- Beranda
- Stories from the Heart
Petrichor, A Lovely Story After Rain
...
TS
bekassr
Petrichor, A Lovely Story After Rain
Malam gan, ane udah lama mau bikin cerita disini, cuma ga kesampean terus, baru sekarang niatnya kesampean.
Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.
Okay, i think i can start this now?
INDEX thanks to agan vanjipeng
Ini cerita based on true life story of mine, cuma ada beberapa detail yang bakal ane tambah-tambahin sebagai pemanis cerita, komposisinya 80-20 lah, hehe.
Okay, i think i can start this now?
INDEX thanks to agan vanjipeng

Spoiler for index:
Diubah oleh bekassr 12-08-2014 20:01
bukhorigan dan sunflower.id memberi reputasi
3
44.9K
292
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bekassr
#10
Part 5
"Untung terlambatnya gak sampai istirahat kan, bisa patah kaki aku kalau berdiri 3 jam, ngomong ngomong makasih tugasnya ya, walaupun terlambat, huu" ucap Putri padaku saat pelajaran usai
"Hehehe ya maaf, tadi malam susah tidur" alasanku
"Yah susah tidur juga? Sama dong, aku tiap malem gabisa tidur" katanya
Ternyata alasan dia selalu tertidur di kelas karena dia susah tidur malam
"Wah, senasib yak hahaha" kataku, ah, andai saja semua perempuan se easy going Putri, tidak akan ada jomblo didunia hehehe.
"Eh aku traktir makan mau gak? Itung itung bayar jasa bikinin pr, yuk!" katanya
"Ah, engga deh Put, gasuka aku jajanan disini, gak cocok sama lidah"
"Yaaah yaaah, padahal mau balas jasa, yaudah pulang sekolah makan yuk? Lagi kepengen pempek nih, Rian juga apa ga rindu makan pempek?" tawarnya. Kesempatan emas ini gak akan aku buang percuma! Pikirku
"Nah cocok! Tau aja lagi rindu pempek. Boleh boleh, tapi aku ganti baju dulu ya nanti, aku jemput dirumah atau gimana?"
"Ah gausah dirumah, cari rumah aku susah, aku tungguin di sekolah aja deh, aku ga ganti baju, pakai cardigan aja hehe"
"Okeh, pulang sekolah ya!"
Sepulang sekolah aku segera pulang, tanpa buang waktu aku ganti pakaian dan cuci muka agar tampak segar, well, kencan pertama di kota baru, pikirku.
Setelah aku jemput Putri disekolah, kami pun makan pempek di mall di kawasan sudirman, lumayan lah, hampir mendekati rasa pempek langgananku di Palembang.
Sambil makan, kami mengobrol banyak, dan dari situ aku tau kalau Putri juga bukan orang lama di Pekanbaru. Dia baru pindah dari Jakarta 3 tahun lalu, saat ayahnya meninggal dan dia harus tinggal dengan neneknya di Pekanbaru.
Ibunya masih menetap di Jakarta bersama dua adiknya. Aku salut padanya yang selalu tampak tanpa beban.
Setelah selesai makan, Putri mengajakku main di tempat bermain yang ada di dalam mall. Setelah puas, dia mengajakku berkeliling.
Dia berhenti di depan salah satu etalase toko sepatu, sambil melihat sebuah heels merah. Aku pun ikut melihat juga, setelah melihat harganya, aku terkejut, yah nampaknya kantong anak sekolahan tidak akan mampu membelinya hahaha.
Setelah bosan jalan jalan, dia memintaku menemaninya mencari taksi. Aku menawarkannya untuk mengantar pulang tapi dia menolak dengan halus dan beralasan bahwa dia ada urusan sebelum pulang. Yah, terpaksa jalan jalan yang aku anggap kencan ini usai sampai disini
"Eh gak nanyain nomer handphone nih? Jahat ih nanti kalau akunya diapa-apain tukang taksinya gimana? Nanti dituduh telah bekerja sama dengan tukang taksinya nyulik aku, mau?" cerocosnya
"Hah?" dengan gelagapan aku pun mengambil hp dan mencatat nomor hp nya, aku misscall, dan dia pun menyimpan nomor ku.
Setelah mendapat taksi, dia pun berpamitan dan mengatakab untuk berhati hati, dengan berat hati aku lepas kepergiannya, hehehe kayak pergi kemana aja gitu.
Next part yah gan!
"Hehehe ya maaf, tadi malam susah tidur" alasanku
"Yah susah tidur juga? Sama dong, aku tiap malem gabisa tidur" katanya
Ternyata alasan dia selalu tertidur di kelas karena dia susah tidur malam
"Wah, senasib yak hahaha" kataku, ah, andai saja semua perempuan se easy going Putri, tidak akan ada jomblo didunia hehehe.
"Eh aku traktir makan mau gak? Itung itung bayar jasa bikinin pr, yuk!" katanya
"Ah, engga deh Put, gasuka aku jajanan disini, gak cocok sama lidah"
"Yaaah yaaah, padahal mau balas jasa, yaudah pulang sekolah makan yuk? Lagi kepengen pempek nih, Rian juga apa ga rindu makan pempek?" tawarnya. Kesempatan emas ini gak akan aku buang percuma! Pikirku
"Nah cocok! Tau aja lagi rindu pempek. Boleh boleh, tapi aku ganti baju dulu ya nanti, aku jemput dirumah atau gimana?"
"Ah gausah dirumah, cari rumah aku susah, aku tungguin di sekolah aja deh, aku ga ganti baju, pakai cardigan aja hehe"
"Okeh, pulang sekolah ya!"
Sepulang sekolah aku segera pulang, tanpa buang waktu aku ganti pakaian dan cuci muka agar tampak segar, well, kencan pertama di kota baru, pikirku.
Setelah aku jemput Putri disekolah, kami pun makan pempek di mall di kawasan sudirman, lumayan lah, hampir mendekati rasa pempek langgananku di Palembang.
Sambil makan, kami mengobrol banyak, dan dari situ aku tau kalau Putri juga bukan orang lama di Pekanbaru. Dia baru pindah dari Jakarta 3 tahun lalu, saat ayahnya meninggal dan dia harus tinggal dengan neneknya di Pekanbaru.
Ibunya masih menetap di Jakarta bersama dua adiknya. Aku salut padanya yang selalu tampak tanpa beban.
Setelah selesai makan, Putri mengajakku main di tempat bermain yang ada di dalam mall. Setelah puas, dia mengajakku berkeliling.
Dia berhenti di depan salah satu etalase toko sepatu, sambil melihat sebuah heels merah. Aku pun ikut melihat juga, setelah melihat harganya, aku terkejut, yah nampaknya kantong anak sekolahan tidak akan mampu membelinya hahaha.
Setelah bosan jalan jalan, dia memintaku menemaninya mencari taksi. Aku menawarkannya untuk mengantar pulang tapi dia menolak dengan halus dan beralasan bahwa dia ada urusan sebelum pulang. Yah, terpaksa jalan jalan yang aku anggap kencan ini usai sampai disini
"Eh gak nanyain nomer handphone nih? Jahat ih nanti kalau akunya diapa-apain tukang taksinya gimana? Nanti dituduh telah bekerja sama dengan tukang taksinya nyulik aku, mau?" cerocosnya
"Hah?" dengan gelagapan aku pun mengambil hp dan mencatat nomor hp nya, aku misscall, dan dia pun menyimpan nomor ku.
Setelah mendapat taksi, dia pun berpamitan dan mengatakab untuk berhati hati, dengan berat hati aku lepas kepergiannya, hehehe kayak pergi kemana aja gitu.
Next part yah gan!
Diubah oleh bekassr 08-07-2014 13:11
1