Kaskus

Story

bekassrAvatar border
TS
bekassr
Petrichor, A Lovely Story After Rain
Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.

Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.

Okay, i think i can start this now?

INDEX thanks to agan vanjipeng emoticon-Shakehand2

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr 12-08-2014 20:01
sunflower.idAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan sunflower.id memberi reputasi
3
44.9K
292
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bekassrAvatar border
TS
bekassr
#69
Part 17
Spoiler for :


Pikiranku mulai stabil ketika 2 batang rokok habis kuhisap. Tapi hatiku masih belum bisa tenang.

Pikiranku menangis meronta memintaku melupakan Putri, namun hatiku terang terangan menghianatiku dengan masih menyayangi sesosok Putri.

Kubuka kembali puisi yang kutulis untuk Putri yang telah kuslotip kembali. Kembali kubaca pelan pelan tulisan balasan darinya.

Pelan namun pasti, sekelebat bayangan tentang kejadian kejadian yang kualami bersama Putri melintas satu-satu. Senyum manisnya bagaimanapun berhasil meluluh lantakkan benteng hatiku. Hatiku menjerit. Aku menyayangi dia, kenapa harus berakhir seperti ini? Tanyaku pada diri sendiri.

Dan aku tiba tiba menyadari, bahwa sesungguhnya akulah yang telah pergi darinya, aku yang membuat jarak diantara kami. Aku yang tidak membantunya menghadapi masalah masalahnya. Lelaki macam apa aku ini? Aku membiarkan Putri terjebak sendiri didalam kubangan hitam. Bukannya membantu mengeluarkannya aku malah menjatuhkan dia semakin dalam dan dalam.

Bukannya aku harus bisa terima Putri apa adanya? Tapi bagaimana dengan pria yang bersamanya? Ah, kau harus berjuang, kalau dia seberharga itu bagimu, maka kau harus memperjuangkannya. She's worth it. Aku berdebat dengan pikiranku sendiri.

Aku harus memperjuangkannya! Tekadku dalam hati. Aku harus bisa membantunya keluar dari kebiasaannya. If i'm not fight for her, then i'm not deserve her.

"Iyan, aku tau kamu benci sama aku. Aku mau minta maaf. Dia ada buatku saat aku butuh kamu, dan kamu malah ngejauh. Maaf yan. sebuah pesan singkat dari Putri masuk ke hp ku

"Put, mulai sekarang aku bakal selalu ada buat kamu, meskipun sekarang kamu dan laki laki itu ada diantara kita, aku pasti akan memperjuangkan kamu Put." balasku dengan semangat, aku ingin Putri tau kalau rasa sayangku bukan main main

"Yan, aku terharu ngeliat kamu yang gak dendam sama aku, padahal aku udah ngejahatin kamu sebegininya. Aku ucapin makasih yang sebesar besarnya karena kamu mutusin mau perjuangin aku."

"Gapapa Put, aku memang sayang sama kamu, dan aku sadar kalau kamu itu butuh diperjuangin. I'll be with you forever Put" jawabku meyakinkan

Hp ku berdering. Panggilan dari Putri.

"Yan, huuuhuu" Putri menangis

"Kamu kenapa Put? Kamu sakit? Ada apa?" tanyaku panik

"Aku jahat ya yan? Huuhuu" katanya masih sambil menangis

"Engga Put, kan udah aku bilang tadi"

"Aku rindu kamu Yan, jemput, aku pengen ketemu, huuuhuu"

"Yaudah kamu tunggu dirumah ya, aku kesana" kataku

Aku meminta izin pada ibuku kerumah Putri, tanpa kusangka beliau mengizinkanku malah menyuruhku membelikan buah tangan untuk Putri namun kutolak karena kubilang hanya sebentar.

Setiba dirumah Putri, ternyata Putri sudah menungguku diluar rumahnya. Melihatku datang dia langsung naik. Aku yang membaca situasi pun memutuskan untuk jalan terus.

Tiba tiba Putri merangkulku kuat sekali, dia terisak isak di punggungku.

"Maafin aku Yaaan" katanya sambil membenamkan wajahnya ditengkukku.

Aku mencari tempat yang cocok untuk berbicara berdua. FYI, di Pekanbaru spot yang enak untuk nongkrong mesra mesraan itu gak ada sama sekali. Aku akhirnya memutuskan membawanya ke sebuah jalan, lalu berhenti di akhir jalan yang bertemu dengan sebuah jurang yang dibawahnya rawa rawa.

Setelah berhenti, aku lalu memeluk Putri, kudekap ia dalam dadaku.

"Kamu gak usah sedih, aku gak bakalan mikirin semua kejadian tadi. Aku sayang kamu Put, bahkan kalau kamu suruh aku lompat dari sini untuk membuktikannya aku rela" kataku

"Gombal" kata Putri melepas pelukanku lalu mencubit tanganku, senyum yang kurindukan itu mengembang di bibirnya

"Aku serius, aku yakin aku bisa miliki kamu, walaupun harus lawan 100 orang kayak abang tadi, aku sayang kamu, tau gak sih Put?" kataku

"Aku juga sayang kamu" kata Putri lalu memelukku. Malam ini malam milik kami, pikirku sambil mengelus kepalanya

"Tapi Yan, hik hik" kata Putri lalu menangis lagi

"Aku takut kehilangan kamu" sambungnya

Aku merasa seperti lelaki paling beruntung sejagat raya saat dia mengucapkan kalimat itu.

"Kamu tenang aja, aku gak bakal kemana mana, aku bakal ada terus untuk kamu" kataku menenangkannya.

"Tapi minggu depan ibu nyuruh aku pindah ke Jakarta Yan, aku bakal kehilangan kamu, huaaaaa" Tangis Putri mengiringi hancurnya harapanku.

Aku merasa seakan langit malam itu runtuh menimpaku.
Diubah oleh bekassr 11-07-2014 23:14
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.