- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#43
PART 07
Spoiler for Part 07:
Quote:
Original Posted By (Monggo)
PART 07
aku tahu saat ini dia pasti sedang fokus dengan sakitnya, tak mengapa Yun
aku bisa ngertiin kok, lagipula aku masih bisa sabar, sabar untuk
menunggumu datang kepadaku.
jangan pernah lupaain aku ya Yun, ingatlah aku dan ingatlah untuk kembali
untukku.
Yakinlah kalau kamu bakalan sembuh...
"Yuna aku sayang padamu"
14 maret 2008
Beberapa hari lalu Desi mengabariku bahwa Yuna telah sembuh dan ia
berencana berkunjung ke Cilacap untuk menemuiku, Desi bilang Yuna hanya
akan mampir sebentar di Cilacap, karena ia tak punya banyak waktu.
Duhh senangnya..penantian tiga bullan ini terganjar sudah, Assiiiik.
nanti di hari pertemuan aku akan tampil se-rapi dan se-ganteng mungkin
agar Yuna tahu betapa gantengnya kekasihnya itu heheheee...
"Makasih ya Yun, kamu sudah repot mau datang meski cuman sebentar"
"Aku bersyukur banget pada akhirnya kita akan dipertemukan"
18 maret 2008
Setelah semalaman melepas kangen dengan teleponan dan SMS paginya Yuna
mengajak untuk bertemu di tempat yang sudah kita sepakati bersama
posisi saat itu Yuna sedang menginap dirumah Desi dan baru di pagi
harinya..kita berencana untuk bertemu.
*kliingg*
Dari : Yuna (085227916889)
Beb jangan lupa nanti
jam 10 an kita ketemuan ya
Aku kangen banget Beb sama kamu
aku pengin ketemu
08.30 WIB
Ditemani dua orang sahabatku Aris dan Guntur kami berangkat menuju tempat
yang ditentukan, aku sengaja berangkat lebihh awal karena aku gak pengin
Yuna menunggu.
sebagai laki-laki akulah yang harus menunggu, aku gak tega jika Yuna
harus menunggu. sedikit berkorban gak papa lah.
"Cieee yang lagi berflower-flower" Kata Guntur meledek
"Iya Gun, hari ini aku seneng banget, pokoknya kalian semua aku traktir"
"Beneran nih, Wah diem-diem kamu kaya ya Ton, hasil ngepet ya hahhaha"
"Huuh enak aja kamu Gun, ya nggak lah aku gak ngepet" Bantah Aku
"Iya kamu emang gak ngepet tapi kamu miara Tuyul" cletuk Aris
"Hahahaa Bangke!!" Ucapku dongkol
Sesampainya di tempat tujuan aku dan dua orang temanku langsung menuju
kelantai dua, dari lantai dua tersebut, kami dengan bebasnya bisa
mengamati manusia yang berlalu-lalang di halaman Pasar.
iya benar Pasar. Aku dan Yuna memang sudah janjian sebelumnya bahwa kita
akan ketemu di Pasar Sampang pukul 10.00 WIB, Yuna bilang dia akan datang
dengan Budhe nya yang kebetulan memang sedang ada keperluan disana.
10.37 WIB
"Jam berapa nih Ton" tanya guntur kepadaku
"Baru jam segini Gun" jawabku sambil menunjukan waktu yang tertera di
layar HP Nokiyem
"Duuh Ngareet nih, udah setengah jam lebih loh" sela Aris
"Iya Ris, aku tahu kok" aku menghela nafas
"Coba kamu SMS Ton, siapa tahu dia nyasar" kata Aris tidak sabar
"Iya bentar sabar, Aku SMS in dulu" Aku mengetik SMS ke Yuna
"Dari tadi kek Ton, time is money boy, time is money boy " kata Aris
"Time is money---time is money kamu mabok ya hahahhaa" Cela Guntur
"Enaak aja, masih waras lah Coy" bantah Aris
"Gimana Ton, udah SMS" kata Guntur antusias
"Udah nih, tinggal pencet kirim doang" balasku
"Baguus!!" Aris mengacungkan dua jempol padaku
Untuk
085227916889)
Kamu dimana Say?
belum nyampe ya?
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
*kliingg*
Dari :Yuna (085227916889)
Aku dah nyampe kok
ini lagi di dalem sama Budhe
Laah sejak kapan di dalem? Masa iya sih aku gak lihat, orang aku berdiri
diatas (lantai 2) pintu masuk pasar kok?!
apa dia lewat parkiran belakang ya?
tanpa babibu lagi Aku, Aris dan Guntur merangsek masuk kedalam pasar yang
saat itu lumayan penuh oleh para pengunjung Pasar.sehingga kami mengalami
berbagai macam kesusahan.
Yuna memberiku petunjuk untuk mencari seorang wanita berambut panjang nan
lurus, berpakaian atasan abu-abu dipadu dengan celana tiga perempat
sedang berdiri bersama seorang wanita gemuk di sebuah toko sandal.
wanita gemuk yang Yuna maksudkan adalah Budhe Yuna
bermodal foto Yuna dan petunjuk yang ia berikan, aku mulai mencari sosok
tersebut dari toko ke toko, aku keliling selama hampir setengah jam tapi
tak kunjung ku temukan juga lalu aku mencoba untuk menelepon Yuna untuk
mengkonfirmasi dimana posisinya sekarang. keadaan pasar yang mulai rame
membuatku kalang kabut dalam mencari sesosok wanita bernama Yuna.
Yuna ( 085227916889 ) panggil..............
Tuut.......tuuutt..........tuut.......panggilan ku sudah mulai tersambung
Tuuuu----tuuuutttt---tuuu!!!! "Kok dimatiin" Batinku penasaran
Tuut.......tuuutt..........tuut.......sekali lagi aku mencoba menelponnya
Tuuuu----tuuuutttt---tuuu!!!! "dia me-reject telponku"
*kliingg*
Dari
085227916889)
Jangan telepon, HP ku low
Untuk
085227916889)
Posisimu dimana say, aku sudah keliling
gak ketemu, aku telpon gak diangkat
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
*kliingg*
Dari
085227916889)
Maaf aku lupa bawa charger
jadi HP gak aku cash
aku lagi di parkiran belakang
jangan lama-lama ya
aku takut sendirian
Untuk
085227916889)
Ya oke say, aku kesitu
tunggu ya
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
Masih tetap Positive Thinking, aku berjalan ke parkiran belakang pasar
bersama dua orang temanku, menjemput sang pujaan hati, aku cari dari
sudut kanan sampai sudut kiri kami berpencar mencari sosok wanita
berpakaian abu-abu, bercelana tiga perempat.
"Ton, itu bukan ya, tapi dia sama Bapak-bapak" Aris menunjuk ke salah
satu pengunjung yang ada di pasar
"Ya udah samperin yuk" aku berjalan agak terburu-buru
"Yuuu----ehh" kataku sedikit berteriak
"Maaf kamu siapa?" kata cewek itu kebingungan?
"Ehh maaf salah orang" aduh malunya aku
"SMS lagi aja Ton" perintah guntur
"Iyaa Gun"
Untuk
085227916889)
Kamu dimana sih Say, aku cari dari tadi
gak ketemu
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
5 menit, 10 menit, 15 menit belum ada jawaban dari Yuna, sambil menunggu
jawaban sambil mencari. meski kaki ini lelah dan hampir putus asa, aku
tetap melanjutkan pencarianku sampai akhirnya aku bertemu secara tidak
sengaja dengan si Desi sepupunya Yuna, dia datang bersama satu orang
teman
"Gimana udah ketemu Yuna belum?" tanya Desi kepadaku
"Belum Des, masih nihil" jawabku lemas
"Masa sih, bentar aku SMS om ku siapa tahu dia sudah pulang"
dengan sangat cekatan Desi mengetik SMS dan Kling, tidak sampai lima
menit sudah dapat balasan dari Om nya Desi yang menyatakan Yuna sudah ada
di rumah, lebih mirisnya lagi dia sudah di jemput orang tuanya untuk
segera pulang ke Bandung.
"Ya Tuhan, apakah ini ujian untukku, ijinkanlah aku untuk sekali saja
bertemu dengannya" ucapku lirih sambil menundukan kepala
"Nomer Yuna gak aktif" kata desi yang berkali-kali menelponnya
"HP nya mati mungkin, tadi dia bilang lowbad"
"Susul aja yuk, siapa tahu sempet" saran Aris
"Ayooo lah, Des rumahmu jauh gak" Tanya Guntur
"Lumayan sih, naik angkot palingan sekitar 15 menit"
"Ya udah ayo cepetan"
kami berlima segera menuju ke parkiran depan, mencari angkutan desa yang
melewati rumah Desi, masih keburu, kami sudah berada di dalam angkot dan
tak lama kemudian sopir angkot menjalankan tugasnya membawa kami ke
tempat tujuan, dengan kondisi angkot yang agak longgar sopir beberapa
kali memberhentikan angkot untuk mencari penumpang lain
"Pak bisa agak cepat sedikit gak" tanyaku ke sang Sopir
"Gak bisa dek, Bapak kan harus kejar setoran"
"Aku tambahin deh pak" Guntur menawarkan sejumlah uang
"Oke, kalo begitu" sang Sopir menancap gas nya kembali
Wuzzzzzzzzzzzzzzzz........!!!
11.15 WIB
kami sampai di rumah Desi, sunyi sepi tidak ada tanda kehidupan disitu
apa aku telah gagal, secepat itukah Yuna pulang ke Bandung, padahal aku,
aku sangat harap bisa bertemu kamu Yun, sekali saja, lima menitpun
tak masalah asal aku bisa memandangmu...aku ingin Yun, sangat ingin.
"Sabaar ya Ton, belum jodoh untuk ketemu" Aris menepuk pundaku
"..............." Aku diam
"Kamu sudah lakukan yang terbaik kok" Guntur memberi semangat
"Terima kasih semuanya, aku pasti bisa sabar kok, meskipun hati ini
menangis" pikirku dalam hati
Tak ingin berlama-lama bertamu di rumah Desi, kami pun berpamitan untuk
pulang, maafin aku ya gun, ya ris, karena ikut aku kalian jadi ikut
menderita...jam segini sudah gak ada angkot lagi dan terpaksa kita harus
pulang jalan kaki, aku minta maaf sekali.
dibawah terik matahari perjalan ke rumah jadi terasa amat jauh dan
melelahkan, andai saja ada angkot lewat tapi sudahlah.. jam kerja para
pengemudi angkot sudah selesai setengah jam lalu..sudah tak ada lagi
angkot yang beroperasi.
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Hallo Say, kamu dimana sekarang"
"Akuu---akuuu hiksss...hiksss" Yuna menangis
"Gak apa-apa kok, aku ngerti, aku masih bisa sabar"
"Aku minta maaf ya beb, aku minta maaf"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!! telepon terputus
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Halloo say, kamu gak papa kan"
"Beeb.........I LOVE YOU"
"I LOVE YOU TOO SAY"
"Aku sayang banget sama kamu"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!! telepon kembali terputus
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Maaf HP ku Mati-mati terus" Yuna mendahului pembicaraan
"Iya gak apa-apa, kamu ati-ati di jalan ya"
"Iya beb makasih" masih dengan suara terdengar seperti orang menangis
"Aku akan tunggu kamu Say"
"Pasti, pasti aku akan kembali untukmu kok, sabar ya"
"Iya say"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!!
Yuna ( 085227916889 ) panggil--------nomer yang anda tuju sedang tidak
aktif, silahkan coba beberapa saat lagi
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!!
Meski hati ini sakit sayangku kepada Yuna makin............
Bersambung............
PART 07
aku tahu saat ini dia pasti sedang fokus dengan sakitnya, tak mengapa Yun
aku bisa ngertiin kok, lagipula aku masih bisa sabar, sabar untuk
menunggumu datang kepadaku.
jangan pernah lupaain aku ya Yun, ingatlah aku dan ingatlah untuk kembali
untukku.
Yakinlah kalau kamu bakalan sembuh...
"Yuna aku sayang padamu"
14 maret 2008
Beberapa hari lalu Desi mengabariku bahwa Yuna telah sembuh dan ia
berencana berkunjung ke Cilacap untuk menemuiku, Desi bilang Yuna hanya
akan mampir sebentar di Cilacap, karena ia tak punya banyak waktu.
Duhh senangnya..penantian tiga bullan ini terganjar sudah, Assiiiik.
nanti di hari pertemuan aku akan tampil se-rapi dan se-ganteng mungkin
agar Yuna tahu betapa gantengnya kekasihnya itu heheheee...
"Makasih ya Yun, kamu sudah repot mau datang meski cuman sebentar"
"Aku bersyukur banget pada akhirnya kita akan dipertemukan"
18 maret 2008
Setelah semalaman melepas kangen dengan teleponan dan SMS paginya Yuna
mengajak untuk bertemu di tempat yang sudah kita sepakati bersama
posisi saat itu Yuna sedang menginap dirumah Desi dan baru di pagi
harinya..kita berencana untuk bertemu.
*kliingg*
Dari : Yuna (085227916889)
Beb jangan lupa nanti
jam 10 an kita ketemuan ya
Aku kangen banget Beb sama kamu
aku pengin ketemu
08.30 WIB
Ditemani dua orang sahabatku Aris dan Guntur kami berangkat menuju tempat
yang ditentukan, aku sengaja berangkat lebihh awal karena aku gak pengin
Yuna menunggu.
sebagai laki-laki akulah yang harus menunggu, aku gak tega jika Yuna
harus menunggu. sedikit berkorban gak papa lah.
"Cieee yang lagi berflower-flower" Kata Guntur meledek
"Iya Gun, hari ini aku seneng banget, pokoknya kalian semua aku traktir"
"Beneran nih, Wah diem-diem kamu kaya ya Ton, hasil ngepet ya hahhaha"
"Huuh enak aja kamu Gun, ya nggak lah aku gak ngepet" Bantah Aku
"Iya kamu emang gak ngepet tapi kamu miara Tuyul" cletuk Aris
"Hahahaa Bangke!!" Ucapku dongkol
Sesampainya di tempat tujuan aku dan dua orang temanku langsung menuju
kelantai dua, dari lantai dua tersebut, kami dengan bebasnya bisa
mengamati manusia yang berlalu-lalang di halaman Pasar.
iya benar Pasar. Aku dan Yuna memang sudah janjian sebelumnya bahwa kita
akan ketemu di Pasar Sampang pukul 10.00 WIB, Yuna bilang dia akan datang
dengan Budhe nya yang kebetulan memang sedang ada keperluan disana.
10.37 WIB
"Jam berapa nih Ton" tanya guntur kepadaku
"Baru jam segini Gun" jawabku sambil menunjukan waktu yang tertera di
layar HP Nokiyem
"Duuh Ngareet nih, udah setengah jam lebih loh" sela Aris
"Iya Ris, aku tahu kok" aku menghela nafas
"Coba kamu SMS Ton, siapa tahu dia nyasar" kata Aris tidak sabar
"Iya bentar sabar, Aku SMS in dulu" Aku mengetik SMS ke Yuna
"Dari tadi kek Ton, time is money boy, time is money boy " kata Aris
"Time is money---time is money kamu mabok ya hahahhaa" Cela Guntur
"Enaak aja, masih waras lah Coy" bantah Aris
"Gimana Ton, udah SMS" kata Guntur antusias
"Udah nih, tinggal pencet kirim doang" balasku
"Baguus!!" Aris mengacungkan dua jempol padaku
Untuk
085227916889)Kamu dimana Say?
belum nyampe ya?
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
*kliingg*
Dari :Yuna (085227916889)
Aku dah nyampe kok
ini lagi di dalem sama Budhe
Laah sejak kapan di dalem? Masa iya sih aku gak lihat, orang aku berdiri
diatas (lantai 2) pintu masuk pasar kok?!
apa dia lewat parkiran belakang ya?
tanpa babibu lagi Aku, Aris dan Guntur merangsek masuk kedalam pasar yang
saat itu lumayan penuh oleh para pengunjung Pasar.sehingga kami mengalami
berbagai macam kesusahan.
Yuna memberiku petunjuk untuk mencari seorang wanita berambut panjang nan
lurus, berpakaian atasan abu-abu dipadu dengan celana tiga perempat
sedang berdiri bersama seorang wanita gemuk di sebuah toko sandal.
wanita gemuk yang Yuna maksudkan adalah Budhe Yuna
bermodal foto Yuna dan petunjuk yang ia berikan, aku mulai mencari sosok
tersebut dari toko ke toko, aku keliling selama hampir setengah jam tapi
tak kunjung ku temukan juga lalu aku mencoba untuk menelepon Yuna untuk
mengkonfirmasi dimana posisinya sekarang. keadaan pasar yang mulai rame
membuatku kalang kabut dalam mencari sesosok wanita bernama Yuna.
Yuna ( 085227916889 ) panggil..............
Tuut.......tuuutt..........tuut.......panggilan ku sudah mulai tersambung
Tuuuu----tuuuutttt---tuuu!!!! "Kok dimatiin" Batinku penasaran
Tuut.......tuuutt..........tuut.......sekali lagi aku mencoba menelponnya
Tuuuu----tuuuutttt---tuuu!!!! "dia me-reject telponku"
*kliingg*
Dari
085227916889)Jangan telepon, HP ku low
Untuk
085227916889)Posisimu dimana say, aku sudah keliling
gak ketemu, aku telpon gak diangkat
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
*kliingg*
Dari
085227916889)Maaf aku lupa bawa charger
jadi HP gak aku cash
aku lagi di parkiran belakang
jangan lama-lama ya
aku takut sendirian
Untuk
085227916889)Ya oke say, aku kesitu
tunggu ya
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
Masih tetap Positive Thinking, aku berjalan ke parkiran belakang pasar
bersama dua orang temanku, menjemput sang pujaan hati, aku cari dari
sudut kanan sampai sudut kiri kami berpencar mencari sosok wanita
berpakaian abu-abu, bercelana tiga perempat.
"Ton, itu bukan ya, tapi dia sama Bapak-bapak" Aris menunjuk ke salah
satu pengunjung yang ada di pasar
"Ya udah samperin yuk" aku berjalan agak terburu-buru
"Yuuu----ehh" kataku sedikit berteriak
"Maaf kamu siapa?" kata cewek itu kebingungan?
"Ehh maaf salah orang" aduh malunya aku
"SMS lagi aja Ton" perintah guntur
"Iyaa Gun"
Untuk
085227916889)Kamu dimana sih Say, aku cari dari tadi
gak ketemu
cklikk....pesan terkirim ke nomer 085227916889
5 menit, 10 menit, 15 menit belum ada jawaban dari Yuna, sambil menunggu
jawaban sambil mencari. meski kaki ini lelah dan hampir putus asa, aku
tetap melanjutkan pencarianku sampai akhirnya aku bertemu secara tidak
sengaja dengan si Desi sepupunya Yuna, dia datang bersama satu orang
teman
"Gimana udah ketemu Yuna belum?" tanya Desi kepadaku
"Belum Des, masih nihil" jawabku lemas
"Masa sih, bentar aku SMS om ku siapa tahu dia sudah pulang"
dengan sangat cekatan Desi mengetik SMS dan Kling, tidak sampai lima
menit sudah dapat balasan dari Om nya Desi yang menyatakan Yuna sudah ada
di rumah, lebih mirisnya lagi dia sudah di jemput orang tuanya untuk
segera pulang ke Bandung.
"Ya Tuhan, apakah ini ujian untukku, ijinkanlah aku untuk sekali saja
bertemu dengannya" ucapku lirih sambil menundukan kepala
"Nomer Yuna gak aktif" kata desi yang berkali-kali menelponnya
"HP nya mati mungkin, tadi dia bilang lowbad"
"Susul aja yuk, siapa tahu sempet" saran Aris
"Ayooo lah, Des rumahmu jauh gak" Tanya Guntur
"Lumayan sih, naik angkot palingan sekitar 15 menit"
"Ya udah ayo cepetan"
kami berlima segera menuju ke parkiran depan, mencari angkutan desa yang
melewati rumah Desi, masih keburu, kami sudah berada di dalam angkot dan
tak lama kemudian sopir angkot menjalankan tugasnya membawa kami ke
tempat tujuan, dengan kondisi angkot yang agak longgar sopir beberapa
kali memberhentikan angkot untuk mencari penumpang lain
"Pak bisa agak cepat sedikit gak" tanyaku ke sang Sopir
"Gak bisa dek, Bapak kan harus kejar setoran"
"Aku tambahin deh pak" Guntur menawarkan sejumlah uang
"Oke, kalo begitu" sang Sopir menancap gas nya kembali
Wuzzzzzzzzzzzzzzzz........!!!
11.15 WIB
kami sampai di rumah Desi, sunyi sepi tidak ada tanda kehidupan disitu
apa aku telah gagal, secepat itukah Yuna pulang ke Bandung, padahal aku,
aku sangat harap bisa bertemu kamu Yun, sekali saja, lima menitpun
tak masalah asal aku bisa memandangmu...aku ingin Yun, sangat ingin.
"Sabaar ya Ton, belum jodoh untuk ketemu" Aris menepuk pundaku
"..............." Aku diam
"Kamu sudah lakukan yang terbaik kok" Guntur memberi semangat
"Terima kasih semuanya, aku pasti bisa sabar kok, meskipun hati ini
menangis" pikirku dalam hati
Tak ingin berlama-lama bertamu di rumah Desi, kami pun berpamitan untuk
pulang, maafin aku ya gun, ya ris, karena ikut aku kalian jadi ikut
menderita...jam segini sudah gak ada angkot lagi dan terpaksa kita harus
pulang jalan kaki, aku minta maaf sekali.
dibawah terik matahari perjalan ke rumah jadi terasa amat jauh dan
melelahkan, andai saja ada angkot lewat tapi sudahlah.. jam kerja para
pengemudi angkot sudah selesai setengah jam lalu..sudah tak ada lagi
angkot yang beroperasi.
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Hallo Say, kamu dimana sekarang"
"Akuu---akuuu hiksss...hiksss" Yuna menangis
"Gak apa-apa kok, aku ngerti, aku masih bisa sabar"
"Aku minta maaf ya beb, aku minta maaf"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!! telepon terputus
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Halloo say, kamu gak papa kan"
"Beeb.........I LOVE YOU"
"I LOVE YOU TOO SAY"
"Aku sayang banget sama kamu"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!! telepon kembali terputus
Kriiinggg----Kriinggg Yuna ( 085227916889 ) memanggil
"Maaf HP ku Mati-mati terus" Yuna mendahului pembicaraan
"Iya gak apa-apa, kamu ati-ati di jalan ya"
"Iya beb makasih" masih dengan suara terdengar seperti orang menangis
"Aku akan tunggu kamu Say"
"Pasti, pasti aku akan kembali untukmu kok, sabar ya"
"Iya say"
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!!
Yuna ( 085227916889 ) panggil--------nomer yang anda tuju sedang tidak
aktif, silahkan coba beberapa saat lagi
tuuutt--------ttuuuttt----------tuutttt!!
Meski hati ini sakit sayangku kepada Yuna makin............
Bersambung............
Diubah oleh bandotkeren 10-07-2014 17:14
0
Kutip
Balas