selama aku masi bisa
bernafas
Masih sanggup berjalan kukan
selalu mujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau
ada dimana
Dengarkan aku
kumerindukanmu
Keesokan paginya...
Ini hari pertamaku kerja jadi pelayan di Kafe Pelita, aku gak boleh telat
maka dari itu aku berangkat lebih pagi dari yang lain.
tentunya dengan dandanan ala crossdresser, crossdresser itu ialah
laki-laki tulen yang berdandan dan memakai baju seperti wanita tapi tetap
pada gendernya ( Normal/Lurus ).
Moga aja aksi penyamaranku ini gak bobol sampai semua kantong rupiahku
penuh akan pundi-pundi uang. sebenarnya aku hanya butuh beberapa juta
untuk modal ku berangkat ke Makasar.
hidup dikota besar seperti ini memang susah semuanya gak ada yang gratis
mau kerja ya harus ada yang dikorbankan, seperti aku yang rela menyamar
demi mendapatkan sebuah pekerjaan.
huuuhh betapa aku bencinya diriku sendiri, kenapa aku harus kayak gini.
"Tina...tolong antarkan minuman ini ke meja no 8" Perintah senior
"Baik mbak, laksanan" ucapku dengan suara yg dibuat-buat
Semua yang bekerja disini perempuan, dari kasir, pramusaji sampai tukang
bersih-bersih semua perempuan mungkin akulah satu-satunya laki-laki
disini, oh ya lupa itu si botak bangkotan kan juga cowok ya.
ralat deh ada dua orang laki-laki disini, ternyata ehh ternyata dari
semua pengunjung gak ada yang tau kalau aku ini cewek berbatang ahahahaha
Pak pria botak itu seleranya tinggi bener ya, terlihat semua karyawati
yang bekerja disini bening-bening pisan euy.
semenjak bekerja disini namaku yang tadinya Tonie berubah jadi Tina
itu gara-gara si wahyudi yang ganti nama seenak jidat, huuuhhh.
"Meja nomer 8 ya, meja nomer delll---llaaa---"
"Anjiiiirr itu kenapa Desi, kenapa Desi ada disini?"
"Mampuss mampus, balik arah...balik arah"
Saat aku memutar balik tiba-tiba si Desi memanggil dengan teriakan yang
agak keras
"Pelayan sini-sini, pees---aaaa---naaaaaannn" Desi terdiam sejenak
"Ehhh kayak kenal nih" Desi menunjuk ku
"Aduuuhhhh...mampuusss, mammmpussss, jangan sampe ketahuan"
"Kenapa Des, kamu kenal ya" Ucap Pria disampingnya
"Emmmmm.....aahhh mungkin hanya perasaanku"
"Haaa--aaahhh lega" Aku menghela nafas
"Ini silahkan minumannya" Aku meletakan minuman yang dipesan Desi dengan
agak sedikit gemetar
Untung aja, untung aja Desi gak nggeeh kalo ini Aku, aku si Tonie Hida
lagian nih anak ngapain sih dimari, dunia ini bener-bener sempit banget
ya, udah dirumah ketemu disini juga ketemu..huuuuhhhh.
selesai menghidangkan minuman di meja Desi, segera saja aku berlari ke
kamar mandi dimana disitulah tempat teraman bagiku tapi kok baunya rada
pesing ya...
ini pasti kamar mandi cowok, yaa emang gak salah masuk sih tapi..dengan
pakaian seperti ini? ahhh sudahlah, bodo amat.
"Gun kita harus cari Toni kemana lagi nih" Ucap salah seorang pria dari
luar pintu kamar mandi
"Gak tahu Ris belum ada petunjuk lagi, aku gak punya ide nih, Udah
beberapa hari ini kita nyari keliling Jakarta tapi hasilnya Nol"
"Iya Gun aku tahu kok"
Saat sedang menenangkan diri didalam kamar mandi, Aku mendengar suara
orang yang amat ku kenal.
penasaran akan hal tersebut timbulah inisiatif untuk menguping
pembicaraan dua manusia tersebut sampai selesai.
"Pusing aku Ris nyariin tuh anak"
"Sama Gun aku juga"
Mereka mencariku sampai disini, benarkah mereka Guntur dan Aris? sahabtku
dari kota Sampang Cilacap? memang agak meragukan sebelum aku lihat
sendiri orangnya dan akupun segera membukaa pintu lalu......
Brakkkkk!!! Aku membuka pintu dengan paksa
"Guuuuuu--nnnn Riiissss"
"Looh kok, gak ada orang sih?" Aku garuk-garuk kepala sendiri
"Mbak ngapain ada disini, mau ngintip ya" Tepuk sesosok pria dari arah
belakang
"Hiiihhh Amit-amit, siapa juga yang mo ngintip....ogaaahhhh deh" Aku
berlari terbirit-birit menuju pintu keluar
Mulai hari ini aku harus semangat untuk berjuang, tiga bulan terhitung
dari sekarang, gak ada kata gak mungkin dalam kamusku semua pasti mungkin
dan aku yakin aku pasti sanggup...
Tiga bulan Yun...tiga bulan.................
Bersambung.......................
Diubah oleh bandotkeren 18-07-2014 21:53
0
Kutip
Balas