- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#47
PART 09
Spoiler for Part 09:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 09
Andai kau bisa, pahami dirimu,
Menghargai aku, sedikit saja
Karena aku, bukanlah musuhmu,
Aku kekasihmu...
Tahun 2010
Tahun 2009 aku menamatkan sekolahku lalu pada awal tahun 2010 aku hijrah
ke Jogja untuk bekerja di sebuah PT kecil yang menangani bidang transaksi
pulsa khusus operator seluler.
hubungan asmaraku dengan Yuna masih berlanjut sampai sekarang, gak kerasa
banget sudah memasuki tahun ke 3.
seperti nyanyian ada band
"walau badai menghadang"
ingat aku kan selalu
setia menjagamu
beban kita lewati
jalan yang berliku tajam
2 Oktober 2010
Demi wanita yang aku cintai diawal minggu ini aku harus sudah sampai
kerumah, karena Boss tidak mengijinkanku untuk pulang maka aku meminta
untuk mundur dari pekerjaan, pekerjaan yang aku senangi harus kurelakan
demi seorang wanita bernama Yuna.
Yuna memintaku untuk pulang kerumah karena pertangan bulan ini dia dan
keluarganya akan berkunjung ke Cilacap
Yuna sebenarnya adalah orang asli Makasar maka setelah ia menyelesaikan
SMA nya di Bandung ia hijrah ke kampung halamannya di Makasar
Ibu nya keturunan asli Makasar sedangkan Ayahnya keturunan asli jawa
8 oktober 2010
Aku pulang ke kampung halaman dengan menaiki bus jurusan Jogja-Cilacap
sepanjang perjalan pikiranku selalu menerawang ke sosok Yuna,
hati kecil ini sangat berharap bisa berjumpa dengan sosok Yuna yang
kuidamkan selama hampir 3 tahun lamanya, sungguh suatu perjuangan yang
amat berat baik untukku maupun untuk Yuna sendiri.
aku sangat tidak mengira hubungan kami bisa bertahan selama ini
I LOVE YOU YUNA.........................Aku bahagia banget!!
sebuah lagu penggiring perjalan pulang turut mendamaikan susana di dalam
bus, baik bagiku maupun penumpang lain
SAMSONS KENANGAN TERINDAH
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang tlah yang hilang darimu mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
selama itu pun
aku mampu tuk mengenangmu
Darimu, kutemukan hidupku
Bagiku, kau lah cinta sejati
ohhh,ohh,ohhhhh
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang telah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
"Emmm..ngantuk sekali, Hooaa---aammm" Aku tertidur dalam iringan lagu
"begitu damai nan indah........."
ohhhhhhhhh,.....
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang telah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
2 jam kemudian
tepukan tangan Pak Kernet di pundaku membuyarkan mimpi indah ku barusan.
"Mas-mas sudah sampai nih, turun-turun" tepuk kernet Bus dari belakang
"Eh iya pak, Maaf maaf" Ucapku sambil senyum malu-malu
"Nyenyak banget mas tidurnya sampe bikin peta gitu"
"Iyaa pak, maaf ya" Gak biasanya aku tidur sampai ngiler banyak
"Sudaah sana, turun-turun"
"Iya Pak maaf ya, aku minta maaf"
Baru kali ini aku diusir secara paksa oleh kernet bus hanya karena aku
ngiler banyak, maaf untuk pak kernet yang terpaksa membersihkan iler ku
dengan susah payah hahahha.
"Mas Ojek, mas" seorang tukang ojek mengahampiriku dan menawarkan ojeknya
"Ohhh tidak Usah pak, makasih, rumahku deket kok"
"Murah kok Mas 20 ribu sampai tujuan" si tukang ojek mulai memaksa
"Beneran pak gak usah, terima kasih tawarannya"
"Enak aja main matok harga sembarangan"pikirku dalam hati
Dari tempat aku turun di Pertigaan sampang sampai ke rumah itu jaraknya
dekat jalan kaki 15 menit juga sampai, tapi bawaanku hari ini lumayan
berat, mungkin 25 menit baru sampai rumah mengingat aku membawa banyak
barang.
"Becak Pak, BU"
"Becaaakk..!!!"
"Murahhh...Bu/Pak, Becaknya Becak" Teriak seorang Kakek tua menawarkan
becaknya
"Ya tuhan, kasihan sekali orang itu, dimanakah anak cucunya?"
"Tega sekali mereka, membiarkan orang tua seperti itu masih bekerja
menggais rejeki"
Dengan langkah pasti aku mendekati becak milik sang kakek tersebut, aku
memasukan barangku ke dalam becaknya tanpa menawar harga terlebih dahulu
gak papalah itung-itung bantuin si kakek nyari rezeki, toh dari sini
kerumahku kan jaraknya deket, jadi si kakek tidak terlalu cape saat
mengayuh becaknya
"Pak tolong anterin ke masjid yang Baituzzuhdi di sebelah sana ya"
"Iya Mas, Bapak tau lokasi itu, silahkan naik" Si kakek tersenyum padaku
"Baru pulang merantau ya Mas" tanya si Kakek basa-basi
"Iya pak aku baru pulang dari Jogja"
"Blaaa........blaaaa...blaaaa"
Obrolanku dengan si kakek semakin asik, sampai aku kaget ketika si kakek
menyuruhku untuk turun, waah ternyata sudah sampai tujuan ya
"Emm berapa pak ongkosnya!"
"Tiga ribu lima ratus Mas"
Jleeebbbb.... "Murah sekali" pikirku dalam hati
"Pak dirumah, bapak tinggal sama siapa?" tanyaku Kepo
"Engg cuman sama istri dan seorang cucu yang masih SD"
"Anaknya bapak pada kemana" tanyaku makin penasaran
"Anak bapak sudah meninggal 5 tahun lalu, dan Ibu cucuku pergi dengan
laki-laki lain"
Aku salut padamu kek, di usiamu yang sudah senja engkau masih semangat
untuk mencari rizki sang ilahi, semoga perjuanganmu mendapatkan hasil
yang maksimal, disaat orang lain seusiamu menikmati masa pensiun namun
engkau tetap gigih berjuang menghadapi kerasnya hidup
"Sabbaar ya pak" Aku mulai mengeluarkan dompetku
"Nih buat Cucu bapak, buat beli buku dan ini ada sedikit tambahan untuk
beli beras tolong diterima ya pak"
"Gak usah Mas, uang pas saja bapak gak ada kembalian"
"Sudahlah pak terima saja"
"Gau usah Mas, bapak ikhlas kok"
Meski aku memaksa tapi si kakek bersikeras untuk tidak mau menerima, ya
sudah aku masukan saja uangnya ke kantong baju depan milik si kakek
Maafkan aku ya kek, aku sungguh sangat ingin membantu dan aku tulus.
Kulihat dari kejauhan setelah aku meninggalkan si kakek, dia menangis
haru diatas becaknya, beberapa kali dia menggunakan baju lusuhnya untuk
menyeka air mata yang menetes membasahi pipi, sabaar ya kek, selalu ada
balasan untuk orang yang sabaar, Tuhan itu tidak tidur kok, dia tahu apa
yang dilakukan umatnya...sampai jumpa kakek, sampai jumpa kakek si
penggayuh becak.
"Yuna akhirnya aku telah sampai, Aku telah.................."
Bersambung.............
PART 09
Andai kau bisa, pahami dirimu,
Menghargai aku, sedikit saja
Karena aku, bukanlah musuhmu,
Aku kekasihmu...
Tahun 2010
Tahun 2009 aku menamatkan sekolahku lalu pada awal tahun 2010 aku hijrah
ke Jogja untuk bekerja di sebuah PT kecil yang menangani bidang transaksi
pulsa khusus operator seluler.
hubungan asmaraku dengan Yuna masih berlanjut sampai sekarang, gak kerasa
banget sudah memasuki tahun ke 3.
seperti nyanyian ada band
"walau badai menghadang"
ingat aku kan selalu
setia menjagamu
beban kita lewati
jalan yang berliku tajam
2 Oktober 2010
Demi wanita yang aku cintai diawal minggu ini aku harus sudah sampai
kerumah, karena Boss tidak mengijinkanku untuk pulang maka aku meminta
untuk mundur dari pekerjaan, pekerjaan yang aku senangi harus kurelakan
demi seorang wanita bernama Yuna.
Yuna memintaku untuk pulang kerumah karena pertangan bulan ini dia dan
keluarganya akan berkunjung ke Cilacap
Yuna sebenarnya adalah orang asli Makasar maka setelah ia menyelesaikan
SMA nya di Bandung ia hijrah ke kampung halamannya di Makasar
Ibu nya keturunan asli Makasar sedangkan Ayahnya keturunan asli jawa
8 oktober 2010
Aku pulang ke kampung halaman dengan menaiki bus jurusan Jogja-Cilacap
sepanjang perjalan pikiranku selalu menerawang ke sosok Yuna,
hati kecil ini sangat berharap bisa berjumpa dengan sosok Yuna yang
kuidamkan selama hampir 3 tahun lamanya, sungguh suatu perjuangan yang
amat berat baik untukku maupun untuk Yuna sendiri.
aku sangat tidak mengira hubungan kami bisa bertahan selama ini
I LOVE YOU YUNA.........................Aku bahagia banget!!
sebuah lagu penggiring perjalan pulang turut mendamaikan susana di dalam
bus, baik bagiku maupun penumpang lain
SAMSONS KENANGAN TERINDAH
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang tlah yang hilang darimu mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
selama itu pun
aku mampu tuk mengenangmu
Darimu, kutemukan hidupku
Bagiku, kau lah cinta sejati
ohhh,ohh,ohhhhh
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang telah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
"Emmm..ngantuk sekali, Hooaa---aammm" Aku tertidur dalam iringan lagu
"begitu damai nan indah........."
ohhhhhhhhh,.....
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang telah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
2 jam kemudian
tepukan tangan Pak Kernet di pundaku membuyarkan mimpi indah ku barusan.
"Mas-mas sudah sampai nih, turun-turun" tepuk kernet Bus dari belakang
"Eh iya pak, Maaf maaf" Ucapku sambil senyum malu-malu
"Nyenyak banget mas tidurnya sampe bikin peta gitu"
"Iyaa pak, maaf ya" Gak biasanya aku tidur sampai ngiler banyak
"Sudaah sana, turun-turun"
"Iya Pak maaf ya, aku minta maaf"
Baru kali ini aku diusir secara paksa oleh kernet bus hanya karena aku
ngiler banyak, maaf untuk pak kernet yang terpaksa membersihkan iler ku
dengan susah payah hahahha.
"Mas Ojek, mas" seorang tukang ojek mengahampiriku dan menawarkan ojeknya
"Ohhh tidak Usah pak, makasih, rumahku deket kok"
"Murah kok Mas 20 ribu sampai tujuan" si tukang ojek mulai memaksa
"Beneran pak gak usah, terima kasih tawarannya"
"Enak aja main matok harga sembarangan"pikirku dalam hati
Dari tempat aku turun di Pertigaan sampang sampai ke rumah itu jaraknya
dekat jalan kaki 15 menit juga sampai, tapi bawaanku hari ini lumayan
berat, mungkin 25 menit baru sampai rumah mengingat aku membawa banyak
barang.
"Becak Pak, BU"
"Becaaakk..!!!"
"Murahhh...Bu/Pak, Becaknya Becak" Teriak seorang Kakek tua menawarkan
becaknya
"Ya tuhan, kasihan sekali orang itu, dimanakah anak cucunya?"
"Tega sekali mereka, membiarkan orang tua seperti itu masih bekerja
menggais rejeki"
Dengan langkah pasti aku mendekati becak milik sang kakek tersebut, aku
memasukan barangku ke dalam becaknya tanpa menawar harga terlebih dahulu
gak papalah itung-itung bantuin si kakek nyari rezeki, toh dari sini
kerumahku kan jaraknya deket, jadi si kakek tidak terlalu cape saat
mengayuh becaknya
"Pak tolong anterin ke masjid yang Baituzzuhdi di sebelah sana ya"
"Iya Mas, Bapak tau lokasi itu, silahkan naik" Si kakek tersenyum padaku
"Baru pulang merantau ya Mas" tanya si Kakek basa-basi
"Iya pak aku baru pulang dari Jogja"
"Blaaa........blaaaa...blaaaa"
Obrolanku dengan si kakek semakin asik, sampai aku kaget ketika si kakek
menyuruhku untuk turun, waah ternyata sudah sampai tujuan ya
"Emm berapa pak ongkosnya!"
"Tiga ribu lima ratus Mas"
Jleeebbbb.... "Murah sekali" pikirku dalam hati
"Pak dirumah, bapak tinggal sama siapa?" tanyaku Kepo
"Engg cuman sama istri dan seorang cucu yang masih SD"
"Anaknya bapak pada kemana" tanyaku makin penasaran
"Anak bapak sudah meninggal 5 tahun lalu, dan Ibu cucuku pergi dengan
laki-laki lain"
Aku salut padamu kek, di usiamu yang sudah senja engkau masih semangat
untuk mencari rizki sang ilahi, semoga perjuanganmu mendapatkan hasil
yang maksimal, disaat orang lain seusiamu menikmati masa pensiun namun
engkau tetap gigih berjuang menghadapi kerasnya hidup
"Sabbaar ya pak" Aku mulai mengeluarkan dompetku
"Nih buat Cucu bapak, buat beli buku dan ini ada sedikit tambahan untuk
beli beras tolong diterima ya pak"
"Gak usah Mas, uang pas saja bapak gak ada kembalian"
"Sudahlah pak terima saja"
"Gau usah Mas, bapak ikhlas kok"
Meski aku memaksa tapi si kakek bersikeras untuk tidak mau menerima, ya
sudah aku masukan saja uangnya ke kantong baju depan milik si kakek
Maafkan aku ya kek, aku sungguh sangat ingin membantu dan aku tulus.
Kulihat dari kejauhan setelah aku meninggalkan si kakek, dia menangis
haru diatas becaknya, beberapa kali dia menggunakan baju lusuhnya untuk
menyeka air mata yang menetes membasahi pipi, sabaar ya kek, selalu ada
balasan untuk orang yang sabaar, Tuhan itu tidak tidur kok, dia tahu apa
yang dilakukan umatnya...sampai jumpa kakek, sampai jumpa kakek si
penggayuh becak.
"Yuna akhirnya aku telah sampai, Aku telah.................."
Bersambung.............
Diubah oleh bandotkeren 10-07-2014 17:19
0
Kutip
Balas