- Beranda
- Sejarah & Xenology
Indonesian War of Independence (1945-1949)
...
TS
mabdulkarim
Indonesian War of Independence (1945-1949)
Quote:
Perang Kemerdekaan Indonesia
17 Agustus 1945—27 Desember 1949
17 Agustus 1945—27 Desember 1949

Quote:
Pihak yang terlibat:
-Posisi penahan:
-Posisi penyerang
-Posisi penahan:
- Indonesia
-Posisi penyerang
- Belanda
- Inggris (1945-1946)
Quote:
Perang Kemerdekaan Indonesia atau masa revolusi fisik merupakan era-era penting dalam sejarah Republik Indonesia yang menentukan ada tidaknya negara Indonesia. Dalam pembabakan perang kemerdekaan terbagi beberapa periode mulai dari paska proklamasi, pergolakan terhadap tentara jepang, dan sekutu, hingga operasi-operasi militier Belanda (operasi Product dan Kraai/Gagak) di 1947-1948. Periode ini berakhir dengan perjanjian-perjanjian perdamaian yang ditengahi oleh PBB yang puncaknya di Konferensi Meja Bundar di 27 Desember 1949. Setelah KMB, terbentuklah Negara Indonesia Serikat yang meliputi Republik Indonesia dan negara-negara bentukan Belanda seperti Negara Indonesia Timur, Pasundan, Sumatra Timur, Jawa Timur, dan sebagainya yang pada 17 Agustus 1950 masuk kembali ke Republik Indonesia.
Quote:
Kejadian-kejadian penting di perang kemerdekaan(Secara kronologi)
- 17 Agustus 1945: Proklamasi dan berdirinya Republik Indonesia
- Akhir September 1945: Pasukan sekutu (Inggris) mendarat di Jakarta
- Oktober 1945: Pendaratan pasukan Inggris di Medan, Padang, Palembang, Semarang, dan Surabaya.
- 27 Oktober 1945 - 20 November 1945:Pertempuran Surabaya
- 23 Maret 1946:Bandung laut api
- November 1946: Inggris mundur dari Indonesia
- 15 November 1946: Perjanjian Linggarjati terjadi.
- 21 Juli 1947-Agustus 1947:Operasi Produk atau agresi pertama Belanda dilancarkan
- 17 Januari 1948: Perjanjian Renville
- 18 September 1948: Muso mendeklarasikan Republik Soviet Indonesia di Madiun
- 19 September - Desember 1948:Perang Republik dengan PKI. Pemberontakan Madiun berhasil dihancurkan.
- 19-20 Desember 1948: Operasi gagak atau agresi militer 2 Belanda dilancarkan. Yogyakarta jatuh dan semua pemimpin Indonesia ditangkap.
- 1 Maret 1949: Serangan umum dilancarkan Republik ke Yogyakarta dan membuat posisi Indonesia di mata internasional yang dikira sudah lumpuh menjadi meningkat.
- 14 April - 7 Mei 1949: Perjanjian Roem-Roijen.
- 23 Agustus- 2 November 1949:Konferensi Meja Bundar.
- 27 Desember 1949: Terbentuknya Republik Indonesia Serikat.
Quote:
Index
1.Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
2.Rapat besar lapangan Ikada
3.Insiden Hotel Yamato
4.Masuknya sekutu ke Indonesia
5.Selayang Pandang Pertempuran Surabaya 10 November '45 (credit by mosquit0)
6.Pertempuran Bojongkokosan
-6.1.Pertempuran Bojongkokosan (Bagian 1/2)
-6.2.Pertempuran Bojongkokosan (bagian 2/2)
-7Palagan Ambarawa(by mosquit0 )
-8.TRIP
-8.1TRIP - Tentara Republik Indonesia Pelajar (1)
-8.2 TRIP - Tentara Republik Indonesia Pelajar (2)
-9.Puputan Margarana
-10Bandoeng Laoetan Api
-11Peristiwa Merah-Putih di Manado
-12Malang Bumi Hangusby Jokiez
-13Radio Rimba Raya"Radio Hutan Bersuara Dunia"
-14Serangan Umum 1 Maret 1949
Pasukan bandit di perang kemerdekaan : Naga Terbang, dan Gagak Hitam dari Medan,
Peta
Peta Pembagian Negara-negara bagian di September 1948
Video
Video pertempuran Surabaya 1945
1.Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
2.Rapat besar lapangan Ikada
3.Insiden Hotel Yamato
4.Masuknya sekutu ke Indonesia
5.Selayang Pandang Pertempuran Surabaya 10 November '45 (credit by mosquit0)
6.Pertempuran Bojongkokosan
-6.1.Pertempuran Bojongkokosan (Bagian 1/2)
-6.2.Pertempuran Bojongkokosan (bagian 2/2)
-7Palagan Ambarawa(by mosquit0 )
-8.TRIP
-8.1TRIP - Tentara Republik Indonesia Pelajar (1)
-8.2 TRIP - Tentara Republik Indonesia Pelajar (2)
-9.Puputan Margarana
-10Bandoeng Laoetan Api
-11Peristiwa Merah-Putih di Manado
-12Malang Bumi Hangusby Jokiez
-13Radio Rimba Raya"Radio Hutan Bersuara Dunia"
-14Serangan Umum 1 Maret 1949
Pasukan bandit di perang kemerdekaan : Naga Terbang, dan Gagak Hitam dari Medan,
Peta
Peta Pembagian Negara-negara bagian di September 1948
Video
Video pertempuran Surabaya 1945
Thread ini bakal dirapikan lagi. Nyari buku sumber dulu....

Ngasih masukan juga boleh...
Entar tak bahasa soal pertempuran, upaya diplomasi, dan lain-lain (kalau sempat)
Diubah oleh mabdulkarim 31-07-2021 00:08
dellesology dan irma.kawaii memberi reputasi
2
65.7K
Kutip
216
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#84
4.Masuknya sekutu ke Indonesia
![kaskus-image]()
Sumber:
Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946 Benedict Anderson.
Wikipedia
Maaf kalau nggak ngekover semua isi buku ini karena pusing ane baca kayak gini
Quote:
Quote:
Batalion Seaforth Highlanders dari divisi 23 India tiba di Indonesia dengan jumlah yang sedikit pada tanggal 29 September 1945. Perjanjian Potsdam mentransferkan kekuasan Asia tenggara dari MacArthur kepada Louis Mountbatten SEAC (South East Asia Command).
![kaskus-image]()
Louis Mountbatten
![kaskus-image]()
Douglas MacArthur
SEAC punya keterbatasan pasukan, kapal, komunikasi dan file intelejen untuk menghadapi tugas yang mereka hadapi; mengembalikan kekuasaan kolonial. Pada 24 Agustus 1945, Inggris membuat perjanjian kepada Belanda mengembalikan kekuasaan kolonial yang seharusnya merupakan kewajiban Amerika.
Informasi tentang Jawa sangatlah miskin di pihak sekutu sehingga informasi tentang pergerakan kemerdekaan di Indonesia kurang detail di pihak sekutu apalagi pergerakan nasionalis Indonesia.
SEAC merasa situasi yang ada di Jawa kurang lebih sama dengan Malaya dimana restorasi kekuasaan didapati sedikit susah oleh pihak sekutu. Dengan membawa Korps Indian XV , yang diantaranya ada 5th Indian Infantry Division, 23rd Indian Infantry Division dan 5th Parachute Brigade, pasukan Inggris mendarat di Jawa. Sementara itu di Sumatra, 26 Indian Division mendarat di sejumlah titik di Sumatra. Pasukan tersebut punya tugas untuk mengembalikan kekuasaan Belanda. Mountbatten merasa dia butuh 7 bulan untuk menyelamatkan tawanan orang Eropa, pemulangan pasukan Jepang, dan merestorasi hukum dan kekuasaan di daerah kolonial. Perlu diketahui bahwa sekutu telah menguasai wilayah Kalimantan, Maluku, dan Irian Jaya.
http://orbat.com/site/history/histor...tasia1945.html
Sesaat Seaforth Highlanders mendarat di pelabuhan Jakarta pada tanggal 29 September 1945,Philip Christison, komandan AFNEI membuat pernyataan kontroversial yang disebarkan di radio SEAC di Singapura. Dia menyatakan bahwa Inggris punya tiga tujuan di Indonesia;melindungi dan mengevakuasi tahanan sekutu, melucuti senjata tentara Jepang dan memulangkan mereka, dan menjaga hukum dan ketertiban.
The Sixteenth Army punya tugas untuk menjaga keamanan daerah yang belum dikuasai sampai adanya perjanjian dengan penguasa lokal. Setelah pelucutan senjata tentara Jepang, Inggris tak punya ketertarikan untuk ikut campur di urusan internal Indonesia kecuali untuk menjaga hukum dan ketertiban.
Karena ada ketundaan perjanjian Belanda-Indonesia, Jenderal memerintahkan kepada pemimpin pasukannya untuk memperlakukan pasukan sebagai tamu dan memberi tahu orang-orang Indonesia untuk mendukung pemerintahan sementara Inggris. Dia menambahkan bahwa pasukan Inggris tak akan keluar dari area yang sudah ditentukan seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Padang dalam urusan apapun.
Konsenkuensi dari pemberitaan tersebut adalah kegaduhan di dunia politik Belanda karena mereka menilai Inggris melanggar perjanjian yang dibuat pada 24 Agustus 1945.
Sukarno dimata Belanda adalah kolabolator pro-Jepang paling buruk dan Sukarno diperlakukan dengan hormat oleh komandan Inggris dengan kesetaraan politik.
Di lain pihak, efek dari pemberitaan tersebut tidaklah terlalu besar. Dengan pemberintaan tersebut menyatakan bahwa pihak Inggris tidak punya keinginan untuk menghukum pemimpin Indonesia manapun.
Mengetahui ketidak untungan keadaan politik ini, Mountbatten memutuskan untuk memusatkan kekuatan Inggris di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sebenarnya Mountbatten juga ingin menargetkan Kota-kota pebukitan seperti Bandung, Malang, Ambarawa, dan Magelang tapi mengingat jumlah pasukan yang kurang dan logistik yang tak memadai, Mountbatten menundanya.
Mountbatten mengadakan konferensi di Singapura pada 10 Oktober untuk konsentrasi penguasaan kembali jalan menghubungkan Jakarta-Bogor-Bandung dan mengamankan Bandung. Keadaan seperti ini membuat sekutu lebih memusatkan konsentrasi pada Jawa barat dibanding Jawa tengah dan Jawa timur. Konsentrasi kekuatan seperti ini membuat respon orang-orang Indonesia ditiap-tiap wilayah berbeda-beda.
Berita kedatangan sekutu di Jakarta pada tanggal 29 September menyebar di banyak wilayah. Para pemuda mulai bergerak dan terjadi beberapa pertempuran seperti Surabaya 10 November, Bandung laut api dan lain-lain.
Louis Mountbatten
Douglas MacArthur
SEAC punya keterbatasan pasukan, kapal, komunikasi dan file intelejen untuk menghadapi tugas yang mereka hadapi; mengembalikan kekuasaan kolonial. Pada 24 Agustus 1945, Inggris membuat perjanjian kepada Belanda mengembalikan kekuasaan kolonial yang seharusnya merupakan kewajiban Amerika.
Informasi tentang Jawa sangatlah miskin di pihak sekutu sehingga informasi tentang pergerakan kemerdekaan di Indonesia kurang detail di pihak sekutu apalagi pergerakan nasionalis Indonesia.
SEAC merasa situasi yang ada di Jawa kurang lebih sama dengan Malaya dimana restorasi kekuasaan didapati sedikit susah oleh pihak sekutu. Dengan membawa Korps Indian XV , yang diantaranya ada 5th Indian Infantry Division, 23rd Indian Infantry Division dan 5th Parachute Brigade, pasukan Inggris mendarat di Jawa. Sementara itu di Sumatra, 26 Indian Division mendarat di sejumlah titik di Sumatra. Pasukan tersebut punya tugas untuk mengembalikan kekuasaan Belanda. Mountbatten merasa dia butuh 7 bulan untuk menyelamatkan tawanan orang Eropa, pemulangan pasukan Jepang, dan merestorasi hukum dan kekuasaan di daerah kolonial. Perlu diketahui bahwa sekutu telah menguasai wilayah Kalimantan, Maluku, dan Irian Jaya.
http://orbat.com/site/history/histor...tasia1945.html
Sesaat Seaforth Highlanders mendarat di pelabuhan Jakarta pada tanggal 29 September 1945,Philip Christison, komandan AFNEI membuat pernyataan kontroversial yang disebarkan di radio SEAC di Singapura. Dia menyatakan bahwa Inggris punya tiga tujuan di Indonesia;melindungi dan mengevakuasi tahanan sekutu, melucuti senjata tentara Jepang dan memulangkan mereka, dan menjaga hukum dan ketertiban.
The Sixteenth Army punya tugas untuk menjaga keamanan daerah yang belum dikuasai sampai adanya perjanjian dengan penguasa lokal. Setelah pelucutan senjata tentara Jepang, Inggris tak punya ketertarikan untuk ikut campur di urusan internal Indonesia kecuali untuk menjaga hukum dan ketertiban.
Karena ada ketundaan perjanjian Belanda-Indonesia, Jenderal memerintahkan kepada pemimpin pasukannya untuk memperlakukan pasukan sebagai tamu dan memberi tahu orang-orang Indonesia untuk mendukung pemerintahan sementara Inggris. Dia menambahkan bahwa pasukan Inggris tak akan keluar dari area yang sudah ditentukan seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Padang dalam urusan apapun.
Konsenkuensi dari pemberitaan tersebut adalah kegaduhan di dunia politik Belanda karena mereka menilai Inggris melanggar perjanjian yang dibuat pada 24 Agustus 1945.
Sukarno dimata Belanda adalah kolabolator pro-Jepang paling buruk dan Sukarno diperlakukan dengan hormat oleh komandan Inggris dengan kesetaraan politik.
Di lain pihak, efek dari pemberitaan tersebut tidaklah terlalu besar. Dengan pemberintaan tersebut menyatakan bahwa pihak Inggris tidak punya keinginan untuk menghukum pemimpin Indonesia manapun.
Mengetahui ketidak untungan keadaan politik ini, Mountbatten memutuskan untuk memusatkan kekuatan Inggris di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sebenarnya Mountbatten juga ingin menargetkan Kota-kota pebukitan seperti Bandung, Malang, Ambarawa, dan Magelang tapi mengingat jumlah pasukan yang kurang dan logistik yang tak memadai, Mountbatten menundanya.
Mountbatten mengadakan konferensi di Singapura pada 10 Oktober untuk konsentrasi penguasaan kembali jalan menghubungkan Jakarta-Bogor-Bandung dan mengamankan Bandung. Keadaan seperti ini membuat sekutu lebih memusatkan konsentrasi pada Jawa barat dibanding Jawa tengah dan Jawa timur. Konsentrasi kekuatan seperti ini membuat respon orang-orang Indonesia ditiap-tiap wilayah berbeda-beda.
Berita kedatangan sekutu di Jakarta pada tanggal 29 September menyebar di banyak wilayah. Para pemuda mulai bergerak dan terjadi beberapa pertempuran seperti Surabaya 10 November, Bandung laut api dan lain-lain.
Quote:
Sumber:
Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946 Benedict Anderson.
Wikipedia
Maaf kalau nggak ngekover semua isi buku ini karena pusing ane baca kayak gini

0
Kutip
Balas