- Beranda
- Stories from the Heart
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
...
TS
bandotkeren
[ Komedi Romantis] Love Is Yuna ( Terkadang cinta memang tak adil)
Permisi gan, Ane mau share cerita bikinan ane 
silahkan dinikmati semoga agan terhibur
Maaf kalo tulisannya berantakan

silahkan dinikmati semoga agan terhibur

Maaf kalo tulisannya berantakan

Quote:
Original Posted By (Part 01)
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
PART 01
Love Is Yuna
Setujukah kalian kalau cinta pertama itu adalah cinta yang sangat sulit dilupakan bahkan ketika kalian sudah menikah atau punya pasangan baru.
memori kita saat bersama dia masih terkenang dalam hati sampai saat ini.
Masih ingatkah saat cinta pertama kalian tertawa, masih ingatkah ketika ia menangis atau bersedih, ingatkah kalian akan hari ulang tahunnya, ingatkah juga kalian tentang warna favoritnya?
Semua itu wajar kok, tidak ada yang salah dengan cinta pertama, semua orang pernah mengalaminya dan bukanlah sebuah dosa jika kalian masih teringat padanya.
Aku pun sama seperti kalian, aku juga pernah mengalami cinta pertama, cinta yang begitu hebat hingga ku rela mengorbankan apapun demi dia. dialah Yuna, Yuna Wijayanti seseorang yang telah mengajariku apa arti cinta, kesabaran dan pengorbanan.
Quote :
"Begitu lah cinta, deritanya tiada akhir"
- Cut pat kay -
Namaku Tonie Hida, umurku 17 tahun, aku lahir disebuah kota kecil bernama Sampang, Sampang yang kumaksudkan disini bukan Sampang Madura tapi Sampang Cilacap ( Jawa Tengah ).
Aku bersekolah disebuah SMK jurusan komputer angkatan 2007-2009.
aku adalah siswa yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang spesial dari diriku. tampang yang biasa, nilai akedemik yang biasa, tampilan yang biasa...bahkan semua temanku pun dari golongan orang yang biasa.
sampai pada akhirnya ada seorang siswi angkatanku yang mencoba memaksakan kehendaknya kepadaku agar aku mirip dengan tokoh idolanya.
Dia mencocokan ku dengan seorang vokalis sebuah grupband bernama Ungu. jujur itu sangat mengusik hidupku yang nyaman tanpa diketahui oleh banyak orang. karena ulahnya seantero sekolah jadi tahu siapa aku.
aku sangat tidak senang bahkan tidak bangga sama sekali.
Dari situlah awal hidupku mulai berubah drastis, yang tadinya tenang dan damai berubah menjadi ricuh bin rusuh. kalo orang lain mungkin suka dicocok-cocokin atau dimiripin dengan artis tertentu, tapi aku tidak.
Aku merasa keberatan, sangat keberatan, orang-orang jadi seenaknya aja ganti nama pemberian orang tua ku. lalu ke siapakah aku harus mengadu?
"Pashaa...Mas Pasha" teriak para siswi dari lantai 2 yang posisinya menghadap ke pintu gerbang.
seakan tak peduli akupun berjalan seperti tidak terjadi apapun, lagipula mereka bukan meneriaki namaku, yang mereka panggil kan Pasha idola mereka, lah aku ini namanya Tonie kok! bukan Pasha atau Mas Pasha.
"Huuuuhh...Dasar cowok sombong" kata salah seorang yang paling cerewet
"Emang aku peduli, lagian namaku ini kan Tonie" ucapku dalam hati
Geraammm banget rasanya! pengin meledak! ( marah ) gara-gara dengerin cemooh,ocehan dan teriakan mereka...
"Brisiikkk!!!" Teriaku agak keras
Tolong samakan aku dengan siswa lain, aku gak mau di istimewakan, aku ingin hidupku tenang seperti mereka. aku cape dengan semua ini, selalu saja setiap kali aku lewat pasti menjadi bahan perbincangan.
Iya kalo positif sih gak papa lah ini gosipinnya negatif melulu
deket sama si ini lah si itu lah si anu lah, Arggghhhh!!
maka dari itu saat jam istirahat aku jarang keluar kelas, disamping karena malu, gak pengin jadi bahan gosip, aku juga orangnya gak terlalu ngeeh dengan keramaian.
kesepian itu kadang membuatku tenang nan tentram, setiap kali pulang sekolah aku selalu membiasakan pulang telat. nunggu kondisi agak sepi barulah aku pulang, kadang aku pulang sendiri kadang juga bareng temen
"Ton tangkep nih" seru Nudi
"Apaan Nud?"
*Wuiinnggg...Plaaakkkk*
"Woy, kira-kira dong kalau lempar, sakit tau" Aku terus memeganggi kepalaku yang benjol akibat terhantam benda tumpul
"Maaf Ton sengaja, maaf ya" Nudi meminta maaf
"Bangke kamu Nud, udah benjol aja baru minta maaf"
"Iya ton sorry deeh, gitu aja ngambek, besok ogut ulangi lagi ya?!"
"Ahhh Sialan, cape Nud ngomong sama kamu"
"Awakakakkakka" Nudi tertawa tanpa dosa
"Eh ini apaan yah?" Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah gulungan kertas yang terselip di laci mejaku
"Cieee...ciieee yang dapet surat cinta" Ledek Nudi
"Haaa--aah" Aku menghela nafas lalu membuka isi surat tersebut
Dear Tonie
Kamu tau gak, sejak pertama aku melihatmu, kau bagaikan pangeran berkuda putih yang siap menjemput sang putri.
aku tahu kau diperebutkan banyak wanita, aku tahu kau sangat populer
dan aku tahu siapa nama ayah dan ibumu
"Lah apa hubungannya dia tahu nama ayah dan ibuku? jadi bingung?"
sebagai bahan pertimbangan aku telah melampirkan sebuah foto unyu miliku,
jangan lupa nanti sepulang sekolah kasih bingkai yang mahal ya hehehe
"Maksudnya apaan nih" Aku gagal paham tentang maksud dan tujuan si penulis
Dari penggemarmu
Inisial Sintha kelas 2 AK 2
Baru kali ini aku dapat surat konyol dari penggemar hahahha, gak papa lah
anggap saja ini sebuah pertanda kalau masa jombloku akan segera berakhir.
ini adalah surat pertamaku dan mungkin akan kujaga baik-baik sebagai tanda penghargaanku atas usahanya dalam menulis surat yang bagiku aneh tapi lucu.
kata temen-temenku yang naksir aku sih banyak tapi yang ngasih surat cuma satu orang, apa karena surat sudah terlalu kuno ya?, entahlah yang penting aku seneng weeekk.
wajar aja sih aku seperti itu, soalnya dari SD sampai aku SMP kan gak ada satu cewek yang melirikku, bahkan mereka jijik terhadapku, mungkin karna waktu itu aku masih item dan dekil, sekarang sih udah agak putihan dan bersih hanya saja sedikit jerawatan pas SMA.
beberapa hari seusai aku terima surat itu, aku langsung tahu siapa orang dibalik pengirim surat tersebut dan kami agak sering berpapasan karena faktor satu sekolah, aku yang tadinya cuek jadi agak malu-malu saat ketemu dia, dia pun demikian kelihatan dari cara dia melihatku malu-malu tapi mau awakakakkka.
"Dia ngarep balesan surat dariku gak ya?" aku bertanya pada diriku sendiri
"Tapi aku belum pernah nulis surat, tahunya aku cuma nulis surat ijin kagak masuk"
"Terus gimana dong ya? aku bener-bener MATI KUTU?"
Serba salah jadinya, pengin merespon tapi binggung karena gak tahu caranya, sepupunya yang emang sekelas denganku selalu nanyain, gimana tanggapanku tentang dia, apakah aku punya rasa suka sama dia atau tidak sama sekali?
aku terdiam lama banget, mirip orang sedang konsentrasi di WC, aku meminta waktu satu mingu untuk menjawabnya, agar aku bisa mengambil keputusan terbaik.
BERSAMBUNG............................
oleh Tonie Hida
Habis baca jangan lupa ninggalin jejak ya gan


BLOG ANE
Lanjutan kisahnya ada dibawah ( Buka Spoilernya )

Spoiler for Klik Disini Untuk Membaca Part Selanjutnya:
Part 02 A
Part 02 B
Part 03
Part 04
Part 05
Part 06
Part 07
Part 08
Part 09
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 A
Part 15 B
Diubah oleh bandotkeren 21-07-2014 13:40
anasabila memberi reputasi
1
15.5K
Kutip
101
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bandotkeren
#1
Update Part 02 A
Spoiler for Monggo:
Quote:
Original Posted By (Update Part 02 A)
PART 02 A
Deadline waktu yang kuberikan ke Sintha sudah hampir habis, mau tidak mau, suka atau gak suka, aku harus menjawabnya.
sebagai laki-laki jantan aku memang harus menghadapi masalah bukan menghindarinya. dengan maksud baikku ku ajaklah Sintha ke suatu tempat
tempat yang asik tempat yang sepi.
"Gimana Mba sudah siap?" tanyaku ke Sintha
"Jangan panggil aku Mba, panggil Sintha aja"
"Ya deh Mba eh Sin, berangkat yuk!" ajak ku
"Yuuk!" kata Sintha semangat
Berangkatlah aku dan Sintha menuju tempat yang ku persiapkan sebelumnya, aku menyuruh Sintha untuk berjalan dibelakangku demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Anda pasti tau apa yang saya pikirkan, benar sekali!
Aku takut jika Sintha berjalan didepanku terus aku lihat Body yahutnya
nanti aku jadi tergoda.
Resiko tidak sebanding dengan kenikmataan sesaat, dan lebih baik mencegah sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.
"Masuk Sin, Ladies first" Aku mempersilahkan Sintha masuk duluan
"Iya Ton, makasih" Sintha agak ragu
"Aku tahu ini pasti aneh bagimu, iya kan" ucapku dalam hati
Meski Sintha ragu toh akhirnya dia masuk juga, aku mengajak Sintha ke perpustakaan dekat sekolah, selain tempatnya deket disitu juga gak ada abang-abang yang jualan. Dobel bonus kan hehheee.
"Duduk Sin" Aku menarikan sebuah bangku untuk Sintha
"Kita selesaikan masalah kita disini aja ya" Ucapku sambil menarik bangku untuk diriku sendiri
"Nih Sin, tulis apa yang mau kamu ucapkan disini" Aku menyodorkan sebuah kertas kosong beserta Pulpen hitam ke Sintha
"Maksudnya?" Sintha terlihat kebingungan
"Kita ngobrol pake ini" Ucapku lirih
"Ohhhhh bales Sintha" Sintha lalu menuliskan sesuatu di kertas tersebut
"Nih aku udah selesai" Ucap Sintha lirih
tulis Sintha
*Tonie, sejak melihatmu, aku langsung jatuh hati padamu*
kau bagaikan pangeran berkuda putih yang selalu datang
di setiap malam di mimpiku
jawabku
*Sebenernya aku lebih suka, menunggang sepeda
ketimbang menunggang kuda hehehe
tulis Sintha
*hahahaaa...bisa aja kamu, Ton aku suka sama kamu*
mau gak kamu jadi cowokku
Aduuhhhh...aku mesti jawab apaan nih? mau jawab iya tapi aku belum siap,
mau jawab gak mau tapi aku sedikit mau? jadi aku harus jawab apa ya?!
"Kok lama Ton" Ucap sintha sambil memandangku
"Emmm...gimana ya Sin, apa gak terlalu cepet?"
"Kenapa emangnya? Aku kurang cantik ya"
"Bukan itu Sin, aku cuma"
"Cuma apa Ton"
".........." Aku terdiam cukup lama
"Gak papa aku ngerti kok" Ucap Sintha dengan mata yang berkaca-kaca
"Ya udah aku pergi aja" Sintha berdiri mengambil tas
"Tunggu Sin" Aku menarik tangannya
"Aku cuma...." lagi-lagi terdiam
"Cuma, apa! Cuma gak suka kan, iya kan!" Teriak Sintha
Teriakan Sintha sontak membuat orang seisi perpus memandangku dengan tatapan sinis.
"Tolong Ton kamu jawab, kamu gak suka aku kan" Sintha mulai menangis
"Bukan gitu sin aku cuma"
"Cuma apa!" Tangisan Sintha mulai mengeras
"Mas kalau mau pacaran di luar aja" Usir salah seorang penjaga perpus
"Iya nih, ganggu ketenangan orang aja" timpal pengunjung lain
"Yuuk Sin pergi" Aku menarik tangan Sintha lalu membawanya keluar perpus
"Aku tahu Sin aku ini laki-laki payah" batinku
setelah keadaan agak tenang dan Sintha juga sudah mulai berhentii menangis, maka aku secara jujur dan gamblang menjelaskan ke Sintha,
jika aku memang belum siap.
"Maaf ya Sin"
"Gak apa apa, aku juga yang salah karena terlalu berharap banyak"
"Aku cuman belum siap Sin, aku gak mau mencintaimu secara terpaksa"
"Iya gak usah dibahas, aku ngerti kok" Sintha menyeka airmatanya dengan seragam sekolahnya
"Aku janji jika lulus sekolah, kita bertemu tanpa sengaja, aku mau kok sama kamu Sin"
"Seriuuss!" Sintha terlihat senang dengan ucapanku
"Iiii---yaaa Siiin" Aku termakan ucapanku sendiri
"Sini jari kelingkingmu" Sinta meraih tanganku lalu ia menempelkan jari kelingkingku dan jari kelingkingnya
"Janji ya" Sintha tersenyum padaku
"Iya Sin, aku janji, tapi inget ya jika nanti setelah lulus kita bertemu secara gak sengaja"
"Iya iya tahu kok hihiiii" Sintha tertawa riang
"Manis juga ini anak" ucapku lirih
"Kenapa Ton, kok senyum-senyum sendiri"
"Gak Sin, pulang yuk! aku anterin ya"
"Iya deh mau...!!"
Baru kali aku merasa jadi orang paling jahat dengan melakukan tindakan PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) kepada seorang wanita.
jika suatu saat bertemu lagi secara gak sengaja anggep aja jodoh dan kita akan menjalin hubungan, nah sebaliknya bila suatu saat nanti gak ketemu ya sudah lah.................
Bersambung............
PART 02 A
Deadline waktu yang kuberikan ke Sintha sudah hampir habis, mau tidak mau, suka atau gak suka, aku harus menjawabnya.
sebagai laki-laki jantan aku memang harus menghadapi masalah bukan menghindarinya. dengan maksud baikku ku ajaklah Sintha ke suatu tempat
tempat yang asik tempat yang sepi.
"Gimana Mba sudah siap?" tanyaku ke Sintha
"Jangan panggil aku Mba, panggil Sintha aja"
"Ya deh Mba eh Sin, berangkat yuk!" ajak ku
"Yuuk!" kata Sintha semangat
Berangkatlah aku dan Sintha menuju tempat yang ku persiapkan sebelumnya, aku menyuruh Sintha untuk berjalan dibelakangku demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Anda pasti tau apa yang saya pikirkan, benar sekali!
Aku takut jika Sintha berjalan didepanku terus aku lihat Body yahutnya
nanti aku jadi tergoda.
Resiko tidak sebanding dengan kenikmataan sesaat, dan lebih baik mencegah sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.
"Masuk Sin, Ladies first" Aku mempersilahkan Sintha masuk duluan
"Iya Ton, makasih" Sintha agak ragu
"Aku tahu ini pasti aneh bagimu, iya kan" ucapku dalam hati
Meski Sintha ragu toh akhirnya dia masuk juga, aku mengajak Sintha ke perpustakaan dekat sekolah, selain tempatnya deket disitu juga gak ada abang-abang yang jualan. Dobel bonus kan hehheee.
"Duduk Sin" Aku menarikan sebuah bangku untuk Sintha
"Kita selesaikan masalah kita disini aja ya" Ucapku sambil menarik bangku untuk diriku sendiri
"Nih Sin, tulis apa yang mau kamu ucapkan disini" Aku menyodorkan sebuah kertas kosong beserta Pulpen hitam ke Sintha
"Maksudnya?" Sintha terlihat kebingungan
"Kita ngobrol pake ini" Ucapku lirih
"Ohhhhh bales Sintha" Sintha lalu menuliskan sesuatu di kertas tersebut
"Nih aku udah selesai" Ucap Sintha lirih
tulis Sintha
*Tonie, sejak melihatmu, aku langsung jatuh hati padamu*
kau bagaikan pangeran berkuda putih yang selalu datang
di setiap malam di mimpiku
jawabku
*Sebenernya aku lebih suka, menunggang sepeda
ketimbang menunggang kuda hehehe
tulis Sintha
*hahahaaa...bisa aja kamu, Ton aku suka sama kamu*
mau gak kamu jadi cowokku
Aduuhhhh...aku mesti jawab apaan nih? mau jawab iya tapi aku belum siap,
mau jawab gak mau tapi aku sedikit mau? jadi aku harus jawab apa ya?!
"Kok lama Ton" Ucap sintha sambil memandangku
"Emmm...gimana ya Sin, apa gak terlalu cepet?"
"Kenapa emangnya? Aku kurang cantik ya"
"Bukan itu Sin, aku cuma"
"Cuma apa Ton"
".........." Aku terdiam cukup lama
"Gak papa aku ngerti kok" Ucap Sintha dengan mata yang berkaca-kaca
"Ya udah aku pergi aja" Sintha berdiri mengambil tas
"Tunggu Sin" Aku menarik tangannya
"Aku cuma...." lagi-lagi terdiam
"Cuma, apa! Cuma gak suka kan, iya kan!" Teriak Sintha
Teriakan Sintha sontak membuat orang seisi perpus memandangku dengan tatapan sinis.
"Tolong Ton kamu jawab, kamu gak suka aku kan" Sintha mulai menangis
"Bukan gitu sin aku cuma"
"Cuma apa!" Tangisan Sintha mulai mengeras
"Mas kalau mau pacaran di luar aja" Usir salah seorang penjaga perpus
"Iya nih, ganggu ketenangan orang aja" timpal pengunjung lain
"Yuuk Sin pergi" Aku menarik tangan Sintha lalu membawanya keluar perpus
"Aku tahu Sin aku ini laki-laki payah" batinku
setelah keadaan agak tenang dan Sintha juga sudah mulai berhentii menangis, maka aku secara jujur dan gamblang menjelaskan ke Sintha,
jika aku memang belum siap.
"Maaf ya Sin"
"Gak apa apa, aku juga yang salah karena terlalu berharap banyak"
"Aku cuman belum siap Sin, aku gak mau mencintaimu secara terpaksa"
"Iya gak usah dibahas, aku ngerti kok" Sintha menyeka airmatanya dengan seragam sekolahnya
"Aku janji jika lulus sekolah, kita bertemu tanpa sengaja, aku mau kok sama kamu Sin"
"Seriuuss!" Sintha terlihat senang dengan ucapanku
"Iiii---yaaa Siiin" Aku termakan ucapanku sendiri
"Sini jari kelingkingmu" Sinta meraih tanganku lalu ia menempelkan jari kelingkingku dan jari kelingkingnya
"Janji ya" Sintha tersenyum padaku
"Iya Sin, aku janji, tapi inget ya jika nanti setelah lulus kita bertemu secara gak sengaja"
"Iya iya tahu kok hihiiii" Sintha tertawa riang
"Manis juga ini anak" ucapku lirih
"Kenapa Ton, kok senyum-senyum sendiri"
"Gak Sin, pulang yuk! aku anterin ya"
"Iya deh mau...!!"
Baru kali aku merasa jadi orang paling jahat dengan melakukan tindakan PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) kepada seorang wanita.
jika suatu saat bertemu lagi secara gak sengaja anggep aja jodoh dan kita akan menjalin hubungan, nah sebaliknya bila suatu saat nanti gak ketemu ya sudah lah.................
Bersambung............
Diubah oleh bandotkeren 05-07-2014 21:51
0
Kutip
Balas