- Beranda
- Stories from the Heart
Petrichor, A Lovely Story After Rain
...
TS
bekassr
Petrichor, A Lovely Story After Rain
Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.
Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.
Okay, i think i can start this now?
INDEX thanks to agan vanjipeng
Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.
Okay, i think i can start this now?
INDEX thanks to agan vanjipeng

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr 12-08-2014 20:01
bukhorigan dan sunflower.id memberi reputasi
3
44.9K
292
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bekassr
#80
Part 20
Setibanya di Pekanbaru, kulepaskan kerinduanku akan rumah, rinduku pada ayah ibuku, juga pada adik adikku. Pulang setelah sekian lama merupakan sebuah kebahagiaan besar buatku.
Selama disana, kusempatkan waktu luangku bersama keluargaku. Tak jarang kutemani ibuku berbelanja. Kegiatan belanja dengan ibuku ini, ternyata membawaku pada satu pertemuan dengan masa lalu: Putri
Saat itu siang hari, ibuku meminta menemaniku ke pusat perbelanjaan, aku pun menyanggupi tapi dengan syarat aku tidak ikut belanja dan hanya menunggu diluar dan dibelikan minum, hehe. Ibuku menyanggupi persyaratan ku.
Sembari menunggu ibu selesai belanja, aku duduk diemperan sambil menghisap rokok. Saat itulah, pandanganku bertemu dengan sesosok Putri, malaikatku, cintaku.
Tak dapat kugambarkan betapa senangnya aku melihatnya, tanpa ba-bi-bu kuhampiri Putri yang tengah memasukkan belanjaan kedalam mobilnya.
"Putri!" kataku saking bersemangatnya hingga aku berteriak seperti orang kesurupan
"Hah!? Iyaaaan!" Putri tak kalah hebohnya denganku, dia langsung merangkulku, aku merindukan ini, pelukan hangat dari seorang Putri, dibumbui dengan senyuman manisnya.
Dia disitu bersama ibunya, kusalami ibunya sambil memperkenalkan diri bahwa aku adalah teman semasa sekolah Putri disini, ingin juga kukatakan bahwa aku adalah teman hidup yang akan menemani Putri sampai maut memisahkan, tapi kusimpan saja kata jata itu
Ternyata Putri dan ibunya ke Pekanbaru untuk menjual tanah peninggalan eyangnya, beserta rumah yang ditinggali Putri selama disini.
Aku dan Putri bertukaran nomor hp, karena Putri bilang hp nya hilang saat di Jakarta, dan tidak bisa menghubungiku karena semua nomor tersimpan di hp itu. Aku pun memakluminya
Putri baru akan kembali ke Jakarta 3 hari lagi, aku dengan semangat 45 mengajaknya untuk berjalan jalan besok. Dia pun mengiyakan.
Setelahnya, Putri pamit pulang. Bukan main girangnya aku saat itu, bisa kembali ke 'jalan jodoh' ku kembali dengan Putri.
Ditengah kegembiraanku, sebuah pesan singkat masuk.
"Siang hun, jangan lupa makan ya, love ya"
Vivian...
Selama disana, kusempatkan waktu luangku bersama keluargaku. Tak jarang kutemani ibuku berbelanja. Kegiatan belanja dengan ibuku ini, ternyata membawaku pada satu pertemuan dengan masa lalu: Putri
Saat itu siang hari, ibuku meminta menemaniku ke pusat perbelanjaan, aku pun menyanggupi tapi dengan syarat aku tidak ikut belanja dan hanya menunggu diluar dan dibelikan minum, hehe. Ibuku menyanggupi persyaratan ku.
Sembari menunggu ibu selesai belanja, aku duduk diemperan sambil menghisap rokok. Saat itulah, pandanganku bertemu dengan sesosok Putri, malaikatku, cintaku.

Tak dapat kugambarkan betapa senangnya aku melihatnya, tanpa ba-bi-bu kuhampiri Putri yang tengah memasukkan belanjaan kedalam mobilnya.
"Putri!" kataku saking bersemangatnya hingga aku berteriak seperti orang kesurupan
"Hah!? Iyaaaan!" Putri tak kalah hebohnya denganku, dia langsung merangkulku, aku merindukan ini, pelukan hangat dari seorang Putri, dibumbui dengan senyuman manisnya.
Dia disitu bersama ibunya, kusalami ibunya sambil memperkenalkan diri bahwa aku adalah teman semasa sekolah Putri disini, ingin juga kukatakan bahwa aku adalah teman hidup yang akan menemani Putri sampai maut memisahkan, tapi kusimpan saja kata jata itu

Ternyata Putri dan ibunya ke Pekanbaru untuk menjual tanah peninggalan eyangnya, beserta rumah yang ditinggali Putri selama disini.
Aku dan Putri bertukaran nomor hp, karena Putri bilang hp nya hilang saat di Jakarta, dan tidak bisa menghubungiku karena semua nomor tersimpan di hp itu. Aku pun memakluminya
Putri baru akan kembali ke Jakarta 3 hari lagi, aku dengan semangat 45 mengajaknya untuk berjalan jalan besok. Dia pun mengiyakan.
Setelahnya, Putri pamit pulang. Bukan main girangnya aku saat itu, bisa kembali ke 'jalan jodoh' ku kembali dengan Putri.
Ditengah kegembiraanku, sebuah pesan singkat masuk.
"Siang hun, jangan lupa makan ya, love ya"
Vivian...
Diubah oleh bekassr 12-07-2014 02:27
0