- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#68
PART 13
Spoiler for Part 13:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 13
Amaaan...Sintha gak inget janjiku dulu untuk menjadikan dia pacarku jika kita ketemu lagi secara gak sengaja hehehehehe....Haaa-aaah hari ini lumayan berat, mana besok aku harus ke Jakarta...sebelum ke makasar aku ingin ke jakarta dahulu menemui Pakde ku disana.
************
Semua celengan sudah kupecahkan baik itu celengan ayam, celengan babi, celengan monyet, celengan kodok, celengan kucing bahkan celengan kesayanganku si Doraemon biru sudah ku pecahkan demi memuluskan rencanaku untuk pergi ke Jakarta, lalu setelahnya barulah aku ke Makasar.
Siang ini aku sudah begitu sibuk mengemasi barang-barangku, baju-baju sudah kumasukan kedalam tas, cemilan favoritku si jipang juga tak ketinggalan dan yang terakhir tentu saja Gadget ku..si Nokiyem yang setia menemaniku dari jaman SMK.
"Haaaahh beres juga akhirnya, tiket juga sudah ada ditangan"
"Gak sabar nunnggu kebarangkatan sore ini"
"Aku harap sesampai nya aku di Makasar nanti bakal jadi surprise buat kamu Yun, moga aja kamu seneng dengan kedatanganku"
*Kling*
Dari : Yuna(085227916889)
Lagi apa Beb tadi aku
telpon 4 x gak diangkat
lagi sibuk ya?
Untuk
085227916889)
Iya nih Say lagi benerin
genteng...maaf ya
nanti aku sms kamu deh say
sekarang lagi susah
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
Sebenernya aku gak tega bohong sama kamu, tapi ya apa boleh buat soalnya aku pengin bikin kejutan buat kamu, aku akan buktiin keseriusanku padamu.
Tuuutt-----Tuuuuttt-----tuuuuuu!!! Aku mencoba menelepon Desi
"Hallo...." Jawab Desi
"Hallo juga Des, Des aku minta alamat Yuna ya?"
"Buat apaan? gak usah"
"Please ya Des, kamu cantik deh" rayuku
"Sejak jaman Fir'aun juga udah cantik kalee, baru nyadar ya"
"Mau buat apa minta alamat Yuna, Awas ya kalau buat macem-macem"
"Gak lah, gini Des bulan depan Yuna kan ultah, aku mau kasih Kado Spesial"
"Ohhh gitu toh..ya udah nanti aku SMS in aja gimana?"
"Ya oke deh Des, maaf ganggu"
"Iya kamu ganggu banget tau, aku itu super sibuk ngerti"
"Iya iyaa yang lagi sibuk gak mau diganggu"
"Tunggu SMS dariku oke"
"Makasih ya Des"
"Iya sama-sama"
Tuuutt...tuuttt....tutttt Telepon dimatikan
Kalo aja kamu bukan Sepupunya Yuna ogah banget aku minta bantuanmu, galakmu itu galak kuadrat! gak ada bandingannya di dunia ini. nenek-nenek aja mungkin kalah galak sama kamu Des.
Dalam perjalan......
Udah tiga jam aku duduk melamun didalam Bus kelas patas ini tanpa melakukan apapun, HP sengaja aku matikan untuk menghemat batre biar nanti aku bisa telepon Pakde begitu nyampe terminal.
Aku bosan total nih, entahlah orang yang duduk disebelahku dia terus saja Ngomong ngalor ngidul ( gak jelas ) meski aku gak nanggepin omongannya..
dari lagaknya ngomong sih kayaknya nih orang MLM.
itu loh orang yang kerjaanya ngajikin orang buat gabung jadi member
"Mas-mas gimana? tertarik dengan bisnisku kan, Buruan mas join kita-kita"
"Kita? Elo aja kali Gw gak tertarik tuh" Ucapku dalam hati
"Bisnis apaan ya pak?" Aku pura-pura blo'on
"Lah tadi kan udah dijelasin panjang lebar, masa harus diulang sih"
"Maaf Pak tadi aku kurang Ngeeh"
Orang itu pun kembali bercerita mengenai bisnisnya, aku sih cuma pura-pura dengerin tapi otak ini sama sekali gak mau nerima omongan si Bapak yang duduk disebelahku, laah orang otaku lagi jalan-jalan.
Bodo amat...amat aja gak mikirin heheheee....
Jakarta 07.15 WIB
"Turun-turun--turun" Sang kernet Bus meminta semua penumpang turun
"Hoaaaammm...emmm, udah sampai ya akhirnya" Aku melakukan olahraga ringan
"Duduk terus-terusan bikin badan pegel"
"Kacangnya kacang" Para pedangan kaki lima menawarkan dagangannya kepada seluruh penumpang yang baru turun, tak terkecuali aku"
"Kacang Pak, berapaan sebungkus?" tanyaku
"Lima ribu dek" kata si penjual
"Ohhh aku beli dua ya pak" Aku mencoba mencari dompet di celanaku
"Loohh...dompetku mana ya"
"Gimana dek, jadi beli kagak"
"Bentar Pak ini lagi nyari dompet"
"Ahhh lama, bilang aja kagak punya duit..sok-sok an mau beli"
"Adduhh Sialan nih, dompetku ilang, jangan-jangan"
"Busseettt HP ku juga ikut raib"
"Anjrriit, Aku Kecopeetan!"
"Apes bener dah aku ini"
"mana semua barang penting ada didompet lagi"
"Haaa--aaahh" Tepok jidat
Dari terminal aku berjalan kaki tanpa arah dan tujuan, aku benar-benar buta akan kota Jakarta, ini pertama kalinya aku kesini dan sekarang aku terdampar disini..mana rumah Pakdeku jauh di Jakarta Pusat, aku gak tau harus kesana pake apa terus dari mana duitnya, alamatpun ikutan lenyap.
"Apakah aku harus Ngepet atau malah ikutan jadi Pencopet?"
"Ya Tuhan berilah hambamu petunjuk, hanya kepadamu aku meminta pertolongan"
Jedaaaarrr!!! Petir menyambar disiang bolong
"Astagfirulloh!!, kaget bener dah"
"untung-untung, untung aku gak punya penyakit jantung"
"Kalau punya mah aku dah tewas ditempat"
"Duuhh cacingku sudah mulai demo minta dikasih makan"
"Makan apaan ya? duit aja kagak punya"
"Ohh iya aku kan masih ada Stok camilan Jipang yang kubawa dari rumah"
"Haaaah bener apa kata tetangga kalau Ibukota itu lebih kejam daripada Ibu tiru"
"Waah itu ada taman tuh, kesana ahh"
"lumayan untuk mengistirahatkan kaki sejenak"
Saat sedang duduk dibangku taman tiba-tiba ada dua orang bocah berpakaian lusuh datang menghampiriku, satu laki-laki dan satunya lagi perempuan
perkiraan ku yang perempuan paling baru usia delapan tahun sedangkan yang laki-laki baru beranjak 5 tahun, muka keduanya sangat imut tapi aku sangat kasihan kepada mereka..dimana harusnya masa kanan-kanak harusnya dihiasi dengan indah ini malah mereka sudah bekerja mencari uang
Aku tahu dari barang yang dibawanya, mereka mengumpulkan berbagai macam botol bekas minuman kemasan dan kardus.
"Kenapa Dek?" tanyaku sopan
"Aaaa...iiii...ieaa...ii" dia menggerak-gerak jarinya
"Ini adek kamu ngomong apa? kakak bingung"
"Iiisshhh adek gak boleh gitu" kata anak si anak perempuan
"Gak papa bilang aja maunya apa?"
"Ini kak si adekku minta itu" kakaknya menunjuk ke arah makanan yang aku bawa
"Ohhh ini, nih ambil aja Dek, yang banyak juga gak apa-apa" aku menyodorkan jipang kepada mereka
"Makasih ya kak, Kakak cantik deh"
"Aku ini cowok dek"
"Ohhh Maaf kirain cewek, abis rambut kakak panjang sih"
"Iya Dek pengin panjang aja biar antimainstream"
"Hahahahhahaha" kami tertawa bersama
Hmmm malam ini mungkin akan menjadi malam yang agak berat bagiku, selagi belum punya tempat tinggal aku akan di Pombensin, Rumah sakit atau bahkan di sebuah Masjid.
yaaah terpaksa lah daripada tidur diemperan toko, aku benar-benar udah gak pegang uang sepeserpun, dan esok paginya aku akan melanjutkan perjalan mengikuti kaki melangkah.
berat banget Yun perjalanku buat ketemu kamu, aku akan sabar Yun, demi kamu, Yuna Wijayanti.
03.45 WIB
Suara adzan berkumandang dari seluruh penjuru kota Jakarta, menandakan pergantian malam ke pagi hari......
"Allahu Akbar, Allahu Akbar..........
Allahu Akbar, Allahu Akbar..........
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah......
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah......
Hayya 'alash sholah..............
Hayya 'alash sholah.............
Ashalatu khairum minan naum......
Ashalatu khairum minan naum......
"Bangun nak bangun, sholat dulu, kamu islam kan" kata seorang pria berjenggot sembari membangunkanku
"Iya Pak, makasih sudah dibangunin" Aku beranjak mengambil air wudlu
Ini pertama kalinya aku menginap di sebuah Masjid dan pertama kali pula aku merasakan jadi seorang gelandangan Ibukota.
stok makanan didalam tasku sudah mulai menipis hanya tersisa beberapa bungkus cemilan, cukup gak cukup harus dicukupkan.
Pagi ini setelah menunaikan kewajibanku sebagai umat islam aku akan memohon petunjuk kepada Sang maha kuasa agar diberikan kemudahan dalam mencapai tujuanku, aku tahu bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan tentunya untuk keluar dari suatu masalah harus bergelut dulu dengan berbagai macam ujian dari Tuhan.
"Ya Tuhanku sang pencipta semesta alam, berikanlah hambamu ini sebuah petunjuk dalam mengatasi badai cobaan ini, hanya kepadamu lah hamba berlindung dan hanya padamulah hamba meminta.
karena Engkau maha pengasih lagi maha penyayang, Amiin"
11.20 WIB
Tuhan menjawab doaku dengan dipertemukannya aku dan Wahyudi, Dia adalah teman semasa SMK dulu, dia satu kelas denganku, dia bercerita kalau dia sudah setahun tinggal didaerah sini di Jakarta.
Wahyudi itu orangnya baik, dia menawariku untuk tinggal sementara di tempat kostnya.
Aku tahu meski ini bakal merepotkannya tapi aku mengiyakan ajakannya,karena aku sendiri juga bingung harus kemana?
ini hanya untuk sementara, aku akan cari kerja disini biar aku gak jadi beban buat Wahyudi yang sudah baik hati mau menolongku.
Setelah aku dapet kerja lalu uangnya dirasa cukup segeralah aku kembali dengan tujuanku untuk ke Makasar.
aku gak mungkin pulang dengan tangan kosong, masalah alamat Yuna nanti bisa aku pikirin belakangan, saat ini fokus cari kerja dulu.
"Makasih ya Yu kamu dah baik banget ngijinin aku numpang disini"
"Gak papa Ton, sesama teman emang wajib ngebantu, iya gak"
"Iya Yu tapi aku agak kurang enak kalo harus kayak gini"
"Santai aja ton...selow wae" Wahyudi menepuk bahuku
"Bantu aku cari kerja ya Yu" Aku mengiba kepada Wahyudi
"Ya Ton, besok sepulang ngajar aku anter kamu keliling siapa tahu dapet kerjaan"
"Makasih Yu, eeh ngajar!! kamu jadi guru Yu?"
"Masih belum lah Ton, cuman ngajar anak-anak kampung kok biasa lah ngisi kegiatan sehabis pulang kuliah"
"Hebat kamu ya Yu bisa kuliah nyambi ngajar anak-anak, kalau aku mana mungkin kepikiran nyampe situ hahahahah" Aku tertawa kecil
"Iya Ton makanya kamu doain aku ya biar aku bisa bangun sekolah kaya Pak Kartoyo mantan Kepala sekolah kita hahahha"
"Iya deh Yu siip" Aku mengacungkan jempolku ke arah wahyudi
Diruang sempit ukuran 4x5 meter ini Wahyudi harus rela membagi tempat tidurnya denganku, dalam hati aku nggak tega lihat keadaan ini tapi...
Aku janji kalau nanti aku dapet duit aku bakal bantuin kamu untuk dapetin tempat yang layak, makasih banget Yu bantuanmu, aku akan ingat ini seumur hidupku.
Toook---Tokkk---toook Ton!! kata Wahyudi sambil mengetuk pintu
"Iya Yu, bentar" Aku membukakan pintu kamar kost
"Gimana Ton betah disini, maaf ya lama" kata wahyudi basa-basi
"Udah selesai kuliah kamu Yu?"
"Udah dong, ngajar anal-anak juga dah kelar" Wahyu mengambil tempat duduk dan ia duduk disebelahku
"Capek ya?" tanyaku
"Iyaah lumayan lah Ton, namanya Hidup ya penuh dengan perjuangan"
"Bener tuh yu, eh ngomong-ngomong kamu bawa apaan tuh?"
"Ohh ini, tadi habis beli gorengan sama lontong buat makan siang kita dan aku juga beliin koran buat kamu siapa tau ada lowongan kerja yang Sreeg"
"Aduuh maaf ya Yu aku jadi ngerepotin"
"Gak usah dipikirin Ton, kamu disini dibetah-betah ya"
"Hoo'oh Yu" Aku mengambil koran yang dibawa Wahyudi
Aku baca semua iklan tentang lowongan pekerjaan dari A-Z,hampir semua iklan tersebut melampirkan syarat yang gak mungkin bisa aku penuhi karena aku sendiri ke jakarta niatnya bukan untuk kerja tapi ke rumah Pakde di Jakarta pusat.
"Pasti ada jalan pasti ada" Ucapku dalam hati
mataku kembali membaca semua iklan yang tertera di koran sampai kemudian mataku terhenti pada sebuah iklan yang menyolok mata, karena ditulis dengan huruf besar semua dan diwarna dengan warna merah.
"BUTUH CEPAT!! WANITA UNTUK DIPEKERJAKAN SEBAGAI PELAYAN"
DI KAFE PELITA, SYARAT WAJIB HARUS CANTIK, TAMPILAN MENARIK
BERDADA MONTOK, KULIT PUTIH DAN PANDAI MEMBAWA NAMPAN
PENGALAMAN DAN IJAZAH TIDAK DIBUTUHKAN
GAJI 3,5 BELUM TERMASUK LEMBUR, BAGI YANG BERMINAT SILAHKAN
DATANG LANGSUNG KE blaaaa...blaaa..........
"Iklan Stress tapi boleh juga nih"
"Aku mau kerjaan yang ini Yu" Aku menunjuk iklan yang tadi kubaca
"Serius Ton, kamu mau nyamar jadi cewek?"
"Lima rius Yu, cuman pekerjaan ini yang gajinya gede"
"Ckkkkkk...cukup gila juga kamu ya Ton, tapi kalo ketahuan gimana"
"Gak bakal lah, semua bisa diatur yu, ada niat ada jalan"
"Lagian aku kerja paling cuma tiga bulan, habis itu lanjut ke tujuan awal"
"Terus caranya kamu masuk gimana?"
"Nah itu dia yang aku bingung Yu"
"Sinting kamu ya Ton..iya deh aku coba bantu"
"Hahahahha dari dulu juga udah sinting kali Yu"
Setelah bernegoisasi cukup lama dan aku menceritakan tujuan utamaku datang ke Jakarta, akhirnya Wahyudi bersedia membantuku untuk melakukan penyamaran.
mula-mula kami mencari informasi tentang keberadaan Sandirja yang konon katanya Dia jago dalam hal make over penampilan.
Aku sih gak begitu heran soalnya Sandirja yang ku kenal dulu emang jago dalam urusan Make up dan tetek mbengek lainnya.
kalau inget dulu waktu jaman SMK aku jadi kasihan sama Sandirja yang tiap harinya gak pernah Luput dari Perbully an baik itu dari pihak cowok maupun cewek.
kabar yang beredar sekarang si Sandirja kini sukses membuka usaha Salon terbesar di daerah sini, setelah terkenal Sandirja mengubah namanya menjadi Miss Santy imyut, aku tahu Sandirja itu orangnya baik dan dia pasti mau menolongku.
lama pencarian kesana-kemari akhirnya ketemu juga tempatnya, setelah motor terparkir dengan sempurna aku dan Wahyudi segera masuk ke dalam Salon millik Sandirja eh maaf maksudnya Miss Santy imyut.
sumpah namanya bikin ribet dan susah dihafal diotaku...
10 menit sudah kami menunggu dan akhirnya si empunya salon nonggol si Miss Santy alias si Sandirja hahahahhaha.
Waahh...wahhh rupanya Sandirja sudah bukan Sandirja yang dulu, dulu sih kelihatan laki banget tapi sekarang..lihat tuh, aku sampai kaget setelah tau cewek yang menyapaku ini ternyata cewek berbatang.
dan dia masih hafal muka bahkan nama kami, cewek berbatang berambut pink ini adalah Sandirja alias Santy kalau sekarang.
"Dunia makin Sinting, ati-ati sekarang kalau ketemu cewek cakep jangan-jangan dia berbatang ( bekas laki-laki )"
"Batangan is everywhere"
"Sumpaah gak nyangka banget manusia yang duduk didepanku ini Sandirja, manusia yang hobinya di bully sama anak-anak"
"Jadi Cakep dah si Sandi, tapi sayang berbatang, huueeekkk"
"Ciy, yey yakin mau make over" tanya Sandirja padaku
"Emmm di make up aja sih san, gak mau neko-neko ke yang lain"
"Aku ingin kerjaan yang ada di koran ini" Aku menunjukan koran yang kubawa dari tempat kost an
"Bisa-bisa, gampang itu cyin, kecuil bingit" dia menjetikan tangannya
"Kalau gitu aku minta tolong bantuannya"
"Aku butuh pekerjaan ini untuk tujuanku" terang aku
"Boleeeh sih cyin tapi ada syaratnya loh" Sandirja bangkit dari tempat duduknya
"Apa itu" tanyaku penasaran
"Ceritakan dulu maksud dan tujuan Yey, Ekye pengin jelas sejelas jelassnya jadi ekye gak sia-sia bantuin yey, paham yey berdua
"Ya San aku paham" Ucapku sambil tersenyum
"Jadi gini san aku datang kesini itu karenaaaa....blaaa..blalaaa"
Aku bercerita tentang awal perkenalanku dengan Yuna, Aku bercerita tentang arti kesabaran dalam penantian..perjuangan selama tiga tahun lebih hanya untuk satu wanita, karena aku berprinsip laki-laki sejati itu rela menolak banyak wanita hanya untuk satu wanita yang pantas untuk diperjuangkannya...dan aku kini telah menetapkan tujuan ku untuk berjuang diatas cobaan yang silih berganti.
setelah kuceritakan kisah cintaku dari awal sampai akhir, Sandirja alias Miss Santy pun tak kuasa menahan air mata.....
Aku tahu ini pasti akan terjadi, dan dugaanku tepat sekali.
"Cukuup Ton, Cukup, Ekye paham maksud tujuan ente..cukup!"
"Hikkssss.....hiiiikkksss" Sandirja menangis tersedu-sedu
"Ekye tahu apa yang yey rasain, pasti sakit banget" Sandirja menyeka air matanya dengan kain berwarna pink yang ia ambil di meja tempat kami duduk, padahal aku tahu itu kain lap yang dipakai karyawatinya mbersihin meja yang kotor sebelum kami duduk
"Ekye akan bantu yey, dengan semua kemampuan ekye, semua gratis tanpa biaya tapi ada syaratnya"
"Apaan lagi tuh syaratnya" kataku terkejut
"Ekye ingin kisah kalian ini jadi sebuah buku, dan semua orang harus baca buku yey, Aku sangat terharu Ton...terharu bingit"
"Aku akan usahakan itu San, terimakasih pertolongannya" Aku menyalami tangan Sandirja
"Jangan lupa nanti kalau bukunya terbit Ekye harus dapet yang pertama plus tanda tangan okey"
"Hihiiiii....okee lah kalo begitu" kataku penuh semangat
"Sanggup kamu Ton menjalankan aksi ini" Tanya Wahyudi padaku
"Siaaap Jendarl Wahyu, Tonie siap menjalankan tugas" Ucapku tegas sambil memberi hormat kepada Wahyudi sahabtku
"Hahahahhahah" Wahyudi tertawa lebar
"Huuuh...malah ketaw"
"Habisnya kamu lucu sih Ton"
"Emang lucu sejak orok kok hahahahha"
"Bener tuh kata si Wahyu" timpal si Sandirja
"Ya udah...yey sekarang pada pulang dan besok yey jangan lupa datang lagi kemari sebelum jam 6 pagi, inget jam 6 pagi, kagak kurang kagak lebih okay"
"Okey Pak Presiden!!" Ucapku dan Wahyudi secara serempak sambil berdiri memberi hormat
"Ce elah kalian bisa aja, Ekye kan jadi malu...hihiiii" Sandirja tertawa sambil menutup mulutnya
"Maafin aku Yun, Aku terpaksa melakukan ini....Aku minta maaf!!"
"Aku akan terus berjuan Yun, berjuang untukmu sampai titik darah terakhi"
"Semoga aku masih ada dihatimu, semoga kau merindukanku seperti aku merindukanmu, meski kita jauuhh"
"Aku sayang kamu Yun"
"Masihkah ada padamu"
Sedikit cinta untukku
Akankah suatu saat
Kau kembali kepadaku
Memang kita t'lah jauh rasanya
Memang kita sudah tak bersama
Jika memang kita ditakdirkan
'Tuk bersama s'lamanya
Cinta takkan kemana-mana
(PETRA SIHOMBING "Cinta Takkan Kemana-mana" )
Tujuanku telah semaki dekat, tinggal beberapa langkah lagi kita akan bisa bertemu Yun...Yun aku......................
Bersambung.........................
PART 13
Amaaan...Sintha gak inget janjiku dulu untuk menjadikan dia pacarku jika kita ketemu lagi secara gak sengaja hehehehehe....Haaa-aaah hari ini lumayan berat, mana besok aku harus ke Jakarta...sebelum ke makasar aku ingin ke jakarta dahulu menemui Pakde ku disana.
************
Semua celengan sudah kupecahkan baik itu celengan ayam, celengan babi, celengan monyet, celengan kodok, celengan kucing bahkan celengan kesayanganku si Doraemon biru sudah ku pecahkan demi memuluskan rencanaku untuk pergi ke Jakarta, lalu setelahnya barulah aku ke Makasar.
Siang ini aku sudah begitu sibuk mengemasi barang-barangku, baju-baju sudah kumasukan kedalam tas, cemilan favoritku si jipang juga tak ketinggalan dan yang terakhir tentu saja Gadget ku..si Nokiyem yang setia menemaniku dari jaman SMK.
"Haaaahh beres juga akhirnya, tiket juga sudah ada ditangan"
"Gak sabar nunnggu kebarangkatan sore ini"
"Aku harap sesampai nya aku di Makasar nanti bakal jadi surprise buat kamu Yun, moga aja kamu seneng dengan kedatanganku"
*Kling*
Dari : Yuna(085227916889)
Lagi apa Beb tadi aku
telpon 4 x gak diangkat
lagi sibuk ya?
Untuk
085227916889)Iya nih Say lagi benerin
genteng...maaf ya
nanti aku sms kamu deh say
sekarang lagi susah
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
Sebenernya aku gak tega bohong sama kamu, tapi ya apa boleh buat soalnya aku pengin bikin kejutan buat kamu, aku akan buktiin keseriusanku padamu.
Tuuutt-----Tuuuuttt-----tuuuuuu!!! Aku mencoba menelepon Desi
"Hallo...." Jawab Desi
"Hallo juga Des, Des aku minta alamat Yuna ya?"
"Buat apaan? gak usah"
"Please ya Des, kamu cantik deh" rayuku
"Sejak jaman Fir'aun juga udah cantik kalee, baru nyadar ya"
"Mau buat apa minta alamat Yuna, Awas ya kalau buat macem-macem"
"Gak lah, gini Des bulan depan Yuna kan ultah, aku mau kasih Kado Spesial"
"Ohhh gitu toh..ya udah nanti aku SMS in aja gimana?"
"Ya oke deh Des, maaf ganggu"
"Iya kamu ganggu banget tau, aku itu super sibuk ngerti"
"Iya iyaa yang lagi sibuk gak mau diganggu"
"Tunggu SMS dariku oke"
"Makasih ya Des"
"Iya sama-sama"
Tuuutt...tuuttt....tutttt Telepon dimatikan
Kalo aja kamu bukan Sepupunya Yuna ogah banget aku minta bantuanmu, galakmu itu galak kuadrat! gak ada bandingannya di dunia ini. nenek-nenek aja mungkin kalah galak sama kamu Des.
Dalam perjalan......
Udah tiga jam aku duduk melamun didalam Bus kelas patas ini tanpa melakukan apapun, HP sengaja aku matikan untuk menghemat batre biar nanti aku bisa telepon Pakde begitu nyampe terminal.
Aku bosan total nih, entahlah orang yang duduk disebelahku dia terus saja Ngomong ngalor ngidul ( gak jelas ) meski aku gak nanggepin omongannya..
dari lagaknya ngomong sih kayaknya nih orang MLM.
itu loh orang yang kerjaanya ngajikin orang buat gabung jadi member
"Mas-mas gimana? tertarik dengan bisnisku kan, Buruan mas join kita-kita"
"Kita? Elo aja kali Gw gak tertarik tuh" Ucapku dalam hati
"Bisnis apaan ya pak?" Aku pura-pura blo'on
"Lah tadi kan udah dijelasin panjang lebar, masa harus diulang sih"
"Maaf Pak tadi aku kurang Ngeeh"
Orang itu pun kembali bercerita mengenai bisnisnya, aku sih cuma pura-pura dengerin tapi otak ini sama sekali gak mau nerima omongan si Bapak yang duduk disebelahku, laah orang otaku lagi jalan-jalan.
Bodo amat...amat aja gak mikirin heheheee....
Jakarta 07.15 WIB
"Turun-turun--turun" Sang kernet Bus meminta semua penumpang turun
"Hoaaaammm...emmm, udah sampai ya akhirnya" Aku melakukan olahraga ringan
"Duduk terus-terusan bikin badan pegel"
"Kacangnya kacang" Para pedangan kaki lima menawarkan dagangannya kepada seluruh penumpang yang baru turun, tak terkecuali aku"
"Kacang Pak, berapaan sebungkus?" tanyaku
"Lima ribu dek" kata si penjual
"Ohhh aku beli dua ya pak" Aku mencoba mencari dompet di celanaku
"Loohh...dompetku mana ya"
"Gimana dek, jadi beli kagak"
"Bentar Pak ini lagi nyari dompet"
"Ahhh lama, bilang aja kagak punya duit..sok-sok an mau beli"
"Adduhh Sialan nih, dompetku ilang, jangan-jangan"
"Busseettt HP ku juga ikut raib"
"Anjrriit, Aku Kecopeetan!"
"Apes bener dah aku ini"
"mana semua barang penting ada didompet lagi"
"Haaa--aaahh" Tepok jidat
Dari terminal aku berjalan kaki tanpa arah dan tujuan, aku benar-benar buta akan kota Jakarta, ini pertama kalinya aku kesini dan sekarang aku terdampar disini..mana rumah Pakdeku jauh di Jakarta Pusat, aku gak tau harus kesana pake apa terus dari mana duitnya, alamatpun ikutan lenyap.
"Apakah aku harus Ngepet atau malah ikutan jadi Pencopet?"
"Ya Tuhan berilah hambamu petunjuk, hanya kepadamu aku meminta pertolongan"
Jedaaaarrr!!! Petir menyambar disiang bolong
"Astagfirulloh!!, kaget bener dah"
"untung-untung, untung aku gak punya penyakit jantung"
"Kalau punya mah aku dah tewas ditempat"
"Duuhh cacingku sudah mulai demo minta dikasih makan"
"Makan apaan ya? duit aja kagak punya"
"Ohh iya aku kan masih ada Stok camilan Jipang yang kubawa dari rumah"
"Haaaah bener apa kata tetangga kalau Ibukota itu lebih kejam daripada Ibu tiru"
"Waah itu ada taman tuh, kesana ahh"
"lumayan untuk mengistirahatkan kaki sejenak"
Saat sedang duduk dibangku taman tiba-tiba ada dua orang bocah berpakaian lusuh datang menghampiriku, satu laki-laki dan satunya lagi perempuan
perkiraan ku yang perempuan paling baru usia delapan tahun sedangkan yang laki-laki baru beranjak 5 tahun, muka keduanya sangat imut tapi aku sangat kasihan kepada mereka..dimana harusnya masa kanan-kanak harusnya dihiasi dengan indah ini malah mereka sudah bekerja mencari uang
Aku tahu dari barang yang dibawanya, mereka mengumpulkan berbagai macam botol bekas minuman kemasan dan kardus.
"Kenapa Dek?" tanyaku sopan
"Aaaa...iiii...ieaa...ii" dia menggerak-gerak jarinya
"Ini adek kamu ngomong apa? kakak bingung"
"Iiisshhh adek gak boleh gitu" kata anak si anak perempuan
"Gak papa bilang aja maunya apa?"
"Ini kak si adekku minta itu" kakaknya menunjuk ke arah makanan yang aku bawa
"Ohhh ini, nih ambil aja Dek, yang banyak juga gak apa-apa" aku menyodorkan jipang kepada mereka
"Makasih ya kak, Kakak cantik deh"
"Aku ini cowok dek"
"Ohhh Maaf kirain cewek, abis rambut kakak panjang sih"
"Iya Dek pengin panjang aja biar antimainstream"
"Hahahahhahaha" kami tertawa bersama
Hmmm malam ini mungkin akan menjadi malam yang agak berat bagiku, selagi belum punya tempat tinggal aku akan di Pombensin, Rumah sakit atau bahkan di sebuah Masjid.
yaaah terpaksa lah daripada tidur diemperan toko, aku benar-benar udah gak pegang uang sepeserpun, dan esok paginya aku akan melanjutkan perjalan mengikuti kaki melangkah.
berat banget Yun perjalanku buat ketemu kamu, aku akan sabar Yun, demi kamu, Yuna Wijayanti.
03.45 WIB
Suara adzan berkumandang dari seluruh penjuru kota Jakarta, menandakan pergantian malam ke pagi hari......
"Allahu Akbar, Allahu Akbar..........
Allahu Akbar, Allahu Akbar..........
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah......
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah......
Hayya 'alash sholah..............
Hayya 'alash sholah.............
Ashalatu khairum minan naum......
Ashalatu khairum minan naum......
"Bangun nak bangun, sholat dulu, kamu islam kan" kata seorang pria berjenggot sembari membangunkanku
"Iya Pak, makasih sudah dibangunin" Aku beranjak mengambil air wudlu
Ini pertama kalinya aku menginap di sebuah Masjid dan pertama kali pula aku merasakan jadi seorang gelandangan Ibukota.
stok makanan didalam tasku sudah mulai menipis hanya tersisa beberapa bungkus cemilan, cukup gak cukup harus dicukupkan.
Pagi ini setelah menunaikan kewajibanku sebagai umat islam aku akan memohon petunjuk kepada Sang maha kuasa agar diberikan kemudahan dalam mencapai tujuanku, aku tahu bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan tentunya untuk keluar dari suatu masalah harus bergelut dulu dengan berbagai macam ujian dari Tuhan.
"Ya Tuhanku sang pencipta semesta alam, berikanlah hambamu ini sebuah petunjuk dalam mengatasi badai cobaan ini, hanya kepadamu lah hamba berlindung dan hanya padamulah hamba meminta.
karena Engkau maha pengasih lagi maha penyayang, Amiin"
11.20 WIB
Tuhan menjawab doaku dengan dipertemukannya aku dan Wahyudi, Dia adalah teman semasa SMK dulu, dia satu kelas denganku, dia bercerita kalau dia sudah setahun tinggal didaerah sini di Jakarta.
Wahyudi itu orangnya baik, dia menawariku untuk tinggal sementara di tempat kostnya.
Aku tahu meski ini bakal merepotkannya tapi aku mengiyakan ajakannya,karena aku sendiri juga bingung harus kemana?
ini hanya untuk sementara, aku akan cari kerja disini biar aku gak jadi beban buat Wahyudi yang sudah baik hati mau menolongku.
Setelah aku dapet kerja lalu uangnya dirasa cukup segeralah aku kembali dengan tujuanku untuk ke Makasar.
aku gak mungkin pulang dengan tangan kosong, masalah alamat Yuna nanti bisa aku pikirin belakangan, saat ini fokus cari kerja dulu.
"Makasih ya Yu kamu dah baik banget ngijinin aku numpang disini"
"Gak papa Ton, sesama teman emang wajib ngebantu, iya gak"
"Iya Yu tapi aku agak kurang enak kalo harus kayak gini"
"Santai aja ton...selow wae" Wahyudi menepuk bahuku
"Bantu aku cari kerja ya Yu" Aku mengiba kepada Wahyudi
"Ya Ton, besok sepulang ngajar aku anter kamu keliling siapa tahu dapet kerjaan"
"Makasih Yu, eeh ngajar!! kamu jadi guru Yu?"
"Masih belum lah Ton, cuman ngajar anak-anak kampung kok biasa lah ngisi kegiatan sehabis pulang kuliah"
"Hebat kamu ya Yu bisa kuliah nyambi ngajar anak-anak, kalau aku mana mungkin kepikiran nyampe situ hahahahah" Aku tertawa kecil
"Iya Ton makanya kamu doain aku ya biar aku bisa bangun sekolah kaya Pak Kartoyo mantan Kepala sekolah kita hahahha"
"Iya deh Yu siip" Aku mengacungkan jempolku ke arah wahyudi
Diruang sempit ukuran 4x5 meter ini Wahyudi harus rela membagi tempat tidurnya denganku, dalam hati aku nggak tega lihat keadaan ini tapi...
Aku janji kalau nanti aku dapet duit aku bakal bantuin kamu untuk dapetin tempat yang layak, makasih banget Yu bantuanmu, aku akan ingat ini seumur hidupku.
Toook---Tokkk---toook Ton!! kata Wahyudi sambil mengetuk pintu
"Iya Yu, bentar" Aku membukakan pintu kamar kost
"Gimana Ton betah disini, maaf ya lama" kata wahyudi basa-basi
"Udah selesai kuliah kamu Yu?"
"Udah dong, ngajar anal-anak juga dah kelar" Wahyu mengambil tempat duduk dan ia duduk disebelahku
"Capek ya?" tanyaku
"Iyaah lumayan lah Ton, namanya Hidup ya penuh dengan perjuangan"
"Bener tuh yu, eh ngomong-ngomong kamu bawa apaan tuh?"
"Ohh ini, tadi habis beli gorengan sama lontong buat makan siang kita dan aku juga beliin koran buat kamu siapa tau ada lowongan kerja yang Sreeg"
"Aduuh maaf ya Yu aku jadi ngerepotin"
"Gak usah dipikirin Ton, kamu disini dibetah-betah ya"
"Hoo'oh Yu" Aku mengambil koran yang dibawa Wahyudi
Aku baca semua iklan tentang lowongan pekerjaan dari A-Z,hampir semua iklan tersebut melampirkan syarat yang gak mungkin bisa aku penuhi karena aku sendiri ke jakarta niatnya bukan untuk kerja tapi ke rumah Pakde di Jakarta pusat.
"Pasti ada jalan pasti ada" Ucapku dalam hati
mataku kembali membaca semua iklan yang tertera di koran sampai kemudian mataku terhenti pada sebuah iklan yang menyolok mata, karena ditulis dengan huruf besar semua dan diwarna dengan warna merah.
"BUTUH CEPAT!! WANITA UNTUK DIPEKERJAKAN SEBAGAI PELAYAN"
DI KAFE PELITA, SYARAT WAJIB HARUS CANTIK, TAMPILAN MENARIK
BERDADA MONTOK, KULIT PUTIH DAN PANDAI MEMBAWA NAMPAN
PENGALAMAN DAN IJAZAH TIDAK DIBUTUHKAN
GAJI 3,5 BELUM TERMASUK LEMBUR, BAGI YANG BERMINAT SILAHKAN
DATANG LANGSUNG KE blaaaa...blaaa..........
"Iklan Stress tapi boleh juga nih"
"Aku mau kerjaan yang ini Yu" Aku menunjuk iklan yang tadi kubaca
"Serius Ton, kamu mau nyamar jadi cewek?"
"Lima rius Yu, cuman pekerjaan ini yang gajinya gede"
"Ckkkkkk...cukup gila juga kamu ya Ton, tapi kalo ketahuan gimana"
"Gak bakal lah, semua bisa diatur yu, ada niat ada jalan"
"Lagian aku kerja paling cuma tiga bulan, habis itu lanjut ke tujuan awal"
"Terus caranya kamu masuk gimana?"
"Nah itu dia yang aku bingung Yu"
"Sinting kamu ya Ton..iya deh aku coba bantu"
"Hahahahha dari dulu juga udah sinting kali Yu"
Setelah bernegoisasi cukup lama dan aku menceritakan tujuan utamaku datang ke Jakarta, akhirnya Wahyudi bersedia membantuku untuk melakukan penyamaran.
mula-mula kami mencari informasi tentang keberadaan Sandirja yang konon katanya Dia jago dalam hal make over penampilan.
Aku sih gak begitu heran soalnya Sandirja yang ku kenal dulu emang jago dalam urusan Make up dan tetek mbengek lainnya.
kalau inget dulu waktu jaman SMK aku jadi kasihan sama Sandirja yang tiap harinya gak pernah Luput dari Perbully an baik itu dari pihak cowok maupun cewek.
kabar yang beredar sekarang si Sandirja kini sukses membuka usaha Salon terbesar di daerah sini, setelah terkenal Sandirja mengubah namanya menjadi Miss Santy imyut, aku tahu Sandirja itu orangnya baik dan dia pasti mau menolongku.
lama pencarian kesana-kemari akhirnya ketemu juga tempatnya, setelah motor terparkir dengan sempurna aku dan Wahyudi segera masuk ke dalam Salon millik Sandirja eh maaf maksudnya Miss Santy imyut.
sumpah namanya bikin ribet dan susah dihafal diotaku...
10 menit sudah kami menunggu dan akhirnya si empunya salon nonggol si Miss Santy alias si Sandirja hahahahhaha.
Waahh...wahhh rupanya Sandirja sudah bukan Sandirja yang dulu, dulu sih kelihatan laki banget tapi sekarang..lihat tuh, aku sampai kaget setelah tau cewek yang menyapaku ini ternyata cewek berbatang.
dan dia masih hafal muka bahkan nama kami, cewek berbatang berambut pink ini adalah Sandirja alias Santy kalau sekarang.
"Dunia makin Sinting, ati-ati sekarang kalau ketemu cewek cakep jangan-jangan dia berbatang ( bekas laki-laki )"
"Batangan is everywhere"
"Sumpaah gak nyangka banget manusia yang duduk didepanku ini Sandirja, manusia yang hobinya di bully sama anak-anak"
"Jadi Cakep dah si Sandi, tapi sayang berbatang, huueeekkk"
"Ciy, yey yakin mau make over" tanya Sandirja padaku
"Emmm di make up aja sih san, gak mau neko-neko ke yang lain"
"Aku ingin kerjaan yang ada di koran ini" Aku menunjukan koran yang kubawa dari tempat kost an
"Bisa-bisa, gampang itu cyin, kecuil bingit" dia menjetikan tangannya
"Kalau gitu aku minta tolong bantuannya"
"Aku butuh pekerjaan ini untuk tujuanku" terang aku
"Boleeeh sih cyin tapi ada syaratnya loh" Sandirja bangkit dari tempat duduknya
"Apa itu" tanyaku penasaran
"Ceritakan dulu maksud dan tujuan Yey, Ekye pengin jelas sejelas jelassnya jadi ekye gak sia-sia bantuin yey, paham yey berdua
"Ya San aku paham" Ucapku sambil tersenyum
"Jadi gini san aku datang kesini itu karenaaaa....blaaa..blalaaa"
Aku bercerita tentang awal perkenalanku dengan Yuna, Aku bercerita tentang arti kesabaran dalam penantian..perjuangan selama tiga tahun lebih hanya untuk satu wanita, karena aku berprinsip laki-laki sejati itu rela menolak banyak wanita hanya untuk satu wanita yang pantas untuk diperjuangkannya...dan aku kini telah menetapkan tujuan ku untuk berjuang diatas cobaan yang silih berganti.
setelah kuceritakan kisah cintaku dari awal sampai akhir, Sandirja alias Miss Santy pun tak kuasa menahan air mata.....
Aku tahu ini pasti akan terjadi, dan dugaanku tepat sekali.
"Cukuup Ton, Cukup, Ekye paham maksud tujuan ente..cukup!"
"Hikkssss.....hiiiikkksss" Sandirja menangis tersedu-sedu
"Ekye tahu apa yang yey rasain, pasti sakit banget" Sandirja menyeka air matanya dengan kain berwarna pink yang ia ambil di meja tempat kami duduk, padahal aku tahu itu kain lap yang dipakai karyawatinya mbersihin meja yang kotor sebelum kami duduk
"Ekye akan bantu yey, dengan semua kemampuan ekye, semua gratis tanpa biaya tapi ada syaratnya"
"Apaan lagi tuh syaratnya" kataku terkejut
"Ekye ingin kisah kalian ini jadi sebuah buku, dan semua orang harus baca buku yey, Aku sangat terharu Ton...terharu bingit"
"Aku akan usahakan itu San, terimakasih pertolongannya" Aku menyalami tangan Sandirja
"Jangan lupa nanti kalau bukunya terbit Ekye harus dapet yang pertama plus tanda tangan okey"
"Hihiiiii....okee lah kalo begitu" kataku penuh semangat
"Sanggup kamu Ton menjalankan aksi ini" Tanya Wahyudi padaku
"Siaaap Jendarl Wahyu, Tonie siap menjalankan tugas" Ucapku tegas sambil memberi hormat kepada Wahyudi sahabtku
"Hahahahhahah" Wahyudi tertawa lebar
"Huuuh...malah ketaw"
"Habisnya kamu lucu sih Ton"
"Emang lucu sejak orok kok hahahahha"
"Bener tuh kata si Wahyu" timpal si Sandirja
"Ya udah...yey sekarang pada pulang dan besok yey jangan lupa datang lagi kemari sebelum jam 6 pagi, inget jam 6 pagi, kagak kurang kagak lebih okay"
"Okey Pak Presiden!!" Ucapku dan Wahyudi secara serempak sambil berdiri memberi hormat
"Ce elah kalian bisa aja, Ekye kan jadi malu...hihiiii" Sandirja tertawa sambil menutup mulutnya
"Maafin aku Yun, Aku terpaksa melakukan ini....Aku minta maaf!!"
"Aku akan terus berjuan Yun, berjuang untukmu sampai titik darah terakhi"
"Semoga aku masih ada dihatimu, semoga kau merindukanku seperti aku merindukanmu, meski kita jauuhh"
"Aku sayang kamu Yun"
"Masihkah ada padamu"
Sedikit cinta untukku
Akankah suatu saat
Kau kembali kepadaku
Memang kita t'lah jauh rasanya
Memang kita sudah tak bersama
Jika memang kita ditakdirkan
'Tuk bersama s'lamanya
Cinta takkan kemana-mana
(PETRA SIHOMBING "Cinta Takkan Kemana-mana" )
Tujuanku telah semaki dekat, tinggal beberapa langkah lagi kita akan bisa bertemu Yun...Yun aku......................
Bersambung.........................
Diubah oleh bandotkeren 16-07-2014 00:21
0
Kutip
Balas