Kaskus

Story

bekassrAvatar border
TS
bekassr
Petrichor, A Lovely Story After Rain
Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.

Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.

Okay, i think i can start this now?

INDEX thanks to agan vanjipeng emoticon-Shakehand2

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr 12-08-2014 20:01
sunflower.idAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan sunflower.id memberi reputasi
3
44.9K
292
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
bekassrAvatar border
TS
bekassr
#91
Part 22
Seminggu sudah kuhabiskan waktu di Pekanbaru, saatnya kembali ke kehidupan nyata setelah seminggu penuh bergelimang kesenangan.

Sabtu sore, pesawatku mendarat di Suta, aku langsung keluar ke pintu kedatangan karena memang aku tidak membawa bagasi. Mataku menyapu kesekitar para penjemput, mencari seseorang. Tiba tiba mataku ditutup dari belakang. Tagan lembut seorang gadis. Kuraih tangan itu dari mataku lalu kucium dengan mesra. Vivi

"Udah lama nunggunya sayang?" tanyaku

"Baru aja nyampe 15 menitan yang lalu, yuk" katanya lalu meraih tanganku

Aku tersenyum melihat tingkahnya, badannya yang kecil serta muka imut imut khas animenya membuatku seperti menggandeng adikku sendiri, tapi mungkin gak ada yang berpikiran seperti itu karena wajah Vivi khas orientalnya, sedangkan wajahku khas melayunya.emoticon-Matabelo

"Kamu bawain aku oleh oleh ga?" katanya setelah kami berangkat dari bandara

"Pasti dong, ga mungki aku lupa sama peri kecilku ini" kataku sambil mencolek hidungnya.

Selama perjalanan, Vivi bercerita tentang liburannya bersama teman temannya ke Bandung. Vivi memang suka travelling, setiap ada waktu, dia selalu pergi berpetualang entah kemana. Dimataku, Vivi adalah seorang wanita yang mandiri, dan kuat. Terlahir sebagai anak tunggal tak lantas membuatnya bermanja manja pada orang tuanya. Dia hidup sendiri di Jakarta, orang tuanya ada di Surabaya. Pernah Vivi bercerita padaku bahwa dulu orang tuanya pernah menawarkan dia untuk bersekolah di luar negri, tepatnya sekolah bisnis di Harvard University. Orang tuanya ingin Vivi bisa meneruskan bisnis keluarga, namun apadaya, gadis satu satunya yang mereka miliki keras kepala dan ngotot ingin jadi dokter, walau akhirnya mimpinya untuk jadi dokter anak kandas karena gagal masuk PTN yang diincarnya, Vivi tetap memilih menjadi dokter, walaupun hanya dokter gigi.

Vivi tinggal di daerah Salemba, meskipun berniat mandiri, namun orangtuanya tidak tega membiarkan anak satu satu mereka telantar di ibukota. Jadilah orang tuanya menawarkannya sebuah apartemen mewah di kawasan bisnis Sudirman. Namun Vivi menolak dan meminta agar dia diberi izin kos. Orang tuanya malah membelikannya sebuah rumah besar, yang kemudian dialih fungsikan sebagai tempat kos Vivi. Enaknya hidup seperti Vivi. Seluruh uang bulanan anak kost mengalir ke rekeningnya sendiri, jadilah dia ibu kos mudaemoticon-Ngakak

Tapi begitupun, Vivi tidak pernah hidup dengan gaya serba mewah, dia selalu tampak sederhana, jika bukan mukanya yang oriental, orang mungkin tidak tau dia itu keturunan chinese (yaiyalah mau tau darimana emoticon-Hammer2)

"Kamu laper gak sayang?" tanya Vivi membuyarkan lamunanku saat menyetir

"Lumayan sih, kamu laper?" tayaku balik

"Lapeeer bangeeeet" katanya dengan muka lucunya

"Yaudah kita makan yuk, eh kamu ga kebaktian?" kataku mengingatkannya, Vivi terlahir dari keluarga Katholik yang taat, begitupun, perbedaan agama tidak pernah menjadi masalah diantara kami, bahkan tak jarang Vivi mengingatkanku sholat, dan aku kadang juga mengingatkanya untuk selalu mengikuti kebaktian

"Eh ini hari Sabtu ya? Ah jadi lupa gegara excited mau ketemu kamu hehe" katanya

"Kangen yaa?" godaku

"Banget banget tau gak sih" katanya sambil menggelendot manja di pundakku

"Cium dong kalau gitu hehe"

*ccuph* sebuah kecupan hangat mendarat dipipiku

"Segitu doang?"

"Yee maunya, ntar tabrakan yang iya" kata Vivi mencubit halus perutku

Aku cuma senyum senyum cengengesan.

"Ntar kalau aku kebaktian, kamunya nunggunya lama lagi" kata Vivi lagi

"Ya engga apa apa sih, aku juga belum laper banget, sekalian udah mau maghrib aku mau sholat dulu juga"

"Yaudah deh, tapi habis itu kita makan yaa?"

"Iya sayang bawelku, ntar aku kasih makan yang banyak kamunya, hehe"

Aku kemudian melajukan mobil Vivi ke gereja tempat dia biasa beribadat, setelahnya aku mencari mesjid untuk menunaikan sholat maghrib. Setelahnya, aku kembali menjemput Vivi dan mencari makan malam.

Pilihan kami jatuh pada sebuah restoran bebek yang cukup ramai di daerah Slipi.

Selesai makan, aku pun berniat kembali ke apartemen om ku. Kutelepon om ku memberitahukan bahwa aku akan datang, ternyata si om lagi ada di luar kota, dan dia lupa memberitahuku tentang kepergiannya. Mampus aku
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.