- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.6K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#52
PART 12
Spoiler for Part 12:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 12 A
Tak pernah kubayangkan kumiliki wanita, seperti dirimu.
tak pernah terfikirkan kau dan aku bersama untuk selamanya...
kucoba tuk, bertahan, dalam kisah ini...........
1 Hari sebelum keberangkatan ke Jakarta.........
"Yunaa jangan pergi Yun, tolong jangan tinggalakan aku"
"Aku butuh kamu untuk hidupku, kumohon Yun.........."
"Akuu.........."
****************************
"Wooy bangun nak, udah sore masih ngebo aja" teriak neneku
"Ohhhhh Shiitt, mimpi buruk lagi"
"Kenapa nak? mimpi dikejar Demit ya?"
"Ahhh gak nek, bukan apa-apa kok"
"Kamu tolongin Nenek ya nak"
"Tolongin apa Nek, Tonie masih ngantuk Nek mau lanjut bobo"
"Heeeh ini bocah" Nenek menarik telingaku
"Iyaaaa..yayaayaa Nek Tonie tolongin tapi lepasin ya"
"Bagus, kamu emang harus jadi anak yang penurut"
"iyaa iyaaa" kataku sambil memegangi telinga yang kesakitan
"Nak nanti kamu tolong ambilin pesanan Nenek dirumah Mbok Dirah ya"
"Pesen kue ya Nek, asiikkk" Aku bertepuk tangan
"Kue, emangnya Mbok Dirah tukang bikin kue"
"Terus apaan Nek jangan-jangan Nenek pesen Boom ya?"
"Plaaaakkkk" sebuah jitakan keras mendarat dikepalaku
"Ngacooo!! udah jangan banyak tanya, cepetan cuci muka terus berangkat"
"Siiaaap Jendral" Aku memberi hormat kepada Nenek layaknya Jendral bintang kejora
Bermodal sepeda ontel peninggalan Kakekku maka berangkatlah aku menuju ke rumah Mbok Dirah yang jaraknya lumayan agak jauh.
kalau pake motor sih Wuzzzz 10 menit nyampe lah ini udah sepeda butut gak ada rem nya kalau dikayuh sering berbunyi sreek-sreeekk, payah.
tapi apapun itu ya syukuri ajalah, punya motor satu tapi mesti gantian sama Om, kalau motornya gak ada ya terpaksa pake sepeda warisan.
Tookkk---tokkk---tokkk!! permisi
"Silahkan maa......" Seorang wanita membukakan pintu untukku
"Siii---nthaaa??!" Ucapku terkejut
"Dia...dia Sintha kenapa dia bisa ada disini?" gumanku dalam hati
"Ehh ada nak Tonie silahkan masuk"
"Iya mbok" kataku santun
"Sin, tolong bikinin minuman buat nak Tonie" perintah mbok Dirah
"Aduh, gak usah mbok ngerepotin" kataku sungkan
"Gak papa kok nak, cuma aer, oh ya gimana kabar nenekmu"
"Sehat Mbok, aku kesini mauu"
"Mau ngambil titipan kan, mbok tau kok, santai aja dulu, masih siang jg"
"Iya mbok" kataku sambil tersenyum kecut
"What Happen iki, What Happen? MODYAAAR AKU" ucapku dalam hati
"Nak tonie mbok tinggal sebentar ya, mau kewarung sono, sementara nak Tonie ngobrol-ngobrol sama cucu si mbok, baru pulang dari jakarta loh"
"Mau kemana mbok?" tanya Sintha
"Ke warung Sin, kamu temenin nak Tonie ngobrol ya"
"Iya Mbok dengan senang hati" Sinta tersenyum padaku
Mati aku, Matiii, Matii kenapa mbok Dirah nggak pernah cerita punya cucu yang bernama Shinta...Aku harus ngapain nih? Bingung berat.
"Ton lama gak ketemu ya" Tiba-tiba saja Sintha duduk disampingku lalu menyandarkan kepalanya ke bahuku
"Iya Sin, lama banget" Aku mencoba bergeser menjauh dari Sintha
"Aku kangen kamu Ton, selama ini aku selalu mencarimu" Sintha kembali menempel padaku
"Ngg..bisa geser sedikit gak sin, kayaknya aku kepanasen, disini gerah"
"Ohhh, Maaf ya" Ucap Sintha sembari meraih tanganku
"Maaf Sin, ini apa ya" Aku mencoba menarik tanganku tapi genggaman tangan Sintha malah semakin erat
"Hiksss...hikksssss...." Sintha menangis lalu memeluku dari samping
Yiaaaaaa....Ada apa dengan semua ini tolong jelaskan padaku, siapa saja tolong aku, aku ingin lari...lari dari kenyataan hiksss hikkss
"Kok nangis Sin" Aku mencoba melepaskan pelukan Sintha
"hhikkksss...hikkksss" Sintha terus saja menangis tanpa mempedulikanku
selang 15 menit kemudian barulah tangisan Sintha mereda..
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat Ton, aku mohon jangan nolak ya"
"Sekarang Siin" tanyaku penasaran
"Besok ton pas mau lebaran, ya sekarang lah mumpung kamu ada disini"
"Tapi aku maaa..."
"Udah yuk ikut" Sintha menarik tanganku
Antara penasaran dan bingung akhirnya aku menuruti ajakan Sintha.
terserah lah Sintha mau ajak kemana yang penting jangan ajak ke pelaminan karena aku masih belum siap.
"Sin kenapa kamu ajak aku ketempat ginian?"
"Kenapa Ton, takut ya" sindir Sintha
"Takut sih nggak Sin, cuman merinding disko aja nih bulu, hiiihhh"
"Huuu--uhhh cemen" ejek Sintha
"Hahahahhaaa" Aku tertawa kecil
"Tanganku dingin banget nih Sin" Aku menggosok-gosokan tanganku
"Masa sih mana" Sinta memegang tanganku sambil menatapku dalam
"Eehhh gak usah Sin makasih" Aku melepaskan tangan Sintha
"Busseet--bussseet, sore-sore diajakin main ke kuburan, kayak gak ada tempat lain aja."
"kenapa lagi Ton kok kayak orang linglung"
"Horror Sin hiiihhh"
"Haahahahaa....masa cowok takut sih"
"Ye..dibilangin cuma merinding kok"
Lima belas menit sudah kami berjalan-jalan disekitar kuburan lalu akhirnya kami berhenti disebuah makam yang batu nisannya bertuliskan nama Ronny syahputra.
"Sini Ton jongkok" Perintah Sintha kepadaku
"Udah Siin, sekarang apa?" tanyaku bingung
"Aku kenalin nih Ton ini makam Ronny, Dia itu cinta pertamaku" Ucap Sintha sambil membersihkan rerumputan yang tumbuh disekitar makam
"Terus?"
"Dia itu mirip sama kamu Ton"
"Maksudnya Siin?, aku jadi tambah bingung"
"Nih lihat aja" Sintha menyodorkan foto yang ada dia ambil dari dompetnya
"Ehh serius nih, bener-bener mirip, cuman bedanya aku lebih ganteng"
"Huuuh dasar ke PeDe an kamu Ton"
"Lah ya emang Pede Kok"
Lalu Sintha menceritakan kronologis kejadiaan di tahun 2006, dia bercerita saat itu mereka sedang bertengkar karena masalah sepele
Sintha tidak suka dengan kado boneka pemberian Ronny dan dia meminta Ronny untuk mengembalikan boneka itu ke tokonya.
Ronny yang merasa gak terima dengan perlakuan Sintha yang membuang boneka pemberiannya begitu saja lalu pergi dengan memacu kendaraannya pada mode maksimal...endingnya Sintha menyesal atas perbuatannya, kata maafpun sepertinya gak bisa membuat Ronny kembali ke sisinya.
dan Ketika Sintha melihatku dia merasa bahwa aku adalah jelmaan si Ronny maka dari itu mati-matian mengejarku.
fakta lainnya adalah orang yang meneror Yuna selama ini adalah Sintha
Selesai berdoa untuk Ronny, kami berdua langsung pulang ke rumah Mbok Dirah, masih ada tugas yang belum ku selesaikan yaitu mengambil pesanan Nenekku
"Mbok aku pulang ya" Ucapku sambil membawa titipan Nenek
"Iya nak Tonie, tadi diajak Sintha kemana sih"
"Ke tempat..." Sintha melotot kepadaku
"Ke tempat yang banyak pohonnya Mbok hehehe"
"Ohhhh...gitu toh"
"Iya mbok"
"Siin Aku balik ya, udah sore nih" kataku sambil menyalami Sintha
"Tunggu" Sintha menarik tanganku lalu
"Emmuuaachhh" Sintha mencium keningku
".............." Aku terdiam dalam kebingungan
"Udah, itu aja...makasih ya Ton" Ucap Sintha tersenyum lebar
"Iya Sin" Aku melempar senyum padanya
"Daaahhh...ati-ati Ton" Sintha mengucurkan airmata bahagia
"Daahh juga Siin sampai ketemu lagi ( Jangan ketemu lagi )"
Amaaan...Sintha gak inget janjiku dulu untuk menjadikan dia pacarku jika kita ketemu lagi secara gak sengaja hehehehehe....Haaa-aaah hari ini lumayan berat, mana besok aku harus ke jakarta...sebelum ke makasar aku ingin ke jakarta dahulu.......
Bersambung.............................
PART 12 A
Tak pernah kubayangkan kumiliki wanita, seperti dirimu.
tak pernah terfikirkan kau dan aku bersama untuk selamanya...
kucoba tuk, bertahan, dalam kisah ini...........
1 Hari sebelum keberangkatan ke Jakarta.........
"Yunaa jangan pergi Yun, tolong jangan tinggalakan aku"
"Aku butuh kamu untuk hidupku, kumohon Yun.........."
"Akuu.........."
****************************
"Wooy bangun nak, udah sore masih ngebo aja" teriak neneku
"Ohhhhh Shiitt, mimpi buruk lagi"
"Kenapa nak? mimpi dikejar Demit ya?"
"Ahhh gak nek, bukan apa-apa kok"
"Kamu tolongin Nenek ya nak"
"Tolongin apa Nek, Tonie masih ngantuk Nek mau lanjut bobo"
"Heeeh ini bocah" Nenek menarik telingaku
"Iyaaaa..yayaayaa Nek Tonie tolongin tapi lepasin ya"
"Bagus, kamu emang harus jadi anak yang penurut"
"iyaa iyaaa" kataku sambil memegangi telinga yang kesakitan
"Nak nanti kamu tolong ambilin pesanan Nenek dirumah Mbok Dirah ya"
"Pesen kue ya Nek, asiikkk" Aku bertepuk tangan
"Kue, emangnya Mbok Dirah tukang bikin kue"
"Terus apaan Nek jangan-jangan Nenek pesen Boom ya?"
"Plaaaakkkk" sebuah jitakan keras mendarat dikepalaku
"Ngacooo!! udah jangan banyak tanya, cepetan cuci muka terus berangkat"
"Siiaaap Jendral" Aku memberi hormat kepada Nenek layaknya Jendral bintang kejora
Bermodal sepeda ontel peninggalan Kakekku maka berangkatlah aku menuju ke rumah Mbok Dirah yang jaraknya lumayan agak jauh.
kalau pake motor sih Wuzzzz 10 menit nyampe lah ini udah sepeda butut gak ada rem nya kalau dikayuh sering berbunyi sreek-sreeekk, payah.
tapi apapun itu ya syukuri ajalah, punya motor satu tapi mesti gantian sama Om, kalau motornya gak ada ya terpaksa pake sepeda warisan.
Tookkk---tokkk---tokkk!! permisi
"Silahkan maa......" Seorang wanita membukakan pintu untukku
"Siii---nthaaa??!" Ucapku terkejut
"Dia...dia Sintha kenapa dia bisa ada disini?" gumanku dalam hati
"Ehh ada nak Tonie silahkan masuk"
"Iya mbok" kataku santun
"Sin, tolong bikinin minuman buat nak Tonie" perintah mbok Dirah
"Aduh, gak usah mbok ngerepotin" kataku sungkan
"Gak papa kok nak, cuma aer, oh ya gimana kabar nenekmu"
"Sehat Mbok, aku kesini mauu"
"Mau ngambil titipan kan, mbok tau kok, santai aja dulu, masih siang jg"
"Iya mbok" kataku sambil tersenyum kecut
"What Happen iki, What Happen? MODYAAAR AKU" ucapku dalam hati
"Nak tonie mbok tinggal sebentar ya, mau kewarung sono, sementara nak Tonie ngobrol-ngobrol sama cucu si mbok, baru pulang dari jakarta loh"
"Mau kemana mbok?" tanya Sintha
"Ke warung Sin, kamu temenin nak Tonie ngobrol ya"
"Iya Mbok dengan senang hati" Sinta tersenyum padaku
Mati aku, Matiii, Matii kenapa mbok Dirah nggak pernah cerita punya cucu yang bernama Shinta...Aku harus ngapain nih? Bingung berat.
"Ton lama gak ketemu ya" Tiba-tiba saja Sintha duduk disampingku lalu menyandarkan kepalanya ke bahuku
"Iya Sin, lama banget" Aku mencoba bergeser menjauh dari Sintha
"Aku kangen kamu Ton, selama ini aku selalu mencarimu" Sintha kembali menempel padaku
"Ngg..bisa geser sedikit gak sin, kayaknya aku kepanasen, disini gerah"
"Ohhh, Maaf ya" Ucap Sintha sembari meraih tanganku
"Maaf Sin, ini apa ya" Aku mencoba menarik tanganku tapi genggaman tangan Sintha malah semakin erat
"Hiksss...hikksssss...." Sintha menangis lalu memeluku dari samping
Yiaaaaaa....Ada apa dengan semua ini tolong jelaskan padaku, siapa saja tolong aku, aku ingin lari...lari dari kenyataan hiksss hikkss
"Kok nangis Sin" Aku mencoba melepaskan pelukan Sintha
"hhikkksss...hikkksss" Sintha terus saja menangis tanpa mempedulikanku
selang 15 menit kemudian barulah tangisan Sintha mereda..
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat Ton, aku mohon jangan nolak ya"
"Sekarang Siin" tanyaku penasaran
"Besok ton pas mau lebaran, ya sekarang lah mumpung kamu ada disini"
"Tapi aku maaa..."
"Udah yuk ikut" Sintha menarik tanganku
Antara penasaran dan bingung akhirnya aku menuruti ajakan Sintha.
terserah lah Sintha mau ajak kemana yang penting jangan ajak ke pelaminan karena aku masih belum siap.
"Sin kenapa kamu ajak aku ketempat ginian?"
"Kenapa Ton, takut ya" sindir Sintha
"Takut sih nggak Sin, cuman merinding disko aja nih bulu, hiiihhh"
"Huuu--uhhh cemen" ejek Sintha
"Hahahahhaaa" Aku tertawa kecil
"Tanganku dingin banget nih Sin" Aku menggosok-gosokan tanganku
"Masa sih mana" Sinta memegang tanganku sambil menatapku dalam
"Eehhh gak usah Sin makasih" Aku melepaskan tangan Sintha
"Busseet--bussseet, sore-sore diajakin main ke kuburan, kayak gak ada tempat lain aja."
"kenapa lagi Ton kok kayak orang linglung"
"Horror Sin hiiihhh"
"Haahahahaa....masa cowok takut sih"
"Ye..dibilangin cuma merinding kok"
Lima belas menit sudah kami berjalan-jalan disekitar kuburan lalu akhirnya kami berhenti disebuah makam yang batu nisannya bertuliskan nama Ronny syahputra.
"Sini Ton jongkok" Perintah Sintha kepadaku
"Udah Siin, sekarang apa?" tanyaku bingung
"Aku kenalin nih Ton ini makam Ronny, Dia itu cinta pertamaku" Ucap Sintha sambil membersihkan rerumputan yang tumbuh disekitar makam
"Terus?"
"Dia itu mirip sama kamu Ton"
"Maksudnya Siin?, aku jadi tambah bingung"
"Nih lihat aja" Sintha menyodorkan foto yang ada dia ambil dari dompetnya
"Ehh serius nih, bener-bener mirip, cuman bedanya aku lebih ganteng"
"Huuuh dasar ke PeDe an kamu Ton"
"Lah ya emang Pede Kok"
Lalu Sintha menceritakan kronologis kejadiaan di tahun 2006, dia bercerita saat itu mereka sedang bertengkar karena masalah sepele
Sintha tidak suka dengan kado boneka pemberian Ronny dan dia meminta Ronny untuk mengembalikan boneka itu ke tokonya.
Ronny yang merasa gak terima dengan perlakuan Sintha yang membuang boneka pemberiannya begitu saja lalu pergi dengan memacu kendaraannya pada mode maksimal...endingnya Sintha menyesal atas perbuatannya, kata maafpun sepertinya gak bisa membuat Ronny kembali ke sisinya.
dan Ketika Sintha melihatku dia merasa bahwa aku adalah jelmaan si Ronny maka dari itu mati-matian mengejarku.
fakta lainnya adalah orang yang meneror Yuna selama ini adalah Sintha
Selesai berdoa untuk Ronny, kami berdua langsung pulang ke rumah Mbok Dirah, masih ada tugas yang belum ku selesaikan yaitu mengambil pesanan Nenekku
"Mbok aku pulang ya" Ucapku sambil membawa titipan Nenek
"Iya nak Tonie, tadi diajak Sintha kemana sih"
"Ke tempat..." Sintha melotot kepadaku
"Ke tempat yang banyak pohonnya Mbok hehehe"
"Ohhhh...gitu toh"
"Iya mbok"
"Siin Aku balik ya, udah sore nih" kataku sambil menyalami Sintha
"Tunggu" Sintha menarik tanganku lalu
"Emmuuaachhh" Sintha mencium keningku
".............." Aku terdiam dalam kebingungan
"Udah, itu aja...makasih ya Ton" Ucap Sintha tersenyum lebar
"Iya Sin" Aku melempar senyum padanya
"Daaahhh...ati-ati Ton" Sintha mengucurkan airmata bahagia
"Daahh juga Siin sampai ketemu lagi ( Jangan ketemu lagi )"
Amaaan...Sintha gak inget janjiku dulu untuk menjadikan dia pacarku jika kita ketemu lagi secara gak sengaja hehehehehe....Haaa-aaah hari ini lumayan berat, mana besok aku harus ke jakarta...sebelum ke makasar aku ingin ke jakarta dahulu.......
Bersambung.............................
Diubah oleh bandotkeren 14-07-2014 14:16
0
Kutip
Balas