TS
AtelierAMH
[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Juli 2014 | Lomba Cerpen Bulanan
Quote:
Apa Itu Fikbul?
Bisa dibaca di Thread Komentar ya ^^
Kalau mau ngobrol atau komentar juga tolong dilakukan disana agar thread ini tetap rapi.
Bisa dibaca di Thread Komentar ya ^^
Kalau mau ngobrol atau komentar juga tolong dilakukan disana agar thread ini tetap rapi.
Quote:
Peraturan:
- Cerita yang diikutkan merupakan cerita orisinil (bukan fanfic), genre bebas.
- Setiap cerita berpanjang maksimal 1 (satu) post Kaskus dengan tag spoiler tanpa panjang minimal. Berarti 20000 karakter adalah panjang maksimal yang bisa diterimam dan itu belum termasuk BBcode untuk italic, bold, dan lain-lain. Jadi dimohon ingat perhitungan hal-hal teknis, terutama apabila mereka penting, dan ingat juga jumlah space.
- Plagiarisme = Diskualifikasi. Peringatan. BAN ID.
- Cerita harap ditulis dengan tata bahasa dan tata letak baik. Diharap tidak ada typo yang eksesif (penyuntingan masih diperkenankan seizin juri sampai batas tenggat waktu; di luar itu dilarang).
- Semua cerita yang diikutkan tetap milik peserta. Kalaupun circle berniat membukukan cerita tsb., harus tetap dengan seizin pemilik cerita. Melombakan cerita yang diikutkan atau mengembangkannya diperbolehkan.
- Pengomentaran cerita dilakukan di thread komentar. Dilarang memposting di thread ini selain mengikutsertakan cerita. Memesan tempat tidak diperkenankan.
- Pertanyaan ditanyakan di thread komentar.
- Juri diperbolehkan ikut, akan tetapi cerita mereka tidak diikutsertakan dalam kompetisi (hanya sebagai penggembira).
Quote:
Juri Bulan Ini:
-poland_first
-striferser
-VermilionHelix
-poland_first
-striferser
-VermilionHelix
Quote:
Soal Fikbul Bulan Ini:
![[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Juli 2014 | Lomba Cerpen Bulanan](https://dl.kaskus.id/education.nationalgeographic.com/media/photos/000/268/26833.jpg)
Tidak terhitung berapa manusia yang terikat dan terpikat pada samudra. Laut menyimpan begitu banyak petualangan dan rahasia. Sejarah mencatat Inggris Raya sebagai kekaisaran dunia yang memegang kuasa di setiap benua berkat armada lautnya. Di laut pula Kapten Ishmael memburu Moby Dick, musuh bebuyutannya yang perkasa.
Pada kesempatan kali ini, Rina ingin mengajak teman-teman penulis untuk membuat cerita bertema laut.
Selamat menulis.
Laut
![[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Juli 2014 | Lomba Cerpen Bulanan](https://dl.kaskus.id/education.nationalgeographic.com/media/photos/000/268/26833.jpg)
Tidak terhitung berapa manusia yang terikat dan terpikat pada samudra. Laut menyimpan begitu banyak petualangan dan rahasia. Sejarah mencatat Inggris Raya sebagai kekaisaran dunia yang memegang kuasa di setiap benua berkat armada lautnya. Di laut pula Kapten Ishmael memburu Moby Dick, musuh bebuyutannya yang perkasa.
Pada kesempatan kali ini, Rina ingin mengajak teman-teman penulis untuk membuat cerita bertema laut.
Selamat menulis.
Quote:
Rentang Waktu:
Penyerahan/Penempelan Cerita : 6 Juli 2014 - 9 Agustus 2014
Penjurian : 10 - 14 Agustus 2014
Pengumuman : 15 Agustus 2014
Penyerahan/Penempelan Cerita : 6 Juli 2014 - 9 Agustus 2014
Penjurian : 10 - 14 Agustus 2014
Pengumuman : 15 Agustus 2014
0
2.8K
Kutip
15
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•349Anggota
Tampilkan semua post
kucingsial
#4
percobaan absurd
Lautan. Sebagai salah satu penghuninya yang sudah melihat, mendengar dan merasakan tinggal di dalam lautan. Aku tahu bahwa tempat ini adalah sebuah hunian yang berasal dari masa lampau. Namun lebih dari sekedar tempat tinggal, lautan itu sendiri adalah sumber kehidupan. Faktanya, tempat ini sudah ada sejak berjuta-juta tahun silam sebelum nenek moyang dari Ikan Hiu yang kini sedang mengejarku ini lahir. Dan kenapa aku hanya bisa kabur tanpa memberikan perlawanan yang berarti ketika predator ganas ini ingin memangsaku. Bosan juga setiap bertemu dikejar-kejar melulu. Ingin sekali rasanya meminta bantuan dan perlindungan. Sayangnya aku tidak tahu kemana harus mengadu. Aku tidak tahu siapa yang menciptakan, mengatur dan menguasai lautan.
Sebelum mencari jawaban atas semua pertanyaan, pertama-tama aku harus bisa lolos dari kejaran Ikan Hiu keparat ini!
Tubuhku berenang kesana kemari mencari tempat perlindungan diantara terumbu karang. Dan akhirnya aku menemukannya, sebuah tempat yang sempurna untuk bersembunyi. Tentakel-tentakel dari makhluk yang senantiasa menjadi sahabat terbaikku di kala suka maupun duka ini memang berguna. Sang predator pun kebingungan dibuatnya. Ikan Hiu itu menurunkan kecepatan. Dia berenang perlahan mencari mangsanya yang tiba-tiba menghilang dari pandangan.
“Ah kurang ajar si Ikan Badut, lain kali akan kucincang dia bila bertemu kembali!” Ia pun segera beranjak dari tempat ini sembari berkeluh kesah.
“Fiuhhhhh.” Aku menghela nafas lega setelah sang predator itu akhirnya pergi.
“Ikan Badut, Ikan Badut, Ikan Badut, untungnya kau selamat Ikan Badut!” suara imut yang saling bersahut-sahut begitu berisik memanggil-manggil namaku.
"Apa Ikan Hiu itu benar-benar sudah pergi Anemon Laut?"
“Sekarang keadaan aman Ikan Badut kau bisa keluar!”
“Demi Neptunus! Kalau tidak ada kalian mungkin aku sudah mati barusan.” teriakku pada Anemon-anemon laut yang lucu itu.
“Itulah gunanya teman Ikan Badut sekarang giliranmu untuk membantu, tolong bersihkan ganggang-ganggang yang melekat pada tubuh kami!”
“Ya, ya baiklah akan segera kubersihkan.” Aku pun menuruti permintaan para Anemon laut sebagai tanda terima kasih dan balas budi.
Yah, beginilah rasanya tinggal di dalam lautan. Hidup sebagai makhluk yang berada di dasar rantai makanan memang tidak mengenakkan. Setiap hari, setiap waktu harus selalu waspada kepada predator-predator yang ingin memangsa. Kalau boleh memilih aku juga tidak mau dilahirkan sebagai Ikan Badut. Ikan yang hidup matinya bergantung pada Anemon laut. Meskipun hubunganku dengan mereka baik-baik saja dan kami saling menguntungkan satu sama lain.
Tentunya aku sadar suatu saat nanti aku pasti akan mati entah bagaimana caranya. Bisa saja besok aku mati di tangan predator lain atau ditangkap oleh makhluk atas laut. Bisa saja aku mati karena kecerobohanku sendiri. Oleh karena itu, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi ingin sekali rasanya untuk menguak sebuah misteri. Setidaknya aku mau agar hidupku ini sedikit lebih bermakna dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ;
Sebenarnya siapa yang menciptakan lautan?
Siapa yang menguasai dan mengontrol penuh isi lautan?
Siapakah penguasa lautan?
Bukankah di setiap tempat atau hunian selalu ada makhluk yang paling kuat, paling berkuasa dan dapat mengatur segalanya? Lagi-lagi muncul pemikiran-pemikiran aneh yang selalu terngiang di kepalaku.
Walaupun diri ini hanyalah seekor Ikan Badut yang lemah tak berdaya. Namun rasa ingin tahu yang begitu kuat mengalahkan segala rasa takut yang ada. Mungkin dengan menemuinya aku bisa lebih tahu tentang lautan dan memecahkan misteri-misteri lain yang ada di dalamnya. Siapa tahu nanti bisa mendapat perlindungan khusus dari sang penguasa.
Yak, sudah kuputuskan untuk meninggalkan tempat ini dan pergi mengembara untuk mencari sang penguasa laut. Lupakan sejenak tentang bagaimana cara mencari lawan jenis untuk dijadikan pasangan. Layaknya yang dilakukan oleh Ikan Badut normal lain pada umumnya. Lagipula selama aku hidup belum pernah rasanya bertemu dengan betina cantik yang membuat hatiku tertarik.
Perjalananku dimulai dengan menyelami dasar laut. Disana aku bertemu dengan seekor Kepiting tua yang sedang mengais sisa-sisa makanan di bawah pasir.
“Halo selamat siang Pak Kepiting.”
“Mau apa kau Ikan Badut? Apa kau ingin meminta makanan yang sudah susah payah kukumpulkan?” tanya Kepiting tua itu bernada sinis sembari mengenggam makanan dengan capitnya.
“Ah tentu saja tidak Pak Kepiting aku hanya ingin bertanya, menurutmu siapa yang paling pantas jadi penguasa lautan ?”
“Mana ku tahu Ikan Badut, mungkin hewan yang paling kau takutkan adalah penguasa lautan.”
“Maksudmu para predator itu Pak Kepiting? Ikan Hiu, Ikan Pari, dan Ikan Boni adalah penguasa lautan?” tanyaku sekali lagi terkesan ragu dengan jawaban Kepiting tua itu.
“Mungkin saja, kalau kau tidak puas dengan jawabanku tanya lagi saja pada Lumba-lumba di permukaan sana.” saran dari Kepiting tua seolah-olah seperti mengusirku.
Sebenarnya maksud dari Kepiting tua tidaklah buruk-buruk amat. Lumba-lumba adalah salah satu makhluk laut paling pintar yang pernah ku kenal. Dia pasti dapat membantuku untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tentang penguasa lautan. Segeralah aku meninggalkan Kepiting tua dan berenang menuju permukaan untuk mencari sang Lumba-lumba. Ugh berenang dari dasar laut sampai ke permukaan cukup melelahkan juga. Beruntung di tengah perjalanan aku bertemu dengan sepasang Lumba-lumba yang sedang bermain bersama.
Langsung saja kusapa Lumba-lumba itu sembari mengagumi gerakan akrobatik yang baru saja dilakukannya.
“Hai Lumba-lumba!”
“Ya, ada yang bisa kami bantu Ikan Badut?”
“Hanya ingin bertanya Lumba-lumba, apakah benar para predator seperti Ikan Hiu, Ikan Pari dan Ikan Boni adalah penguasa lautan?”
“Hahaha yang benar saja, bagi kami mereka tak lebih dari seekor pemburu ikan-ikan yang tubuhnya lebih kecil.” para Lumba-lumba itu menjawab pertanyaanku sembari tertawa.
“Lalu siapa penguasa laut yang sesungguhnya?” tanyaku masih penasaran.
“Maaf Ikan Badut kami tidak tahu, meskipun pintar kami hanya tertarik mempelajari hal yang menyenangkan seperti gerakan akrobatik.”
“Demi Neptunus!” dengan alasan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan tidak mau menggangu waktu bermain para Lumba-lumba aku pun segera meninggalkan tempat itu. Untungnya, sebelum berenang terlalu jauh meninggalkan mereka salah satu dari Lumba-lumba itu meneriakiku dan memberikan informasi yang mereka tahu.
“Hei Ikan Badut, coba kau berenang ke arah barat dan tanyakan hal itu pada Kakek Penyu yang lebih tua dan bijaksana!”
Baiklah, akan kucoba berenang ke arah barat untuk menemui sang Kakek Penyu. Makhluk yang sudah hidup selama ratusan tahun, sudah banyak makan asam garam selama hidup di lautan. Pasti dia tahu jawabannya. Tentang siapa sebenarnya sosok penguasa lautan yang selama ini kuca- Demi Neptunus! Lagi-lagi aku beruntung. Tak sengaja berpapasan dengan Kakek Penyu yang sedang berenang pelan diantara terumbu karang.
“Kakek Penyu, Kakek Penyu, apa kau tau siapa penguasa lautan ini?”
“Tentu saja Cucuku aku pernah melihat mereka, tubuhnya besar sekali.”
"Lalu dimana aku bisa bertemu dengan mereka Kek?"
“Cucuku, kau bisa menemukan mereka yang sedang mencari makan dengan berenang ke arah selatan.”
“Terima kasih Kek karena sudah menunjukkan arahnya!” Aku pun segera berenang menuju arah selatan untuk menemui makhluk yang katanya penguasa lautan. Disana aku menemukan banyak sekali plankton-planktonyang bertebaran di permukaan. Dan yang terlihat sedang asyik melahap mereka semua adalah seekor makhluk yang sangat besar. Saking besarnya sampai-sampai tubuhnya itu menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam lautan.
“Demi Neptunus! Belum pernah aku melihat makhluk sebesar ini di seluruh lautan!”
“Ada perlu apa kau mengunjungiku wahai Ikan kecil?” ikan raksasa itu mengeluarkan suara, sepertinya dia mahluk baik yang juga bisa diajak bicara.
“Apakah benar kau adalah sang penguasa lautan?” tanyaku kepada makhluk yang sangat besar itu.
“Hahahahaha tentu saja bukan!” Dia tertawa keras sembari menyangkal.
“Aku sama seperti dirimu wahai Ikan kecil sama-sama penghuni lautan, makhluk-makhluk lain yang mengenalku memanggilku Paus.”
“Demi Neptunus! Lagi-lagi aku salah! Lalu siapa sebenarnya penguasa lautan itu?” tanyaku masih belum puas.
“Hey Ikan kecil mungkin penguasa lautan yang kau cari selama ini sudah kau sebut namanya berulang kali."
"Hah yang benar saja Paus aku saja belum tahu siapa dia?"
"Kau tahu! Hanya saja Ikan kecil, kau yang masih belum sadar sampai sekarang. Disaat kau senang, saat kau takut, saat kau kagum dan saat kau kesal kata-kata dan nama itu selalu keluar dari mulutmu."
"Maksudmu? Demi Neptunus! Aku benar-benar tak mengerti Paus."
"Hahahaha, Ikan kecil sepertinya memang dialah sang penguasa laut yang sejati bagimu. Walaupun aku sendiri tidak percaya karena seumur hidupku belum pernah bertemu dengan penguasa laut yang bernama Neptunus itu."

Spoiler for Penguasa Lautan:
Lautan. Sebagai salah satu penghuninya yang sudah melihat, mendengar dan merasakan tinggal di dalam lautan. Aku tahu bahwa tempat ini adalah sebuah hunian yang berasal dari masa lampau. Namun lebih dari sekedar tempat tinggal, lautan itu sendiri adalah sumber kehidupan. Faktanya, tempat ini sudah ada sejak berjuta-juta tahun silam sebelum nenek moyang dari Ikan Hiu yang kini sedang mengejarku ini lahir. Dan kenapa aku hanya bisa kabur tanpa memberikan perlawanan yang berarti ketika predator ganas ini ingin memangsaku. Bosan juga setiap bertemu dikejar-kejar melulu. Ingin sekali rasanya meminta bantuan dan perlindungan. Sayangnya aku tidak tahu kemana harus mengadu. Aku tidak tahu siapa yang menciptakan, mengatur dan menguasai lautan.
Sebelum mencari jawaban atas semua pertanyaan, pertama-tama aku harus bisa lolos dari kejaran Ikan Hiu keparat ini!
***
Tubuhku berenang kesana kemari mencari tempat perlindungan diantara terumbu karang. Dan akhirnya aku menemukannya, sebuah tempat yang sempurna untuk bersembunyi. Tentakel-tentakel dari makhluk yang senantiasa menjadi sahabat terbaikku di kala suka maupun duka ini memang berguna. Sang predator pun kebingungan dibuatnya. Ikan Hiu itu menurunkan kecepatan. Dia berenang perlahan mencari mangsanya yang tiba-tiba menghilang dari pandangan.
“Ah kurang ajar si Ikan Badut, lain kali akan kucincang dia bila bertemu kembali!” Ia pun segera beranjak dari tempat ini sembari berkeluh kesah.
“Fiuhhhhh.” Aku menghela nafas lega setelah sang predator itu akhirnya pergi.
“Ikan Badut, Ikan Badut, Ikan Badut, untungnya kau selamat Ikan Badut!” suara imut yang saling bersahut-sahut begitu berisik memanggil-manggil namaku.
"Apa Ikan Hiu itu benar-benar sudah pergi Anemon Laut?"
“Sekarang keadaan aman Ikan Badut kau bisa keluar!”
“Demi Neptunus! Kalau tidak ada kalian mungkin aku sudah mati barusan.” teriakku pada Anemon-anemon laut yang lucu itu.
“Itulah gunanya teman Ikan Badut sekarang giliranmu untuk membantu, tolong bersihkan ganggang-ganggang yang melekat pada tubuh kami!”
“Ya, ya baiklah akan segera kubersihkan.” Aku pun menuruti permintaan para Anemon laut sebagai tanda terima kasih dan balas budi.
Yah, beginilah rasanya tinggal di dalam lautan. Hidup sebagai makhluk yang berada di dasar rantai makanan memang tidak mengenakkan. Setiap hari, setiap waktu harus selalu waspada kepada predator-predator yang ingin memangsa. Kalau boleh memilih aku juga tidak mau dilahirkan sebagai Ikan Badut. Ikan yang hidup matinya bergantung pada Anemon laut. Meskipun hubunganku dengan mereka baik-baik saja dan kami saling menguntungkan satu sama lain.
Tentunya aku sadar suatu saat nanti aku pasti akan mati entah bagaimana caranya. Bisa saja besok aku mati di tangan predator lain atau ditangkap oleh makhluk atas laut. Bisa saja aku mati karena kecerobohanku sendiri. Oleh karena itu, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi ingin sekali rasanya untuk menguak sebuah misteri. Setidaknya aku mau agar hidupku ini sedikit lebih bermakna dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ;
Sebenarnya siapa yang menciptakan lautan?
Siapa yang menguasai dan mengontrol penuh isi lautan?
Siapakah penguasa lautan?
Bukankah di setiap tempat atau hunian selalu ada makhluk yang paling kuat, paling berkuasa dan dapat mengatur segalanya? Lagi-lagi muncul pemikiran-pemikiran aneh yang selalu terngiang di kepalaku.
Walaupun diri ini hanyalah seekor Ikan Badut yang lemah tak berdaya. Namun rasa ingin tahu yang begitu kuat mengalahkan segala rasa takut yang ada. Mungkin dengan menemuinya aku bisa lebih tahu tentang lautan dan memecahkan misteri-misteri lain yang ada di dalamnya. Siapa tahu nanti bisa mendapat perlindungan khusus dari sang penguasa.
Yak, sudah kuputuskan untuk meninggalkan tempat ini dan pergi mengembara untuk mencari sang penguasa laut. Lupakan sejenak tentang bagaimana cara mencari lawan jenis untuk dijadikan pasangan. Layaknya yang dilakukan oleh Ikan Badut normal lain pada umumnya. Lagipula selama aku hidup belum pernah rasanya bertemu dengan betina cantik yang membuat hatiku tertarik.
***
Perjalananku dimulai dengan menyelami dasar laut. Disana aku bertemu dengan seekor Kepiting tua yang sedang mengais sisa-sisa makanan di bawah pasir.
“Halo selamat siang Pak Kepiting.”
“Mau apa kau Ikan Badut? Apa kau ingin meminta makanan yang sudah susah payah kukumpulkan?” tanya Kepiting tua itu bernada sinis sembari mengenggam makanan dengan capitnya.
“Ah tentu saja tidak Pak Kepiting aku hanya ingin bertanya, menurutmu siapa yang paling pantas jadi penguasa lautan ?”
“Mana ku tahu Ikan Badut, mungkin hewan yang paling kau takutkan adalah penguasa lautan.”
“Maksudmu para predator itu Pak Kepiting? Ikan Hiu, Ikan Pari, dan Ikan Boni adalah penguasa lautan?” tanyaku sekali lagi terkesan ragu dengan jawaban Kepiting tua itu.
“Mungkin saja, kalau kau tidak puas dengan jawabanku tanya lagi saja pada Lumba-lumba di permukaan sana.” saran dari Kepiting tua seolah-olah seperti mengusirku.
Sebenarnya maksud dari Kepiting tua tidaklah buruk-buruk amat. Lumba-lumba adalah salah satu makhluk laut paling pintar yang pernah ku kenal. Dia pasti dapat membantuku untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tentang penguasa lautan. Segeralah aku meninggalkan Kepiting tua dan berenang menuju permukaan untuk mencari sang Lumba-lumba. Ugh berenang dari dasar laut sampai ke permukaan cukup melelahkan juga. Beruntung di tengah perjalanan aku bertemu dengan sepasang Lumba-lumba yang sedang bermain bersama.
Langsung saja kusapa Lumba-lumba itu sembari mengagumi gerakan akrobatik yang baru saja dilakukannya.
“Hai Lumba-lumba!”
“Ya, ada yang bisa kami bantu Ikan Badut?”
“Hanya ingin bertanya Lumba-lumba, apakah benar para predator seperti Ikan Hiu, Ikan Pari dan Ikan Boni adalah penguasa lautan?”
“Hahaha yang benar saja, bagi kami mereka tak lebih dari seekor pemburu ikan-ikan yang tubuhnya lebih kecil.” para Lumba-lumba itu menjawab pertanyaanku sembari tertawa.
“Lalu siapa penguasa laut yang sesungguhnya?” tanyaku masih penasaran.
“Maaf Ikan Badut kami tidak tahu, meskipun pintar kami hanya tertarik mempelajari hal yang menyenangkan seperti gerakan akrobatik.”
“Demi Neptunus!” dengan alasan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan tidak mau menggangu waktu bermain para Lumba-lumba aku pun segera meninggalkan tempat itu. Untungnya, sebelum berenang terlalu jauh meninggalkan mereka salah satu dari Lumba-lumba itu meneriakiku dan memberikan informasi yang mereka tahu.
“Hei Ikan Badut, coba kau berenang ke arah barat dan tanyakan hal itu pada Kakek Penyu yang lebih tua dan bijaksana!”
Baiklah, akan kucoba berenang ke arah barat untuk menemui sang Kakek Penyu. Makhluk yang sudah hidup selama ratusan tahun, sudah banyak makan asam garam selama hidup di lautan. Pasti dia tahu jawabannya. Tentang siapa sebenarnya sosok penguasa lautan yang selama ini kuca- Demi Neptunus! Lagi-lagi aku beruntung. Tak sengaja berpapasan dengan Kakek Penyu yang sedang berenang pelan diantara terumbu karang.
“Kakek Penyu, Kakek Penyu, apa kau tau siapa penguasa lautan ini?”
“Tentu saja Cucuku aku pernah melihat mereka, tubuhnya besar sekali.”
"Lalu dimana aku bisa bertemu dengan mereka Kek?"
“Cucuku, kau bisa menemukan mereka yang sedang mencari makan dengan berenang ke arah selatan.”
“Terima kasih Kek karena sudah menunjukkan arahnya!” Aku pun segera berenang menuju arah selatan untuk menemui makhluk yang katanya penguasa lautan. Disana aku menemukan banyak sekali plankton-planktonyang bertebaran di permukaan. Dan yang terlihat sedang asyik melahap mereka semua adalah seekor makhluk yang sangat besar. Saking besarnya sampai-sampai tubuhnya itu menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam lautan.
“Demi Neptunus! Belum pernah aku melihat makhluk sebesar ini di seluruh lautan!”
“Ada perlu apa kau mengunjungiku wahai Ikan kecil?” ikan raksasa itu mengeluarkan suara, sepertinya dia mahluk baik yang juga bisa diajak bicara.
“Apakah benar kau adalah sang penguasa lautan?” tanyaku kepada makhluk yang sangat besar itu.
“Hahahahaha tentu saja bukan!” Dia tertawa keras sembari menyangkal.
“Aku sama seperti dirimu wahai Ikan kecil sama-sama penghuni lautan, makhluk-makhluk lain yang mengenalku memanggilku Paus.”
“Demi Neptunus! Lagi-lagi aku salah! Lalu siapa sebenarnya penguasa lautan itu?” tanyaku masih belum puas.
“Hey Ikan kecil mungkin penguasa lautan yang kau cari selama ini sudah kau sebut namanya berulang kali."
"Hah yang benar saja Paus aku saja belum tahu siapa dia?"
"Kau tahu! Hanya saja Ikan kecil, kau yang masih belum sadar sampai sekarang. Disaat kau senang, saat kau takut, saat kau kagum dan saat kau kesal kata-kata dan nama itu selalu keluar dari mulutmu."
"Maksudmu? Demi Neptunus! Aku benar-benar tak mengerti Paus."
"Hahahaha, Ikan kecil sepertinya memang dialah sang penguasa laut yang sejati bagimu. Walaupun aku sendiri tidak percaya karena seumur hidupku belum pernah bertemu dengan penguasa laut yang bernama Neptunus itu."
END
Diubah oleh kucingsial 05-08-2014 05:43
0
Kutip
Balas