Kaskus

News

nyiurmelambaiAvatar border
TS
nyiurmelambai
Semua Tentang suku Minahasa [MANADO]

THE MINAHASA


Semua Tentang suku Minahasa [MANADO]

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Quote:


Quote:


Spoiler for BONUS ++ :


Spoiler for SUMBER:


Diubah oleh nyiurmelambai 09-02-2014 10:46
0
37.8K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
nyiurmelambaiAvatar border
TS
nyiurmelambai
#23
Quote:


ini mungkin sedikit menjelaskan, relasi bahasa di Nusantara ditandai warna (lihat legenda)
http://www.proel.org/index.php?pagin...abetos/sudeste
kaskus-image


Quote:


nampaknya, memang ada banyak pesamaan dalam bahasa dan cerita serta ciri fisikemoticon-Smilie

Quote:


konfrensi Pinawetengan I +/- Abad 4M
Pesan pertama adalah: Pute Waya, yang artinya ‘semua sederajat’. Iniliah akar budaya Minahasa yang menanamkan konsep demokratis, sehingga tidak pernah ada kerajaan besar dengan budaya feodal di daerah Minahasa. Para pemimpin suku selalu dipilih secara demokratis dengan persyaratan yang ditentukan oleh kelompok. Jika pemimpin tidak lagi memenuhi persyaratan, mereka bisa diganti, dan tidak bersifat turun temurun.

Pesan kedua adalah Nuwu I Ngeluan: Sa kita esa, sumerar! Sa kita sumerar, esa kita! Yang artinya adalah: kalau kita sudah benar-benar merasa satu, marilah kita menyebar! Kalau pun kita tersebar kemana-mana, satu kita!



Quote:


koran belanda ttg perang diponegoro
kaskus-image

Groot-Majoor Tololiu Hermanus Willem Dotulong, lahir di Kema, 12 Januari 1795 dan meninggal di Sonder, 18 November 1888. Ia adalah cece dari Xaverius Dotulong, seorang sahabat Gubernur Maluku. Ia yang memimpin pasukan Tulungan dari keresidenan Manado membawahi 1241 orang pasukan yang menolong Belanda membasmi Perang Jawa (Perang Diponegoro). Pasukannyalah yang menangkap Pangeran Diponegoro (dari Kapitein Benjamin Thomas Tawalijn SIGAR asal Langowan).
http://id.wikipedia.org/wiki/Xaverius_Dotulong

pakatuan pakalowiren emoticon-Big Grin

Quote:


sudah di jawab di atas

Quote:


MINAHASA & DAYAK

BAJU PERANG, PERISAI, PEDANG DAN TOMBAK
yang paling mirip adalah bentuk perisai
minahasa
kaskus-image

dayak
kaskus-image

RUMAH ADAT
minahasa (walewangko)
kaskus-image

kaskus-image

untuk rumah adat Minahasa ada sedikit perbedaan sebelum dan sesudah abad ke 18. Sebelum abad ke 18 orang Minahasa tinggal di rumah seperti rumah dayak atau dalam bahasa Minahasa disebut Walewangko (wale=rumah, wangko=besar) dan tinggal dalam keluarga besar, artinya anak dari anak akan terus tinggal dalam rumah besar yang terus ditambah besar sesuai jumlah keluarga.

Spoiler for setelah abad 18:


dayak (rumah betang)
kaskus-image


POTONG KEPALA(mamuis & ngayau)
kaskus-image
Perburuan kepala di Sulawesi masih berlangsung hingga kedatangan orang Eropa. Alfred Russel Wallace, naturalis tersohor asal Inggris, yang mengunjungi Manado pada 10 Juni 1859, mendapatkan cerita itu langsung dari penduduk lokal (Minahasa). Kepala manusia dipakai untuk menghiasi makam dan rumah. “Mereka berburu kepala manusia layaknya suku Dayak di Kalimantan... Ketika seorang kepala suku meninggal, dua potong kepala manusia yang baru dipenggal digunakan sebagai penghias makamnya... Tengkorak manusia merupakan hiasan yang paling disukai untuk rumah kepala suku,” tulis Wallace dalam catatannya, dimuat dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544-1992 karya George Miller.

PEGUNUNGAN WULUR MAATUS (minahasa)
kaskus-image

PEGUNUNGAN MERATUS (dayak)
kaskus-image
[/SPOILER]

PRAJURIT
minahasa
kaskus-image
kaskus-image
(foto : Hendra.W.Kairupan)
kaskus-image
(ilustrasi: http://dwiejudhasatria.blogspot.com/)

dayak
kaskus-image
kaskus-image
kaskus-image
(ilustrasi: http://dwiejudhasatria.blogspot.com/)

Quote:


hehe, tapi sangihe/engasr itu suku tersendiri bukan suku Minahasa

Quote:


sebenarnya minahasa awalnya bukan suku patrilinearl tapi matrilineal, karena legenda awal minahasa adalah dari perempuan tapi beberapa abad kemudian baru berubah ke patrilineal, akan tetapi perempuan tetap memegang jabatan penting seperti pendeta adat (walian) dll.

marga yang lebih mirip adalah tambuwun(minahasa) emoticon-Smilie

kuman itu bukan cuma bahasa tombulu tapi juga bahasa sebagian besar minahasa (tontemboan, tonsawan, tombulu, tolour, dll). kenapa saya tahu karena saya orang tondanou+tontemboan emoticon-Big Grin

Quote:


Menurut Dr. J.G.F. Riedel, dalam bukunya (De Minahasa in 1825), tertulis bahwa pendatang-pendatang dari Tifore menetap di pesisir Timur (Atep), merambah ke pedalaman dalam 2 kelompok, yaitu:

Kelompok ke-1, menuju Utara, masuk ke wilayah orang Tonsea dan mendirikan pemukiman yang disebut Lumijang. Kelompok inilah yang menetap di sekitar danau, kemudian dinamakan Tou nDano, atau Tou Lour (dalam bahasa Tonsea/ Tombulu). Mereka lah yang menjadi orang Tondano atau orang Toulour.

Kelompok ke-2, menuju ke Selatan dan membuat pemukiman Awouw, Topiriwan dan Watu. Mereka menyebut diri mereka sebagai orang Toundanouw. Dari keturunan mereka terbagi menjadi 2 kelompok kecil, yaitu, yang disebut Tou Watu atau Tombatu, dan satu lagi diduga adalah Tonsawang.


Quote:


sama kayak di atas, tonsawang atau lebih tepatnya orang toundano mereka menyebut diri mereka sendiri. tonsawang adalah nama pemberian belanda sedangkan tombatu adalah sebutan tontemboan kepada mereka.

harusnya untuk suku terbesar adalah tolour, jika melihat pembagian wilayah pakasaan dilihat wilayah tondano/tolour & tonsawang dipisahkan secara paksa oleh tontemboan dan ratahan/ponosakan.

Spoiler for wenas, kotambunan dan watuseke:


dari segi bahasa terdapat beberapa kemiripan tondano(tolour) dan toundanou (tombatu/tonsawang)
kaskus-image
Diubah oleh nyiurmelambai 04-07-2014 07:53
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.